
Dengan langkah cepat Shania pergi ke ruang tamu dan di dapatnya pak Prapto yang memang sedang cekcok dengan Geri dan papanya.
"Apa apaan ini... kalian berdua memaki habis papaku?? kalau memang harus jatuh miskin lalu kenapa?? sedari awal aku menuruti kata orang tuaku untuk menikahimu karena aku tidak pernah tau siapa kamu yang sebenarnya Geri !!" kata Shania meluapkan amarahnya.
"Kamu pikir aku tidak tau,kau pasti akan memanfaatkan ku untuk sesaat setelah bosan kau akan mencampakanmu seperti wanita wanitamu dulu ??? aku tahu semua Geri ... dan om... tolong jangan intimindasi papaku dan menghina kami seperti itu... jika anakmu kunikahi,, seberapa banyakpun lelaki kaya .... aku tidak akan pernah berselingkuh....!!!" kata Shania kembali berteriak membuat mereka semua ternganga.
"Shan...!!" panggil papanya.
"Cukup pah... biar kita miskin!!! asal tidak harga diri kita di injak-injak oleh mereka...hik..." kata Shania Kepada papanya sampai sampai tak terasa karena mendengar penghinaan Geri dan ayahnya sehingga hati Shania begitu sakit.
"Kamu tau dari mana masa lalu aku....!!"
tanya Geri heran.
"Siapa yang tidak tau kamu!!!! semua orang pebisnis bahkan teman-teman ku semua pun tahu.... kamu lelaki bajing** gak ada akhlak... hanya menjadikan wanita mainanmu saja!!! kau pikir kau kaya jadi bisa berbuat seenaknya....!!! pernikahan ini batal...!!!" kata Shania tegas.
"Kamu.... dasar wanita breng**k berani beraninya menghina anakku !!!" kata ayah Geri yang akan melayangkan tamparan namun tiba-tiba saja terhenti karena ada seseorang yang menahannya.
"Apa yang coba mau kau lakukan pak tua !!!??" tanya pria yang menangkap tangan ayah Geri.
"No...no...Noell.... hikss!!" kata Shania sesunggukan ..
"Lepaskan tanganku anak brengs**k...!!!kata ayah Geri..
Geri pun yang melihat papanya langsung saja ingin memukul Noel.
"Breng**k kau lepaskan tangan papa!!" kata Geri yang akan memukul Noel namun sudah keduluan terpukul di bagian perut dan juga bagian wajah ikut tertonjok oleh arfin.
"Bughhh!!" bunyi pukulan keras dari arfin.
"Kau mau apa.... hahh!!" kata arfin ingin memukul Geri lagii..
"Geriiiii!!!" teriak papa Geri dengan keras memanggil anaknya yang telah terkapar jatuh....
"Sayang.... udah!!! lepaskan merekaaa!!" teriak kayra yang sambil menggendong baby khay lalu menuju ke arah shania..
__ADS_1
"Kayra... arfinnn.... kalian kemari....??!! hikks...!!" kata Shania sambil menangis.
"Pergiiii !!! pergi sekarang juga!!! jangan pernah kesini maupun ke kantorku....!!! saham ku di perusahaan kalian yang 70% akan aku tarik semua.... bahkan sebelum kalian membuat miskin calon istri dan mertuaku !!" kata Noel dengan geram kepada mereka berdua anak dan ayah.
"shaniaaa,,, om... kalian gakpapa ??" tanya kayra khawatir.
"Kayra.... kita berdua gakpapa...!!" jawab Shania dan Prapto.
Tanpa menunggu lama ayah Geri pun membopong anaknya yang tengah merintih kesakitan.
"Kaliannnn ckkk,,, kalian semua akan membayar penghinaan ini lain kali....Ayo Geri kita pulang....!!" kata papa Geri dengan sangat marah.
"Tidak pah... aku tidak terima... biar aku habisi mereka semua....!!" kata Geri melawan papanya.
"Anak breng**k.. kau buta?? lihat kawanmu tidak seimbang....kita pulang jangan melawan !!" tegas papa Geri kesal...
sambil berlalu geripun berteriak....
"Prapto.......!!! ku pastikan kau dan keluargamu akan jatuh miskin semiskin miskinnya.... awasss saja....!!! kata Geri sambil mengelap sudut bibirnya yang berdarah.
"Pergiiii!!!" teriak Noel kembali.
