
H-1 NOEL MEMULAI KERJA
"Selamat pagi pak,,,!!" sapa seluruh karyawan perusahaan NE kepada Noel dan papanya...
"pagi....!!" sapa Noel dan papanya kembali kepada para karyawan ketika mereka memasuki area dalam perusahaan.
"Noel,,, kamu sudah yakin dengan keputusan kamu ini?!" tanya papa Noel kepada Noel sambil berjalan menuju lift.
"Aku yakin pah,, papa gak usah khawatir...
aku sudah belajar semua urusan perusahaan saat di Amerika tiga bulan yang lalu!!" kata Noel dengan tegas kepada papanya.
"Papa hanya khawatir kamu akan sangat sibuk sampai melupakan urusan menikahi nantinya!!" kata papa Noel dengan sedikit khawatir.
"Pah...
sudah ku bilang jangan di bahas dulu...
aku hanya ingin membuktikan diriku terlebih dahulu di hadapan papah dan orang tua Shania kalau aku adalah lelaki yang pantas untuknya nanti....!!
Sementara itu sekarang tugas aku harus giat bekerja untuk mempertahankan kualitas perusahaan kita ini pah!!" jelas Noel membuat papahnya kaget.
Papah Noel memang sudah tau tentang hubungan anaknya dengan wanita yang anaknya cintai.
pantas atau tidak hanya Noel yang bisa memutuskan,,,
dan apapun yang Noel lakukan akan selalu didukung oleh kedua orang tuanya..
papah Noel tau bahwa putranya suatu saat akan tetap menggantikan posisinya sebagai direktur utama perusahaan NE yang di bangunnya 20 tahun lalu.
Makanya papanya membiarkan untuk sementara Noel pada saat bersama Shania untuk bersantai menikmati masa muda dan jatuh cinta.
Agar suatu saat ketika dia benar-benar di haruskan menggantikan papanya memimpin perusahaan noelpun tidak akan merasa kaget atau syok dengan kerjaan yang selama ini papanya kerjakan.
#Sampailah keruangan meeting
Semua mata tertuju pada Noel saat ini di dalam ruangan meeting yang bukan hanya para investor saja yang datang melainkan banyak partner pimpinan perusahaan lain yang datang menghadiri acara pelantikan pemegang perusahaan yang baru.
Bukan hanya itu,, ternyata arfin,papanya arfin,dan Pak Prapto yang adalah papa dari Shania pun datang ke meeting tersebut bersama dengan calon menantunya Geri.
"Apa-apaan ini,,,?? Noel adalah yang akan menjadi pengganti pak Heri Ermawan seorang pendiri perusahaan NE terbesar ini selama 20tahun??!! hah yang benar saja!!!?" gumam pak Prapto yang terkejut.
Mata pak Prapto terbelalak saat tahu bahwa pemimpin perusahaan yang baru akan menggantikan pak Heri Ermawan adalah Noel.
Selama ini Noel selalu berpenampilan sederhana kala mengantar dan menjemput Shania ketika bekerja,,,
Noel selalu menggonceng Shania dengan motor king yang menurutnya seperti anak berandalan tidak jelas...
__ADS_1
Kini penilaiannya pun salah,,, keinginannya untuk menikahkan putrinya dengan Geri si playboy itu sedikit memudar...
Geri yang melihat mimik wajah calon mertuanya itupun mengernyitkan dahi dan mulai menerka-nerka "Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa pak Prapto terkejut seperti maling tertangkap basah?" gumam Geri sambil melihat kembali calon mertuanya itu.
"Selamat pagi semua,,, saya Heri Ermawan selaku pendiri dari NE group akan memperkenalkan seorang penerus yang akan memimpin menggantikan saya mengurus perusahaan yang sudah saya urus selama kurang lebih 20 tahun...
Ini dia yang tidak bukan dan tidak lain adalah Putra Sulung saya Noel Ermawan...!!" kata Pak Heri sambil bertepuk tangan.
"Apaaaa??!!! Noel adalah anak dari Heri ??? yang benar saja ??!" kaget pak Prapto kembali namun hanya bisa berkata dalam hati saat mengetahui bahwa Noel adalah putra dari pendiri perusahaan NE.
"Bodohhhh!!!! dasar bodohhh!!! kenapa malam itu aku tidak bisa menjaga lisanku !!! bagaimana ini??? apakah Noel masih mau kembali bersama Shania ???!!!" gumam pak Prapto sambil mengepalkan tangannya dan merasa sedikit menyesal dengan apa yang telah dia katakan kepada Noel di acara Kayra semalam.
Selama meeting berjalan, Prapto pun merasa sangat gelisah,,
Bukan takut tidak mendapatkan keuntungan dari perusahaan NE,,,
Tapi melainkan merasa takut kalau saja Noel marah dan membalas semua perkataan Prapto selama ini saat Noel bersama anaknya.
Sudah tidak tau berapa banyak makian dan cacian yang di terima Noel dari Prapto selama ini pikirnya.
"calon mertua??! Ada apa??! apa anda baik-baik saja??!" panggil Geri yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik dari Prapto hingga membuat Prapto tersadar dari lamunannya.
