
Hidup serasa sangat membingungkan bagi Shania...
Shania hanya ingin bisa hidup sama seperti wanita lain pada umumnya.
Bisa menikah dengan lelaki pilihannya adalah sebuah keberuntungan.
Saat Shania mulai putus asa, tiba-tiba datanglah pak Prapto papa Shania ke kamar Shania.
"tok....tok...tok...!!! suara ketukan pintu.
"Shania... !! kamu di dalam kah nak ??!" tanya pak Prapto sambil menyapa Shania dari luar,, mengecek tentang keberadaan anaknya yang masih di dalam kamar.
"Masuk pahh... Shania di dalam.... " kata Shania lalu berdiri berjalan menuju ke arah pintu .
Shania membukakan pintu untuk papanya agar dapat masuk kedalam kamarnya.
"ada apa pah.....!!!? tumben papa kekamarku??!" tanya Shania heran.
"Papa kesini cuma mau tanya sama kamu,,,
Apa kamu tau Noel itu putranya pak heri Ermawan? pendiri perusahaan NE ???" tanya Prapto dengan serius.
"Maksud papa apa?? aku gak paham apa maksud papa...selama ini memang aku berpacaran dengan Noel... tapi Noel tidak pernah memberitahuku tentang siapa sebenarnya orang tua Noel dengan jelas pah...!" jelas Shania yang sedikit kaget.
"jadi maksud kamu Noel tidak terbuka tentang keluarganya??" tanya kembali Prapto.
"iya pah... selama ini kata Noel orang tuanya ada di luar kota...kalau soal nama dan status Noel,, aku benar-benar gak tau pah... apa benar yang tadi papa bilang??
kalau orang tua Noel adalah Heri Ermawan pemilik sekaligus pendiri NE group yang ternama se-Asia ini???" tanya Shania lebih serius dari papanya.
"Iya papa serius shan... kemarin pas di pertemuan saham itu pak Heri sendiri yang mengakuinya...!! papa menyesal selama ini sudah mengabaikannya dan lebih memilih menjerumuskan hidup kamu ke genggaman tangannya Geri....!!
Papa minta maaf Shania,,
papa juga terpaksa harus melakukan ini semua...
papa terlalu takut akan kehilangan perusahaan kita ,,, sampai-sampai anak pun harus di korbankan masa depannya !!" kata papa Shania yang mulai terisak mengingat semua perbuatannya yang begitu tega di masa lalu.
"Sudah pah....
"Pah sudah... Shania sudah memaafkan papah... Shania gak mau papa jadi sakit karena pikirin Shania....semua belum terlambat pah... asal bisa membatalkan pernikahan ini!!!"" kata Shania mengelus-elus punggung papahnya.
"Tapi papa takut karena perbuatan papa sama dia nantinya dia tidak mau memaafkan papah....
kemarin papa sudah menemuinya...
Noel sepertinya sangat membenci papa Shan... apa yang harus papa lakukan nanti kalau harus membatalkan pernikahan kamu sama Geri....?
__ADS_1
yang ada kita benar-benar akan jatuh miskin Shan....!!!" kata papa Shania sambil mengacak-ngacak rambutnya membuat Shania merasa benar-benar kasihan kepada papahnya tersebut.
"Pah.... asal papa mau merestui hubungan kami berdua... jika papa bangkrut aku yakin Noel tidak akan tinggal diam... aku tahu Noel sangat mencintaiku pah....!!" kata Shania coba meyakinkan papah nya tersebut.
"Lalu apa yang harus papa sampaikan ke Geri dan ayahnya ... mereka pasti tidak akan menerima semua ini Shania... apa bingung!!!
kata Prapto kembali setelah memikirkan segala sesuatu yang menurutnya benar-benar rumit.
~ DI SISI LAIN NOEL.
Telpon berdering....
"Kring...kringg...kring...!!
Haloo,,, Noel?? gimana ?? apa kamu sudah siap hari ini untuk pergi kerumah Shania...!!" tanya kayra.
"Haloo... oh kayra... aku pikir siapa...!!!"
yah... aku sudah siap.... kita ketemu didepan rumah Shania yah....!!" kata Noel sambil berdiri di depan cermin dan memperbaiki dasinya hingga rapi.
"Kalau begitu aku tutup dulu,,, aku bawa baby khay ,,, dan sama mas arfin... kamu jangan sampai telat... oke... !!!" kata Kayra sambil menutup telponnya.
"sayang.... kamu sudah siap apa belum??! " tanya kayra kepada arfin yang masih sibuk mundar-mandir.
"Sudah sayang... cuma aku lagi nyari handphoneku... kamu lihat tidak ??" tanya arfin.
"Hp kamu kan aku pake buat telpon Noel sayang....!!! gimana sih !!!" gerutu kayra sambil mengembalikan hp milik arfin.
"Baby khay sudah kamu bawa perlengkapannya apa belum sayang ??!" tanya arfin kembali kepada kayra.
"Semua sudah sayang... ayolah nanti terlambat...!!!" jawab Kayra sambil menggendong baby khay dan keluar dari kamar menuju tangga.
