Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Kebahagia'an Yang Hakiki


__ADS_3

Kuputuskan pulang, tanpa membawa barang belanja'an.


sebenarnya aku sedih,tapi ku tahan dalam hati..


Di depan rumah, tampak sachio menunggu kedatanganku,


Kok mama sedih?? Mama nangis ya??


Aku yang tidak ingin, anakku tau langsung pura"tersenyum, tidak nak, mama hanya kemasukan debu di mata sambil pura"mengosok mata.


rupanya dia teliti sekali, memperhatikanku.


Katanya, mama mau kepasar tapi kok gak bawa belanja'an??


Mama lupa bawa bawa dompet nak.


Dia yang percaya, dengan ucapanku lalu berkata.


Oooh.


Kamu kenapa sudah pulang,??


Kan tadi ,katanya bermain sama tante Ani??


Tante Ani lagi keluar ma.


Ooh..

__ADS_1


setelah sekian jam berlalu, datanglah Ani,


mba Sachio mana??


Tuu lagi main,


Di sodorkanya sebungkus makanan ringan, yang di belinya dari supermarket untuk sachio.


terimaksih ya dek. Iya mba..


Saya permisi ya mba, ucapnya sambil berlalu..


Setelah kepergian gadis cantik itu.akupun melanjutkan aktivitas ku,


ku siapkan makanan untuk suami dan anakku, setelah semuanya selesai ku panggilkan sachio untuk makan siang bersama ku..


...******...


karena, di kos ku yang sekarang ini orangnya ramah,tidak saling menjelekan oranglain.bahagianya hatiku hidup tanpa harus di bebani dengan komenan orang lain.


Ku jalani hidupku, bersama keluargaku, dengan penuh kebahagia'an, tanpa terasa di tempat tingglku yang baru sudah memasuki lima bulan..


Sayang, sachio sudah tujuh tahun loh,


Lah teruus???


Aku mau sachio punya adik,

__ADS_1


Waduuuh, emangnya sudah siap sachio punya adik di saat kita masih tinggal di tempat yang sempit ini??


Bukan nya tidak mensyukuri dengan keada'an ini tapi kita butuh tempat yg sedikit lebih nyaman.kasian anak" kalau masih tinggal di tempat seperti ini.


Suamiku yang mendengar jawabanku hanya bisa diam tanpa menjawab lagi pertanya'anku..


Ternyata,tanpasepengetahuanku,suamiku ternyata mempunyai tabungan,meskipun pekerja'anya hanya seorang buruh kasar ,tapi dia pandai mengelolah keuangan, bukan tak memberiku nafkah ,tetapi dari gajinya itu, dia selipkan dari hasil pesangon karena suamiku adalah seorang yang jujur.


...******...


"setelah beberapa bulan tinggal di kos kosan tersebut, lalu kami pindah di rumah, yang di belikan, dari hasil keringat nya suamiku.kini keluarga kupun menyadari bahwa hina'an yang selama ini mereka berikan, terhadap suamiku terbayar, dengan hasil yang memuaskan,,


Kini mata mereka terbuka lebar, bahwa orang yang selama ini mereka hina ,adalah orang yang benar" membuat mereka malu sendiri..


Kini hidupku, sangatlah bahagia, benar benar bahagia, dengan kehadiran seorang bayi imut yang di dambakan oleh sang suami....lengkaplah sudah kebahagian kami.


Kini aku dengan sedikit hasil kerja suamiku, kubuka warung kecil kecilan,sedangkan suamiku masih bekerja di tempat yang sama,,


Meskipun pekerja'an suamiku hanyalah seorang buruh kasar, tetapi kami hidup penuh dengan kebahgia'tanpa kekurangan satu apapun...


bulan, berganti tahun, tanpa terasa Sachio kecil kini tumbuh dewasa dan Arum kini sudah menjadi gadis kecil yang periang..


anak"ku adalah kekuatan bagiku dan suamiku, yang membuat kami bertahan dalam menghadapi berbagai coba'an..


Tante yang dulu membenciku, kini berubah menjadi baik, entah malaikat apa, yang telah membuatnya sadar.


Aku bahagia, dengan perubahan itu, tapi trauma, akan terus berlajut meski tanteku telah berubah menjadi baik..

__ADS_1


aku yang dulu mambencin'nya, kini aku sudah memaafknya. Karena bagiku.mungkin saat itu pintu hatinya belum terketuk.. Kini kebahagiaan yang hakiki dan abadi akan menjadi kebahagia'an yang selamanya.....


__ADS_2