Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
Adu Mulut


__ADS_3

suara jangkirik kini terdengar, pertanda malam semakin larut,,


seluruh penghuni dunia, kini terlelap terbawa mimpi, yang indah.di temani rintik"hujan yang turun membasahi bumi,.


...****************...


Oooh ,pagi yang cerah, tanah yang masih basah, tersiram hujan semalam panjang, membuat udara pagi terasa dingin, se'akan membuat mak makhluk bumi, tak ingin berpindah dari tempat tidur,,,


Tapi tidak dengan diriku, hawa dingin begitu menusuk persendianku,ku segerakan bangkit dari tempat tidur dam memulai aktifitas pertamaku, membuatkan secangkir kopi ke suka'an suamiku,,


Ayo, ayo bangun,gumamku yang membangunkan keluarga kecil ku,, tampak sachio dengan sigap lalu bergerak dengan cepatnya menuju kamar mandi,,begitupun dengan sang bapak,, aku yang melihat tingkah laku mereka tertawa terpingkal"


Setelah berganti pakaian sachio pun berpamitan, begitupun suamiku.


Sayang aku berangkat ya,, lalu kucium punggung tanganya tak lupa di ciumnya si Anak daranya...


Hati"di jalan, sambil melambaikan tangan,


Kini tinggalah diriku bersama arum,


Arum yang semakin hari makin lincah membuatku kewalahan, untungnya dia gak rewel cuman gak bisa diam aja,,


Uuh lelah bangat ya Allah,,


Tapi Alhamdulillah pekerja'an dapurku selesai juga, tinggal menjaga warung sambil bermain bersama Arum,,


Ku buatkan sebotol susu, dan ku tidurkan Arum, agar aku bisa berbaring juga..


Ternyata Arum gak pake nunggu lama, dia pun terlelap setelah menikmati sebotol susu..


Waaah, ni anak anteng bangat tidurnya..


setelah Arum tertidur,iseng iseng kubuka Aplikasi Facebook kulihat status bu Ratih, yang menyindir diriku...


** ketauan seumur hidup baru makan di luar, jadi sekalian ngangkut keluarga besar, memalukan. emotnya mengejek,,""


Aku yang melihat tujuan statusnya mengarah kepadaku dan merasa terhina,


Memang benar bu Ratih tidak menulis namaku di status nya itu, tetapi semalam,yang betemu aku di rumah makan hanyalah bu Ratih seorang.. Jadi jelas aku yang dia tujukan..


*Ku tunggu arum, bangun dari tidurnya,,


Dengan berteman kan Arum, ku beranikan diri mendatangi rumah Bu Ratih,, kali ini tanpa mengucapkan salam, entah setan apa yang merasukiku,,


Eeeh,

__ADS_1


bu Ratih, keluar kau,panggilku,


dia yang tau akan resiko perbuatanya, lalu keluar menemuiku, dan berpura pura bermulut manis,


Eeeh si Edel, kenapa teriak teriak..


Orang seperti ibu, tidak pantas di hormati selayaknya manusia, karena bu Ratih adalah iblis berwajah manusia,


apa katamu??


Aku berkata karena ini faktanya, kalau manusia tentu dia tau berbicara bahasa manusia,kata kata yang keluar dari mulut ini sudah tidak bisa ku kontrol,


Tanpa menunggu jawabnya ku, meghujamnya dengan pertanya'an selanjutnya,,


Maksud ibu apa menghina saya??


Siapa yang menghina kamu, tanya kepadaku, pura"tidak tau dengan pertanya'anku


Tidak usah pura"bu..


Status ibu menyindir aku kan???


Emang ada namamu,???


Karena cuman ibu yang bertemu aku semalam,.


Tetangga yang mendengar keributan, keluar dari rumah masing"


Tampak pak RT datang mendekatiku,


Nak Edel kenapa??


Sudah mari ikut bapak ke rumah dulu,, mari kita menyelesaikan dengan kepala dingin..


Aku pun mengikuti langkah pak Rt..


ku jelaskan semuanya kepada pak RT. Tampak pak Rt mengerti dengan penjelasanku..


Ali,,, tolong panggilkan bu Ratih.


Baik pak,,


Tak menunggulama,,


Tampak bu Ratih pun mengikuti langkah Ali, Ali adalah anak pak Rt..

__ADS_1


Pak Rt mulai berbicara,,


Bu Ratih, perbuatan ibu itu salah,,


Tidak boleh merendahkan orang lain,


Bu Ratih hanya terdiam, tapi dari raut wajahnya tampak menahan rasa malu,,


Ya udah, nak Edel memaafkan jauh lebih baik,


Aku sudah lama memafkan perbuatan Bu Ratih pak, tetapi tampaknya ,bu Ratih tidak menghargai kata kema'afanku, karena sudah sering kali dia berbuat menyakiti perasaanku pak Rt. Jawabku..


Pak Rt sekan tau, perbuatan Bu Ratih yang selalu ngegosip, hanya bisa menarik napas,,


Ya udah baiklah,,


kali ini adalah yang terakhir,anggap saja ini adalah yang pertama dan terakhir, jika ada keributan lagi di sini dengan orang yang sama terpaksa saya selaku Rt di sini akan melaporkan ke kantor polisi, biar jera , tegas pak Rt,


Bu Rt hanya diam mendengarkan kata"pak Rt.tak lupa bu Rt pun ikut berkata iya aku setuju...


sebentar lagi sachio pulang sekelah,


Pak,bu.. Aku pamit ya, soalnya sachio sebentar lagi pulang. sedangkan bu Ratih sudah lama pulang,..


Iya nak, hati hati ya nak, banyak sabar aja ya nak.tak usah tanggapi hal yang tidak penting, nasihat bu Rt kepadaku setelah saya melangkahkan kakiku...


aku pun menoleh dan mengagguk..


**dari kejauhan kulihat pintu rumahku terbuka..


Apa sachio sudah pulang???pasti anakku lapar, ku percepatkan langkah kakiku,


Sachio,,panggilku.


Iya ma,


Kamu sudah pulang nak??


Ayo makan dulu,


Iya ma,


Dia pun makan dengan lahapnya,


Sedangkan Arum yang tertidur di gendonganku,ku baringkan di tempat tidur......

__ADS_1


__ADS_2