
"Perbesar lebih dekat ada wajah dan leher" batin Jaden Chou.
[Memperbesar Target] Sistem Nano memperbesar wajah Ling Gi di Video. Dan terlihat dengan jelas oleh Jaden Chou.
"Wajahnya sangat pucat, dan matanya sangat merah dan bintik-bintik di lehernya. Ku yakin itu" Batin Jaden Chou melihat ke Video Ling Gi.
Di beda tempat pelatihan dengan Jaden Chou. Ada Ryu Kyung yang sedang berlatih tanding dengan Instruktur bela diri Hong Du. Mereka berdua saling bertarung dalam pelatihan.
"Jadi orang ini juga telah melampaui keterampilan dari seorang murid biasa. Dia Expert seperti sejatiku, aku tidak bisa mengalahkannya dengan menggunakan Seven Heaven Sword. Dia tidak sepenuhnya membatalkan gerakan seperti Kadet 7. Tapi dia benar-benar Menfaatkan titik buta dalam titik teknik, Aku spektif karena dia datang dengan keyakinan seperti itu dalam 4 jam. Tapi, telah menganalisa Seven Heaven Sword dalam waktu sesingkat ini. Dia jenius menyaingi 2 Lainnya, calon Vice Lord Blade Clan, Kadet 5 Jaden Ryu Kyung" Batin Hong Du yang sambil bertarung dengan Ryu Kyung.
"Berduel lagi akan sia-sia, kita berhenti disini" Ucap Instruktur bela diri Hong Du ke Ryu Kyung.
"Apa itu berarti..? "tanya Ryu kyung.
"Aku akan memberimu tanda nama hijau ini. Kumpulkan anggota grupmu, aku mengharapkan hasil yang bagus darimu " Ucap Hong Du.
"Terimakasih banyak" ucap Ryu Kyung sambil memberi hormat.
"Hehehe, ini dia, siapa yang harus aku tuju selanjutnya" Ucap pelan Ryu Kyung dengan tertawa pelan.
Restoran Nigthwak Academy
Ling Gi yang sedang makan sendiri. Tiba-tiba seorang dateng mendekatinya ia adalah Ryu Kyung.
"Hei, kadet 18. Aku menikmati duelmu melawan instruktur sebelumnya"Ucap Ryu Kyung ke Ling Gi yang sedang makan.
"Aku sedang makan, jangan ganggu aku" Ucap keras Ling Gi ke Ryu Kyung.
"Baiklah, aku akan lansung ke intinya. Aku terkesan dengan kemampuanmu, kau sepertinya Expert baru. Kau tampaknya menginginkan peran ketua grup, tapi apa kau tidak menginginkan mendaki lebih tinggi dari itu? " Ucap Ryu Kyung.
Ling Gi menghiraukan Ryu Kyung yang sedang bicara padanya dengan melahap makanan yang di depan dia. Melihat itu Ryu Kyung, marah karena dia bicara tidak di tanggapinya.
"Bajingan ini, tetap tenang.. jika aku marah disini, itu akan merusak rencanaku mengumpulkan individu-individu berbakat"Batin Ryu Kyung yang menahan emosinya.
"Pikirkan tentang itu, ini akan menjadi kesempatan besar untukmu" Ucap Ryu Kyung ke Ling Gi yang sedang asyik menikmati makanannya.
"..ini sudah dua kali, bajingan dari Blade Clan terlalu sombong, memintaku untuk menjadi tangan kanannya. Sejujurnya aku tidak tertarik menjadi ketua grup atau mendaki lebih tinggi, aku juga tidak ingin berada di bawah seseorang. Satu-satunya tujuanku adalah menjadi kuat" Batin Ling Gi setelah Ryu Kyung meninggalkannya.
Tiba-tiba ada suara lagi yang mendekatinya. "Maaf menganggumu saat lagi makan, tapi bisakah kita berbicara sebentar denganmu? " ucap Suara itu ke Ling Gi.
"Cihh, ada lagi" Batin Ling Gi.
"Aku tidak tertarik, enyahlah" Ucap Ling Gi sambil memakan makanannya.
"Tapi, jika kita tidak bicara sekarang, kau mungkin mati nanti" ucap Suara itu ke Ling Gi.
"Apa.. " gumam Ling Gi.
"Orang ini adalah Jaden Chou" batinnya sambil melihat ke arahnya.
"Kau bahkan bukan kandidat dari 5 Clan utama, Namun kesombonganmu mengalahkan dua orang dari sebelumnya. Apa kau benar-benar berpikir kau bisa memperlakukan seseorang seperti ini" Ucap Ling Gi ke Jaden Chou.
