Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Terimakasih tawaranya


__ADS_3

Dari kejadian kemarin, aku berdoa, semoga dari hari ini, dan seterusnya, gak usah bertemu , sama orang orang yang membenci aku ,dan suamiku lagi..


ku buang semua pikiran buruk, tentang tanteku ,agar aku ,tak terlalu sakit hati,mengingat semua perlakuan mereka, terhadap kehidupanku..


Astagfirullahhulaziiim, ku tarik napasku dengan pelan, rasa sesak di dada, sedikit sedikit lega. Dan ku mulai beraktifitas seperti biasa.


Meski banyak tetangga, yang melirik ku, mungkin, mereka sedang ngegosip tetantang aku.


Aaaah, aku tidak perduli, toh makanku bukan hasil meminta.


Apa perdulinya mereka tentangku?? Sampe rela menggibah tentang aku, seperti hidupnya, sudah benar semua..


Ku alihkan pandanganku, ke tempat lain, biar gak melihat, ibu ibu yang sedang ngerumpi, lalu tanpa sengaja, ku melihat tanteku, berjalan melewati ibu ibu, yang sedari tadi lagi berkumpul..


Eeeh, mau kmna????tanya bu Ira, tetangga kos ku, yang paling cerewet.


mau ke kampung sebelah, ngantarin ini, sambil matanya melirik kantong, yang di bawa di tangannya.


Kulihat mereka berbincang bincang, entah apa yang mereka bahas. Aku tidak terlalu perduli, dengan semua itu..


ku arahkan pandanganku, ke wajah suamiku, yang sedang memperhatikanku,dengan tenang, dia berkata kepadaku, tu ibu ibu pada ngumpul ya pagi ini??


Seperti'nya mau rapat kali ya???


iya, rapat pemilihan, ratu tukang gosip.suamiku yang mendengar langsung tertawa.

__ADS_1


Huuuust,, dah ah, gak usah terlalu nanggapin hal sprti itu. Dosa loh, gumamku.


Dia yang mendengar, kata dosa diapun ber'istighfar..


Sayang, entar kita jemput Sachio, sebelum jam pulang sekolah ya,


mau apa?? Tanyaku,


biar sachio, tidak terlalu lama menunggu, kasihan dia, kalau lama nunggu, gumamnya.


Ooohh,, ok, lah sambungku.


ku kerjakan tugasku, sebagai ibu rumah tangga, stelah semua nya beres, sedangkan jam sudah menunjukan, pukul sembilan tiga puluh, lalu,ku ajak suamiku.


Sudah selesai pekerja'anmu??tanya nya.


SUdah, beres kataku.


Ya sudah, mari berangkat ajaknya..


Kami pun berjalan, melewati jalan yang biasa di lalui, tiba tiba ku lihat istri pamanku sedang berjalan ke arahku, diapun menegurku.


Mau kemana??


Jemput sachio,

__ADS_1


Loh, kenapa tidak pake motor di rumah,


tidak usah repot repot, jawab'ku yang keheranan, kok tiba tiba dia, dia,jadi baik ya sama kita,, tanyaku di dalam hati.


Karena jawabanku sprti itu, dia pun berkata,


lain kali, kalau mau kemana mana, ambil motor di rumah .


Kubalas, iya, inshaa Allah, dia pun berlalu.


Setibanya di sekolah, ruang kelas anakku, baru saja siap siap membacakan doa pulang. Akhirnya, anaku tidak terlalu lama menunggu.


Tidak menunggu lama, diapun berjalan ke arahku, sambil menenteng, botol airnya di tangan. Mama sama bapak, cepat sekali jemput aku, tanya nya,


Iya, biar kamu, tidak lama menunggu, diapun tersenyum. Sepanjang perjalanan pulang, dia berkata. Hanya saya, yang di jemput pake kaki hari hari, katanya.


Bapaknya lalu menjawabnya. Iya, karena kita belum punya kendara'an nak,,


Kamu capek ya, jalan kaki?? Diapun mengangguk.


Sini bapak gendong, sudah hal biasa, kalau anaknya, kelelahan berjalan, punggung bapaknya, selalu siap menggendong anaknya, agar anaknya, tidak kelelahan berjalan. Aku hanya terdiam, namun di dalam hati menangis,rasa terharu, dan bahagia bercampur menjadi satu.


Banyak mata, melihat ke arah kami. sampe sampe, seorang ibu pun, berkata kepada kami, kasihan, hari hari begini ya.


Ku jawab, ya ,mau gimana lagi , beginilah, kalau kendraan tak punya. Mau ngojek mikir seribu kali, toh lagian, sekolahnya tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu, 15 menit sudah nyampe..

__ADS_1


__ADS_2