
Semuanya tenggelam dengan pekerjaan masing-masing. Niat ingin makan cemilan dan bercerita tinggal niat saja, deadline yang semakin dekat membuat semuanya sulit bernafas. Pekerjaan mereka usai di pada pukul 4 pagi, ngantuk dan capek hingga membuat mereka tidak lagi ada keinginan untuk makan dan berakhir dengan semuanya tergeletak di tempat kerja masing-masing.
Auris yang baru saja dari kamar mandi untuk berwudhu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ke empat teman-temannya tertidur lelap termasuk Rose.
Auris mengambil selimut dan menyelimuti setiap teman-temannya yang tidur. Auris yang tidak bisa tidur memilih tadarusan untuk menghilangkan kesuntukan dan berharap rasa kantuk segera datang. Setelah 30 menit kemudian, Auris merasa matanya berat dan memilih ke kamarnya bersama sang Ibunda. Auris membantingkan tubuhnya hingga diapun tertidur lelap.
Pagi hari ini adalah pagi yang sibuk di kediaman Auris. Auris yang memang terbiasa bangun pagi meskipun telah begadang malam dengan kondisi sedikit puding Auris memilih mandi dan menyegarkan diri dengan air dingin. Setelah itu Auris membuat nasi goreng dengan telur dadar, makanan khas yang biasa kita temui di indonesia ketika ingin sarapan. Auris membuatnya dalam porsi yang banyak karena teman-temannya pada menginap di tempatnya. Harum masakan dari dapur dan juga air yang tengah mendidih di rebus Auris membuat teman-teman Auris terbangun dari tidurnya.
Damian dan Willy langsung bertolak ke arah aroma makanan dengan wajah setengah sadar. Sedangkan Clara dan Rose duduk seraya mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu.
"Auris masak apa? Kenapa wangi sekali?" tanya Rose masih dengan mata terpejam.
"Memangnya Auris bisa masak?" tanya Clara yang mulai sadar dan mengerjabkan matanya.
"Apa yang Auris tidak bisa lakukan? Masak adalah hal kecil bagi Auris," kata Rose.
Sementara di dapur Damian dan Willy sudah mendapat kesadarannya saat melihat Auris telah rapi dengan gamis berwarna hijau muda bercorak lembut dan juga jilbab lebarnya yang berwarna hijau lembut polos.
"Kesayangan aku memang luar biasa, sekalinya aku nginap di sini langsung di masakin sarapan," gombalan ala kadal buntung milik Damian langsung mengudara akan tetapi langsung terhempas karena perkataan Willy dan Rose yang bersamaan.
"Masak memang sudah jadi keseharian Auris karena dia punya channel youtube memasak. Jadi jangan kegeeran kamu!" teriak Willy dan Rose bersamaan yang sukses membuat Auris tertawa.
"Aku ngak budek kambing!" ketus Damian.
"Jodoh ya, bilangnya barengan?" goda Damian kembali.
"Ih najis! Ogah aku sama playboy cap konicare kayak si Willy!" kata Rose.
"Awas nanti jatuh cinta! Cinta kepada diriku. Jangan-jangan ku jodohmu," nyanyi Willy tiba-tiba.
__ADS_1
Ya Willy yang memang dekat dengan Auris mempelajari banyak kosa kata bahasa Indonesia selama 6 bulan mereka kuliah bersama salah satunya lagu bahasa Indonesia.
"Udah-udah jangan pada berdebat, ayo kita bawa sarapan yang telah di siapkan Auris ke meja makan," kata Clara selaku yang paling matang di antara mereka. Ya Clara berusia 28 tahun, sedangkan Auris dan Rose sama-sama berusia 25 tahun. Damian dan Willy berusia 27 tahun.
"Siap kakanda," kata Willy dengan alaynya.
Iya Auris tidak hanya menyiapkan nasi goreng tapi ada roti bakar dan teh hangat, serta buah yang di potong-potong bagi yang diet.
"Ibu kemana Auris?" tanya Rose yang belum melihat Ibu sedari tadi.
"Ibu lagi jogging sama Nenek Kim tetangga sebelah," kata Auris yang hanya mendapat respon o saja dari teman-temannya secara berjemaah.
