TAK SENGAJA DI TIDURI OLEH SUAMI SENDIRI

TAK SENGAJA DI TIDURI OLEH SUAMI SENDIRI
LAMARAN


__ADS_3

~ Persiapan Lamaran


"Semua sudah siap??!" tanya papa Noel.


"Sudah pah... mama kemana pah ??" tanya Noel.


"Mama masih dikamar siapin hadiah seserahan yang akan dia kasih khusus dari mamamu sendiri buat calon istrimu...!!" kata papa Noel.


"oh ya udah pah... aku temuin mama dulu di kamar... koq mama lama sekali...!!" kata Noel sambil bergegas jalan menuju kearah kamar mamanya.


Sesampainya Noel di kamar orang tuanya,, didapatilah sosok ibunya yang sedang menangis...


"Astagfirullah mah.... mama kenapa menangis ?? apa mama tidak merestui hubunganku sama Shania ?? sampai sampai mama menjadi seperti ini??" tanya Noel agak panik.


Melihat kehadiran anaknya, mama Noel pun menggelengkan kepalanya perlahan.


"Mama setuju dan merestui....


hanya saja mama sedang terharu..


Rasanya tidak percaya saat ini kamu sudah akan melamar wanita yang kamu cintai...


Padahal rasanya baru kemarin mama merawat dan menimang kamu sayang...!!"


kata mama Noel sambil memegang kedua wajah putra tampannya tersebut.


"Dan lagi mama melihat kamu sungguh sangat tampan seperti papamu dahulu...


Seakan akan mama saat ini seperti menyaksikan papamu yang sedang ingin melamar kembali mama....


Mama bangga punya kalian sayang...


Dua pria dalam hidup mama yang mirip dan paling mama cintai saat ini salah satunya sudah akan pergi melanjutkan kehidupan yang baru....


Mama hanya pesan satu sama kamu sayang,,


Jangan pernah menyakiti hati wanita,,,


sekalipun dia berbuat salah...


tegurlah dengan lemah lembut...


tanpa kamu menguasainya dengan k


ata kata yang kasar...


Bahagiakan dia lebih dari apapun...


ajari dia tentang kebaikan...


mama pun akan menyayanginya dengan setulus hati karena itu adalah pilihanmu sayang....!!"


Kata mama Noel sambil menitihkan air matanya kembali.

__ADS_1


"Mah,,,, aku juga bangga bisa lahir dan menjadi anak mama dan papa...


Selama ini aku tidak pernah ingin membuat mama menangis...


Aku tidak menyangka kalau hari paling bahagiaku justru membuat mama menangis..


Tapi aku berjanji akan selalu mengingat pesan mama dan papa...


aku akan selalu mengunjungi mama dan papa ketika sudah menikah...


Mama jangan khawatir dan bersedih...


aku sangat menyayangi mama...!!!" kata Noel sambil menghapus air mata mamanya dan mengecup kening serta memeluk erat mamanya.


Rasanya kedua ibu dan anak itu tidak ingin melepas kan kasih sayang yang sudah ada.


Namun demi kemandirian sang anak mama Noel pun harus ikhlas anaknya dimiliki wanita lain...


saat ini dia harus menerima posisinya sebagai orang paling penting nomor satu dalam hidup anaknya tergeser menjadi nomor dua.


Setelah saling menenangkan mereka berdua pun langsung saja pergi ke luar dari kamar dan menemui papa Noel.


"Mah ... kenapa mama lama sekali...??"


tanya pak Heri.


"Mama sedang cari cincin berlian pemberian dari Almarhumah ibunya papa...


mama ingat dahulu ketika lamaran almarhum ah sendiri yang memberikan dan memakaikan cincin ini untukku...


akan ku wariskan keindahan dan ketulusanku sebagai mertua wanita kepada menantuku nanti pah...!!" seru mama Noel sambil memperlihatkan cincin berlian yang akan di berikan kepada calon menantunya Shania.


~Disisi Lain


Shania sudah berdandan dengan cantik,, memakai gaun biru berbentuk tubuh namun tidak begitu ketat dan sopan.


"Shani,,,kamu sudah siap nak??


sedikit lagi keluarga Noel akan kemari....!!"


kata pak Prapto yang datang mengetuk pintu kamar Shania.


