
"Terima kasih nak Noel,,, saya berhutang Budhi sama anda,,, saya sadar seharusnya tidak memisahkan kalian berdua dan menjodohkan Shani kepada anak kurang ajar seperti Geri....!!" kata Prapto dengan menundukkan kepalanya karena malu kepada Noel yang selama ini di anggapnya adalah berandalan.
"Kalau bapak bersedia merestui hubungan saya dan anak bapak shania,,, saya bisa memaafkan bapak... tapi apa bapak siap dengan apa yang nanti di lakukan oleh Heri dan papanya....?" tanya Noel serius.
"Saya mencintai anak pak Prapto dengan hati saya... selama ini demi dia saya rela melakukan apa saja... saya bisa menerima kalau Shania di jodohkan dengan pria yang jauh lebih baik dari saya dan mampu membahagiakan dia... tapi saya cukup gak terima kalau pria sebejat Geri yang akan menjadi pengganti saya di hidup Shania....!" lanjut Noel.
"sayang.... tolong biarkan papa bicara dan maafkanlah dia...!!" bujuk Shania kepada Noel.
"Saya sudah siap kehilangan semua aset yang nantinya akan di tarik oleh papa Geri... namun apakah dengan restuku kamu akan membahagiakan anakku ini dengan sepenuh hati mencintai nya??... saya akan restui kalian berdua..papa minta maaf Shania... papa selama ini terlalu egois memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan mama dan dirimu sayang...!!" kata Prapto tak kuasa menahan air matanya yang seketika itupun langsung terjatuh..
"Pah... Sania sudah memaafkan papa ... jangan menangis lagi pa.... Sania sayang sama papa dan mama.... Sania tau papa gak maksud melakukan ini semua kepada Sania...!!" kata Sania memeluk papanya dengan erat.
"Noel,,, lindungilah dan cintailah anak Perempuanku satu satunya ini seperti aku dan mamanya mencintai dia... berjanjilah akan selalu setia sampai mati dengannya!!" kata Prapto yang melepas pelukan Sania dan beranjak ke dekat Noel.
"Saya berjanji... saya akan selalu setia mendampingi Sania sampai kapanpun... sampai mati... bahagianya adalah bahagia saya... begitupun sedihnya maupun dukanya..
saya akan selalu mencintai dirinya lebih dari apapun didunia ini pak!!" kata Noel menatap mata Sania dan sesekali mengalihkan padangan ke arah papanya Sania..
Setelah lama berbincang..
Akhirnya Prapto memberikan sebuah keputusan akan menikahi anaknya dengan Noel.
Semua pembahasan mengenai acara lamaran akan segera di siapkan oleh kedua belah pihak.
Arfin dan Kayra pun turut bahagia mendengar pernyataan dari pak Prapto.
Mereka merasa sangat bahagia sahabat mereka berdua akan menikah.
perencanaan lamaran akan disegerakan lusa nanti.
"Kita akan mempersiapkan acara lamaran secepat mungkin...!!" kata Noel kepada pak Prapto.
"Baiklah... sebutkan tanggal berapa kau akan datang melamar putriku nak...?" tanya Prapto.
__ADS_1
"lusa...!!" kata Noel dengan tegas sambil menggenggam erat tangan calon istrinya itu.
"Secepat itu Noel??" kaget Sania merasa terpukau.
Kayra dan arfin tidak kaget karena segala rencana adalah mereka yang mengaturnya.
"Om gak perlu khawatir,, aku akan bantuin Shania mempersiapkan semuanya... !!" kata Kayra.
"Tapi kayy ... gimana dengan anakmu nanti pasti kamu akan kerepotan....!!" kata Shania.
"Tenang saja.... anakku pintar... dia akan dijaga sama Oma opanya... dia juga sudah mulai mengkonsumsi MP ASI... jadi aku rasa sudah tidak ada masah...!!" jelas kayra dengan penuh keyakinan.
"Kamu yakin sayang mau bantu urus persiapan lamarannya Sania??" tanya arfin penasaran.