"Aku pikir ada kesalahpahaman" Ucap Jaden Chou berarut wajah tidak enak.
__ADS_1
"Kesalahpahaman? Kau mengancamku, namun kau ingin menyebutnya kesalahpahaman" Ucap dengan keras Ling Gi ke Jaden Chou sambil memukul meja makan.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku akan lansung ke intinya" Ucap Jaden Chou dengan santai sambil menghela nafas sedikit.
"Menurutku kau di racuni" Ucap Jaden Chou ke Ling Gi.
"Di racuni? Omong kosong apa itu?" gumam Ling Gi.
"Aku mengamatimu selama duel. Wajahmu pucat, ada bintik merah di lehermu" jawab Jaden Chou. Ling Gi lansung terdiam mendengar penjelasan dari Jaden Chou.
"Di racuni? Tidak mungkin, meskipun aku sudah waspada terhadap Jaden Cobey Sue sejak di tugaskan di grup 12... Selain itu kenapa mengatakan itu padaku? Bahkan jika aku di racuni, itu seharusnya bukan urusannya" Batin Ling Gi yang sedang berpikir kembali.
"Maaf kesalahpahaman, tapi jika aku diracuni, aku seharusnya sudah menyadari selama meditasi ki" Ucap Ling Gi ke Jaden Chou yang perasaannya sudah mulai tenang.
"Kau merasa baik-baik saja bahkan selama meditasi Ki" Tanya Jaden Chou.
Apa meditasi Ki memungkinkan untuk merasakan racun? Aku tidak tahu itu karena aku kurang pengetahuan tentang seni bela diri. Tapi itu pasti gejala racun mikro. Batin Jaden Chou. Tiba-tiba Dokter Shan Hans lewat dan Jaden Chou melihatnya.
"Dokter Shan" Batin Jaden Chou melihat si dokter.
"Dokter" panggil Jaden Chou. Dokter Shan Hans yang sudah mengambil makanan, menoleh ke arah suara yang manggil namanya.
"Hei, sudah lama tidak bertemu. Yah, belum lama kan bagaimanapun senang melihatmu. Apa kau sudah makan? " Ucap Dokter Shan Hans ke Jaden chou.
"Belum"Jawab Jaden chou.
"Baguslah. Aku tidak mau makan sendiri" ucap dokter Shan Hans Sambil mengambilkan makanan untuk Jaden Chou.
"sebelum itu. Maaf, bisakah dokter melakukan pemeriksaan terhadap temanku? Aku pikir dia di racuni" Tanya Jaden Chou ke Dokter Shan Hans.
Ruang perawatan Lantai 2 Nigthwak Academy
"Hirup asap ini dengan mulutmu" perintah Dokter Shan Hans ke Ling Gi yang sudah ada ramuan Obat di tangan Dokter Shan Hans.
"Dengan mulutku? " Tanya Ling Gi.
"Hirup saja" Ucap Dokter Shan Hans.
"Di mengeti" Ucap Ling Gi, yang lansung mengirup ramuan obat dengan mulutnya.
Tidak lama kemudian sesudah mengirup ramuan obat itu, Ling Gi lansung merasakan badannya terasa sangat panas dan rasa yang ingin memuntahkan sesuatu. Karena sudah tidak bisa menahan badannya. Ling Gi lansung muntah dan terlihat leher berbintik-bintik merah dan muka nya lansung pucat. Dokter Shan Hans yang melihat itu hanya diem.
"Apa itu berarti..? " tanya Ling Gi ke Dokter Shan Hans.
"Itu pasti racun mikro. Ya, aku yakin kau telah di racuni" Jawab Dokter Shan Hans.
"Tapi..tapi aku baik-baik saja selama meditasi Ki, dan aku tidak melakukan kontak dengan racun apapun. Aku selalu makan sendiri" Ucap Ling Gi yang menjelaskan keadaan dia pada dokter Shan Hans.
"Racun mikro sedikit berbeda, racun mikro tidak mengalir melalui pembuluh darahmu. Sebaliknya efeknya muncul saat terakumulasi di paru-paru atau perutmu" Ucap Dokter Shan Hans yang menjelaskan ke Ling Gi.
"Paru-paru" Gumam Ling Gi.
