
**Allahhuakbar Allahhuakbar,,
terdengar dari Masjid ,suara azan berkumandang, pertanda Sholat magrib telah tiba,
tapi suamiku, belum juga pulang,
Edel, yang mulai gelisah bertanya tanya dalam hati,
tidak biasanya, suamiku belom pulang jam begini,, gumamku di dalam hati,
apa yang terjadi dengannya,,,, sampe jam segini belom juga pulang, aku yang sedang gelisah tiba tiba di kejutkan, seseorang yang memanggilku, mba Edel kok seperti sedang mecari sesuatu?? Tanya suara, yang tadi memanggilku, aku pun menengok, kepada empunya yang punya suara tersebut,
Eeeeh, siska,
iya ni, lagi nunggu bapaknya sachio,
Emang kemana dia mba??
Lagi kerja, cuman sudah jam begini belom pulang juga.
Mungkin bentar lagi pulang mba,
Atau mungkin lagi ada kerja'an lain, makanya, kelama'an pulangnya..
Iya kali ya..
Ya udah mba, aku permisi.
Selang beberapa lama kemudian, ku dengar langkah kaki ,memasuki halaman, ku bukakan pintu dan ku lihat benar saja, suamiku sudah pulang,
Maaaf ma, telat pulang,
gak apa apa sayang,aku cuman hawatir saja, karena tidak biasanya sayang pulang jam begini.
__ADS_1
Iya, tadi ada beras masuk, jadi musti pindahkan dulu ke gudang.. ungkapnya.
Merasa waktu sholatnya telah lewat, diapun memilih buru"mandi dan melakukan sholat..
"ya Allah, mungkin suamiku sangat lelah hari..
Sayang aku pijit ya??
Biar entar, kamu lelap tidurnya,
tanpa menunggu jawaban ,aku langkahkan kakiku,untuk mengambil minyak urut, untuk mengurut suamiku.
lima belas menit berlalu, akhirnya ku akhiri pijitanku, kulihat suamiku ketiduran,kubiarkan dia tertidur, tanpa membangunkannya.
Ke esokan harinya, diapun bangun, dan merasakan sedikit baikan, lalu berkata padaku,
terimakasih ya, sayang .atas pijitanya..
Dari semenjak, suamiku bekerja ,tante yang biasanya tukang sindir, sekan terbungkam melihatku,
entah sadar, dengan cara bicaranya, atau apalah yang penting aku belom mendengar sindirannya..
hari hari, kami lalui dengan kebahagian, tanpa campur tangan orang orang, yang membenciku,sungguh bahagianya hidup, jika tak ada yang mengusik..
Entah angin apa ,yang membawa seorang ibu, yang selama ini selalu menyidirku, bahkan langsung di depan mataku kini datang menemuiku,
Assalamualaikum,.
Wa'alaikum salam jawabku.
..."Tumben ,ni ibu datang kemari,jangan bilang mau menghinaku."...
Eeh, mari masuk bu,
__ADS_1
ku terima kedatangannya ,dengan keheranan.
Del,, boleh aku minta bantuanmu???
Inshaa Allah, kalau aku bisa bantu ya pasti aku bantu bu.
Tapi, kalau tidak bisa, aku minta maaf bu,ucapku.
dengan perasaan apa, yang ada di pikiranya ,yang kutau dengan keberaniannya, dia datang kepadaku apa lagi meminta pertolonganku, yang selama ini ,sering menjadi bahan omongannya,
Aku, mau pinjam uang padamu Del,
"Oalaaaah,, kalau cuman itu bu, inshaa Allah aku bisa bantu bu..
lalu ku sodorkan nominal, yang dia pijamkan kepadaku, diapun mengucapkan, terimakasih kepadaku dan melangkah pergi.
Aku yang melihatnya, melangkah pergipun merasa bahagia.karena orang yang selama ini, selalu menggibahku akhirnya datang kepadaku. Tapi demi Allah saya tidak merasa besar kepala karena bisa membantunya..
...****************...
Waktu kini berlalu, dan suamikupun telah pulang, dari pekerjaannya, lalu ku siapkan secangkir kopi, untuknya,
lau ku ceritakan, tentang bu Santi yang tadi pagi datang meminjamkan uang kepadaku..
kamu memberinya pinjaman??
Iya, jawabku.
Ya sudah, mungkin dia butuh,
Kita tidak ,usah menyimpan dendam, kepadanya. toh ,semua perbuatanya terhadap kita, akan dia pertanggung jawabkanya nanti.
intinya, kita harus tetap membantu, nya dengan ikhlas....
__ADS_1