"Masuklah pah... sedikit lagi aku akan selesai.. tapi bisa kah papa membantuku mengaitkan pita ini untuk menjepit rambutku bagian belakang??!!" kata Shania yang menyuruh papanya masuk.


tak berapa lama pintu pun terbuka dan prapto menghampiri anak gadis semata wayangnya.


Tak disangka bukannya langsung mengaitkan pita tapi malah menatap penampilan putrinya yang sangat anggun pagi itu.


Tanpa sadar bulir air mata mengalir perlahan mengikuti garis wajah di bawah mata Prapto sehingga membuat Shania yang melihatnya terkejut.


"Pah...papahh... papa kenapa?? disuruh ngaitin pita koq malah nangis ??" tanya shania...


Tak berapa lama mama Sania keluar dari kamar dan akan masuk kedalam kamar Sania.

__ADS_1


dilihatnya suami dan anaknya yang saling bercakap namun terlihat raut kesedihan di wajah suami dan anaknya.


"Shania .... papah... kalian sedang apa?? didepan sudah datang Noel dan keluarganya... kalian malah lama-lama di kamar kasihan nanti mereka menunggunya kelamaan!!" kata mama Shania yang sengaja memecah suasana haru diantara ayah dan anak tersebut.


"Ahh iya... papa minta maaf mah... papa mau mengaitkan pita Shania... tapi karena melihat putri kita sangat cantik dan sangat mirip denganmu... jadi aku sedikit terpukau melihat nya... jadi teringat masa masa muda kita berdua...hahaha!!" kata Prapto menyadari harunya tersebut sambil mengambil tisu dan mengeringkan mata dan pipinya yang basah.


"Papah...papah... apa iya papa sempat ingat sama masa muda kita.. selama ini papa terlalu sibuk mengurus pekerjaan sampai-sampai apapun yang mama dan Shania lakukan papa sama sekali tidak perduli...


Sekarang anak kita satu satunya akan dilamar oleh lelaki yang di cintai nya...


Mama harap kamu bisa menghargai suami kamu nanti...


jangan terlalu banyak menuntut sayang...


Secinta apapun seorang pria kepadamu,,


jika kamu terlalu banyak tuntutan...


dia pasti akan berubah haluan...


ingat nak... cintai suami dan mertuamu seperti kamu mencintai papa dan mamamu ini....ya...!!" pesan mama Sania yang langsung menuju kearah Sania dan membantu suaminya memakaikan pita di rambut Shania.


"Iyah ma ... pah.... aku gak mau malu maluin kalian dan dianggap sebagai wanita tidak terdidik...


Aku hanya ingin ketika aku sudah menikah kalian berdua selalu sehat dan rukun...


aku sayang sama kalian berdua pah mah...!!" kata Shania yang sudah mau menangis namun sebisa mungkin dia tahan tangisnya.


"Kalau begitu ayo kita turun....


Calon suami dan calon mertuamu sudah menunggu...jangan coba coba menangis karena nanti wajahmu akan berantakan ...!!" kata mama Sania dengan senyuman ramah dan menuntun Sania untuk berdiri.


"Ayo pegangi tangan papa!!" kata Prapto kembali tersenyum ramah pada Shania.


Merekapun melangkah membuka pintu kamar dan bersama menuruni anak tangga di rumah mereka tersebut.


Disana bukan hanya Noel dan ayah ibunya...


tapi juga ada kayra dan arfin beserta keluarga besarnya juga yang datang...


Semua tertegun melihat ketiga orang tersebut menuruni tangga...


Lebih tertegun melihat yang akan di lamar.


"Cantik sekali calon istrimu hari ini sayang....!" bisik mama Noel.


"Iya ma... dia bidadari yang di ciptakan untuk Noel miliki... bukan hanya penampilan...tapi hatinya juga sama...!!" balas Noel berbicara pelan namun masih terpukau dengan penampilan calon istrinya tersebut.


"Selamat pagi semua maaf sudah menunggu lama... !!" kata pak Prapto dan istrinya ...


Shania hanya tersenyum kepada semua tamu undangan...


Suasana bahagia pun menyelimuti kediaman Shania ....

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2