"Ahh,,ehh, gakpapa ... saya gakpapa... hanya saja saya kurang konsen untuk hari ini.. sepertinya saya harus kembali kerumah setelah meeting selesai !!" kata Prapto dengan nada sedikit datar.
Sementara dari kejauhan, Noel juga sedari tadi memperhatikan wajah Prapto yang sedang melakukan dirinya.
"Jika saja aku tahu,, selama ini apa yang menjadi masalahku dimatanya...
Mungkin sangat mudah untuk tidak di caci seperti sebelumnya oleh pak Prapto...!!" lanjut gumamnya sambil memalingkan wajah berpura-pura mendengarkan penjelasan perkenalan pekerjaan lanjutan dari partner kerja perusahaan lain.
"Ya untuk hari ini... meeting kita sampai disini saja dulu,, kalau ada yang masih kurang puas dengan keputusan saya... kalian bisa mengangkat tangan sebelum kita kembali ketempat masing-masing...!!" kata pak Heri dengan tegas mengakhiri sesi meeting kali ini.
Tak ada yang merasa keberatan, semua setuju dengan keputusan pak Heri hanya bisa tersenyum lalu memutuskan untuk bubar dan kembali ke tempat masing-masing.
Setelah berjalan keluar,, Tiba-tiba seseorang menyapa Noel dengan segera.
"Permisi,, pak Noel.... maaf apa kita bisa bicara sebentar??!" tanya pria paruh baya tersebut yang tidak lain adalah Prapto ayahnya Shania.
Sambil sedikit berpikir tanpa berlama-lama Noel pun menjawab dengan tegas "bisa,, saya punya waktu senggang sekitar 20menit dari sekarang,, mari kita bicara di ruangan saya pak!!" kata Noel sambil mengajak Prapto ke ruangannya.
Geri yang sedari tadi memperhatikan calon mertuanya itu mulai berpikiran bahwa ada yang tidak beres dengan kelakuan calon mertuanya itu.
Geri memutuskan untuk mengendap-ngendap mengikuti calon mertuanya itu sampai di depan ruangan Noel.
"Ada urusan apa bapak meminta untuk bertemu saya?!!" tanya Noel dengan tegas.
Dalam hati Prapto, tidak pernah didapatinya seorang Noel yang dahulu adalah kekasih anaknya bisa setampan dan segagah ini mengenakan pakaian stelan jas yang rapi dengan status sebagai pemimpin tertinggi perusahaan ternama kedua setelah perusahaan yang di miliki oleh Arfin suami dari teman dekat putrinya tersebut.
__ADS_1
Baginya selama beberapa menit yang lalu mencoba mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan Noel adalah sesuatu yang sangat sulit.
Rasa malu dan bersalah menyelimuti pikiran Prapto yang selama ini memandang rendah seseorang hanya dari penampilannya saja.
"Ma...maafkan saya nak Noel,,, saya menyesal selama ini sudah melakukan banyak kesalahan kepada anda!!" kata Prapto sedikit terbata-bata menahan malu dan rasa bersalahnya.
"Pak Prapto datang kesini hanya untuk meminta maaf kepada saya??!
Setelah semua yang bapak lakukan kepada saya??!
mencaci ??
memaki??
atau karena saya dengan penampilan sederhana saya tidak pentas bersanding dengan anak bapak??
kesalahan yang mana bapak ingin saya maafkan???!"
jawab Noel dengan nada datar menahan kesabarannya agar tidak terlalu meledak,,
meskipun rasa hatinya sudah sangat berkecamuk ingin kembali memaki ayah sombong dari kekasih tercintanya itu.
"Ma...maafkan saya nak Noel atas semua kesalahan saya dahulu kepada nak Noel!!" lanjut kata Prapto sambil sedikit memasang wajah menyesal.
Seseorang di balik pintu ruangan itu yang mendengar percakapan dari kedua orang didalam itupun sangat terkaget-kaget dengan apa yang di dengarnya.
"Huhh,ternyata benar kata papa...
Prapto hanya akan menjilat seseorang yang jauh memiliki kekuasaan dan harta berlimpah ketimbang orang lain yang setara dengan ya .. !!!"
kata Geri memaki Prapto habis dalam hati.
Tanpa berlama-lama mendengar percakapan kedua orang tersebut,, dengan kesal geripun kembali ke perusahaannya untuk mengadukan semua yang dia dengar tadi kepada papanya.
#Sesampainya di kantor Geri
"pah... ternyata apa yang papa bilang itu benar??!" kata Geri sambil duduk di sofa ruangan milik papanya tersebut.
"Maksud kamu??!!" tanya papa Geri dengan sedikit penasaran dengan apa yang di katakan anaknya itu.
"Sebaiknya papa percepat membuat bangkrut Prapto sebelum dia mengalihkan sebagian sahamnya kepada Noel,,
pimpinan dari NE group saat ini....
Dia adalah mantan kekasih dari Shania anak Prapto yang dia jodohkan denganku itu!!!"
kata Geri sambil membakar rokok yang berada di tangannya tersebut lalu menghisapnya dengan perlahan.
__ADS_1
bersambung....