
Malam semakin larut, aku tersadar dari tidurku.kulihat suamiku duduk termenung, sambil menikmati sebatang rokok.
**entah apa yang ada di pikiran'nya,sehingga sudah pukul 2 malam, dia masih saja duduk, aku mendekatinya dan berkata,
kok belom tidur sih,???
Aku gak bisa tidur,
Kenapa?
entah kenapa, saya kepikiran dengan masalah tadi siang.
Sudah' lah, lupakan semuanya, capek kalau kepikiran dengan itu semua ungkapku.
Tapi harga diriku, sebagai seorang suami, sudah di rendahkan oleh keluargamu,
Iya aku mengerti,
tapi setidaknya, gak usah kebawa sampe detik ini.
Entar kamu sakit, bukan mereka yang susah, tapi mereka malah senang, karena mereka, bisa membuat kamu terluka begitu dalam sayang.
Pokoknya, kita harus pergi dari sini,aku sudah tidak betah ,berada di sini, semakin kita sabar semakin harga diri kita di injak injak..
Iya iya, tapi kan musti tidur juga.
Ayo gih kita tidur..
Lalu di matikan nya cigaretek, dan melangkah menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri. Lalu diapun berbaring di samping sachio.
**Ooh, ya Allah, kenapa cobaan yg kau berikan ini begitu berat, hati kecilku bergumam.
__ADS_1
lalu ku kembali memajamkan mata, dan terlelap sampe azan subuh terdengar.
Ketika azan subuh berkumandang, kulihat suamiku terbangun dari tidurnya, dan menuju kamar mandi.
Diambilnya air untuk berwudhu, dan sesegera mungkin menunaikan sholat subuh, kami tidak berjama'ah,karena ruangan kosku begitu sempit ,terpaksa kami melaksanakan nya, masing masing..
Kulihat, ke arah suamiku,matanya sembab,mungkin dia mengingat kejadian itu. Dan akhirnya diapun menyelesaikan kewajibanya, kutanya kepadanya..
Kenapa menangis??
Tidak kenapa kenapa sayang,dia berusaha menutupi luka yg sengaja di goreskan oleh keluargaku.
Sungguh sedih nasibku ini,
Sedari ibuku, meninggalkanku, sampe dengan detik ini, keluargaku sendri, membenciku, layaknya seorang penjahat..
nasib ooh nasib, naluriku berkata..
...****************...
Mau kemana??
pagi pagi begini sudah rapi??
Mau jalan jalan saja, ya' kali aja ada pekerja'an, yang bisa aku kerjakan, supaya bisa ngumpul uang untuk bisa pergi dari sini gumamnya..
Aku yang merasa bersalah, dengan semua ini pun berkata padanya.
Iya deh, aku do'akan, semoga ada pekerja'an yang mau, menerima kamu sayang.
Iya do'akan aku ya,ungkapnya...
__ADS_1
**Pukul enam tiga puluh,suamiku bersama anaknya berangkat, dia yang mengantarkan sachio kesekolah,sekalian bertanya tanya,kali aja ada orang yang membutuhkan tenaganya..
...****************...
Aku yang menunggu, kedatangannya. dengan menyibukan diriku, mengurus rumah, kulihat dia kembali dengan senyuman.
Alhamdulillah sayang, aku di terima kerja,
Edel, yang bahagia mendengarnya, tidak banyak bertanya.
karena bagi Edel, mau kerja apa saja yang penting halal..
besok, aku sudah mulai bekerja, jam tujuh pagi sayang.
Ooh, ,,,ya sudah, yang semangat ya,
Iya dong, biar keluargamu terbuka matanya lebar lebar,kalau aku bukanlah lelaki pemalas, yang cuman manfa'atin tenaga seorang istri ungkapnya..
**
Malam ini, kulihat suamiku tidur lebih awal, karena esok adalah, hari pertamanya, masuk kerja..
Ku pandangi wajahnya, dengan perasa'an iba. Sungguh tega keluargaku, segitu bencinya mereka terhadap aku, dan suamiku..
Seperti biasa, suamiku bangun lebih awal dan menyiapkan dirinya, tak lupa dia membangunkan anaknya.
Lalu bersama sachio, mereka melangkah bersama sam,aku yang terharu, akan ke jadian, di pagi ini, tanpa sengaja aku meneteskan air mata.
Kulihat anak, dan suamiku. berjalan saling berpeggangan tangan, hatiku merasa bahagia.
Ya Allah, permudahkan pekerja'an suamiku ya Allah..
__ADS_1