
Murid-murid yang ada di dalam Asrama hanya melihat apa yang di lakukan oleh Jasper Mu, yang tiba-tiba masuk ke ruangan dengan Emosi yang bergebu-gebu. Lalu murid-murid yang melihat itu tidak ada yang berani mendekatinya. Dan saling berbisik-bisik.
“Jasper Mu....Diam!diam!, itu hanya akan membuat lebih parah jika kau berbicara saat dia sedang seperti itu.” Gumam Murid yang melihat kelakuan Jasper Mu.
Aggghhh... Gumam Jasper Mu dengan gigi bergeletak. Sial..Bagaimana dia bisa berada di ruangan perawatan selama 2 minggu!? Teriak Jasper Mu yang terus bicara. Melihat itu salah satu murid Asrama mendekati Jasper Mu untuk menenangkannya. Dialah Chang Wufei Anggota Loyal Clan Kadet 80.
“Jika itu yang di katakan dokter, itu pasti tidak akan bohong.” Ucap Chang Wufei ke Jasper yang sedang nenangin Jasper Mu.
“Tidak bohong?! Jelas bajingan itu hanya berpura-pura terluka!!. Bajingan terkutuk dengan garis keturunannya yang kotor, hanya memikirkan dia berbaring di sana dengan nyaman membuat gigiku bergemeretak!!” Teriak emosi Jasper Mu.
“Pangeran harap tenang, daripada marah tanpa alasan, bagaimana kalau melakukan ini?” Ucap Chang Wufei yang memberi saran. Lalu dia mendekati Jasper Mu, dan berbisik ke kuping Jasper Mu.
“Ohooo..” Gumam Jasper Mu Mendengar Saran dari Chang Wufei.
4 Hari kemudian di Ruang Perawatan tempat Jaden Chou.
Dokter Shan yang menguap merasakan ngantuk saat menunggu pasien yang tak kunjung datang. Sudah 5 hari dan aku masih belum punya pasien, aku sekarat karena bosan. Jaden Chou, pasti anak itu tidak akan menjadi..pasien terakhir. Ucap Dokter Shan yang ingin tertidur. Tapi tiba-tiba Dokter Shan kaget mendengar suara yang sangat keras dari pintu masuk. Lalu bergegas untuk menuju suara tersebut.
“A-Apa yang terjadi?!” Ucap Dokter Shan mlihat siapa yang datang.
“Instuktur Zilong Pyung?” Ucap Dokter Shan.
“Kadetku terluka saat berlatih dengan pedang sungguhan. Aku tidak mencabut pedangnya takut itu mempeburuk keadaan, dan membawanya ke sini..” Jawan Instruktur Zilong yang sedang menggendong Murid nya terluka.
Dengan rasa senang ada pasien datang, Dokter Shan memberikan perintah untuk memasukan ke ruang perawatan.” Akhirnya seorang pasien datang!” Batin Dokter Shan.
“Pertama, pindahkan dia ke tempat tidur itu!” Ucap Dokter Shan Hans Myung.
Beberapa saat kemudian, Dokter sudah memberikan tindakan perawatan kepada Murid Kadet itu.
“Perawatannya hampir selesai ..seperti yang di harapkan dari siswa yang terbaik” Ucap Instruktur Zilong.
“Itu semua karena kau tidak mencabut pedangnya..” Ucap Dokter Shan Hans.
“...Anak ini, bagaimana kondisinya?” Tanya Instruktur Zilong Pyung.
“Untungnya, dia tidak melukai organ vitalnya. Dia sangat beruntung. Sepertinya kau khawatir tanpa alasan, tapi tampaknya kau benar-benar menunjukan kepedulian terhadap siswamu” Jawab Dokter Shan Hans yang menatap Instruktur Zilong.
“Sampai tes ke-2, itu tanggung jawabku. Tapi dua dari mereka sudah ada di rumah sakit” Ucap Instruktur Zilong Pyung.
“Aku telah menjahitnya, sepertinya lukanya dalam sehingga dia harus di rawat di ruangan perawatan” Ucap Dokter Shan Hans.
