Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Batal Pulang kampung


__ADS_3

Pukul tujuh pagi dia pun pamit,


Assalamualaikum, lalu ku jawab wa'alaikum salam..


Diapun berlalu...


Kini aku yang sendiri memikirkan, bagai mana, jika nanti suamiku tetap kepada pendirian nya,


aaaah ,apa sihh ,


memikirkan semua ini, toh seharus nya aku senang,, bukankah itu juga kemauanku untuk pergi dari sini,


Tapi, kenapa jadi seperti ini, rasanya seperti berat meninggalkan semua ini, padahal kami akan menjual semua yang kami punya di sini, dan memulai hidup yang baru di kampung halaman suamiku.


** sorepun tiba, kini suamiku pun tiba dan duduk bersila di temani secangkir kopi buatanku,,,


sayang,, kalau kamu tidak mau pulang dan pergi dari sini ya sudah, aku tidak bisa memaksamu,


Emang kenapa sayang?? Tanyaku,,


Yah setelah di pikir" emang lebih baik di sini, toh kita kan sudah tinggal tidak berdekatan dengan keluargamu yang lain, gumamnya,


Aku yang mendengar merasa bahagia, karena tidak jadi pergi dari sini, dia yang melihat raut wajahku tampak bahagia diapun berkata,


Kamu senangkan dengan keputusanku??


Aku pun tersenyum setelah mendengar ucapanya,,,


Terimakasih sayang,,


...********...


Kedua anakku kini semakin besar,,


Sungguh bahagianya hatiku, tapi di balik ke bahagia'anku ada kesedihan yang ku pendam, jika memikirkan suamiku,

__ADS_1


Keluarga yang begitu di sayanginya, kini tega membuangnya, entah karena suamiku orang tak punya atau apa lah,,


hari minggu adalah hari libur, kulihat suamiku duduk termenung, lamunan nya entah kemana, aku yang mendekatinya pun ,dia tak menyadari. Ku tepuk bahunya diapun tersadar dari lamunanya,,


Kamu mikirin apa sih sayang,,??


sampe"kedatanganku kamu tak menyadarinya,,


Kulihat di kelopak matanya ada butiran"bening yang jatuh tanpa harus meminta, hatiku yang merasa iba ikut terenyuh,, ku peluk suamiku yang sa'at ini sedang rapuh,


Dia tak menjawab pertanya'anku, lalu bersandar di pundaku,,


Dengan nada bicara yang bergetar, suamiku mulai berbicara,, kenapa dan mengapa keluargaku tidak menganggapku??apa salah ku??


Aku yang mendengar pertanya'anya, hanya bisa diam dan menenangkan nya..


Sabar sayang,,


semua akan ada balasa nya,, mungkin, hari ini mereka melupakanmu, dan mencampakan dirimu, tapi yakin lah, suatu sa'at mereka akan mencarimu, dan membutuhkanmu,, karena Allah maha adil,,,


Sayang ,entar malam kita cari makan di luar yuk??ajak ku,,


Kasian anak"gak pernah di ajak jalan"


ya udah, tapi habis sholat isa aja ya, usulnya,,


Baiklah,,, jawabku..


...****************...


**kini kami bersiap diri untuk mencari makan di luar. kami memilih tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah, toh kami juga tidak punya kendra'an, hanya kaki yang kami andal kan,,


ngitung"bisa mengurangi tenaga..


sesampainya di tempat tujuan, suamiku memanggil pelayan, dan memesan sesuatu,

__ADS_1


Ternyata di sekitarku ada bu Ratih dan suaminya,,


Eh ,pa, liat deh tu si Edel,


tetangga kita yang dulu,


bisiknya kepada suaminya,


suaminyapun ikut menoleh ke arahku, aku yang merasa di perhatikan, lalu mengarahkan pandanganku ke tempat lain seakan"tak meliat, kalau sedang di perhatikan,


Samar"ku dengar bu Ratih berbisik dengan suara sepelan mungkin, nyamuk saja yang mendengarnya,,


Padahal dulu kere, sekarang so'kaya, bisik nya kepada sang suami,,


tersenyum sinis ke arahku,


Dia kira aku perduli dengan omonggan nya,,


ku hela napasku,,


haaaam,, kenapa aku harus bertemu, ibu rempong di sini, bikin suasana jadi gerah,,


Suamiku yang melihat ke arahku, lalu bertanya,


kamu kenapa sayang??? Ke lagi ngeliat hantu,,


aku pun tersenyum puas ketika suamiku mengucap kata hantu tanpa menyadari kalau saat ini, di tempat ini ada bu Ratih tukang gosip,,


Ayo buruan makan,, biar cepat pulang,,,


** Bismillahhirrahmanirrahiim**


Allahuma baarik lana fiima Rozaktana wakkina aazabbanar...


kamipun menikmati makanan yang telah di hidangkan..

__ADS_1


Alhamdulillahhirobbal aalamiin...


__ADS_2