Hari telah gelap, Auris dan Ibu hanya berdua di rumah. Sedangkan Rose tengah party di tempat temannya dan kemungkinan tidak pulang malam ini. Auris terhanyut dengan novel yang tengah di tulisnya hingga dia melihat status Dimas di instagramnya. Ya istri Dimas bernama Mirna tengah mengandung buah cinta mereka dan saat ini usia kandungan Mirna sudah 4 bulan.
Di notifikasi ada beberapa chat yang ternyata dari beberapa orang-orang yang Auris kenal baik.
Salah satunya adalah Dimas.
Auris kamu apa kabar sekarang? Gimana rasanya kuliah di negeri orang? Terlebih Negara 4 musim pasti seru banget ya?
Ternyata pesan itu sudah di kirim 1 bulan yang lalu, tapi Auris yang memang sibuk dengan aku bisnis di Instagramnya lebih memilih mengabaikan akun asli miliknya.
Auris
Alhamdulillah Auris baik Bang, oh iya selamat ya sebentar lagi kamu jadi seorang Ayah. Do'a terbaik untuk kamu dan Kak Mirna. Sampaikan salamku juga pada Kak Mirna, semoga lancar sampai si Dedek di lahirkan.
Lalu Auris menutup kembali beranda pesannya. Hingga sebuah nama sedikit menganggunya. Ya nama itu Keysa Putri.
Keysa Putri.
__ADS_1
Assalamu'alaikum.
Apa kabar Miss? Pasti seru ya Miss kuliah di luar negri? Kami semua kangen belajar bareng sama Miss Auris kembali.
Auris
Walaikumussalam. Massyaallah anak-anak Miss tersayang. Titip salam pada teman-teman sekelas ya, Miss juga rindu ingin mengajar di kelas Ananda semuanya. Alhamdulillah Miss di sini baik-baik saja, Miss berharap Ananda Miss di sana juga baik-baik saja🤗
Setelahnya Auris menutup instagram pribadinya dan membuka akun jualannya. Hingga layar ponsel Auris menyala dan menunjukkan nama Rose sebagai tersangka yang menghubungi Auris.
"Ya ada apa Rose?" tanya Auris ketika mengangkat panggilan dari sang sahabat baiknya itu.
"Auris, Abang ku Ris! Abang..." suara Rose terputus karena tersedak-sedak oleh tangisannya sendiri.
"Abang Aldrick kenapa Rose? Hei ada apa? Jangan panik dulu, tarik nafas dalam lalu hembuskan. Katakan pelan-pelan Honey," kata Auris.
"Abang di di tusuk berkali-kali sama selingkuhan si ****** Sonya!" teriak Rose dengan suara gurat akan marah bercampur tangisan.
"Sekarang Abang koma dan kehilangan banyak darah, hiks hiks," tangisan Rose semakin tidak terkendali.
"Sayangnya golongan darah Abang O resus negatif dan sekarang di rumah sakit tempat Abang di rawat golongan darah O sedang kosong. Sedari tadi di cari belum di dapatkan Auris," tangis Rose semakin kencang karena rasa takut kehilang kakak tercintanya dan kakak satu-satunya yang dia miliki.
"Di mana lokasi Rumah Sakitnya? Aku akan kesana, golongan darahku O negatif," perkataan Auris bagai angin segar oleh Rose.
Setibanya di Rumah Sakit tempat Aldrick di tangani, Rose sudah menunggu di loby. Gadis itu memeluk erat Auris dan Auris tidak sanggup berkata-kata hanya menepuk punggung Rose yang bergetar.
"Dimana ruang pemeriksaannya agar transfusi darah bisa langsung di lakukan?" tanya Auris pada Rose.
"Di sana, ayo ikut aku. Terima kasih banyak Auris, aku sangat bahagia karena kau punya darah yang golongannya sama kayak Abang," kata Rose.
__ADS_1
Setelah semua rangkaian pemeriksaan selesai, saat ini Rose menunggu dengan harap-harap cemas karena Aldrick tengah menerima transfusi darah dari Auris.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...