
Dua Instruktur berlari dengan cepat salah satunya adalah Instruktur Zilong Pyung, ke Pusat penahaan untuk menjemput Jaden Chou yang sedang di tahan.
“Aku ingin tahu apa dia bisa menahannya dengan baik” Batin Instruktur Zilong Pyung sambil berlari. Tidak lama kemudia mereka berdua telah sampai di pintu utama pusat penahaan.
Hari ini berakhirnya hukuman Jaden Chou, Buka pintunya teriak penjaga tahanan itu! teriak salah satu penjaga sel tahanan.
Lalu Jaden Chou di jemput dengan salah satu penjaga di selnya.
“Kadet7, hukumanmu telah berakhir” Ucap Penjaga sel tahanan ke Jaden Chou yang sedang bermeditasi. Perlahan mata Jaden Chou terbuka mendengar suara dari penjaga dan bersiap-siap untuk pergi dari sel itu.
Tidak lama kemudian Jaden Chou sudah berada di luar Gerbang pusat penahaan, yang sudah di sambut oleh Instruktur Zilong Pyung yang memperhatikan Jaden Chou yang sedang menghirup udara bebas. Instruktur Zilong melihat tubuh Jaden Chou yang bertalanjang dada sempat kagum dengan perubahaan Fisik Jaden Chou.
“Hmm,, sangat cerah” Ucap pelan Jaden Chou yang mersakan udara di luar sel tahanan itu.
“Anak ini, tubuhnya. Kesampingkan itu, itu bukan mata seseorang yang terkunci di dalam Gua yang gelap selama 6 hari. Matanya bersinar lebih terang dari sebelumnya” Batin Instruktur Zilong melihat Jaden Chou.
“Ngomong-ngomong, apa yang terjadi dengan bajumu?”Tanya Instruktur Zilong ke Jaden Chou yang bertelanjang dada.
“Yah..” Jawab Jaden Chou. Tidak lama kemudian hawa bau badan Jaden Chou yang tajam efek dari racun yang di berikan oleh ketua Clan Racun masih tertinggal di badannya.
“hmm..Bau busuk apa ini..” Ucap Instruktur Zilong sambil menjepit hidung menahan bau yang keluar dari badannya Jaden Chou.
“Apa yang kau lakukan dengan bajumu?”Ucap Zilong Pyung ke Jaden Chou.
Tapi salah satu Instruktur yang menjemput Jaden Chou kembali ke dalam Gua Sel bekas Jaden Chou untuk memeriksanya agar dapat mengetahui apa yang telah terjadi. Melihat Instruktur akan memeriksa kembali Jaden Chou hanya diam.
Sesaat kemudia Instruktur yang memeriksa ke dalam sel tahan bekas Jaden Chou kembali dan melaporkan ke Zilong Pyung.
“Tidak ada yang aneh..” Ucap Instruktur yang memeriksa ke Zilong Pyung.
“Baiklan, kalau begitu ayo turun” Jawab Zilong Pyung mendengar laporan itu.
Jaden Chou hanya menghela nafasnya, setelah mendengar laporan dari Selnya. Diamana Selnya yang ia tempati ada sebuah lubang besar yang sudah ditutupi dengan batu-batu agar tidak ada curiga.
“Untungnya, mereka melewatkan lubang yang aku isi dengan batu” Batin Jaden Chou. Tidak lama itu mereka akhirnya pergi menjauh dari gua pusat penahaan.
“Beberapa banyak tanda nama hijau yang tersisa?” Tanya Jaden Chou ke Instruktur Zilong Pyung sambil berjalan.
“Jadi dia masih belum menyerah” Batin Instruktur Zilong Pyung sambil tersenyum melihat tekad kuat dari Jaden Chou.
“Masih ada satu” Jawan Instruktur Zilong Pyung.
“Dan itu adalah...” Ucap Jaden Chou.
“Tepat..tapi kau seharusnya sudah tahu kalau tanda namanya bukanlah satu-satunya solusi”Jawab Zilong Pyung sambil menjelaskan ke Jaden Chou.
“Aku sadar, untuk mengejar Kadet lain..”Batin Jaden Chou yang terdiam mencerna perkataan dari Instruktur Zilong Pyung.
“Hmm, Instruktur.?” Panggil Jaden Chou.
