
“Ba..baik-baik saja, setelah mendengar Lion Roar-Ku. Kau sangat..harus mati di sini” Ucap Tahanan itu yang telah menjadi Monster.
“Kau dapat terus berbicara, jika kau berhasil bertahan hidup” Ucap Jaden Chou yang telah mengambil posisi kuda-kuda.
Tidak lama itu tahanan itu lansung menyerang ke arah Jaden Chou dengan Hawa membunuhnya.
“Matiii...”Teriak Tahanan itu ke Jaden Chou.
Tidak di duga oleh Jaden Chou, Gurunya Hooper Meng menebas tangan kiri dari tahanan itu sebelum serangan dari tahanan itu mengenai Jaden Chou. Jaden Chou melihat itu diam dan kaget.
“Beraninya kau mencoba dan meletakkan tanganmu pada muridku” Ucap Hooper Meng ke tahanan itu.
“Guruu..” Ucap pelan Jaden Chou.
Tahanan itu yang terduduk menahan tangannya yang pendarahan itu, hanya bisa melihat ke arah Hooper Meng.
“S..Sialan” Ucap Tahanan itu ke Hooper Meng dengan rasa kesal di hatinya. Tapi setelah itu tahanan itu lansung berlari ke arah Hooper Meng untuk menyerangnya.
“Itu berbahaya! Guru!!!” Teriak Jaden Chou ke Hooper Meng.
“..Karena aku di suruh membawamu kembali ke dalam keadaan hampir tidak hidup” Ucap Hooper Meng sambil mengeluarkan senyuman, melihat serangan yang akan menghampirinya.
Setalah sudah dekat dengan tahanan itu, Hooper Meng meloncat ke udara dan mengayunkan sedikit pedangnya ke arah Tahanan yang telah menghampirinya itu. dengan cepat tahanan itu tumbang dengan banyak luka di tubuhnya dan darah keluar deras. dan tahanan itu terjatuh di hadapan Jaden Chou.
“Untuk merobek semua ligamennya dalam sekejap, jadi ini adalah Black Dragon Dance dari seorang Grandmaster. dia tampaknya setidaknya dua kali lebih kuat dari Avatar yang aku alami melalui Augmented Reality” Batin Jaden Chou sambil melihat mayat tahanan itu yang ada di depan matanya.
“Aku tidak bisa menggerakan tubuhku! Sialan...aku harus pergi dengan pilihan terakhir”Batin Tahan monster itu. tidak lama Hooper Meng menghampirinya dan mengangkat kepalanya dengan keras.
“Untuk mencoba menghancurkan diri sendiri dengan meluapkan ki di dalam tubuhmu. Siapa bilang kau punya izin untuk bunuh diri?” Ucap Hooper Meng. Setelah itu Hooper Meng mengeluarkan Energi di tangannya dan lansung menghantam Tahanan itu. tahanan monster lansung tewas seketika.
“Tidakkah kau pikir aku membuang terlalu banyak waktu untuk kentang goreng kecil itu?” Teriak Hooper Meng ke Jack Hwa.
“Hah” Ucap Pelan Jack Hwa setelah mendengar ucapan dari Hooper Meng.
__ADS_1
“Kau bertindak tinggi dan perkasa untuk seorang yang mengurus satu, dasar bajingan pemabuk” Ucap Jack Hwa ke Hooper Meng.
“Hmmph..Bajingan busuk. Dasar brengsek” Ucap Hooper Meng dengan raut wajah kesal mendengar kata-kata dari Jack Hwa.
Tidak lama kemudian tiba-tiba datang 2 orang yang berpakain seperti Ninja, yang tiba-tiba ada di samping Jack Hwa. melihat 2 orang yang berpakaian seperti ninja yang serba hitam. Semua murid terkejut.
“Ah? Bukankah mereka... darimana begitu banyak orang keluar? Beberapa lama mereka bersembunyi? Aku tidak bisa merasakan kehadiran mereka sama sekali.. siapa orang ini” Teriak murid-murid melihat 2 orang yang baru datang tiba-tiba.
“Meraka unit penjaga yang melayani di bawah Lord, hanya terdiri dari seniman bela diri Expert” Ucap Salah satu murid yang menjelaskan.
“Ikat dan singkirkan semua tahanan yang menggunakan teknik Demonic Blood Reversal” Ucap Jack Hwa ke salah Satu orang berpakaian ninja.
“Baik pak!” Jawab pria itu.
Balik ke Jaden Chou.
“Aku, Jaden Chou menyapa master”Ucap Jaden Chou sambil menundukkan kepala memberi hormat kepada Hooper Meng.
“Hehe, sudah lama. Nak. Kau telah meningkat pesat sejak terakhir kali aku melihatmu. Tetap saja aku pikir akan lebih baik jika kau menggunakan Black Dragon Dance master-Mu, dasar bajingan” Ucap Hooper Meng sambil tersenyum sinis ke arah Jaden Chou.
“Huff” Hooper Meng menghembuskan nafasnya.
“Tapi dari mana kau belajar teknik pedang itu” Ucap Hooper Meng ke Jaden Chou.
“Eheemm..” Gumam Jack Hwa ke Hooper meng.
“Diam dan berpura-pura tidak melihat teknik pedang itu, dan jangan membicarakannya di mana pun. Dan ujian ketiga belum berakhir, jadi pergilah dari sini” Ucap Jack Hwa ke Hooper Meng melalui telepati.
