SYSTEM NANO

SYSTEM NANO
Sosok Misterius


__ADS_3

Malam itu di sebuah hutan yang gelap dan mencekam dengan hawa dingin yang menusuk tulang, seseorang pemuda lelaki berlari dengan cepat menembus gelapnya malam, dengan darah bercucuran di tubuh pemuda itu , dan berpakaian telah lusuh dan banyak sobek seperti sayatan pedang.


Pemuda itu terus berlari tanpa melihat sekitarnya, tak lama kemudian lalu kaki pemuda itu tak sengaja tersandung oleh akar pohon, dan Jaden terjatuh ke bawah bukit yang tidak terlalu dalam.


“Aacckk!!!


“Sialan...aku tidak bisa mengerakan kaki ku lagi!!” Jaden bergumam, menahan sakitnya setelah terjatuh dari atas bukit.


Saat pemuda itu mau bangun, ada beberapa orang berpenampilan seperti pembunuh bayaran. Dengan berjubah cokelat dan berkudung, kelompok itu semua nya menutupi kepalanya dengan kerudung yang ada di jubahnya dan juga memakai topeng.


“ Ehmmm...!!”, Jaden mendengus dan menatap ke arah kelompok itu.


“Sialan kalian...” Teriak Jaden, sambil berjalan ke arah depan dan menantang para kelompok yang mengejar dia.


“Kalian bilang padaku?” Ujar Jaden.


“Aku sudah menari dari genggaman kalian sejak awal” Teriak Jaden dengan Emosi yang bergebu-gebu memarahi kelompok itu, yang sejak tadi hanya melihat pemuda itu hanya terdiam.


“Brengsek..” teriak Jaden yang sangat marah.


Sesudah Jaden teriak-teriak, akhirnya kelompok pembunuh bayaran tersebut buka suara.


“Kau seharusnya tidak menyebabkan masalah dengan lari sampai sini..Tamat sudah, Pangeran Jaden” Ujar pria berjubah.


“ Hehehehe” salah satu dari kelompok dia tertawa.


“Akhirnya sekarang aku bisa tidur juga” ujar teman kelompok itu.


Kelompok itu semuanya mengeluarkan senjata dan mengarahkan pedang-pedang ke arah Jaden, sedangkan pemuda itu hanya diam dan bingung melihat itu.


“Apa yang harus aku lakukan,aku tidak punya kekuatan untuk lari lagi ?” batin Jaden.


Dengan beraninya pemuda itu berteriak untuk berbicara pada kelompok berjubah.


”Kenapa ..? aku tidak menyerah untuk masuk ke dalam akademi itu.!!” Teriaknya.


“Apa yang kalian mau dariku?Kenapa mengatur kehidupanku?” Ujar Jaden dengan gagah berani, walau hati nya sedang ketakutan.


Kelompok itu semuanya hanya mendengar ocehan dari pemuda yang sebentar lagi mau mati di tangan mereka.


“Selama kau punya hak untuk turun tahta itu, hanya ini satu-satunya caranya, Pangeran.” Ucap orang berjubah.

__ADS_1


“Menyerahlah sekarang..tidak ada jalan keluar lagi bagimu, bahkan jika kau punya darah orang kampung bercampur denganmu” Ujar teman berjubah itu.


“Karena kau keturunan dari ( Orang itu ), kami akan membuatmu merasakan kematian yang tidak menyakitkan” ujar salah satu kelompok itu.


Janden terdiam dan keget, mendengar apa yang di katakan dari kelompok berjubah itu, yang tadi mengejarnya sampai ke dalam hutan yang gelap.


Dengan sorot mata yang tajam menatap kelompok berjubah itu, pemuda itu mendengar semua yang mereka katakan


“Apa!! Darah orang kampung,, beraninya mereka merendahkan Ibuku!!” Batin Pemuda itu yang Tersulut emosi dengar perkatan mereka.


Pemuda itu perlahan-lahan mengeluarkan sebuah belati di balik pakain yang telah sobek-sobek, dengan rasa hati geram yang sudah mencapai batas kesabarannya. Tapi ia terus berfikir gimana cara mengalakan mereka.


“Tidak mungkin para orang berengsek ini akan membunuhku tanpa rasa sakit” batin Jaden.


“Jika aku harus mati, lebih baik aku bertarung hingga nafas terakhirku” dengan rasa gugup pemuda itu memberanikan diri untuk bertarung dengan mereka.


“Hoh..apa kau mempelajari seni bela diri dari pendekar Wang..” Ujar salah satu dari mereka.


Seorang dari mereka melihat ke arah pemuda itu dan memperhatikan dengan cermat, saat pemuda itu memegang belati dan melihat cara kuda-kuda saat ingin bertarung dari pemuda tersebut.


“Tidak...sepetinya dia tidak bisa melakukan itu. Bagiamana juga, dia tidak akan bisa lari dari garis keturunannya?” batin salah satu dari mereka.


"Hahaha..ini akan menjadi pemburuan yang menyenangkan” Batin salah satu dari mereka.


Dengan cepat para kelompok pemburan bayaran itu semuanya melompat ke udara untuk memulai penyerangan kepada pemuda itu, dan pemuda itu masih terdiam dengan belati yang di genggamannya melihat para kelompok itu akan menyerang ke arah ia.


