
Pagi ini semua orang di kediaman Shania pun kembali beraktifitas seperti biasa.
Ayah Shania pak Prapto kembali ke kantornya sedangkan mama Shania akan pergi berkunjung kerumah kerabatnya untuk beberapa urusan penting.
Sementara si pengantin baru Shania dan Noel masih menikmati suasana baru mereka berdua sebagai pengantin baru tentunya.
"Sayang....!!" panggil Noel.
"Yah... ada apa??!" jawab Shania singkat.
Setelah sarapan pagi keduanya memutuskan untuk sedikit berjalan-jalan mengitari taman rumah Shania yang tidak begitu besar namun indah dan berwarna karena di kelilingi oleh tanaman bunga-bungaan dan buah-buahan berbagai jenis.
Shania yang sebenarnya masih kesal tak begitu memedulikan suaminya yang berada dekat dengannya.
"Kamu cantik!!" ucap Noel sambil tersenyum.
"memang!!" jawab Shania singkat.
Noel yang bingung dengan sikap Shania pun akhirnya memutuskan untuk bertanya.
"Kamu masih marah padaku yah??!" tanya Noel sedikit penasaran.
"Tidak!!" jawab lagi Shania.
"Kamu bohong ya!?
aku paling tau kalau kamu lagi ngambekan loh!!" ujar Noel to the poin tanpa bertele-tele.
"kalau iya memangnya kenapa?!" tanya kembali Shania sambil berwajah masam.
"Ayo...!!" ajak Noel sambil menggendong istrinya.
"Ahhhhhh turunin Noel...!!!
aku bisa jalan sendiri....!!!
kamu pikir aku sakit??!" teriak Shania yang terkejut begitu Noel mengangkatnya.
"Yah aku pikir benda 'itu' masih sakit...
makanya kamu masih marah padaku...!!" ujar Noel dengan seringai tipis.
"Ahhhh tidakkk...
bukan itu masalahnya....
turunkan aku cepat atau.....!!!" teriak Shania sambil memukul-mukul pundak Noel agar bisa menghentikan langkahnya dan menurunkan Shania sesegera mungkin
"Atau apa sayang??! tanya Noel yang masih saja tidak mau dengar permintaan dari sang istri yang sedang merengekinya.
"A...ataaau.... kamu gak akan aku kasih jatah!!!" ujar Shania dengan sedikit gagap dan malu.
"Seriusss???!!
kalau begitu aku akan mencari seseorang untuk melayaniku menggantikan dirimu....!!!" jawab Noel dengan nada datar namun tajam.
"Apa maksudmu??!
apakah karena aku tidak memberimu jatah??
makanya kamu berkata seperti itu Noel...??!" ujar Shania kesal sekesal-kesalnya kepada Noel.
Noel yang sudah tau istrinya mulai tambah rese pun langsung mengecup bibir istrinya dan terus melum***nya dengan ganas.
"Emmmpppphhh.... cukuppp Noel ermawan!!!" ujar Shania sambil mendorong tubuhnya agar terlepas dari diri Noel.
"hmmm??!!!" Noel hanya bisa berdehem tanpa mengucap satu patah katapun.
"apa kamu tidak akan meminta maaf padaku atas apa yang baru saja kamu ucapkan??!" tanya Shania dengan kesal.
"Hahahaha... Sania sayang... mana mungkin aku mencari pengganti mu...
aku hanya bercanda saja....
lagi pula aku hanya kecanduan melakukan itu sama kamu...
apa kita bisa melakukannya lagi sekarang??!!" jawab Noel sambil tertawa melihat ekspresi kesal dari Sania.
"Noeeellllll dasar suami mesum!!!" teriak Shania sambil berlari kearah rumahnya kembali karena menahan rasa malu di goda oleh suaminya itu.
"Ah sayang kenapa kabur....
aku belum selesai bicara loh....!!!" teriak Noel sambil mengejar Shania kembali.
"Bodo....!!" jawab Shania dari kejauhan.
