Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Terus dan Terus di Gibah


__ADS_3

Iren, adalah keponakan suamiku, anak dari, saudari perempuannya.dia adalah anak satu satunya. Hanya dialah keluarga, satu satunya suamiku, yang bisa di bilang, tak pernah berhenti, bertanya kabar dengan suamiku.


dari uang kiriman Iren, kami gunakan dengan sebaik baiknya.


...****************...


hari itu aku, dan suamiku berjalan kaki ke pasar, untungnya,ke pasar , bisa berjalan kaki , bagi kami,itu tidak masalah. Dengan uang itu, ku belikan tepung terigu, guna ku buat kan kue untuk di jual.


Setelah semuanya sudah di belikan, kamipun berjalan pulang. Sesampainya di rumah,


Lalu ku olah tepung tersebut, untuk menjadi adonan.


"sehari berjulan,


Ternyata, jualan ku juga, di komentarin, sama tanteku..


Idiih,,, tidak mau ketinggalan dia, ucap tanteku


** dari semenjak aku berjualan, selalu saja aku dengar ocehan mereka. Tapi Alhamdulillah jualanku laris manis.


dan ternyata, jualanku di beli juga sama mereka, yaaa, mungkin pingin coba coba. kan, emang begitu kelakuan mereka. Sukanya komenin hidupku,


**Entah berapa banyak dosa, yang mereka lakukan terhadapku. Ya' Semoga saja Allah mau mengampuni perbuatan mereka.


Arjuna pun dengan, begitu semangat, membantu Edel ,mengerjakan pekerja'anya. Karena dia tau, aku hanya hidup, dengannya. dan dia pun, hidup ,hanya denganku. susah,dan senang. sama sama, kami rasakan.


Hingga suatu hari, Arjuna pun berkata..


kalau sachio sudah besar, kita pindah ya dari sini??

__ADS_1


Akupun, hanya mengangguk, tanda setuju. Karena aku juga merasa kasihan, kepada suamiku. yang terus terusan, di jadikan bahan, bulan bulanan, tante tanteku.


Arjuna, bukan berasal dari keluarga yang kaya, dan juga bukan,orang susah ,tapi bisa di bilang berkecukupan, cuman kerena keserakahan, akhirnya suamiku memilih mengalah.


** tiba tiba istri pamanku, memanggilku ,dengan meninggikan suaranya.


Edel,


Iya,


Sini kamu,


Edel yang tak tau apa apa,


langsung di tariknya.


Kamu, kalau mau ngegosip yang benar, harus valid dong, gumamnya.


Iya, kamu suka ya ,ngejelekin aku di tetangga..


Haaaa apa?? Sejak kapan, aku ngerumpi sama tetangga, tanyaku..


Aku tidak pernah bercerita ,seperti yang tante tuduhkan. Bukankah sebaliknya??dia pun diam tak bergeming.


Jangan nambah nambah masalah, tante, Aku bosan hidup, berdampingan dengan kalian. jangankan berbuat salah, yang tidak aku perbuat saja kalian, membeciku apa lagi aku berbuat.tegasku..


Dia yang tadinya, di atas langit, seakan akan terjatuh.


Kukatakan sekali lagi,,jangan coba coba, melempar batu sembunyi tangan ya tante. Aku diam tolong hargai aku.

__ADS_1


**Pamanku, yang mendengar keributan, antara aku dan istrinya pun, ikut keluar.


kenapa ini,?? tanya nya..


dia tanpa tau kebenaranya, langsung memarahiku.


Aku,yang begitu menghormatinya hanya, bisa menjatuhkan air mata. Tiba tiba suamikupun ikut membelaku, dia tidak tega aku di salahkan pamanku.


Diapun berkata,selama ini, saya sangat menghormati ,dan menghargai kalian, tapi tidak dengan kali ini..


Kesabaran aku telah habis.


suami yang mana, rela melihat istrinya, di perlakukan seperti itu, di depan matanya sendiri.


**lelaki mana, dan suami mana, yang tega, membiarkan istrinya, di jadikan bahan ocehan, tanya nya kepada pamanku..


Pamanku yg merasa terpojok, pun berkata,


kamu jangan ikut campur, urusan antara paman, dan keponakan,ya??


Apa??? Jangan ikut campur??


Yang kamu marahin itu istri aku, sudah sepantas'nya aku membelanya. Tegas Arjuna.


Sudah terlalu lama aku bersabar, mengahadapi omongan, demi omongan ,yang menghina aku, dan istriku.apa aku, dan istriku meminta makan dari kalian??


karena merasa terpojok, dengan omongan suamiku,pamanku pun, langsung menarik istrinya, entah apa pun yang dia lakukan terhadap istrinya aku tidak perduli.


Suamikupun, menggandeng tanganku, dan menghapus airmataku, lalu berkata,

__ADS_1


demi Allah,, kita harus pergi dari sini..


__ADS_2