
apa sih, maunya mereka, guman suamiku,, gak bosan bosan memfitnah, menggibah, tentang kamu, toh gak ada bukti, nya pula kalau memfitnah..
"Ish, ish, ish,,, heran aku dengan ibu"disini.
Biarin aja lah mereka seperti itu,
Capek, hari hari,musti berhadapan dengan mereka, ada baiknya di baik bakin,
eeh ,kalau gak ada maunya, ada aja yang mereka lakukan terhadap aku.
Ya'udah,
inshaa Allah bulan depan kita pindah kos aja,
Sakit kepala kalau di sini,
Iya sayang, cari yang lebih dekat dengan sekolah nya sachio.kasian hari hari jalan kaki.
Ya' udah nanti kalau aku sudah sehat, aku nyari kos yang baru buat kita.biar kita tenang dari gangguan para ibu iburempong, gumamnya
Hahaha,
serempong apa sih mereka tanyaku pada suamiku,
Au aah'katanya sambil tersenyum..
beberapa jampun berlalu.suamiku pun berkata, Alhamdulillah sudah sedikit lega ni kepala.
Ya udah istirahat aja dulu, sampe benar benar ,sehat.
ok, bu bos..
**************
Ke'esokan harinya suamiku, yang belom masuk kerja, berjalan mencari kos baru, untuk kami tempati.
Alhamdulillah, sebentr malam kita langsung pindah ya dari sini, biar tu ibu ibu,gak tau kita pindah
__ADS_1
Akupun mengiyakan maksudnya.
Dia pun membereskan pakaian, sedangkan aku, membereskan peralatan rumah tangga yang akan kami bawa. Tepat jam 10:00 malam kamipun keluar membawa pelan pelan, barang barang yang akan kami bawa,
Untungnya ,pakaian nya tidak terlalu banyak jadi mudah membawanya.
Dan malam ini kamipun tidur di kos yang baru,
...****************...
Suasana baru, di kos yang baru, semoga di sini, kami tidak mendengarkan omongan yang seprti di kos yang lama.
Eeeh,,
ada penghuni kos baru to rupanya, sebut saja namanya Ani, gadis yang cantik...
Eeeh iya de,,
Mba, tu si kecil siapa namanya??
Ìih nama yang bagus, sini main sama kak,
Sachio yang merasa di ajak lalu melihat ke arahku.
Ayo nak main sama kakak..
kerja di mana dek, tanyaku,
di Bank Mba.
ooh, dah lama tinggal di sini,
masih berapa minggu yang lalu jawabnya..
Mba, boleh aku ajak Sachio main bersama aku, tanyanya kepadaku.
Boleh dek, kalau sachionya mau.
__ADS_1
Lalu diapun bermain bersama Sachio
Seminggu di sini Alhamdulillah tidak ada yang aneh" karena penghuni kos di sini orangnya ramah"
Dan hari ini, aku hendak berbelaja kepasar, ku langlahkan kakiku menuju kepasar, setelah sampe'nya di pasar kulihat bu Ratih sedang memilih sayur. Lalu ku bejalan menghindarinnya.bukanya takut cumn aku ingin menghidari mulut ghemass nya itu..
Berbalik arah menjauhi bu Ratih, eeeh malah ketemu tanteku,,
Dia yang melihat ke arahku, lalu mulai menyindir. Heran aku ya sama ni orang, pergi tanpa pamit ke di kejar setan, karena merasa aku yang di tujukan, lalu ku menjawab, tante gak pernah bosan ya, mengganggu hidup aku, apa sih maunya tante,
Apa tante senang melihat aku mati dulu??
Iiih siapa juga yang bilang kamu,,
Bu Ratih, dan yang lainya lalu melihat ke arah aku dan tanteku.
Itu barusan bilang ke aku, disini kan tante yang kenal sama aku, terus kalau bukan ke aku tujuannya lalu siapa yang tante tujukan?? Tanyaku
bu Ratih, yang tadinya cuman melihat kini ikut menjawab.
Sekarang pindah tempat tinggal, karena suka ngegosip, kasian di usir tetangga ya rupanya,,
Eh, bu. kalau ngomong jangan ikut mulut punya mau.. Yang tukang ngegosio, tukang rempong itu, ibu sama kroni kroni nya..
lagian suka suka,aku dong mau pindah kemana, toh bukan kalian juga yang ngebayar kosku.
Tanteku semakin murka. Dasar anak tak tau diri,
Akupun, terpancing dengan omonganya,
Apa kata tante??? Tante selama ini, aku menghargai tante,aku menghindar, bukan berarti aku takut, tapi karena rasa kemanusia'anku, dan rasa hormatku, lebih besar di bandingkan, rasa ke egoisanku gumamku,
dengan perasaan yang ber kecamuk di dalam dada..
Aku yang tidak ingin, memperpanjang perdebatan ini, lebih baik mengalah, dari pada meladeni ,omongkosong yang tak ada habisnya..
Ya Allah, sebenarnya aku malu, dengan orang orang, yang melihat aku, tapi karena ingin membela diri, ku buang rasa malu itu, dan akhirnya, aku juga, yang memilih mengalah..
__ADS_1