“Ya?” Jawab Instruktur Zilong Pyung.
“Aku ingin pergi ke Instruktur A Zheng sekarang”Ucap Jaden Chou ke Instruktur Zilong Pyung.
“Apa..” Ucap Instruktur Zilong Pyung yang terkejut mendengarnya.
“Apa kau sudah gila? Jangan terlalu gegabah, bidiklah sesuatu yang sesuai dengan kemampuanmu” Ucap Salah satu Instruktur yang berada di belakang Jaden Chou.
“Dia benar, kau tidak boleh menggigit lebih dari yang bisa kau kunyah. Jangan ceroboh hanya karena kau putus asa” Ucap Zilong Pyung ke Jaden Chou.
__ADS_1
“Terimakasih atas perhatiannya, jika tampaknya tidak ada harapan. Aku akan menyerah saat bertanding, jadi tolong setidaknya beri aku kesempatan.” Ucap Jaden Chou ke mereka.
“Anak ini..apa dia tidak belajar apa-apa dari hukumannya? Kenapa dia ingin mengambil tantangan yang sembrono” Batin Instruktur Zilong melihat Jaden Chou yang sudah kuat tekatnya.
“Menyerah saat bertanding? Aku ingin tahu apa dia akan berbelas kasihan di tinjunya” Ucap salah Satu Instruktur yang terus memberi saran ke Jaden Chou.
“Karena kau sudah mengambil keputusan, kurasa aku tidak punya pilihan. Hindari cidera jika memungkinkan atau kau benar-benar tidak akan memiliki kesempatan lagi” Ucap Instruktur Zilong Pyung ke Jaden Chou.
“Aku berjanji akan mengingatnya” jawab Jaden Chou sambil mengapalkan tangannya untuk memberikan rasa hormat ke Instruktur Zilong dan Instruktur lainnya.
Berbeda tempat, di lingkungan asrama
Heo Bong terus berjalan mencari murid yang dapat ia bujuk untuk masuk ke grupnya. Melihat salah satu murid yang sedang sendiri, Heo Bong mendekatinya dan lansung membujuknya.
“Kau benar-benar memintaku untuk menjadi pengikut Kadet 7, kau pasti sudah gila! Aku heran, omong kosong apa yang kau katakan. Pergilah” Ucap murid yang sedang sendiri itu ke Heo Bong.
“Itu penolakan ke empatku.. Sigh, aku akan mencoba mencari sedikit lebih lama”Batin Heo Bong sambil berjalan lemas.
Saat Heo Bong berjalan, ia mendengar suara ramai di lapangan latihan. Dengan cepat ia berjalan menuju keramaian itu untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
“Apa ada masalah? Aku ingin tahu apa yang sedang terjadi” Batin Heo Bong sambil berjalan ke lapangan latihan itu.
Setelah sampai di lapangan latihan ia terkejut apa yang ia lihat di depannya. Ternyata ia melihat seseorang yang ia sangat mengenalinya Dia adalah Jaden Chou yang sedang berdiri di tengah lapangan latihan itu.
“Tu-Tuan..”Batin Heo Bong Melihat Jaden Chou.
Dari keramaian murid-murid yang ada dilapangan latihan itu, banyak juga yang saling berbisik-bisik satu sama lain membicarkan Jaden Chou yang akan bertarung dengan Instruktur Senior “Apa yang dia lakukan disana? Apa dia benar-benar akan menantangnya. Hari ini adalah hari hukumannya berakhir, bukan. Serius? Melawan dia” Ucap Semua orang melihat Jaden Chou yang berdiam diri di tengah lapangan latihan seperti menunggu lawan.
Tidak lama Instukrut Senior A Zheng keluar dari dan berjalan mendekat ke Jaden Chou yang sudah menunggunya. Dan melihat ke arah Jaden Chou.
“Kadet 7! Salah satu kandidat bertanding teratasku datang ke sini sendirian” Batin A Zheng sambil melihat Jaden Chou.
“Saya, Kadet 7 Jaden Chou, memberi salam saya kepada instruktur” Ucap Jaden Chou.
“Sudah lama tidak bertemu, kerja bagus bertahan selama 6 hari di pusat penahaan. Apa kau ingin bertarung menggunakan pedang kayu? Atau apa yang lebih suka bertarung dengan tangan kosong?” Ucap A Zheng ke Jaden Chou.
