
Shania yang kesehariannya selama beberapa hari di rumah saja menerima perawatan tubuh khusus untuk persiapan pernikahannya pun tidak pernah lupa mengabarkan segala aktifitasnya kepada calon suaminya itu.
Begitu pula Noel,, Noel selalu menantikan kabar dari kekasih hatinya itu...
Jika Shania terlambat menghubunginya atau tanpa sengaja tidak mengangkat telponnya,, maka Noel akan segera menghubungi telpon rumahnya.
Kalau telpon rumah kan deringnya keras,,
Jadi bisa saja seisi rumah tau bahwa ada panggilan telpon, sedangkan kalau handphone,, kadang kala kalau tertinggal di kamar lalu ada panggilan pasti jarang kedengaran dari luar kamar.
Shania hari ini berkegiatan untuk menyiapkan gaun pengantinnya.
"Tidak terasa... Besok aku akan menikah dengan pria yang aku cintai....
Aku sangat bahagia sekali...!!" Gumam Shania sambil menyisir rambut panjangnya di depan kaca cermin.
"Tok...TOkk...tokk...!!
bunyi ketukan pintu.
"Siapa ??!!" tanya Shania kepada si pengetuk pintu.
"ini gue Shan....kayra woe...!!" kata Kayra di Balik pintu kamar Shania.
"Masuk aja gak ke kunci....!!" kata Shania mengijinkan kayra masuk.
Kayra pun mengindahkan tawaran Shania untuk masuk ke kamar pribadinya.
"Ra.... elo sendirian ??" tanya Shania.
"Mata Lo buta ?? nih Ama anak gue... kagak liat Lo ini ada bocil??" jawab Kayra ketus.
"Iya gue tau Lo kemari Ama anak Lo!!
yang gue maksud Lo kesini siapa yang anteri...?" tanya Shania lagi.
"Gue di antar laki gue lah.. Papanya baby khay...!!" jawab kayra
"Ya elahhh gue pikir sama siapa...
ya udah sini bawa ponakan cantik gue...
mau gue timang bentaran...
siapa tau habis nikah gue langsung hamil...
hihihi ...!!" seru Shania.
Kayra pun membawa baby khay ke pangkuan Shania yang masih berada di kursi meja rias.
"Sini...sini... aduhh...duhh... cantiknya ponakan aunty... pengen cepet-cepet buat satu kayak gini deh.... muachhh...!!" kata Shania dengan bahagia menimang baby khay yang sedang bangun,,
Shania berharap kehidupan pernikahannya bisa berjalan mulus tanpa adanya Lika liku yang rumit...
Membayangkan saja sudah begitu bahagia duduk bersanding di hari esok nantinya bersama kekasih hatinya yang selama ini juga menjadikan Shania sebagai pujaan hatinya....
__ADS_1
"Shan,, Lo udah nyiapin semua buat besok nih??!" tanya kayra serius.
"Sudah donk....!! kan ada mama juga papa... semua sudah di siapin dengan sematang-matangnya...
jadi Lo gak perlu khawatirin gue Ra...!!" kata Shania menenangkan pikiran kayra.
"kamu yang mau nikah aku yang deg degan nih.... serasa besok aku yang mau nikah lagi hahaha!!" kata Kayra narsis.
"Eh gila lu... emang dulu Lo nikah Ama laki Lo si arfin gak deg degan gitu??" tanya Shania serius.
"Ya kan Lo tau sendiri... bedalah rasanya pernikahan yang udah di siapkan dengan matang dan yang dadakan... Lo sendiri tau pernikahan gue masuk dalam kategori pernikahan macam apa...
Tapi pas ijab ada sih deg degannya...
Lebih deg degan lagi pas malam pertama gue njirr....!!!" kata Kayra yang menceritakan kisahnya dahulu yang akan menikahi arfin dengan mendadak.
"Hahahaha... itu mah emang sudah takdir Lo Ra... syukuri aja... lagi pula hidup Lo sekarang udah lumayan enak kan...??" tanya Shania sambil sibuk mentoel toel hidung si baby khay yang di lihatnya sedang tersenyum mendengar dirinya bercerita..
"Iya sih gue bersyukur... udah dapat anak cantik.... dan juga dapat suami ganteng dan baik... belum lagi mertua yang pengertian..
Sungguh memang gue sangat dan sangat beruntung sekali....!!" kata Kayra sambil tersenyum penuh syukur.
"Gimana nanti ya dengan kehidupanku setelah menikah...??
Noel pasti gak bakal biarin gue kerja lagi...
Gue memang suka kerja tapi jujur sebenarnya gue pengen banget berhenti dan bersantai sedikit....
Selama ini buat menggantikan posisi papa di perusahaan,, gue selalu berusaha dan terus berusaha buat belajar memahami situasi perusahaan..
