
"Shania Salsabila,,,,,
kamu milikku malam ini....!!"
bisik Noel kembali sebelum Noel melepaskan kecupannya dan segera menyuruh istrinya untuk mandi dan cepat-cepat bersiap untuk di melepaskan Shield pertahanannya.
Seketika tanpa menunggu lama Noel pun melepaskan rangkulan di pinggang Shania saat itu juga.
Shania yang masih malu-malu langsung saja masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi.
Deg...deg...deg...
suara detak 💓 jantungnya berpacu dengan cepat sehingga keluarlah bulir-bulir keringat bercucuran di dahi Shania.
"Astagfirullah.... bagaimana ini....??!
heiiii jantung....!!!!
mengertilah tolong berkompromi...
jangan seperti ini donkkk.....huhhhh!!!
jangan terlalu cepat berdebarnya.....
bisa-bisa aku pingsan kalau tiap dekat dan bersentuhan dengan suamiku harus berdebar seperti ini....!!!" gumam Shania dengan pelan lalu melihat dirinya sendiri di depan kaca di kamar mandi.
"aku harus segera mandi dan bersiap-siap untuk malam pertamaku malam ini....!!" seru Shania sambil bergegas membersihkan diri.
Shania membersihkan dirinya sesegera mungkin namun ada rasa was-was yang membuatnya ingin berlama-lama di bathub.
"Bagaimana rasanya yah???
sakiit??? atau gimana???!!
aku penasaran namun sedikit ngeri....!!" ujarnya sambil menyilangkan kedua tangannya pada tubuhnya dan berusaha membayangkan pertempurannya bersama pria yang dia cintai diatas ranjang nanti.
Pipinya memerah saat membayangkan adegan yang sering dia tonton di film blue.
Noel yang merasa istrinya terlalu lama akhirnya memutuskan untuk menyapa istrinya dari balik pintu kamar mandi yang terkunci.
"Tokkk....Tokkk...Tokkk!" suara ketukan pintu dari Noel seketika membuyarkan lamunan Shania yang masih berada nyaman di dalam bathub.
"Sayang.....
kamu baik-baik saja ??!
koq lama??!" tanya Noel penasaran.
Sudah di ujung tanduk...
rasanya sangat menyiksa kalau belum menuntaskan gairah malam pertamanya kepada sang istri yang begitu di cintainya.
Rasanya sangat tidak sabar untuk Noel menunggu lebih lama lagi.
"Ahhh...e... ak..aku gakpapa sayang ...
maaf sayang aku segera selesai...!!" jawab Shania dengan rasa was-was.
"Baiklah...
sayang...aku sedang menunggumu...!!" ujar Noel bersemangat.
Malam panas telah menanti kedua insan yang tengah di mabuk asmara itu.
__ADS_1
"Ceklekk!!!"
Tak berapa lama bunyi pintu terbuka.
Pemandangan indah nan seksi yang baru saja terpancar dari arah pintu yang baru saja terbuka itu membuat si Garuda menjadi lebih keras.
Noel melihat keindahan istrinya yang sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan Ling*rie merah bersama dengan cardigan berwarna merah transparan.
Rambutnya yang masih basah pun membangunkan seluruh birahi dalam tubuh Noel sampai tanpa sadar dirinya terbangun lalu dengan sigap menggendong tubuh istrinya itu seperti sedang menggendong bayi yang ringan.
Jangan di tanya lagi bagaimana kelanjutannya.
Noel dengan sigap mengul*m bibir ranum istrinya seperti sedang kelaparan.
jantung berdetak sangat kencang hingga bisa terasa sampai dasar kulit.
Shania yang tadinya kaget dengan kelakuan suaminya itu hanya bisa pasrah memberikan seluruh jiwa dan raganya kepada Noel pun tengah menikmati c*uman panas mereka berdua.
Tangan Noel yang mulai liar pergi berkelana kemana-mana sampai pada di titik sebuah benda kenyal kembar,, Noel pun mengeluarkan benda kenyal itu dari kain penutupnya...
tangannya satu persatu mulai meremas..
memilin...
lalu mer*m*s lagi dengan g*mas sehingga membuat suara des*h*n dari Shania begitu terdengar jelas di telingannya.
"aaarghhhhh....hhhh...sayanggg....pelannn!!!" de*** Shania yang masih dalam mode menikmati pemanasan sentuhan li*r yang di berikan oleh Noel.
Dari bibir Noel mulai perlahan menciumi seluruh tubuh Shania dengan li*r dan ganas.
Pria itu memberikan sentuhan dan kecupan panas dan l*ar di seluruh tubuh Sania mulai dari leher,,,
dada dan tak lupa dia mulai mengh*s*p perlahan biji lunak berwarna merah muda itu bergantian lalu mem*l*n dan terus melakukan hal yang sama sampai menemui titik kenikmatan yang mulai terasa benar-benar basah.
Tak sampai disitu,, Noel mulai melanjutkan acara mengecap perut hingga daerah paling sensitif istrinya itu.
Nikmat ??!
Iya sangat nikmat sehingga tanpa sadar untuk yang pertama kali Shania mengejang menandakan bahwa dirinya telah mencapai ******* kenikmatan pada waktu pemanasan.