Suasana kejar-kejaran romantis itu tiba-tiba berhenti ketika Noel mendapatkan telpon dari para anak buahnya.
Noel menyuruh anak buahnya untuk segera ke rumah Sania untuk memberikan informasi dan bukti yang akurat agar bisa menghadapi Geri nanti di kantor pengadilan atas kasus yang tengah menimpanya itu.
__ADS_1
"Haloo....Dion
kalian sudah mendapatkan bukti itu??!
tanya Noel dengan tegas kepada salah satu anak buahnya yang bernama dion
"Iya pak...
kami sudah mendapatkannya dan kini kami sedang menuju kerumah anda....!!" jawab Dion.
"Kalau begitu berhati-hati lah di jalan...
sampai jumpa nanti di rumah;!!" ujar Noel sambil mengucap salam perpisahan kepada Dion sembari mematikan telponnya.
Sepuluh menit berlalu,
terdengar suara kendaraan roda empat masuk memarkir didepan halaman rumah shania.
Dion pun keluar dari dalam kendaraan itu dan langsung saja datang menghampiri bos nya itu.
"assalamualaikum ....!!" sapa Dion.
"Waalaikumsallam masuklah kedalam Dion...!!" perintah dari Noel.
"baik pak...!!" Dion pun bergegas masuk seperti yang di perintahkan Noel.
"Duduklah....!!" ujar Noel mempersilahkan Dion duduk di sofa ruangan itu.
"pak ini adalah salinan rekaman Vidio CCTV di tempat terakhir anda berkunjung sebelum anda berangkat keluar kota!!" ujar Dion dengan serius sambil memberikan amplop berisi flasdisk.
"tempat terakhir yang aku kunjungi??!" tanya Noel pada Dion sambil mengingat-ingat dimana terakhir kali dia berkunjung sebelum keluar kota.
Noel pun memasang flasdik tersebut ke laptopnya dan menonton Vidio pemberian dari Dion itu.
"Cafe Bundala??!
Ada yang membuntuti ku?!" gumam Noel yang akhirnya mengingat tempat itu.
"yah benar!!
orang itu adalah anak buah dari Geri dan tugasnya adalah memantau pergerakan anda sebelum kecelakaan itu terjadi...!!" jelas Dion.
"yahhh yahhh...sebelumnya aku memang sempat kesana untuk menemui klienku,, memang durasi waktu pertemuannya cukup lama,,
Namun karena ada hal mendesak akhirnya aku pergi bersama klienku mengendarai mobilnya...
"lantas?!
kalau supirku yang mengambilnya berarti harusnya dia tau kalau kendaraan itu bermasalah,,,
harusnya dia tidak bersih keras untuk mengendarainya dan menjadikan mobil itu sebagai mobil pengantin yang aku tumpangi...!!!" ujar Noel mulai menerka-nerka.
"Masalahnya adalah bukan cuma disaat itu mobil anda di preteli pak!!" jawab Dion dengan mimik wajah datar.
"Lantas kapan?!
dan apa maksudmu di preteli bukan cuma disaat itu?! tanya Noel.
"maksudku adalah ketika pertama kali mobil anda di preteli supir anda sudah menyadari dan langsung membawanya ke bengkel terdekat,,,
mereka yang mengetahui tindakan mereka telah gagal akhirnya kembali dengan rencana baru pada saat dini hari sebelum hari pernikahan anda...
Mobil anda kembali di preteli sehingga supir anda tidak menyadari hal itu saat pagi hari,makanya supir anda tetap saja bersih kukuh mau mengantar anda,,!!" jelas Dion dengan serius.
"hemmmm....
Lalu bagaimana kelanjutannya..?! tanya Noel kembali meminta kepastian data yang ada.
"mereka tidak menyadari satu hal yang paling penting....
mereka begitu tergesa-gesa melakukan hal itu di dampingi oleh bos mereka...
Mereka terlalu fokus merusak kendaraan tanpa memikirkan soal CCTV yang berada di taman parkir halaman rumah anda!!" ujar Dion.
