Tak Salah Ibu Mengandung

Tak Salah Ibu Mengandung
. Hari yang lelah


__ADS_3

Hari hari, yang di lalui nya, bersama sang suami, begitu berat. dimana sang suami ,belum mendapat kan pekerja'an tetap, mana di tambah lagi, Sachio, sudah duduk di bangku SD. untungnya, sang anak tidak banyak menuntut, seperti anak anak seumuranya, kalau di kasih pengertian sang anak pun ,hanya bilang ,iya ma, iya pa.


Makanan sehari hari, hanya lah dari hasil menjual kecil kecilan ,yang untung nya tidak seberapa, tapi Alhamdulillah yang penting bisa makan.. dengan begitupun, kaluarganya, tak pernah, punya rasa iba, tapi mereka malah menghina,bisa apa dia, kalau mau hidup, sedangkan suaminya tidak ada pekerja'an. Hanya tau makan, tidur makan tidur..


Tapi sesungguhnya, mereka tidak mengetahuinya, bahwa Edelweis adalah wanita, yang paling beruntung, di dunia ini. Meskipun sang suami tak punya pekerja'an, bukan niatnya untuk bermalas malasan, tpi keda'an lah yang membuatnya, belom mendapatkan pekerjaan.


Meski sang suami, hanyalah tinggal di rumah, tapi semua pekerjaan rumah, kecuali, memasak, dan mencuci piring lah, yang tidak dia lakukan. sedangkan urusan makan si sachio saja, sang suami yg mengurus dan menyuapnya. Sungguh, beruntungnya aku, sebagai seorang istri gumam Edelweis di dadalam hati..


jika hendak kepasar, keduanya hanya berjalan kaki, tanpa memikirkan betapa lelahnya, jika berjalan kaki. Karena mereka menyadari, bahwa, mereka hidup serba kekurangan.


Hingga pada suatu pagi, sang suami, yang sudah mulai bosan, dengan mulut para penghinanya ,diapun berkata


Sayang, insha Allah, saya sudah, mendapakan pekerja'an, kita pergi ya dari sini??


Kemana?? kataku,


kemana saja, yang penting kita menjauh ,dari keluargamu. biar kita hidup tenang, tanpa mendengar omongan omongan, netizen. gumanya sambil tertawa kecil,


, aku yang mendengar, kata netizen pun ikut tertawa,


huuum,, seperti artis aja, pake kata netizen netizen segala..

__ADS_1


* pukul sepuluh tepat .Sachio akan pulang sekolah ,aku dan sang suamipun , bergegas melangkahkan kaki untuk menjeputnya pulang ke rumah.


di perjalanan ,saya dan arjuna nama suamiku.


sering berbincang,


kapan ya, kita akan berhenti, berjalan kaki?? Tanya nya kepadaku.


Entahlah kataku.


Tanpa terasa, tibalah kami di halaman, sekolah nya Sachio.


sesampenya di rumah, bapaknya menggantikan, seragam sekolah dengan baju rumah. Lalu , saya menyediakan makanan, se'alakadarnya.


terkadang ,kami hanya mempunyai sayur saja. Tapi sachio tidak pernah mengeluh, yang penting ada nasi, itu sudah cukup baginya, entah apa pun lauknya, itu tidak telalu penting bagin'nya..kerena baginya yang penting bermain..


tanpa terasa ,hari ini yang begitu panas, mulai memancarkan kemeraha'nya, pertanda matahari, akan segera pergi ke peraduannya. dan sang rembulan, yang akan menghiasi, langit di malam ini. Tanpa sengaja, aku mengambil bendah pipih, yang di tinggalkan arjuna, sebentar ke kamar mandi, ku buka status whstaap, di sana banyak sindiran, dari istri pamanku, terhadap suamiku, seketika itu pula, rasa kemarahan, yang sudah lama aku pendam, bekecamuk di dalam dada..


*banyak pertanyaan, yang ingin saya tanyakan, kepada mereka..


apa, dan mengapa, sampe mereka, begitu membenci, aku, dan suamiku.

__ADS_1


padahal kami hidup, tanpa belas kasihan, dari mereka. tapi mereka dengan se'enaknya menghina, dan merendahkan kami.


apa karena kami terlahir dari keluarga miskin???


Atau kami, sering meminta sesuap nasi, demi isi perut???


Apa yang mereka ingin kan dari kami???


*Ya Allah,, tanpa terasa titik titik, kecil yang tidak saya ingin kan, jatuh begitu saja.


Arjuna yang keluar, dari kamar mandipun, merasa heran, dengan diriku.


diapun mulai bertanya,


kamu,kenapa sayang?? Ada apa denganmu???


*kuhapus air mataku, dan ku jawab pertanya'an nya.


tidak apa apa, tiba tiba saja, kepala ku terasa berat..


tak ingin ku ceritakan kepada nya, kerena saya, tidak ingin dia memikirkan semua itu. Cukup aku saja, yang merasakan semua ini. Toh jika aku memberitahunya, aku takut kesabarnya akan habis..

__ADS_1


__ADS_2