Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Kebahgian Hanya Sesa'at


__ADS_3

Meski tanteku, tidak lagi mencemohku ,secara langsung.tapi dari tatapan, dan raut wajah nya, masih memancarkan kebencian.


Aku tidak perduli, dengan kemarahan mereka, yang ku tau, aku tidak pernah meminta apapun dari mereka.


Hingga pada suatu hari, di dalam keluargaku ,ada suatu masalah dimana semua pihak keluarga, harus membantu sama lain.karena masalah ini, berkaitan dengan harta warisan.


Ku dengar, dari bisik bisik tetangga.


Eeh, kamu tidak membantu keluarga mu, ya??


Emng, kenapa sama keluarga ku??


Tuu, lagi ada masalah warisan, ucap seorang ibu"komplek.


lalu ku jawab, aku gak tau, biarlah.itu bukan urusanku.


Eleeeeh, itukan masalah keluargamu, masa, kamu tidak mau tau, pungkasnya.


Pantasan saja keluargamu, tidak mau menganggapmu, karena kamu orangnya jutek.


Bu" bukan nya aku, tidak mau perduli dengan keluargaku ,cuman aku tidak telalu mau ikut campur, meskipun itu keluargaku sendri.


Lah ,iya entar, urusannya kelar lo tinggal terima bersih nya saja.


Astagfirullah, ni ibu, kalau ngomong se'enaknya saja ya.


Tak mau panjang lebar, ku sudahi semuanya dengan masuk ke dalam rumahku.

__ADS_1


Kutarik napasku, dalam dalam, dan ku termenung,apa karena aku, orang yang tidak punya, sampe sampe urusan begini, aku tidak di beritahu keluarga yang lain ,tapi ya ,sudahlah tidak ada gunanya, memikirkan hal yang bukan urusanku.


Dari seminggu, ku dengar omongan ibu komplek, kulihat sepupuku, mondar mandir depan rumahku, sebut saja namanya Yeni,


Dia baik sih sama aku.lalu aku di panggilnya


Del,,


Ya" kenapa kamu tidak kerumah??


Aku yg bingung mau menjawab apa.


lalu ku bilang,, inshaa Allah ya, kalau ada waktu.


Sebenarnya aku , merasa minder, karena aku merasa, orang yang tidak punya.


Iya kalau ada waktu..


malam kini telah tiba, ku ceritakan kepada suamiku, bahwa si Yeni menyuruh aku kerumah.


Sayang, besok ke rumah Yeni yuk,,


Kamu saja yang pergi, aku malu,


entar kalau aku ikut kamu,


tiba tiba ada tantemu,

__ADS_1


entar, aku di bilang tukang ikut ikut dari belakang.


Emang sih, tanteku sering nyindir ke suamiku, kalau suamiku seperti se ekor kucing, yang ikut ekor. Entah istilah dari mana yang mereka dapatkan.


yaa, kalau kamu gak ikut ,ya' sudah, aku tidak usah pergi saja.aku juga tidak mau, entar ketemu sama tanteku.


Terpaksa ku urungkan niatku, untuk tidak kerumah si Yeni.


masalah warisan itu terus berlajut, ku dengar dari keluarga yang lain, yang memberitahuku.


...****************...


Entar, kalau urusan itu udah kelar,, semua pasti dapat bagian, aku yang mendengarnya hanya bilang,,


oooh,


Iya, apa lagi kamukan, juga termasuk cucu dari kakek, jadi musti ada nama'mu.aku pun tersenyum dan berkata,,


Aku, kalau di kasih ya Alhamdulillah,


Gak di kasih juga gak apa apa, toh kalau di kasihpun, entar ujung ujungnya suamiku, juga yang bakalan di rendahin. Entar pasti di bilangin, senang dia ,gak bantu apa apa, tapi dapat bagian, apa lagi suaminya ,gk ada kerja tinggal ongkang kaki tiba tiba keruntuhan harta..


Ya "sekedar jaga jaga, supaya keluargaku yang lain, tidak menganggap rendah suamiku.


karena bagiku, siapapun yang menghina suamiku, sama saja menghina diriku..


Karena, di dunia ini ,yang ber'uang tidak ada etikanya, terhadap orang tak punya apa apa, seperti diriku, yang dia andalkan, hanyalah uang, uang ,dan uang...

__ADS_1


__ADS_2