Saat kelompok itu sudah satu langkah dari Janden , Janden dengan gerakan yang tidak beraturan menebaskan belati nya ke segala arah agar para kelompok tidak mendekatinya, karena gerakan yang masih pemula, tangan dari pemuda itu di pukul dengan gagang pedang agar menjatuhkan senjata yang ada di tangan pemuda itu.


“Keeuukk..” Ujar Pemuda itu yang melihat belati nya terlepas dari tangannya.


Dari salah satu kelompok berjubah berhasil mencekik leher pemuda itu dengan cepat, lalu di angkat ke udara dengan satu tanganya.


“Apa ini adalah akhir dari perlawanan kecilmu?” ucap orang berjubah dengan mata yang memerah menatapnya.


Tidak habis akal, pemuda itu ternyata masih menyimpan satu lagi belati di belakang bajunya, dengan cepat tangannya mengeluarkan belati tersebut dan menusuk tenggorokan orang berjubah itu.


“Wooee Awas...” teriak salah satu rekan berjubah, tapi terlambat karena belati itu sudah mengenainya.


Para kelompok itu terkaget-kaget melihat salah satu temanya terbunuh oleh pemuda lemah itu, terlepaslah pemuda itu dari cekikkan orang berjubah dan di jatuhkan lah ia ke tanah.


“Hehehe..Rasakan itu!!!” ujar pemuda itu dengan senyum menyeringai.

__ADS_1


Para kelompok berjubah tidak percaya jika pemuda tersebut masih mempunyai senjata yang di simpan di belakang bajunya, yang masih melihat mayat teman nya yang ada di samping pemuda itu.


“Apa? Bagaimana mungkin seorang bocah yang bahkan tidak punya seni bela diri membunuh salah satu dari kita, apa dia hanya melakukan tebasan secara acak agar membuat kami lengah...?”Ucap salah satu baju berjubah.


“Dia bisa melakukan hal itu meskipun dalam setuasi sepeti ini, apa yang akan terjadi jika dia menguasi salah satu seni beladiri!!!” guman pria berjubah.


Beberapa kemudian para kelompok itu sangat marah sama bocah itu, tidak menunggu lama mereka menyerang bersamaan ke arah pemuda itu.


“Bocah Sialannnn...!! Teriak pria berjubah.


Tanpa ancang-ancang pria itu berlari dengan cepat dan berhasil melancarkan tendangan ke arah muka pemuda itu, sampai pemuda itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.” Braakkkk...”tepat mengenai muka. Pemuda itu terpental dan terjatuh dengan posisi telungkup, dan darah terus keluar dari mulutnya.


“Hanya karena kami ingin menangkapmu hidup-hidup, beraninya kau...!! ucap pria berjubah dengan tatapan amarah yang sangat seram. Tidak tunggu lama pria berjubah menusukkan pedang tajamnya ke arah perut dan di putar beberapa kali pedangnya yang masih di dalam perut pemuda itu.


“Aaaarrrrrggghhh....” Jeritan pemuda lelaki itu.


“Uggh..” terbatuk darah pemuda itu yang masih menahan rasa sakit di perutnya.


“Bagaimana rasanya mempunya sebuah lubang di perutmu? Ujar pria berjubah, yang kakinya sudah menginjak tubuh pemuda itu yang masih mengeluarkan darah segar,” Ughh..” ke erangan pemuda itu.


“Sialan..sudah kuduga,aku tidak bisa melakukan trik yang sama lagi, untung nya aku bisa membunuh salah satu orang itu.” Batin pemuda itu.


Tanpa belas kasih pria berjubah itu terus menginjak-injak luka tusukan yang ada di tubuh pemuda itu, sampai pemuda itu sampai berteriak.


“Rasakan ini!! Matilah dengan cara yang terburuk!!” ucap pria berjubah yang masih menyiksa pemuda itu.


Salah satu temannya melihat kelakuan temannya hanya berguman di dalam hati “ sebenarnya melakukan seperti ini bukanlah gayaku, tapi sejak kawan kita mati aku sudah tidak ada pilihan.”


Tiba-tiba saat bersamaan datang cahaya putih yang menghampiri pria berjubah yang menyiksa pemuda itu.“Duaaarrr..”. pria berjubah itu seketika meledak, kepulan asap menutupi area tersebut, mereka yang mendengar ledakan terkaget apa yag sedang terjadi.


Ternyata salah satu teman mereka yang sedang bertarung oleh pemuda itu sudah tewas, dengan setengah tubuhnya hancur lebur.


Pemuda itu melihat orang yang menyiksa tewas seketika oleh cahaya, pemuda itu hanya terdiam seribu bahasa, sedangkan kelompok berjubah itu menjadi waspada, akan serangan yang akan terjadi kembali.


Tersisa tiga orang yang masih bertahan. Mereka melihat temannya tewas di serang oleh cahaya itu, merasa bingung dari mana datangnya cahaya tersebut.” Baru saja ada sesuatu seperti sinar cahaya putih.” Gumam salah satu pria berjubah.


Tidak lama keluar seseorang lelaki muda yang memakai pakaian Modern, yang keluar dari kepulan asap yang perlahan tertiup angin. Para pria berjubah tidak melihat ada sosok dari hilangnya asap tebal, tapi merasakan ada sesuatu dari belakang, lalu mereka menoleh.


“Dia di belakang kita!!” ujar Salah satu pria jubah itu.


Mereka dengan cepat mengeluarkan semua pedangnya, yang siap untuk menyerang lelaki muda yang berpakaian tidak mereka ketahui.

__ADS_1


__ADS_2