"Shan,, kalau memang itu yang kamu mau yah lakukan...
Orang tua kamu pasti juga gak bakal maksain kamu koq,, yakin deh sama ucapan gue..
Apalagi sekarang Lo udah mau jadi nyonya Ermawan kedua...
Gue yakin...
orang tua Lo bakalan paham dan mengerti...!" kata Kayra sambil menepuk bahu sahabatnya tersebut agar membuatnya lebih yakin dengan tujuan hidupnya.
"Kalau memang begitu...
gue akan coba nanti beritahu papa tapi setelah gue menikah...
gue ingin bertanya juga sama Noel biar lebih yakin dengan keputusan gue nantinya Ra...
Makasih ya Ra... selama ini lo selalu ada dan memberi gue banyak nasihat dari pengalaman hidup Lo...
Gue rasa Lo gak pantes hanya menjadi teman Deket dan sahabat ..
Lo lebih di hati gue seperti seorang sister bagi gue....!!!" kata Shania dengan tatapan penuh rasa bahagia dan bersyukur memiliki sahabat seperti Kayra.
"Ia Shan ... sama-sama...
pengalaman hidup itu harus di bagi Shan...
karna kamu sahabat aku,, jadi aku sayang sama kamu dan hanya ingin melihatmu bahagia...
tidak ada sahabat yang ingin sahabatnya sedih dan menderita...
__ADS_1
Aku harap,, kamu bisa berpikiran jauh lebih dewasa ketika sedang menghadapi banyak rintangan...!!" kata Kayra sambil menggenggam tangan kanan Shania..
Rasanya Shania ingin menangis mendengar semua perkataan Kayra yang tulus,,
matanya sudah mulai berkaca-kaca mengingatkan dia sebentar lagi akan menjadi seorang wanita yang memiliki suami..
Akankah ada banyak waktu seperti saat ini untuk bisa bertemu dan bersenda gurau lagi dengan sahabat yang sudah dianggapnya seperti saudara kandungnya sendiri ?
Rasanya begitu pilu...
Kedua sahabat itu saling menatap dan memberikan support sampai sampai tanpa sadar keduanya menangis tak karuan seperti akan berpisah....
Nasehat seorang sahabat seperti Kayra tak akan pernah di lupakan dalam memori Shania.
Dia akan selalu merekam semua pembicaraan ini sampai kapan pun dan di mana pun...
mereka terlalu terlarut dalam suasana haru sampai sampai tidak menyadari ada seseorang yang melihat kelakuan mereka berdua dari pintu.
"Apa kalian berdua sudah selesai dengan ke haru haruan nya sudah selesai belum berpelukan ya....?? kalian seperti teletubies saja padahal sudah sebesar ini??!" tanya seseorang itu dengan senyuman mengejek
kayra dan Shania pun kaget mendengar suara itu dan kemudian berbalik kearah pintu.
"Ahh eh.. mama... aku pikir siapa?
masuk ma... Ki..kita hanya sedang melepas rasa sedih dan bahagia saja buat hari ini...
kan besok aku sudah menikah ma!!" kata Shania kepada seseorang itu yang tak lain dan bukan adalah mamanya sendiri.
"Hemmm... lalu apa sebenarnya yang kalian bahas sampai-sampai kalian seserius itu sayangku...??" kata mama shanisa menghampiri Shania dan Kayra.
"Ah Tante... itu aku hanya sedikit menasehatinya dan tiba-tiba dia menangis...yah tanpa di sadari aku tertular tangisannya karena lama menatap dirinya yang tengah menangis heboh...hihihi!!"
kata Kayra sambil menghapus air mata di wajahnya dengan tisu yang berada didekatnya.
"Huhh dasar kalian berdua....
mama tau kalian saling terharu...
tapi bisa kah kalian melihat kearah cucu mama yang satu ini....??" kata mama Shania sambil mengambil baby khay dari tangan Shania.
''lihat bayi lucu ini!!
kalian asik menangis dan dia merasa kebingungan...
bisa-bisa dia juga ikut menangis nantinya...
hihi benarkan cucu Oma yang cantik?!!" kata mama Shania sambil berbicara kearah si bayi dengan senyuman yang sangat manis sehingga baby Kay pun akhirnya tersenyum memamerkan gusi gusinya dengan jelas.
"Aduhhhh cantiknya senyum cucu Oma!!
Shani... mama gak mau tau... begitu menikah kamu juga harus memberikan mama seorang cucu cantik dan imut seperti ini ...
hihi iyakan Kay... Kay seneng pasti nanti punya dedek dari aunty Shani...!!" kembali mama Shania berbicara kearah baby khay sehingga membuatnya lebih tertawa...
bersambung...
__ADS_1