"Kamu tenang aja sayang... aku bisa ngehandle semuanya ... apa sih yang tidak buat kedua sahabatku ini...!!" kata Kayra mengedipkan mata pada arfin.
"Ya sudah gakpapa asal kamu bahagia aku juga bahagia sayang....cup😘!!" kata arfin sambil mendaratkan ciuman ke kening kayra tanpa malu malu.
"Heeyyyy .... tolong donkk... yang mau nikah nih kita... kalian jangan mesra-mesraan di depan kita donkk.... bisa-bisa kita mempercepat Pernikahan 💒 kita ini....!!" gerutu Shania kesal dengan kelakuan kedua sahabatnya itu.
"Yah yah.... kalau begitu kita percepat lamarannya jadi besok!!!" kata Noel dengan tegas membuat semua orang didalam rumah Shania melototkan mata mereka seolah kaget mendengar keputusan Noel secara tiba tiba.
"Noellll..... kamu serius mau di percepat jadi besok lamarannya ???!" tanya kaget Shania.
"Yaphh... demi kamu apa aja bisa aku lakukan,, termasuk mempercepat pernikahan kita... sepertinya kamu udah gak sabar deh karena mereka berdua....!!" kata Noel mencubit pipi Shania..
"Auuu sakittt... dasar kamu!!" keluh Shania merasakan sakit di pipinya bekas cubitan dari Noel.
Setelah menyelesaikan urusan mereka.
maka bertiga di rumah Shania.
mereka pun kembali kerumah masing masing.
__ADS_1
Sesampainya di rumah,, Noel bertemu dengan mama dan papanya.
"Assalamualaikum mah pah.... ada yang mau aku omongin!!" kata Noel sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"waalaikumusallam kamu mau ngomong apa sayang? apa ada masalah di kantormu ? atau ?" tanya papa Noel pak Heri.
"Iya sayang.... kamu mau ngomongin apa tumben serius banget?!!" kata mama Noel sambil berlalu duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
"Pah mah.... aku akan melamar Shania besok !!" kata Noel tegas.
"Appaaaa???! besokkk??!!!" kaget kedua orang tuanya hingga mereka berdua pun membuka matanya sangat lebar.
"iya mah pah... ini sudah keputusanku....semuanya akan di urus dan di bantuin sama arfin dan Kayra...!!" kata Noel sambil meregangkan tubuhnya yang sedikit pegal.
"Apa tidak terlalu terburu-buru....???
lalu bagaimana dengan tunangannya itu Noel...??!
dan juga bagaimana bisa Prapto membatalkan pernikahan anak perempuannya ??"tanya papa Noel dengan heran.
"Papa dengan mama gak perlu khawatir... urusan pernikahan mereka telah batal....aku sudah memutuskan akan menarik investasi saham yang kita berikan kepada mereka 70% ... aku gak mau mereka mendapatkan keuntungan lagi dari NE group karena telah menghina calon istriku pah...!!" kata Noel dengan tegas.
"Kamu ini kalau sudah bilang A ya harus A...ya sudah kamu atur saja... tapi tolong jelaskan kepada papa dan mama apa yang terjadi sampai mereka membatalkan pernikahan yang akan berlangsung Minggu depan??" tanya apa dan mama Noel dengan serius.
"Jadi begini pah mah....
Noel pun menjelaskan apa yang terjadi se detail mungkin dari awal hingga akhir kejadian yang sesungguhnya.
"Oh jadi begitu ceritanya....!! kalau memang kamu mau mempersiapkan lamaran untuk Shania ... papa dan mama akan merestui.. dan mengikuti apapun kemauan kamu... tapi ada satu hal yang pastinya papa perlu kasih tau sama kamu.
Papa Shania pasti akan bangkrut jika dia menerima kamu sebagai menantunya,, karena Geri dan juga ayahnya orang yang sangat keras kepala dan tidak punya hati...!!"
kata papa Noel dengan tegas.
__ADS_1
"papa tenang saja... aku gak akan biarkan hal itu terjadi....!!" jawab Noel dengan percaya diri.
bersambung...