“Ada banyak mata yang mengawasi, jadi aku harus mengucapkan selamat tinggal untuk saat ini. Aku berharap untuk mendengar kabar baik secepatnya” Ucap Hooper Meng ke Jaden Chou yang masih kasih nasihatnya itu.
“Terima kasih master’ Jawab Jaden Chou. Tidak lama Gurunya itu lansung menghilang di depan matanya.
“Kita tidak akan bisa bertemu lagi sampai 4 tahun, ketika saat itu tiba. Aku akan menyambutmu sebagai Vice lord, Master” Batin Jaden Chou yang berjanji,setelah gurunya itu menghilang
__ADS_1
“Aku tidak bisa memahami niat sebenarnya Lord, dengan cara dia menggunakan Jaden Chou sebagai umpan untuk membuat jebakan, ku pikir dia menganggap putranya hanya sebagai pion” Batin Hooper Meng yang sudah di depan gerbang Academy.
“Aku tidak dapat melihatnya dengan benar karena aku bersembunyi, tapi itu sangat mirip dengan teknik Heavenly Sword milik Lord. Fakta bahwa bajingan berambut putih itu tahu tentang itu berarti, itu pasti sudah di atur oleh Lord. Kurasa aku akan mencari tahu sambil berjaga-jaga. Jika dia memiliki niat tersembunyi dengan Jaden Chou, aku yakin sebuah revolusi baru akan datang ke Kultus Heavelnya Nigthwak”Batin Hooper Meng.
“Sepertinya sudah waktunya untuk mengurus sisa urusanku” Ucap Hooper Meng dengan senyuman seramnya.
“Ayo pergi ke rumah Klan Sword” Ucap Hooper Meng yang memberi perintah ke Semua anak buahnya yang sudah menunggunya.
“Baik pak!!” Jawab semua bawahannya Hooper Meng.
Balik ke Grup Jaden Chou
“Apa kau baik-baik saja Woo Sung?” Ucap Heo Bong.
“Iya..terima kasih kepada instruktur A Zheng yang menangkapku, aku tidak mengalami luka parah” Jawab Woo Sung sambil menggarukan kepala yang tidak gatal.
“Mereka menjadi begitu berani untuk mengincarku di tempat umum. Mereka bahkan berani membuat keributan di depan Guardian kiri, salah satu pria paling di percaya Lord. Fakta bahwa bahkan master. Dalam keadaan siaga berarti dia tau ini akan terjadi, apa aku bener-bener tidak lebih dari pion baginya...?” Batin Jaden Chou yang sedang berpikir masalah yang terjadi dan membayangkan ayahnya yang tidak lain Sang Lord.
“Ibu tidak meragukan cintamu bahkan selama nafas terakhirnya..tapi saat ibu sekarat karena racun mikro, kau hanya membiarkan saja. Apa kau pernah mencintai ibuku? Jika kau benar-benar menggunakanku dan ibukku untuk menangani 5 Klan utama....Kau akan menyesalinya” Batin Jaden Chou yang lansung berubah raut wajahnya yang penuh amarah, yang terus membayangkan Ayahnya itu.
Jack Hwa yang masih berdiri dan melihat kekacauan dalam ujian tes ke 3 ini, hanya diam. Dan memikirkan apa telah terjadi.
Hang So Cen, Tetua ke 5 dan pemimpin Klan Sound yang membiarkan perasaannya menguasai dirinya dalam ujian pertama, telah menjadi tahanan rumah selama satu tahun.
Baek So, Kepala dari Klan Poison yang melanggar aturan untuk tidak memasuki Nigthwak Academy dan memberikan Racun kepada Jaden Chou, telah di penjara selama 2 tahun.
Dan, dua faksi Klan Sword, Klan Two Shadow Sword, yang beroperasi secara rahasia, dan Klan Great Void Sword, yang bertanggung jawab atas para tahanan kultus Nigthwak. Apa keduanya telah dikaitkan dengan teknik terlarang Demonic Blood reversal. Jadi Klan Sword pasti akan kehilangan posisi mereka.
Meskipun hasil ini di buat dengan menggunakan putranya sendiri, mereka terjebak di dalamnya terlalu mudah, aku mengerti bahwa cemas melihat Jaden Chou menjadi pemimpin dalam pertempuran ahli waris. Tapi untuk menyebabkan adegan seperti itu sambil memaksakan diri.. mau tak mau aku menyadari ada sesuatu yang terasa aneh, sama seperti keracunan mikro madam” Batin Jack Hwa.
“Saat Grup Jaden Chou mengeksekusi formasi Sword Heavenly Sword dengan sempurna, semua orang dalam grupnya telah lulus. Ada setuasi yang tidak terduga, tapi tes akan di lanjutkan. Mulai saat ini daripada tahanan, kalian akan menghadapi instruktur seni bela diri” Teriak Jack Hwa ke Semua peserta ujian tes Ke 3.
“ Siaapp” Jawab semua murid yang sudah berbaris di lapangan.
__ADS_1
“Ah..jadi kami adalah grup sial terakhir, sepertinya aku harus senang bahwa dari tujuh grup yang tersisa, empat adalah orang Tuan kita..” Ucap Heo Bong dengan ekspresi lemas, setelah mendengar informasi yang di berikan Oleh Jack Hwa.