“Di rawat??” ucap instruktur Zilong yang kaget mendengar Muridnya di rawat.
__ADS_1
‘Tidak selama Kadet 6...hanya tiga hari sudah cukup..” Ucap Dokter Shan yang sambil memberitahunya. Setelah mendengar penjelasan Dokter Shan Hans Myung, Instruktur Zilong Pyung
meminta izin untuk meninggalkan Ruang perawatan.
“Untuk saat ini, aku akan kembali setelah latihan sore selesai..Tolong jaga Kadet 23” Ucap Instruktur Zilong Pyung sambil meninggalkan Ruang perawatan.
Sial..Aku tidak percaya ini terjadi begitu mereka mulai berlatih dengan pedang sungguhan..akan sulit untuk menghindari menulis permintaan maaf. Instruktur Zilong Pyung yang bergumam.
Waktu sudah menunjukan tengah malam, Jaden Chou sedang tertidur dengan pulas. Tapi pasien yang baru atau murid Kadet yang di rawat terbangun dan berjalan untuk mengambil sebuat pisau yang sudah di siapkan di bajunya.
“Haruskah aku mulai dengan memastikan dia tidak bisa berjalan....??” Batin Murid itu.
Lalu dia berjalan ke tempat Jaden Chou tertidur. Sesampainya di sebelah tempat tidur Jaden, dia lebih mendekat dan mengangkat salah satu kaki Jaden Chou untuk melukai dengan pisaunya itu.
“Aku melakukan ini untuk bertahan hidup, Jadi salahkan aku..” Ucap Murid itu dengan pelan.
Saat mulai menggoreskan pisau tajamnya ke kaki Jaden Chou, tiba-tiba sebuah aliran Listrik keluar dari tubuh Jaden Chou lalu menyetrumkan ke tubuh Murid itu dengan tegangan tinggi. Murid itu teriak sangat keras. “ Ahhhhh...” .
Jaden Chou terbangun dari tidurnya dan melihat Ke orang yang mencoba melukainya. Murid Itu Gosong dan rambutnya sampai habis terbakar sampai terlihat Botak. Dan ternyata Jaden Chou sudah mengetahuinya, tapi dia hanya berpura-pura untuk tidur.
“tentu saja” Balasan Jaden Chou. Yang mendengar perkataan Murid tadi.
“Seperti ku duga” Batin Jaden Chou.
Murid itu terbangun dengan rasa heran atas kejadian yang ia alami. “Apa aku pingsan?? Tapi kenapa?!” Ucap Murid itu, dan tidak lama melihat dengan jelas tubuhnya sudah terikat oleh tali.
“Apaa..Siaapa yang melakukan ini?”Ucap Murid itu dengan tubuhnya terikata.
“Aku yang melakukannya..Botak?” Jawan Jaden Chou yang tiba-tiba datang di sebelahnya.
“Bagaimana...Bagaimana kau?” Ucap Murid itu dengan Kaget.
“Apa maksudmu bagaimana? Saat kau pingsan, aku hanya mengikatmu dan meletakanmu di tempat tidur..Botak” Jawab Jaden Chou yang menjelaskan setuasinya.
“Sial..bagiamana aku bisa pingsan? Tapi, sebelum itu, bukankah dia seharusnya mengalami kerusakan internal yang parah. Dia terlihat baik-baik saja!! Dan apa yang dia katakan botak...??” Batin Murid itu yang melihat Jaden Chou.
“Aaaahhh!!! Aku botakkk!!..saat ia melihat ke Cermin. Aku tidak bisa merasakannya..aku tidak bisa merasakan tekstur halus rambutku...!! tidak mungkin...tidak mungkin...bagaimana ..bagiaman aku jadi botak. dia terus teriak dan berguling-guling di kasur dalam keadaan masih terikat. Jaden Chou yang mendengar itu lansung menutupkan telinganya.