"dapat di gunakan dengan memasukan ke dalam makanan, tapi bisa juga di gunakan dengan menghancurkannya menjadi bubuk halus dan membuatmu menghirupnya saat tidur. Dalam dosis kecil, sulit di ketahui kalau menghirupnya saat tidur" Ucap Dokter Shan Hans yang memberikan penjelasn ke Ling Gi.
__ADS_1
"Apa mungkin kau berbagi asrama dengan pengguna racun? " Tanya Dokter Shan Hans.
"Jadi inilah yang dia maksud saat itu, Jaden Cobey kue bajingan!! " Batin Ling Gi yang merasa marah terbayang ucapan dari Jaden Cobey Kue.
"Beruntung menyadarinya begitu cepat, jika kau meminum obat penawar selama tujuh hari kau akan seperti baru" Ucap Dokter Shan Hans.
"Bukankah cukup serius jika bintik merah muncul di lehernya? " Tanya Jaden Chou.
"Benar, kau bilang dadamu terpukul saat duelkan? Sehingga gejala menjadi terasa sejenak karena paru-parumu tertestimulasi, jika gejala muncul sepanjang waktu bahkan Dokter dewa pun tidak dapat menyelamatkannya. Tapi, bagaimana kau tahu banyak tentang racun? " Ucap Dokter Shan Hans.
"Uhmm.. Ibuku meninggal karena di racuni dengan racun mikro. Dan aku di racuni olehnya untuk sementara waktu juga" Ucap Jaden Chou.
"Ma.. Maafkan aku. Aku belum menunjukan rasa terimakasihku, kau telah menyelamatkan hidupku. Terimakasih banyak" Ucap Ling Gi ke Jaden Chou dan memberikan hormatnya.
"tidak apa-apa jangan khawatir tentang itu, sepertinya aku ingat guruku mengatakan ini" Gumam Dokter Shan Hans yang mendengar perkataan Jaden Chou ke Ling Gi.
"Aku hanya tidak ingin ada yang mati karena racun pengecut dan juga.. Aku telah mencari racun ini" Ucap Jaden Chou yang raut wajahnya lansung berubah.
"Apa.. Apa haus darah yang intens ini!" batin Ling Gi melihat ke arah Jaden Chou.
Tiba-tiba suara dokter Shan Hans terdengar saat Ling Gi fokus bicara dengan Jaden Chou.
"Kenapa kau tidak beristirahat di sini hari ini? "Ucap Dokter Shan Hans yang menawarkan perawatan ke Ling Gi.
"Maaf" Jawab Ling Gi.
"Jika kau kembali ke asrama, mereka hanya akan meracunimu lagi" Ucap Dokter Shans
" !! " terkejut Ling Gi mendengar ucapan Dokter Shan Hans dan terdiam.
"Kau tidak berencana membalas dendam sekarang kan? Kau bahkan cidera kaki" Ucap Dokter Shan Hans ke Ling Gi dengan raut wajah yang dingin.
"Uh.. Tidak pak!" Ucap Ling Gi terbata-bata.
Jaden Chou juga ikut bersuara ke Ling Gi. "membersihkan racun harus di utamakan, jadi istirahatlah seperti yang di perintahkan dokter. Kau bisa menyerahkan Jaden Cobey Kue padaku" ucap Jaden Chou.
" Apa yang kau rencanakan?" Tanya dokter shan Hans ke Jaden Chou.
"Ku rasa kita perlu membicarakan ini" Jawab Jaden Chou.
"Omong kosong" ucap Dokter Shan Hans yang tidak percaya dengan omongan Jaden Chou.
"Hei bajingan" Suara Jasper Mu.
"Ini Suara telepati" Batin Jaden Chou mendengar suara dari Jasper Mu.
"Kau akan menemukan pria kau cari di hutan dekat asrama ke 5" Ucap Jasper Mu lewat telepatinya.
"Jika yang kau katakan itu benar, aku akan membiarkan dia mendapat tempat di sebelahmu" Ucap Jaden Chou yang menoleh ke arah Kasur Jasper Mu masih di rawat.
Melihat dan mendengar ucapan dari Jaden Chou, Dokter Shan Hans dan Ling Gi menjadi bingung, dengan siapa dia berbicara. dan saling menunjuk.
"Kau atau aku?" Ucap Dokter Shan Hans ke Ling Gi yang di bicarakan oleh Jaden Chou.
__ADS_1
"tidak.. Bukan itu dokter! tidak mungkin" Jawab Ling Gi.
Kuharap kau dan bajingan gila itu saling bertarung sampai mati, sebenarnya kurahap dia mati. Batin Jasper Mu dengan senyuman liciknya.