
aku yang sudah memasuki, pintu pagar rumah bu Ratih langsung memberi salam,
Assalamualaikum,,
Wa'alaikum salam.
Eeeh,,mari del, bu Ratih menyuruhku masuk,,
Gimna Del,,,tu arisan??
minta maaf ya bu, aku kayanya gk ikut deh,,
Kulihat di wajah bu Ratih ada sedikit kecewa..
Ya udah, kalau gak bisa,,
ya udah bu aku pamit ya,
sore harinya kulihat ibu ibu komplek pada ngumpul, entah apa yang mereka bicarakan, karena aku hanya melihat dari jauh,, tapi ya sudahlah gak penting juga,toh ibu ibu disini, sudah biasa seperti itu, kalau sudah duduk ngumpul, pasti gibah jadi bahan obrolan mereka,entah siapa yg mereka gibahin..
...*********...
Sekarang sombong, mentang mentang suaminya sudah kerja dan ada duitnya, sudah gak mau gabung sama ibu"yang lain.
Hu'uum,
ya gitu deh orang kaya baru,
saya yang merasa, di jadikan bahan ocehan hanya beristighfar, dalam hati,
Ibu lain pun menimpali,
sepertinya kacang lupa kulit,,,gak pikun khaaan,
__ADS_1
*Gemessshh amat tu mulut ibu ibu rempong,,
Kulihat Ibu Ratih pun ada disitu, lalu ku jawab, dengan perasa'an, yang sudah ku kontrol terlebih dahulu, biar kelihatan berkelas,
Bu ibu, gak bosan ya, nge gibahin aku terus, untungnya apa bu, nge gibah mulu??? Untung kaga, rugi iya,plus dapat dosa pula...ibu ibu yang bijak sana, dan yang terhormat ,terimaksih ya, sudah menambah pahala, buat aku, ucapku sambil berlalu...
Merekapun diam tak bergeming.entah merasa tertampar dengan kata kataku, atau apalah aku tidak perduli ,yang penting bagi aku, aku tidak pernah, membalas ocehan mereka..
Kesel sih, di jadikan bahan gunjingan mulu, tapi ya mau gimana lagi, terpaksa terima ocehan mereka dengan lapang dada, setidaknya di jadikan pelajaran, yang berharga agar lebih berhati hati berteman,,
"Hari ini hari minggu.
sayang jalan yuk,
Kemana??
Yang dekat dekat sini ajalah, biar gk terlalu lelah jalannya, kasian sachio di rumah mulu,sekali kali ngajak jalan dia..
Boleh tu, ucap sachio..
Kamipun bersiap"mumpung matahari belom terlalu panas.
akhirnya nyampe juga.kulihat anakku dengan senangnya, bermain pasir dan ombak karena baru kali ini bisa mengajaknya jalan jalan. Ya" di karenakan tidak ada kendaraan juga..
sungguh bahagia keluarga kecilku, jika tak ada yg mengusik. Padahal kami tak pernah menyakiti perasaan mereka tetapi mereka selalu saja mencari cari kesalan aku, dan suamiku. tidak tanteku dan sekarang tetanggaku..
Huuh,
capek juga ngadapin mereka. untungnya ni hati buatan Allah, coba gak, pasti dah hancur berkeping keping..
Tampak matahari, sudah memancarkan sinar kemerahan pertanda sang dewi malam ,akan segera tiba. ku ajak suami dan anakku untuk pulang,sepanjang perjalanan pulang kulihat, anakku begitu bahagia, entah apa yang dia akan ceritakan, di teman temanya, tentang hari ini.
Tanpa terasa, kamipun tiba di rumah,sachio langsung menuju kamar mandi karena sebentr lagi, dia harus pergi mengaji, anaku itu, adalah anak yang sudah terlatih akan waktu, jdi tidak menunggu lama dia akan mempersiapkan sendiri dirinya.
__ADS_1
Assalamualaikum pamitnya.
Sedangkan aku dan bapaknya hanya menjawab wa'alaikum salam.
Lalu kami mulai menjalankan ,sholat maghrib masing masing, setelah selesai membersihkan diri..
waktu berlalu, kini anakku kembali dari pengajiannya. Dan makan malampun telah berlalu.
......................
apa kata tu Ratih?? Suamiku membuka percakapn pagi itu,
**kasih tau gak ya kalau ibu ibu rempong itu malah ngegosip,,*
Aaah puyeng,,,,
Kayanya bu Ratih gak suka,
Lah kenapa" khan hak asasi manusia,,
Entah lah, aku juga gak ngerti ,gimna maunya,
Terussss,, pada ngegosipin kamu?? Tanya suamiku yang sudah tau kelakuan ibu"komplek..
Ya, gitu deh.
Haaam,,,
dah mendarah daging, sampe tulang sum sum, ibu ibu di sini. Pungkasnya....
Dah lah, aku dan sachio berangkat ya, takutnya dia terlambat.lalu ku cium punggung tangan suamiku..
Kini tinggalah aku sendri di rumah. Tampak tanteku berjalan, di depan rumahku dengan bu Ratih, entah kemana tujuan mereka,aku yang melihatnya lalu berpura pura masuk tanpa menoleh lagi...
__ADS_1