Tidak lama Jaden Chou, tidak kuat mendengar rintihan dari murid itu. Jaden Chou melayangkan sebuah tamparan ke pipi nya dengan kuat. Terlihat cap tangannya meninggalkan bekas di pipisnya.
“Hah?...Dia pingsan lagi ? Ucap Jaden Chou.
Beberapa jam kemudian Murid itu terbangun dan lansung melirik ke arah Jaden Chou.
__ADS_1
“Apa kau sekarang sudah tenang. Apa yang kau coba katakan dengan mulutmu yang terbungkam!!!?” Ucap Jaden Chou.
“Berengsek ini...Aku pikir ini hanya naif saat aku pertama kali melihatnya di upacara masuk. Tapi aku tidak percaya dia seperti ini...siapa sebenarnya dia..?” Batin Murid itu yang melihat ke arah Jaden Chou.
“Bagaimana menurutmu, aku bisa bertahan selama ini?” Ucap Jaden Chou yang menunjukan sebuah pisau ke Murid itu.
“Itu..” Batinnya Murid itu.
“Upaya pembunuhan sesekali, bajingan sepertimu yang mencoba meracuniku...menurutmu beberapa banyak? Aku tahu kau bermain-main dengan ini sebelumnya, tapi kau tahu betapa sakitnya jika di tikam...Ah, kau bukan bisa mati??” Ucap Jaden Chou sambil mengarahkan Pisau di Leher murid itu.
“Sekarang! Kau bisa bicara.. siapa yang membuatmu melakukan ini? Sabotase ini!!” Ucap Jaden Chou yang mengarahkan Pisau ke leher Murid itu. Dengan cepat Jaden melepas bungkaman kain di mulut murid itu.
“Ha..ha..ha” suar murid itu terngos-ngos.
Aoa itu baik-baik saja?...Batin Jaden Chou yang melihat murid itu.
“Bicara” Ucap Jaden Chou.
“Apa yang kau katakan?” Ucap Murid itu ke Jaden Chou.
“Apa...?” gumam Jaden Chou.
“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, jika kau menusukku di ruangan perawatan ini, bukankah akan di salahkan?. Apa kau tidak tahu, aturan tentang pelatihan dan duel di Nigthwak Academy!, sesama murid tidak bisa saling menyakiti di luar itu.”Ucap Murid Itu.
“Seperti yang di harapkan, kau tidak akan memberitahuku dengan mudah” Ucap Jaden Chou ke Murid itu.
“Jelas, bahkan jika kua menyiksakku, aku tidak akan membuka mulutku dan memberitahumu!” Teriak Murid itu. Hahahaha...apa yang bisa dia lakukan? Dia mungkin tidak menyangka aku sekuat ini...!! Batin nya dengan tersenyum.
“Baiklah, jadi kita harus melihat apa kau membuka mulut atau tidak??..” Ucap Sinis Jaden Chou. Lalu Jaden Chou membungkam kembali mulut murid itu dengan kain yang sudah di lilitkan.
“Ummphh...” gumam murid itu yang kaget.
Setelah selesai membungkam mulut murid itu. Jaden Chou lalu pergi meninggalkan nya.
“Tunggu di sana...tidak banyak peralatan di tampat aku dulu tinggal, tapi ada banyak peralatan di sini” Ucap Jaden Chou yang mengambil Jarum dan mendekati ke Murid itu kembali.
“ ! ... Itu, Jarum!? Apa..? apa yang akan dia lakukan dengan itu??. Batin Murid itu yang lagi di ikat oleh Jaden Chou.
Hehehe...dengan cepat tangan murid itu di rebut oleh Jaden Chou dan di tarik dengan keras.
“Apa kau takut? Tanganmu tiba-tiba terkepal..Ummphh...” Ujar Jaden Chou.
Breng...brengsek ini! Bagaimana bisa seseorang tanpa pelatihan seni bela diri menjadi sekuat ini?... Kenapa dia mencoba membuka tanganku, apa yang akan dia lakukan!?. Batin Murid itu.
__ADS_1
“Ini Akan sedikit sakit..” Ucap Jaden Chou dengan senyumannya yang kejam.