Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Kata kata yg menyakitkan


__ADS_3

Pagi itu, hari sekolah libur, aku dan suamiku, mengantar sachio ke toko, untuk membeli ,peralatan sekolahnya,


"seperti biasa, kami berjalan kaki, di perjalanan, kulihat


semua anggota keluargaku, tapi tak ada satupun, yang memanggil anakku,aku yang melihat mereka, segera ku percepatkan langkah,


ya' kali aja, mereka memanggil anaku tapi ternyata, itu tidak terjadi,,


Malah ejekan yang ku dapat.


Ya'bisa apa ,palingan jalan kaki doang,


kan, orang gak punya,


Ooh' tuhan, segitu bencikah mereka terhadap aku, anakku yang kecilpun menoleh kepada mereka, tak lupa, diapun menengok ke arahku,


Ma'mama menangis??


Tidak nak,kenapa musti menangis,toh mereka itu, bukan siapa siapanya kita,


Tapikan, itu ada oma ma??


Iya, tapi bukan oma mu,


Masa sih ma.itu hari oma, panggil panggil aku main kerumahnya , iya tidak dengan hari ini nak,


ucapku...


Diapun hanya mengangguk, entah apa yang dia pikirkan,


Setelah tiba di toko tujuan, lalu anakku, memilih barang yang dia inginkan, lalu kami pun, membayar dan pulang kerumah. Lelah si iya, asal anakku bahagia..


Mba Edel" kamu gak ikut pergi sama yang lain??


tanya seseoarang kepadaku.


Pergi kemana?

__ADS_1


Tu ,tadi semuanya, lagi pada jalan jalan loh??


capek mba, jalan jalan. mending di rumah,


Ooh begitu.


Iya mba...


...****************...


Lalu ke'esokan harinya, sachio kembali kesekolah, di antar sama bapaknya. karena aku tidak lagi enak badan.


"Setelah, mengantarkan Sachio ke,sekolah. beberapa menit kemudian, suamiku,pun pulang.


sayang,,panggilnya


"Iya,,


kamu tau gak, tadi aku ketemu siapa di jalan??


Ya' mana saya tau,,toh aku kan, di rumah.


Terus, apa katanya??


Aku negur loh , tapi gak di balas teguranku.ini bukan kali pertama aku menegurnya, tapi ini sudah kesekian kalinya.


Aku pun berkata,,


ya' kali aja dia gak dengar, kamu manggil.


Aah" tidak mungkin, orang sebelahan jalanya.


saya yang mendengar, hanya bisa diam dan ku tarik napasku.


Ya' sudah, lain kali kalau berpapasan lagi gak usah negur.


Toh ,dari pada gak di balas, menjaga harga diri itu perlu lo, sayang. meskipun, dia pamanku sendiri.

__ADS_1


Lalu Arjuna pun berkata, ok, lah, kalau begitu..


Ya 'iya mending begitu,dari pada entar,merekanya beranggapan, kamu itu sangat rendah, dah tau tidak dijawab teguranya, masih saja menegur. Kataku


,dengan senyuman yang menggoda,lalu berkata ,


aku ,menghormatinya ,karena kamu sayang,


Udah ,gak usah bahas itu lagi. Bosan mendengarnya, alih topic aja ya.


Sayang, entar kamu jemput sachio sediri lagi,


Maaf ya,


iya gak apa"


Kan, kamu lagi gak enak badan.


kalau kamu dah baikan, pasti kamu juga yang temanin aku, jemput sachio lagi pungkasnya.


Setelah kepulangan Sachio, dari sekolah, Arjuna lah, yang mengurusnya, dari mengganti seragam hingga menyuapnya, ku perhatikan wajah suamiku, yang begitu lelah.


Tapi, anehnya orang di luar sana, kok bisa bilang suamiku ,cuman tau makan tidur,makan tidur.


Sesungguhnya ,dia adalah, suami yang terbaik buat aku, dan anakku.


Tiba tiba ,suara Hanpone ku berdering ,tanda seseorang sedang menunggu jawaban dariku,,Lalu suamiku mengangkatnya.


Hallo" Om juna, ini aku iren,,


Ooh ,,iren, kenapa baru telpon om tanyanya.


Aku sibuk om,, om aku minta nomor bank nya.soalnya aku ada sedikit rezeki.kulihat suamiku, dengan perasaan gembira, diapun bertanya padaku...


sayang, di mana buku bank nya??


" Itu di lemari.

__ADS_1


Iren ,entar om Whastaap saja ya.


Ok om. Panjang lebar suamiku, bertanya kepada keponakanya ,lalu di akhirinya panggilan tersebut. Diapun membuka aplikasi whastaap, dan mengirim nomor Bank nya pada ponakanya. Tidak menunggu waktu lama , transferpun masuk. Tidak banyak tapi Alhamdulillah bisa buat makan..


__ADS_2