SYSTEM NANO

SYSTEM NANO
Pedang Sang Guru Yang Berharga


__ADS_3

Hooper Meng terus mengawasi Jaden Chou yang sedang berlatih.


“Itu dia, kau menghafalnya dengan baik.” Ucap Hooper Meng


“Guru menyanjungku” Ucap Jaden Chou sambil kedua tanganya mengepal bertanda memberikan hormat padanya.


“Ini..” Ucap Hooper Meng yang memberikan Selembar kertas ke Jaden Chou.


“...Ini Apa?” Jawab Jaden Chou yang yang melihat selembar kertas itu.


“Ini adalah Gerakan Awal dari teknik BlackDragon dan metode pengoperasian Neigong. Guru ini ingin mengajarkan padamu sendiri, tapi karena hari ini adalah hari terakhir..Jika itu otak dan pemahamanmu, kau akan dapat menguasai dasar-dasarnya dengan mudah. Aku akan periksa saat kita bertemu lagi nanti, jadi jangan bermalas-malasan dan menghafalnya dengan benar.” Ucap Hooper Meng sambil pamit untuk pergi meninggalkannya.


“...terima kasih. Aku tidak akan mengecewakanmu.” Ucap Jaden Chou yang masih memberikan Hormat pada Gurunya itu.


“Seharusnya tidak”Guman Hooper Meng sambil tersenyum.


Sebelum Hooper Meng pergi meninggalkan Jaden Chou, Hooper Meng lalu mengambil sebuah Pedang yang tersandar dengan Energinya. Jaden Chou yang melihat pedang itu melayang menghampiri gurunya hanya terdiam. Lalu Hooper Meng mendekati Jaden Chou yang terdiam.


“Ini Pedang bela diriku Bright-ku”Ucap Hooper Meng pada Jaden Chou. Dan lalu Hooper Meng Melemparkan pedang itu kepada Jaden Chou.


“Coba pedang itu.. Ringan bukan?” Ucap Hooper Meng setelah melemparkan ke Jaden Chou.


“Sepertinya tidak seberat yang aku kira?” Ucap Jaden Chou yang sedang memperhatikan Pedang tersebut.


“Pedang normal memiliki berat sekitar 2-3 kilo, Tapi Clan Priceless Sword, pedang bela diri Bright, hanya memiliki berat 1 setengah kilo” Ucap Hooper Meng.


“Apa karena teknik BlackDragon?” tanya Jaden Chou.


“Kau benar-benar pintar” Jawab Hooper Meng yang memuji ke jeniusan Jaden Chou.

__ADS_1


Lalu Hooper Meng membuktikan ketajaman dari pedang itu. Dengan tebasan sangat pelan, seketika ujung kasur yang begitu tebal terpotong rapi. Melihat itu Jaden Chou mengambil ujung dari kasur itu.


“...Pedangnya sangat tajam” Ucap Jaden Chou. Tapi batinnya mengkhawatirkan itu. Jika Dokter Shan melihat ini, dia kan kesal. Batin Jaden Chou melihat ujung kasur nya terpotong oleh pedang Gurunya itu.


“Bahkan jika pendekar pedang memiliki jangkauan yang sempit dan ringan, ini di buat dengan logam halus. Ketajaman dan daya tahan memang memberi gelar pada pedang ini.” Ucap Hooper Meng yang menjelaskan Pedangnya itu.


“Mundur..Aku akan menunjukan padamu apa yang sangat ingin kau lihat. Dan perhatikan baik-baik”. Ucap Hooper Meng. Dengan Cepat Hooper Meng memberikan Teknik Gerakan BlackDragonnya kepada Jaden Chou. “Ini adalah teknik BlackDragon Gurumu” Gumaman Hooper Meng.


“Nano! Bersiaplah untuk Scan” Batin Jaden Chou ke Sistem Nanonya.


[Scan di mulai oleh perintah pengguna].


Esok hari nya.