"Ya sudah kalau gitu ayo...!!" jawab Arfin yang mengikuti la gkah kayra.
~KEMBALI KE SHANIA
"TOkk ...TOkk..TOkk....!!! bunyi ketukan pintu.
"Tuan,, di luar ada tamu tuan yang menunggu... apa saya suruh masuk aja?? tanya salah seorang pembantu pak Prapto.
"Siapa yang datang bibi an..?!" tanya pak Prapto setelah menuruni anak tangga di ruang tengahnya.
"didepan sudah ada den Geri dan bapaknya tuan....!!" jawab bibi an.
"kenapa mereka bisa kesini....? ada perlu apa?? jangan-jangan mereka sudah mulai mencurigai gerak-gerikku yang akan membataLkan pernikahan Shania dan Geri? " gumam Prapto sebelum dia mengiyakan permintaan pembantunya.
"Ya sudah suruh masuk.. dan katakan saya akan segera kesana...!!" kata Prapto kembali.
__ADS_1
"Baik tuan....!" jawab pembantu tersebut.
setelah menerima perintah dari Tuannya,,
pembantu tersebut pun akhirnya mempersilahkan Geri dan juga ayahnya untuk masuk dan menunggu di dalam.
"Silahkan masuk tuan,,, silahkan duduk
..sebentar lagi tuan Prapto akan kesini... saya buatkan minum dulu...!!" kata bibi an.
"ya sudah ... saya akan menunggu...!" kata papa Geri.
Setelah berpikir keras akhirnya Prapto mengumpulkan keberanian untuk bertemu dengan Geri yang datang bersama ayahnya.
"Selamat siang Tuan... bagaimana anda bisa kesini,,, setahu saya anda pasti sangat sibuk mengurus banyak kerjaan... apa yang terjadi sehingga membuat ayah dan anaknya sekaligus datang kemari...?" tanya Prapto yang sudah datang dan duduk membuka pembahasan.
"Siang juga pak Prapto... saya memang sibuk ....!!! tapi untuk urusan masa depan anak saya... sesibuk apapun saya harus tetap saja mengurusnya dengan baik...!" kata ayah Geri.
"Tidak perlu banyak basa basi Prapto...jujur saja !! apa maksudmu bertemu dengan Noel diam-diam di belakangku!!! apa kau mau mengkhianati kami??" kata Geri sambil melipat kakinya dan mulai membakar rokoknya didepan ayah dan pak Prapto.
"Dasar tidak tau sopan....!! benar saja harusnya aku tidka menerima tawaran mereka supaya menikahkan Shania dengan anak breng*** ini!!!" gerutu Prapto dalam hatinya.
"Hemm... apa maksud nak Geri... sama sekali saya tidak paham!! saya bertemu dengannya karena ada hal penting berkaitan dengan anak saya dan Noel...!!" kata Prapto sedikit tegas.
"Oh ya... sudah berani kamu membohongiku....kau pikir aku tidak mendengar percakapan kalian??? huhh... munafikkkk...!!!" kata Geri dengan geram.
"Anakmu akan segera kunikahi dan kau mulai bermain api....??? apa maksudmu!!" kembali tersulut emosi begitulah sifat Geri.
sangat angkuh dan sombong.
"Maaf nak Geri,, sepertinya karena kamu telah dengan tidak sopan menguping pembicaraan pribadi saya dengan orang lain, saya cukup to the poin saja... untuk hal pernikahan saya akan membatalkannya...lagi pula Shania juga tidak benar-benar ingin menikah dengan anda....!!" kata Prapto tegas namun sedikit ragu.
"Apppaaaaa!!! kamu bilang mau membatalkan pernikahan anakku... berani-beraninya kamu juga mengatakan anaku tidak sopan... apa kamu sudah siap jatuh miskin Prapto....!!" bentak papa Geri.
"Sepertinya dia sudah tidak mengkhawatirkan kebangkrutan dan sudah siap miskin hahaha... siapa juga yang ingin menikahi anakmu itu... bisa-bisa jika aku miskin dia akan berselingkuh dengan pria kaya.... !!!" lanjut Geri dengan suara besarnya hingga membuat Shania cukup terganggu di dalam ruang kamarnya.
Shania yang dari tadi di kamar kini keluar dan bertanya pada pembantunya.
"Bibi an.... itu siapa tamu papa... koq berisik sekali....!!" kata Shania pada bibi an.
" anu... itu non... itu den Geri sama papanya yang datang... sepertinya lagi cek Cok sama tuan Prapto.....!!!" kata bibi an.
"Aappppaaa...??? Geri ?? cekcok sama papa...!! kurang ajar dia... berani-beraninya buat keributan di rumah ini....!!" kata Shania geram dan mulai berjalan menuju ke arah ruang tamu..
bersambung....
Maaf ya para readers ... karena selama dua hari di tempat author mengalami perbaikan jaringan internet...makanya author telat up-nya... maaf banget yah...πππ
__ADS_1
jangan lupa like,Favorite, dan vote...
karena itu semua gratis dan untuk bisa menghargai kerja keras author ya guys..βΊοΈβΊοΈππ..