Tak menunggu lama rasa rindu, senang, dan sedih pun bercampur aduk sehingga shaniapun langsung memeluk tubuh kekar dan tinggi milik Noel.
"Noell hik...hikks... aku gakpapa...asal ada kamu.... aku gak papa hikss.. hikss..!!" kata Shania yang kini berada dalam pelukan Noel..
"Sudah sayang ada aku disini yang akan terus melindungi kamu....!!! jangan menangis lagi.... aku tidak akan sanggup lihat kamu menangis....sudah cukup nangisnya...!!" kata Noel dengan lembut menyejukan hati Shania yang sedang kacau balau tadinya.
Prapto yang melihat putrinya di perlakukan sangat baik sama Noel pun merasa sangat bersalah pada mereka berdua..
Prapto hanya bisa membiarkan putrinya dalam dekapan pria yang dia cintai dan mencintai dia.
"Seharusnya mataku terbuka....
sangat berbeda sikap Geri terhadap Shania...
__ADS_1
anakku yang baik memang seharusnya di cintai dengan tulus dan di hargai dengan baik.. Percuma aku menjadi seorang ayah kalau kebahagiaan saja tidak pernah bisa aku kasih kepadanya....!!"
gumam Prapto dalam hati tak terasa bulir air mata membasahi pipi nya yang sudah mulai memiliki banyak garis kerutan.
"Sayang.... kamu gakpapa kan??!" tanya kayra yang khawatir dengan keadaan arfin.
"Aku gakpapa sayang... aku kan kuat hehe!!" kata arfin menjawab pertanyaan kayra.
"Ihhh dasarr... narsiss.... kalau gakpapa ayo kesini ... ngapain lama-lama disitu....!!" kata Kayra kepada suaminya.
"Dan kalian berdua...!!!" kalian gak malu apa peluk pelukan gitu di depan papa Shania???!" kata Kayra yang sedikit usil karena melihat kearah pak Prapto yang sedang menatap heran kedua pemuda tersebut.
"Om,,, om gakpapa ?? om aman kan....!!! apa ada yang sakit....?? kenapa om menangis??" tanya kayra yang melihat pak Prapto yang buru buru menghapus air matanya tersebut.
"Ahh.. ehhmm om gakpapa Ra.. om hanya sedikit terharu dan menyesal telah mengambil keputusan yang salah untuk menikahkan Shania dengan Geri dan memisahkannya dari lelaki yang benar-benar mencintainya...!!" kata Prapto jujur pada kayra...
"Om duduk dulu yah.... minum air putihnya dulu.... baru tolong ceritakan apa yang barusan terjadi... kenapa bisa mereka Semarah itu dan juga menghina kalian...!!" kata Kayra mencoba menenangkan pak Prapto yang sudah dianggapnya seperti orang tua sendiri.
Setelah meminum air,, Prapto pun mulai menceritakan yang sebenarnya terjadi barusan.
setelah usai menceritakan,, Kayrapun berbalik melihat kearah dua orang yang masih berpelukan seperti teletubies😁.
"Eh... elo berdua...shaniaaa ...noeeelll.. woeee...!!" triak kayra menyadarkan lamunan keduanya yang masih asik berpelukan...
"Ahh... eh iya.. kenapa Ra??!!" tanya Noel yang langsung melepaskan pelukannya dari Shania.
"Eh Lo berdua.. malu gak itu diliatin pak Prapto...!!! kalau mau peluk pelukan nanti aja kalau udah sah jadi pasutri... gimana sih..!!" kata arfin sewot.
"ah... ehhh iya lupa....heheh!!" kata Noel yang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan tiba tiba merasa canggung.
"sayang ayo duduk dulu... ada yang perlu aku omongin ke kamu dan papa kamu!!" kata Noel kepada Shania dengan lembut.
tanpa menyahut,, Shania pun mengikuti permintaan dari Noel dan juga duduk di sofa...
"Om... Shania... hari ini kita berempat sama baby khay mau datang kesini karena mau omongin sesuatu... sebelumnya maaf ya kami datang mungkin disaat yang tidak tepat ...!!" kata Kayra dan arfin.
__ADS_1
" Oh gak apa-apa justru om yang minta maaf,, kalian pas datang om tidak sambut dengan baik,, justru kalian harus melihat kejadian seperti tadi yang tidak semestinya...!!" kata Prapto.
bersambung...