Hari begitu cepat, matahari sudah terbit dan menerangi di pagi itu. Hooper Meng yang sudah pergi meninggalkan Ruang utama Perawatan terus berlari di atas atap ke atap yang lain. Tapi Hooper Meng tidak menyadari jika dia sudah di awasi Oleh Ketua Guardian Xylander Dan Left Guardian Jack Hwa.


“Akhirnya tikus itu..tidak, Hooper Meng pergi.” Ucap Jack Hwa


“Bagaimana saya bisa melanggar perintah Anda? Saya senang kalau saya tidak perlu melihatnya keluar dan masuk dari lubang tikusnya” Jawab Jack Hwa ke Xylander, yang melihat Hooper Meng keluar dan berlari dari ruang utama itu.


“Kita harus menugaskan kembali Guardian kanan ke Aula lantai dua, karena mereka akan banyak istirahat” Ucap Jack Hwa ke Xylander.


“....Aku akan pergi sekarang.” Ucap Xylander yang membalikan Badannya dan berjalan perlan.


“Apa alasan kepedulian Anda pada Pangeran Ke 6?” tanya Jack Hwa ke Xylander. Lalu mendengar perkataan dari Jack Hwa, Xylander berhenti dan menolehkan kepalanya.


“Karena...Itu adil” Jawab Xylander dengan suara yang pelan tapi tegas.


“fufufu...Apa Anda mengatakan kalau tidak ada jari yang tidak sakit saat menggigit ke sepuluh jari itu?” Tanya Jack Hwa.

__ADS_1


Tiba-tiba Xylander membentuk pusaran Angin yang berada di sebelah Jack Hwa, telah menutupi tubuhnya itu dan berkata” jangan mempertanyakan Langit”, setelah berkata itu Xylander menghilang bersama anginnya itu.


Seperti yang di harapkan dari Raja angin, kau tidak pernah tahu ke mana dia pergi..jika dia memutuskan untuk melarikan diri maka tidak mungkin untuk menangkapnya. Gumam Jack Hwa setalah melihat Xylander menghilang. Bagaimanapun juga, Apa 10 hari benar-benar membuat semuanya Adil? Batin Jack Hwa.


Balik ke Ruang utama perawatan.


Dokter Shan Hans Myung sedang meriksa keadaan dari Jaden Chou, merasakan ada yang aneh.


“Hmm..? dia selalu bangun saat aku tidak datang untuk bekerja, tapi sekarang dia masuk tidur? Ada apa?. Ini adalah terakhir kalinya, dia bisa beristirahat dengan damai seperti ini. Begitu dia di bebaskan, dia akan melalui banyak hal...tidurlah lebih lama”. Ucap Dokter Shan Hans yang memeriksa Jaden Chou dan terus pergi meninggalkannya.


Tiba-tiba suara Sistem Nano terdengar di fikiran Jaden Chou.


[Perubahan perkembangan otot pengguna untuk simulasi Gerakan Awal teknik BlackDragon. 80% penyelesaian untuk terget data]


[Ubah menjadi Vena. 75% Selesai]


[1 jam tersisa hingga 100% Selesai].


1 jam kemudian, Dokter Shan Hans yang lagi tertidur di meja kerjanya, tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Karena mendengar suara teriakan, dengan cepat ia berjalan menuju pasiennya yaitu Jaden Chou dan membuka kain penutup kasurnya Jaden Chou terbaring.


“A-apa! Yang terjadi ?!” teriak Dokter Shan. tidak lama ia menemukan Jaden Chou yang sedang muntah di bawah kasur.


“Kehhkk...!” suara Jaden Chou muntah.


“Kenapa tiba-tiba muntah dan mengigil?” batin Dokter Shan yang meriksa kondisi Jaden Chou.


“Apa kau baik-baik saja? Apa kau merasa tidak enak badan?.. benar, biarkan saja semuanya keluar dulu” tanya Dokter Shan Hans yang bingung.


Tidak lama Jaden Chou meraksakan ada perubahaan, tidak ingin muntah. Melihat itu Dokter Shan Hans lansung mengangkat tubuhnya untuk di baringkan kembali di kasurnya.

__ADS_1


“Berbaringlah, sepertinya sudah agak tenang” Ucap Dokter Shan.


__ADS_2