“Saya ingin bertarung dengan tangan kosong” Jawab Jaden Chou.
“Baik, mari kita mulai sekarang” Ucap Instruktur senior A Zheng ke Jaden Chou.
Whoaaa..ini tantangan, ini tantangan suara teriak para murid yang melihat ada kejadian pertarungan di lapangan latihan itu yang menggemparkan Academy.
“Tuan..” Batin Heo Bong melihat ke arah Jaden Chou.
Instruktur senior A Zheng lansung mengambil posisi bertarungnya dengan gaya teknik Fighting Spirit dengan kedua jarinya di lapisi aliran energi Ki. Melihat instukrut senior A Zheng akan mengeluarkan teknik Fighting Spirit murid-murid yang melihat itu sangat terkejut dan saling membicarakan apa yang akan di lakukan oleh Jaden Chou.
“Fighting Spirit yang kuat..bagaimana kau menang melawan orang seperti ini” Ucap Murid yang melihat pertandingan itu.
“Kadet 7 tidak akan bisa mengalahkannya..bahkan tidak heran Kadet 5 menyerah..” Ucap Murid lainnya juga melihat itu. tapi, Jaden Chou hanya terdiam menyiapkan apa yang pernah ia pelajari di dalam gua pusat penahaan itu.
“Aku kehilangan banyak dari hukumanku, untuk mendapatkan dukungan dari para kadet. Aku perlu membalik naskah” Batin Jaden Chou.
“Sekarang datanglah, Nak. Aku akan membiarkanmu melakukan serangan pertama” Ucap A Zheng ke Jaden Chou yang sudah siap menerima serangan dari Jaden Chou.
Dalam Nigthwak Cult di mana kekuatan adalah segalanya, ini adalah strategi yang paling efektif. Aku hanya perlu membuktikan kemampuanku.
“Saya ingin belajar dari Anda”Jawab Jaden Chou.
Perlahan Jaden Chou mengambil posisi juga dan mengatur pernapasannya. Setelah itu tidak lama dengan kecepatan yang cepat, Jaden Chou sudah melancarkan serangan ke Instruktur senior yang sudah menunggu serangannya. Tapi Instruktur senior A Zheng tidak dapat melihat serangan Jaden Chou yang begitu cepat yang sudah berada di depan matanya.
__ADS_1
“Dia cepat.. tapi, aku sudah menganalisa sepenuhnya Blade tehnikmu” Batin A Zheng yang menahan serangan dari Jaden Chou.
Tapi Jaden Chou tidak mau terus berhenti, dia terus memberi serangan-serangan ke A Zheng dengan teknik sama dengan A Zheng yang 2 jari nya di lapisi energi kuat.
“Apa, dia menggunakan Sword teknik bukan Blade teknik” Batin A Zheng yang terkejut. Melihat itu A Zheng bertambah semangat untuk bertarung padanya.
Mereka terus saling bertukar serangan dengan kecepatan yang sama cepat.
“Dia membatalkan gerakan Sword teknik kelima dengan gerakannya? Dia tidak cepat beraksi..bagus, pada kecepatan ini. Jadi kau dapat melakukan Sword teknik pada tingkat ini..” Ucap A Zheng ke Jaden Chou
“Aku yakin kau tidak keberatan jika aku sedikit meningkatkan kesulitan” Tanya A Zheng ke Jaden Chou sambil tersenyum.
Tiba-tiba A Zheng mengeluarkan tekniknya yang lebih kuat ke arah Jaden Chou. Melihat itu Jaden Chou sedikit terkejut.
“Seven Heaven Sword Four Teknik Simultanes Relese” Teriak A Zheng yang mengeluarkan teknik Swordnya ke Jaden Chou.
Melihat pertarungan itu para murid hanya terdiam dan melihat apa yang baru ia lihat dalan teknik yang sangat sulit.
“dari pedang pertama hingga keempat, dia melakukannya secara bersamaan. Menciptakaan berbagai kombinasi! Jadi itulah Seven dari master bela diri..” Ucap Murid yang melihat pertarungan itu.
Jaden Chou tidak kalah dengan A Zheng. Dia juga mengeluarkan teknik yang ia dapatkan.
