Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Bisik bisik tetangga


__ADS_3

senja telah memancarkan, sinar kemerahan nya, pertanda hari akan berganti dengan malam, suara binatang malam ,mulai bernyanyi dengan merdunya, tiba tiba saja ku dengar suara tanteku, adik dari Almarhum ibuku sedang berada di rumah pamanku. Samar samar ,ku dengar ocehanya, entah apa yang dia bicarakan, aku tidak terlalu begitu mendengar..


Entah!!! Setan apa, yang lagi menempel di telingaku,dengan sekilas dan samar samar, ku dengar namaku di sebut, entah apa yang mereka gibahkan. ku pasangkan pendengaranku agar jelas mendengarnya,,,


Itu si Edel, knpa di rumah mulu??? Tanya nya pada istri pamanku.


Gak tau aku, jawab istri dari pamanku.


tidak mau mati saja, hidup sudah tidak tau berteman sama tetangga..


Kutarik nafasku, dan ku ucapkan Istighfar, tanpa sengaja ,butiran penghias kelopak mata ,jatuh begitu saja. Segitu bencikah ,mereka kepadaku??


sampe sampe aku, di sumpahin mati. Ya Allah ,,apa salah, dan dosaku, ku duduk bersimpuh, di kamar kosku yang sempit, dan kuhibur diriku sendri agar hatiku tak terlalu sakit.


...****************...


Malam semakin larut, anak dan suamiku ,telah terlelap di tidur malamnya, sedangkan aku, masih terjaga, entah mengapa mata ku ,tidak bersahabat.


Ku tarik nafas dengan pelan ,lalu berdiri mengambil wudhu, mungkin dengan cara sprti ini hati, pikiran, dan mataku, mungkin bisa bersahabat, ungakapku, dengan pelan.

__ADS_1


""ku bentangkan sajadah, lalu bertakbiratul ihram, Allahhuakbar, niat sholat sunah, ku bacakan di, dalam hati. Setelah menunaikan sholat sunah, ku bermunajat kepada Allah, di tengah malam yang sunyi,


*meminta kepada Nya, agar aku, di berikan kekuatan, dan ketabahan, dalam menghadapi coba'an, dan goda'an. agar aku tidak salah langkah, dalam mengambil tindakan, dan tak lupa, ku memohon kepada maha, yang membolak balikkan hati, agar keluargaku, berhenti membenciku.


***Ku sudahi Sholat sunahku, kerana ngantuk sudah menyerang mataku. Hingga, aku terlelap sampe ke esokan harinya..


Hari ini ku awali dengan Bissmillah, kuniatkan di dalam hati ,agar aku, tak terpancing, dengan omongan omongan, yang tidak begitu penting.


dan Alhamdulillah, sampe malam menjelang, tak ku dengarkan ocehan yang menyakiti hati...


Sachio, mau ke rumah oma ya??


Oma adalah tanteku.


Kenapa ma?? Tanyanya,,


pokoknya gak usah, kalau mama bilang gak usah, ya' gak usah,


gak usah nanya. Tegasku..

__ADS_1


*Karena sachio masih kecil ,dia belom mengerti apa apa,yang terjdi sebenarnya. Dan akupun tidak memberitahu nya, bahwa oma, atau tanteku itu, tidak suka kepada mamanya.


Biarlah, dia tidak pantas untuk tau, karena dia masih terlalu kecil.


merasa tidak,di izinin, sachio pun mulai berkata,


ma, kalau begitu, aku mau pergi mengaji saja. Aku pun menjawabnya ya sudah, ganti baju nya, lalu ambil wudhu ya,


dia pun menjawaku dengan perasaan kecewa, iya ma.


Sebenarnya, aku tidak tega melarang anakku, untuk ke rumah tanteku.tapi aku gak mau, mereka bertanya tentangku, yang ujung ujungnya, hina'an yang mereka katakan, di depan anakku.


Sudah berulang kali, hal itu mereka katakan, tapi aku tepis, karena agar anakku, tak tau bahwa mereka membenciku.


aku termenung, tiba tiba di kagetkan, dengan suara deringan, benda pipih dari kakaku.


Hallo,,,


kamu di mana???

__ADS_1


Seperti biasa kakaku bertanya seperti hari hari kemarin layaknya seorang detektiv. Akupun menjawabnya sesuai pertanyaan yang dia tanyakan.


Lalu di akhir perbincangan dia mulai bertanya tentang suamiku..


__ADS_2