Kini Garuda perkasa itu telah bersiap menjebol pertahanan sarang pertamanya.
Namun sebelum itu tak lupa Noel mel*c*ti semua pakaian yang tersisa di tubuhnya dan juga tubuh Shania.
Shania yang masih malu-malu kepada noel pun,mencoba menutup matanya dengan kedua tangannya namun di cegah sama suaminya tersebut.
"Sayaaang.... jangan di tutup...
buka saja matanya....
kita sudah halal menjadi pasangan yang sah.
jangan tutupi wajah cantik dan s**ymu itu...!!" ujar Noel membisikan kata lembut itu sehingga mau tidak mau Shania membuka kedua tangannya dan membuka matanya menatap wajah tampan suaminya tersebut.
"Tapi aku malu sayang di lihat seperti itu sama kamu....!!" jawab Sania dengan suara manja.
"Tak apa...
nanti juga terbiasa...
ini malam yang sakral sayang buat pengantin baru katanya rasanya sangat memabukkan loh... nikmatilah .....!!"
ujar Noel sambil mengulum lembut bibir mungil yang tadi mengeluarkan suara-suara manja.
__ADS_1
"Sayang tapi aku takuuutttt...
kata Kayra sakittt kalau di ...!" ucap Shania lirih sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
"hahaha... jangan takut sayang...sakitnya cuma sedikit... lama-lama n*kmat koq...
nanti kamu ketagihan lama-lama!!"
ujar Noel tersenyum manis sempat tertawa melihat tingkah istrinya yang dengan takut-takut mau memberikan kesuciannya itu.
"Seriously Honey???!" tanya Shania dengan nanar namun mulai pasrah.
"I'm seriusss honey (aku serius sayang)....
we can do it (kita bisa melakukannya)......!!!" jawab Noel sambil mengecup dahi Shania dengan lembut sehingga Shania mulai merasa kehangatan cinta dari Noel menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Are you ready honey (apakah kamu sudah siap sayang)....???!" seru Noel bertanya kepada shania.
Shania pun mengangguk pelan seraya memberikan persetujuan atas pemberian kesuciannya yang selama ini telah dia jaga dengan baik untuk sang kekasih hati ketika nanti mereka menikah.
Kini saatnya Shania memberikan hak suaminya untuk mengambil kesuciannya itu di malam pertama pernikahan mereka sebagai suami istri yang sah.
"I'm ready....(aku siap)!!!" jawab Shania.
Noel yang telah mendapatkan persetujuan dari istrinya pun langsung saja memulai aksinya.
Dengan perlahan dia arahkan Garuda perkasanya kearah sarang milik Shania yang masih belum memiliki pintu keluar masuk itu.
Tanpa aba-aba pasti dan langsung Noel mendorong garudanya dengan perlahan di Sertai dengan ringisan dari istrinya yang mulai merasa perih di bagian intinya.
"cluuubbbbb!!!"....
"emmmmhhhh.....sshshhhh!!!" teriak Shania mendesis yang merasa kesakitan di bagian intinya itu.
Noel yang merasa garudanya telah lolos masuk setelah mendengar rintihan dari Shania pun akhirnya mendiamkan garudanya beberapa detik didalam sana.
Dilihatnya darah virg*nity yang telah bercucur mengenai Garuda perkasanya itu telah semakin banyak.
Namun hal itu tidak luntur membuat keinginan sy*hwatnya padam,,,
Justru hal itu membuat Noel semakin tegang dan mulai melakukan gerakan maju dan mundur sehingga menambah pula jumlah des*h*n dan rintihan yang keluar dari mulut istrinya tersebut.
Noel yang tidak tega melihat air mata istrinya yang telah mengalir di pipi karena menahan rasa perih pun langsung saja menangkap bibir indah istrinya dan meng*lum dengan lembut agar bisa mengurangi rasa nyerinya.
awalnya nyeri lama-lama Shania pun bisa merasakan nikmat walaupun masih sedikit perih.
Keduanya melanjutkan aktifitas malam pertama sebagai pengantin hingga selesai dan Noel baru pada akhirnya mencapai puncak ******* setelah dua jam bertempur diatas ranjang dengan istrinya.
"Aaarrrrggghhhhhhh.....!!!"
keduanya mend*s*h panjang menikmati akhir dari permainan mereka berdua.
cairan hangat membasahi ruang sarang milik Shania sehingga rasa perihnya mulai menghilang perlahan.
"I love you Shania Salsabila...(aku mencintaimu Shania Salsabila)!!!!" bisik Noel ketelinga Shania lalu mengecup kembali dahi Shania setelah menatapnya dan mengungkapkan kata-kata cinta yang tulus.
"I love you to Noel Ermawan (aku juga mencintaimu Noel Ermawan)...!!" balas Shania yang merem dan menikmati hangatnya ciuman dari Noel kepadanya di dahi.
keduanya akhirnya terlelap dalam keadaan bagian inti mereka masih tertempel dan berpelukan....
bersambung....
Hay gaeeessss....
__ADS_1
jangan lupa ninggalin jejak yah....
seperti biasa....thinkkyuu🙏☺️