
Selama meeting berjalan, Prapto pun merasa sangat gelisah,,
Bukan takut tidak mendapatkan keuntungan dari perusahaan NE,,,
Tapi melainkan merasa takut kalau saja Noel marah dan membalas semua perkataan Prapto selama ini saat Noel bersama anaknya.
Sudah tidak tau berapa banyak makian dan cacian yang di terima Noel dari Prapto selama ini pikirnya.
"calon mertua??! Ada apa??! apa anda baik-baik saja??!" panggil Geri yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik dari Prapto hingga membuat Prapto tersadar dari lamunannya.
"Ahh,,ehh, gakpapa ... saya gakpapa... hanya saja saya kurang konsen untuk hari ini.. sepertinya saya harus kembali kerumah setelah meeting selesai !!" kata Prapto dengan nada sedikit datar.
Sementara dari kejauhan, Noel juga sedari tadi memperhatikan wajah Prapto yang sedang melakukan dirinya.
"Sesuai dengan dugaanku....!!" kata Noel dalam hati dengan menyunggingkan senyum tipis di bibir indahnya.
"Jika saja aku tahu,, selama ini apa yang menjadi masalahku dimatanya...
Mungkin sangat mudah untuk tidak di caci seperti sebelumnya oleh pak Prapto...!!" lanjut gumamnya sambil memalingkan wajah berpura-pura mendengarkan penjelasan perkenalan pekerjaan lanjutan dari partner kerja perusahaan lain.
"Ya untuk hari ini... meeting kita sampai disini saja dulu,, kalau ada yang masih kurang puas dengan keputusan saya... kalian bisa mengangkat tangan sebelum kita kembali ketempat masing-masing...!!" kata pak Heri dengan tegas mengakhiri sesi meeting kali ini.
Tak ada yang merasa keberatan, semua setuju dengan keputusan pak Heri hanya bisa tersenyum lalu memutuskan untuk bubar dan kembali ke tempat masing-masing.
Setelah berjalan keluar,, Tiba-tiba seseorang menyapa Noel dengan segera.
"Permisi,, pak Noel.... maaf apa kita bisa bicara sebentar??!" tanya pria paruh baya tersebut yang tidak lain adalah Prapto ayahnya Shania.
__ADS_1
Sambil sedikit berpikir tanpa berlama-lama Noel pun menjawab dengan tegas "bisa,, saya punya waktu senggang sekitar 20menit dari sekarang,, mari kita bicara di ruangan saya pak!!" kata Noel sambil mengajak Prapto ke ruangannya.
Geri yang sedari tadi memperhatikan calon mertuanya itu mulai berpikiran bahwa ada yang tidak beres dengan kelakuan calon mertuanya itu.
Geri memutuskan untuk mengendap-ngendap mengikuti calon mertuanya itu sampai di depan ruangan Noel.
"Ada urusan apa bapak meminta untuk bertemu saya?!!" tanya Noel dengan tegas.
Dalam hati Prapto, tidak pernah didapatinya seorang Noel yang dahulu adalah kekasih anaknya bisa setampan dan segagah ini mengenakan pakaian stelan jas yang rapi dengan status sebagai pemimpin tertinggi perusahaan ternama kedua setelah perusahaan yang di miliki oleh Arfin suami dari teman dekat putrinya tersebut.
Baginya selama beberapa menit yang lalu mencoba mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan Noel adalah sesuatu yang sangat sulit.
Rasa malu dan bersalah menyelimuti pikiran Prapto yang selama ini memandang rendah seseorang hanya dari penampilannya saja.
"Ma...maafkan saya nak Noel,,, saya menyesal selama ini sudah melakukan banyak kesalahan kepada anda!!" kata Prapto sedikit terbata-bata menahan malu dan rasa bersalahnya.
Setelah semua yang bapak lakukan kepada saya??!
mencaci ??
memaki??
atau karena saya dengan penampilan sederhana saya tidak pentas bersanding dengan anak bapak??
kesalahan yang mana bapak ingin saya maafkan???!"
jawab Noel dengan nada datar menahan kesabarannya agar tidak terlalu meledak,,
__ADS_1
meskipun rasa hatinya sudah sangat berkecamuk ingin kembali memaki ayah sombong dari kekasih tercintanya itu.
"Ma...maafkan saya nak Noel atas semua kesalahan saya dahulu kepada nak Noel!!" lanjut kata Prapto sambil sedikit memasang wajah menyesal.
Seseorang di balik pintu ruangan itu yang mendengar percakapan dari kedua orang didalam itupun sangat terkaget-kaget dengan apa yang di dengarnya.
"Huhh,ternyata benar kata papa...
Prapto hanya akan menjilat seseorang yang jauh memiliki kekuasaan dan harta berlimpah ketimbang orang lain yang setara dengan ya .. !!!"
kata Geri memaki Prapto habis dalam hati.
Tanpa berlama-lama mendengar percakapan kedua orang tersebut,, dengan kesal geripun kembali ke perusahaannya untuk mengadukan semua yang dia dengar tadi kepada papanya.
#Sesampainya di kantor Geri
"pah... ternyata apa yang papa bilang itu benar??!" kata Geri sambil duduk di sofa ruangan milik papanya tersebut.
"Maksud kamu??!!" tanya papa Geri dengan sedikit penasaran dengan apa yang di katakan anaknya itu.
"Sebaiknya papa percepat membuat bangkrut Prapto sebelum dia mengalihkan sebagian sahamnya kepada Noel,,
pimpinan dari NE group saat ini....
Dia adalah mantan kekasih dari Shania anak Prapto yang dia jodohkan denganku itu!!!"
kata Geri sambil membakar rokok yang berada di tangannya tersebut lalu menghisapnya dengan perlahan.
__ADS_1
bersambung....