"Bagaimana bisa mereka masuk kedalam halaman rumahku kalau ada satpam yang berjaga!!" tanya Noel heran.
"Satpam telah di beri kopi yang di campur obat tidur oleh salah satu anak buahnya yang beralasan sebagai hansip keliling...
sehingga satpam anda lengah dan akhirnya mereka bisa masuk kedalam halaman rumah anda....!!" jawab Dion.
"Untung saja setiap sisi di tempatku tinggal aku pasangkan CCTV....hufft....
baiklah kau boleh pergi untuk mengurus kelanjutan kasus ini....
aku serahkan semua padamu Dion!!" ucap Noel bersyukur.
"Terima kasih atas bantuanmu kawan...
besok aku akan memberikan uang bonus atas keberhasilan tugasmu ini...
__ADS_1
jangan lupa beritahu istrimu untuk mengurus semua di pengadilan....
Aku tahu Kintan paling ahli dalam bidang ini sebagai pengacara....☺️!!!" lanjut Noel sambil berjabat tangan dengan Dion.
"Baiklah bos...
sama-sama...
itu sudah tugasku sebagai anak buah dan sahabatmu....
Kintan akan mengurus semua secepatnya!!" ujar Dion sambil membalas jabat tangannya dengan Noel.
"Aku rasa kau sudah lupa sama aturan yang ku buat Dion?!!
sudah ku katakan jangan sebut aku pak atau bos diluar kantor....
meskipun kau bawahanku tetap saja kau itu sahabatku sama seperti arfin...!!"
"Hemmm maaf aku lupa....
tapi aku sudah mulai terbiasa memanggilmu dengan sebutan pak atau bos hahahah.... baiklah....!!" jawab Dion dengan pasrah sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal.
"huhhhh dasar....
terserah kau saja....!!!"
ujar Noel sedikit kesal baru menyadari kalau sedari tadi Dion terus berbicara dengan formal padanya di luar kantor.
Shania yang baru saja keluar dari kamarnya pun melihat Dion yang sudah mau pamit pulang.
"Dion??
kau sendiri??
Dimana wanita bar-bar mu itu ??!" tanya Shania serius melihat kesegala arah mencari sosok istri Dion yang tak di lihatnya disamping dion.
"Sayang....jangan begitu,,,
meskipun bar-bar tapi Dion sangat mencintainya loh....ya kan ??!" seru Noel sambil tersenyum.
"hahaha...kalian berdua sama saja...
Dia sedang banyak kerjaan di kantornya...
Meskipun bar-bar dia tetap wanitaku loh nyonya ermawan....!!" jawab Dion sambil tersenyum.
"Ah kau ini....
jangan memanggilku begitu...
aku tau cintamu padanya setinggi apa dan sedalam apa meskipun dia bar-bar tapi sesungguhnya dia wanita yang baik dan profesional...hahahah
aku hanya merindukannya...
kenapa kau datang sendirian...?! tanya Shania kembali.
"Aku hanya ada sedikit urusan dengan suamimu ini...
aku harus pergi Shania...
karna masih banyak urusan,,,
lain kali aku akan membawanya dan viola kemari untuk bermain....!!" jawab Dion sambil berpamitan.
"Hemmm... baiklah kalau begitu...
janji ya kau harus membawa istri dan anakmu kesini....
aku juga rindu dengan viola...
dia pasti sudah mulai berbicara dengan lancar di usia segini...!!" seru Shania sambil tersenyum.
"Baiklah aku janji...
kalau begitu aku pamit dulu ya..
assalamualaikum....!!!" kata Dion pamit mengucapkan salam.
"Waalaikumsallam hati-hati di jalan yah....!!!" jawab pasutri itu serentak.
bersambung....
Hay readers
bab ini aku tambahin ceritanya biar lebih panjang...
besok udah up episode baru ya...
jangan lupa tinggalkan jejak anda supaya author lebih semangat dalam menulis karya dan cerita selanjutnya ....
__ADS_1