Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Berubah jadi pendiam


__ADS_3

tanpa terasa, kamipun tiba di rumah,


suamiku membuka sepatu anaknya, aku ,yang melihat nya, hanya tersenyum,


Ku, bertanya kepada anakku, pelajaran apa tadi di sekolah?? Karena masih lelah, dia pun menjawab, nanti mama, liat sendiri saja di dalam buku..


Istirahat sejenak, ku siapkan makan siang, lalu kamipun, dengan lahap, menyantap rezeki hari ini, Alhamdulillah....


Dari kejadian kemarin, tidak ku lihat tanteku lagi. Akhirnya do'aku di ijabah, gumamku. Eeh,barusan saja do'aku di ijabah, tanpa sengaja, kulihat tanteku lewat depan kosku.. Tapi dia sudah tidak seperti biasanya,dia hanya menunduk, entah apa yang dia pikirkan.


...****************...


Sachio, yang bermain depan rumah diapun memanggilnya, dan mengajak anakku, untuk bermain ke rumahnya.


aku yang melihat nya, hanya bisa bilang tumben baik,semoga saja, sampe selamanya Aaamin, gumamku dalam hati.


Hari hari berganti, tanteku yang biasanya tukang nyindir, akhirnya sedikit berubah, entah malaikat mana yang menyenggolnya sampe dia berubah seperti ini. Biasanya, kalau melihat aku, dia langsung pasang jurus, untuk menyindir, tapi tidak dengan kali ini,, dia hanya diam, mungkin dia berpikir, bahwa apa yang dia lakukan, tidaklah baik. Ya' semoga saja, dia benar benar berubah.


Sachio, yang hari ini bermain di rumahnya, sudah pulang, di tanganya menenteng sebuah plastik,kutanya kepadanya apa itu nak??

__ADS_1


Sayur ma,


siapa yang kasih??


Oma katanya..


Oooh, kamu bilang apa sama oma??


Bilang terimaksih.


Ooh ,ya, lalu ku ambil kantong plastik di tangan nya, lalu ku suruh mandi, karena sebentar lagi, sudah waktunya mengaji. Lalu diapun bergegas, masuk kamar mandi. Tidak butuh waktu lama, diapun keluar ,dan mengganti baju kokohnya, dan siap siap pergi mengaji..


kujawab ,wa'alaikum salam..


Diapun berjalan, meninggalkan aku, dan bapaknya. Lalu suamiku pun berkata semoga, dia, jadi anak yang soleh ya??


Aamiiin jawabku...


Setelah anaku pergi, ku buka plastik yang di bawah anakku, ku,lihat sayur mayur ,tanpa terasa, air mataku jatuh, mengingat perbutan tanteku, tapi'ku tepis rasa kebencian ini. Ku berdo'a dalam hati, semoga hari ini ,dan selamanya, semua akan, baik baik saja..

__ADS_1


Tiba tiba, hp berbunyi.. Telepon dari sang kakak. Yang hanya memberitahuku, bahwa dia mengirim sedikit rezekinya, untuk anakku. lalu ku jawab, terimaksih .dan rasa bersyukur kepada Allah. Dan kakaku menutup teleponnya..


Lamunanku buyar ,di saat ada seseorang memanggil'kj di luar rumah, ternyata istri dari pamanku, yang membawakan, sedikit lauk, Ku terima dari tangannya, tak lupa berterimaksih..


Aku heran, sih dengan perubahan sikap mereka, terhadap keluarga kecilku, setelah ku balas ocehan mereka, lansung mereka berubah menjadi baik.aku pun berpikir, mungkin, saya hanya diam kali ya, jadi mereka ngelunjak, tapi kalau ngejawab kok mereka berubah jadi baik ya.


Ya' sudah lah, mungkin sudah waktunya, mereka untuk berubah, aku hanya bisa berkata, Alhamdulillah.. dengan perubahan sikap mereka, terhadap keluargaku ,terutama suamiku..


Ku tatap wajah suamiku,sambil tersenyum ,ternyata sedari tadi tanpa aku sadari, diapun melihat, semua kejadian yang sudah terlewatkan...


Eeh ,sayang, besok kita jalan yuk??


Kemana?? Jalan pake apa??


Ya, jalan kaki lah, ungkapnya.


Haaaaaah, lebih baik gak usah jalan, kalau jalanya, pake kaki lagi.mending simpan tenaga, untuk menjemput Sachio pulang sekolah, diapun tertawa rupanya dia ingin menggodaku saja..


Hari hari, yang kami lalui, akhirnya berjalan dengan kebahagian, tanpa sindiran, dan cacian lagi.....

__ADS_1


__ADS_2