“Heavenly Nigthwak Sword Art”Teriak Jaden Chou yang mengeluarkan tekniknya.
Apa itu.. teriak orang yang melihat teknik di keluarkan oleh Jaden Chou.
Dengan cepat Jaden Chou melancarkan serangan ke A Zhen, tetapi dengan mudah A Zheng menahannya dengan teknik kuatnya.
“Ini..Sword Teknik ini..? itu bukan sesuatu yang bisa aku blokir, aku perlu mempersiapkan Ki pertanahanku” Batin A Zheng yang sudah berkeluaran keringat. tapi serangan Jaden Chou mengenainya dan terpental.
Murid-murid yang melihat Instruktur Senior A Zheng terkena serangan dari Jaden Chou. Semua murid yang hanya terdiam dan terkejut apa mereka lihat. Karena mereka tahu Instruktur senior A Zheng termasuk Master bela diri yang kuat.
“Ini berjalan persis seperti dalam simulasi Augmented Reality. Seven Heaven Sword dan teknik Destructive Sword benar-benar mirip” Batin Jaden Chou dengan tersenyum kecil.
Tidak terima serangan Jaden Chou mengenainya. A Zheng perlahan bangkit dan mengeluarkan Energi Ki yang begitu kuat dari seluruh tubuhnya.
“Fighting Spirit intruktur belum mereda! Duel belum berakhir” Batin Jaden Chou melihat A Zheng terbangun sudah mengambil posisi teknknya.
“Untung aku menggunakan Ten-Star Ki untuk menahan Sword teknik, jika kita menggunakan pedang sungguhan aku pasti akan mati. Aku mungkin tidak menggunakan teknik specialku, tapi aku juga tidak bersikap lunak padanya. Aku harus memujimu Jaden Chou. Karena membuatku ingin berduel dengan semua yang kumiliki.” Batin Instruktur A Zheng yang mengeluarkan semuar kekuatan sesungguhnya.
“Dia mengeluarkan Ki nya, aku mendengar kalau master bela diri mampu mengeluarkan Ki asing dari tubuh mereka. Pertarungan ini tidak akan berakhir hanya karena aku memberikan serangan pertama padanya dengan Heavenly Nigthwak Sword Art
” Batin Jaden Chou melihat Instruktur A Zheng yang seluruh tubuhnya di lapisi energi Ki berwarna emas.
“Sekarang..kenapa kita tidak bersenang-senang lagi?” Ucap Instruktur A Zheng dengan tatapan tajam dan buas ke Jaden Chou. Tapi tidak lama ia mendapatkan teguran dari Jack Hwa lewat telepati.
Setelah itu A Zheng yang siap mengeluarkan kemampuannya, perlahan menghilangkan energi dari tubuhnya yang membuat Jaden Chou bingung apa yang telah terjadi.
“Apa itu? kenapa dia menarik kembali Energi Figthing Spiritnya” Batin Jaden Chou melihat ke arah Instruktur A Zheng. Tiba-tiba A Zheng mendekatinya dengan ramah.
“Aku sangat terkesan, Jaden Chou. Kau adalah contoh sempurna dari seseorang yang meningkat setiap hari” Ucap pelan A Zheng ke Jaden Chou. Dan lansung memberikan tanda nama hijau padanya.
Sebagai instruktur, aku akan mengakui bahwa itu adalah kekalahanku hari ini, kau lebih dari memenuhi syarat untuk menjadi ketua Grup. Ucap A Zheng ke Jaden Chou dengan suara yang keras. Agar semua murid mendengarkan.
“Terimakasih Intruktur” Ucap Jaden Chou dengan rasa senangnya.
Melihat itu salah satu murid yang memperhatikan pertarungan itu bergumam.” Dia-Dia benar melakukannya” rasa terkejut yang dikeluarkan semua murid ke arah Jaden Chou memenangkan pertarungan itu
...Mohon maaf Gais, untuk 2 hari kedapan mungkin saya tidak Up, ada banyak perkejaan yang hrus di selesaikan. tapi hari ini saya kasih lebih panjang ceritanya....
__ADS_1
...dan terimakasih sudah mampir dan membacanya, semoga terhibur terus dukung saya ya,, ...