
Di sebuah Hutan yang gelap, ada seseorang yang menembus gelapnya hutan dengan membawa lampu petromaknya. Bukan salah lagi dia adalah Jaden Cobey Kue.
"Karena Instruktur tinggal di asrama ke 5. Benar-benar tidak ada orang lain di sekitar sini, ini adalah tempat yang tepat untuk mengumpulkan tanaman beracun" Ucap Cobey Kue sambil melihat sekelilingnya.
"Berkat medice Bola aku sekarang memiliki energi internal, aku sekarang memiliki energi internal seorang expert baru. Jika aku hanya bekerja keras hanya untuk beberapa hari lagi, aku akan mencapai tingkat ke 5. Sampai level 4, itu semua adalah teknik dasar, tapi mulai level 5 itu menjadi lebih mematikan berkat teknik itu. Bahkan tanpa menggunakan racun mikro, aku akan bisa membuat Ling Gi yang sombong itu berlutut di depanku" Batin Cobey Kue sambil tersenyum liciknya.
"Hehehe..aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri sebelum racun mikro membunuhmu" gumam Cobey Kue.
"Apa yang membuatmu sangat bahagia" Ucap Jaden Chou di balik bayangan gelapnya di dalam hutan. Dengar ada suara itu, Cobey Kue terdiam.
"Siapa di sana" Teriak Cobey Kue.
"Itu tidak terdengar seperti instruktur bela diri, tapi aku tidak bisa melihatnya karena lampionnya sangat lemah"Batin Cobey Kue yang menyorotkan ke bayangan itu.
"Apa kau merasa senang setelah bermain dengan racun mikro? "Tanya Jaden Chou yang sambil berjalan mendekatinya.
"Kau..apa bajingan sepertimu lakukan disini..?!" Ucap Cobey Kue.
"Tunggu, dia baru saja mengatakan racun mikro..apa aku salah dengar" batin Cobey Kue.
"Bintik merah di leher Ling Gi, apa kau benar-benar mengira aku tidak memahaminya? "Apa, Bagaimana kau tau?" Ucap Cobey Kue.
"Ohh..hahaha benar sekali. Hehehe.. Benar begitulah caramu mengetahuinya, sekaran setelah aku menyebutkannya. Ibumu yang kotor juga.. "Ucap Cobey kue yang belum selesai, tiba-tiba datang pukulan keras ke pipinya.
Jaden Chou yang sudah merasa marah lansung memberi pukul telak dan sangat keras ke pipi Cobey Kue yang membuatnya terpental sangat jauh. Cobey Kue yang terpental oleh pukulan Jaden Chou,ia terhenti di batu besar sampai batu itu menyerupai sarang laba-laba saat tubuhnya terhenti. Darah segar lansung keluar dari kedua lubang hidungnya dan memuntahkan darah dari mulutnya.
__ADS_1
" Apa itu tadi? Apa yang baru saja terjadi" Batin Cobey Kue dalam posisi terduduk. Saat ia masih berpikir atas kejadian barusan. Tiba-tiba Jaden Chou mendekatinya lagi.
"Jangan menjadi pengecut. Kita baru saja mulai" Ucap Jaden Chou dengan tatapan tajam ke Cobey Kue.
"Bajingan ini! Apa dia benar-benar ingin membunuhku? Tidak mungkin, itu melanggar peraturan Nigthwak Academy. Dia..dia hanya menggeretak. Tapi, tubuhku tidak mau bergerak, Sialan bergeraklah" Batin Cobey Kue melihat ke arah Jaden Chou dengan wajah penuh percikan darah dan seluruh tubuhnya hanya bergetar.
"Kau melakukan sesuatu yang tak seharusnya tidak pernah kau lakukan. Apa kau tahu apa yang kau lakukan" Ucap Jaden Chou ke Cobey Kue.
"Tolonglah. Bergerak! Bergerak! " Batin Cobey Kue ke tubuhnya.
"Sialan, kau menghina ibuku dengan mulutmu yang kotor" Teriak Jaden Chou sambil mengepal tangan untuk memberi pukulan lagi ke Cobey Kue.
"Sudah bergerak" Batin Cobey Kue.
"Teknik ten starku, di blokirnya dengan mudah"Batin Cobey Kue.
Tangan dari Cobey Kue yang di tangkap Jaden Chou yang tadi ingin meninjunya. Perlahan di peras dengan kuat dengan tangan Jaden Chou.sampai Cobey Kue sampai teriak kesakitan.
"Kugghhhhhhhh..orang ini! Dia...dia serius!" Batin Jaden Cobey kue yang sedang kesakitan.
"Sialaan.aku harus membunuhnya! "Batin Cobey Kue.
Tapi Jaden Chou tidak memberi kesempatan pada Cobey Kue. Jaden Chou dengan raut wajah yang penuh amarah terus melancarkan bertubi-tubi pada Jaden Chou. Yang membuat wajah dari Cobey Kue babak belur sampai tidak bisa di kenali di hajar Jaden Chou.
"Kau membuat ibuku mati dalam rasa sakit yang luar biasa, namun kau memiliki kebaranian untuk meminta belas kasih?" Ucap Jaden Chou.
__ADS_1
"Aku...aku tamat, aku benar-benar akan mati. Bajingan ini tidak akan pernah memaafkanku. Benar sekali! In...instruktur!! Asrama!" Batin Cobey Kue yang masih di hajar oleh Jaden Chou.
"A..aaee..! selamatkan aku.." ucap pelan Cobey kue sebelum ia ingin berteriak meminta pertolongan, tiba-tiba leher belakangnya di pukul keras oleh Jaden Chou.
"Suaraku.. " Batin Cobey Kue dengan darah keluar dari mulutnya.
"Apa kau mencoba berteriak tolong ke asrama untuk instruktur ada di dekat sini, apa menurutmu aku hanya akan melihatmu melakukan itu? Dasar bodoh" Ucap Jaden Chou.
"Apa ini tangan yang kau gunakan untuk menyemprotkan racun ke wajahku?" Ucap Jaden Chou yang melihat tangan Cobey Kue dan di injaknya dengan keras.
"Keeeugghhh..auhh..Eeh aeeh!! " Teriak Cobey Kue yang kesakitan.
[Setelah menganalisa pengucapan dan gerakan bibirnya, sepertinya dia berkata"Tidak..bukan tangan ini]
"Aku tidak akan membunuhmu hari ini, aku tidak ingin di keluarkan dari Academy karena sampah sepertimu"Ucap Jaden Chou perlahan melepas injakannya.
"Dia..dia akan melepaskanku? "batin Cobey Kue dengan ekspresi wajah senang.
"Sebaliknya, aku akan menyiksamu dengan sangat buruk, kau akan memohon agar aku membunuhmu. Sekarang, kenapa tidak aku mulai dengan tulangmu" Ucap dingin Jaden Chou ke Cobey kue. Mendengar itu Cobey kue pasrah dan mengeluarkan air matanya.
Singkat cerita penyiksaan Cobey Kue.
Tubuh dari Cobey Kue terlihat sangat menyedihkan. Tulang-tulangnya semua tidak beraturan. Semua tulang di patahkan oleh Jaden Chou dalam penyiksaannya. Darah banyak keluar dari tubuhnya.
"Bagaimana, apa aku berakhir seperti ini. Aku tidak ingat..benar ini sepertinya gara-gara aku meracuni Ling Gi. Kenapa aku menggunakan sesuatu seperti racun mikro ada Ling Gi. Racun mikro sialan" Batin Cobey Kue yang menyesali perbuatannya.
__ADS_1