TAK SENGAJA DI TIDURI OLEH SUAMI SENDIRI

TAK SENGAJA DI TIDURI OLEH SUAMI SENDIRI
GAK ENAK BADAN


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan cepat Shania mau pun Noel sudah lumayan nyaman dengan kondisi akhir-akhir ini.


Namun berbeda dari hari biasanya Shania hari ini merasa badannya kurang fit ketika masih di kantor papanya.


Shania memutuskan pergi ke ruangan Prapto buat meminta ijin pulang lebih dulu.


"Tokkkk...Tokkk..tokkkk..!!!" suara ketukan pintu.


"Masukk!!!" titah Prapto.


"Pah....!!" ujar Shania.


"Shania....?!


kamu kenapa ?!


tumben ke ruangan papa pagi-pagi?!


ada rapat ya atau??!" tanya Prapto yang heran dengan kedatangan putrinya tersebut di pagi hari.


saat itu pukul 09.00 jadi ya masih termasuk terlalu pagi buat ke ruangan Prapto.


Biasa kalau ada meeting paling telat jam delapan pagi...


kalau sudah sampai jam sembilan berarti sudah tidak ada pemberitahuan buat rapat.


"pah bisa gak satu-satu tanyanya!!!


aku bingung mau jawab yang mana...


yang pasti semua pertanyaan papa itu jawabannya hanya satu dan "Bukan itu jawabannya"..


aku kesini mau minta ijin papa kalau hari ini aku kurang enak badan...


seharian kepala aku pening dan seperti gak konsen...


badanku juga pada pegal kayak mau haid..


jadi aku minta ijin papa buat balik kerumah duluan yah...!!" seru Shania dengan wajah sedikit pucat.


"Heemmm.... ya sudah...


kamu memang kelihatan pucat sekali hari ini..


apa gak sebaiknya kamu ke dokter periksa dulu baru pulang?!" tanya pak Prapto.


"Tidak perlu pah....


paling aku hanya kecapean...


pulang tidur bentaran juga udah pasti bakal hilang sakitnya....!!" jawab Shania dengan keyakinannya.


"Ya sudah kalau begitu bilang pak Amin antar kamu pulang yah...!!


Nanti papa sebentar mau mampir ke perusahaan Noel ,,,


sepertinya kami berdua pulang cukup malam jadi kamu tidak perlu menunggunya yah....!!!"


ujar Prapto memberi tahukan anak perempuannya itu.


"Iyah pa...


tadi Noel juga udah bilang Shani jadi papa gak perlu khawatir...


aku hanya mau istirahat aja...!!" jawab Shania yang wajahnya sudah benar-benar pucat.


Prapto pun langsung mengantar Shania ke bawah menaiki lift sampai ke depan kantor mereka.


Pak Amin pun sudah menunggu kedatangan majikannya itu.

__ADS_1


Shania tidak menunggu lama langsung saja naik ke dalam mobilnya ayahnya.


Setengah jam menempuh perjalanan yang cukup panjang...


sebenarnya gak begitu jauh jarak apartemen yang kini Shania tinggali bersama suaminya itu,,,


namun karena mencurigai sesuatu makanya Shania menyuruh pak Amin untuk mencari apotik yang berada di sekitar dekat apartemennya...


Pak Amin mencoba mencari melalui google map ,, namun di sekitar situ benar-benar tidak ada apotik jadi mereka harus berbelok kearah sebaliknya.


Shania merasa kali ini musti mengecek keadaannya yang seperti orang hamil muda..


Dia hanya ingin memastikan saja karena sudah hampir dua bulan dia tidak datang bulan...


Selama tiga hari tubuhnya benar-benar merasa lelah dan butuh lebih banyak waktu untuk beristirahat.


Shania bukanlah wanita cengeng yang suka mengeluhkan rasa sakit atau tidak enak pada dirinya ke orang lain apalagi papa dan mama serta suaminya saat ini.


Shania cukup merasa kuat kalau hanya sebatas kecapean...


Shania pergi ke apotik untuk membeli beberapa vitamin agar dirinya lebih bit sekaligus membeli tespeck untuk mengecek kehamilan.


Sudah beberapa menit berlalu dan kini Shania sudah sampai di apartemennya.


"Huffft,,, akhirnya sampai juga...


aku rasa tubuhku benar-benar lelah...


apa aku hamil?


tapi aku belum mengeceknya...


bagaimana kalau aku hanya tidak enak badan saja??!


ah sudah lah aku cukup mengetesnya di pagi hari nanti...


sekarang aku butuh asupan makanan...!!


nasi Padang...hehehe!!" gumam Shania sambil tersenyum melihat bungkusan nasi Padang yang sudah dia pegang sedari tadi.


"Rasanya seperti sudah lama banget gak makan nasi Padang...


padahal baru juga seminggu yang lalu aku dan Noel pergi ke warung Padang...!!" serunya lagi ambil berlalu ke dapur untuk mempersiapkan nasi Padang yang sudah akan di buka itu.


Semua telah siap dan kini Shania menyantap makanan khas Padang itu dengan khidmat..


"Hemmmmm enak.... enak..enak...!!" ujarnya seperti seorang anak kecil yang di berikan sesuatu yang lezat.


"i climb every mountain and swim every ocean...


just still be with you....!!"


suara dering handphone shania.


"Eh... ada telpon dari Misua ...


hehehe angkat ah...!!!


"Hallo Assalamu'alaikum sayang....!!" sapa Shania.


"Waalaikumsallam sayang....!!


sayang kamu gakpapa??


kata papa kamu sakit dan gak enak badan...?


koq aku gak tau sih...


kan tadi pagi sebelum ngantor wajah kamu baik-baik aja sayang...!!"

__ADS_1


ujar Noel menjawab salam istrinya itu.


"Iya sayang badanku lagi gak fit...


sebenarnya udah tiga hari ini...


cuma aku gak enak mau ngeluh sama kamu..


soalnya kasihan kamu juga pasti banyak pikiran dan aku gak mau repotin kamu sayang...!!"


jawab Shania dengan nada manja.


"Aastaga...Sayang....sayang...


terus udah makan apa belum?!


sayang...


aku mana ada di repotin sama istri sendiri..


coba kamu bilang dari kemarin,,,


pasti hari ini aku ijin gak ngantor dulu sama papah...


kasihan tau istriku sakit sedangkan aku sibuk ngurusin kerjaan dan gak diperhatikan istriku...!!"


seru Noel memarahi istrinya dengan nada lembut.


Yah Noel memang sangat mencintai Shania sehingga buat berkata kasar atau marah saja gak bisa.


Noel adalah tipikal pria pecinta wanita yang setia.


"nih aku lagi makan sayang....


Sayang... udah dong jangan khawatir gitu..


tapi ngomong-ngomong koq pas di telpon sama kamu aku jadi kangen yah!!" ujar Shania yang tiba-tiba merindukan suaminya itu.


"ya udah kalau udah makan...


makan yang banyak yah....


"Iya sayang aku kayaknya laper banget...!!" jawab Shania.


"Kamu kangen sama aku beneran atau kangen sama yang lain nih??!" tanya Noel menggoda istrinya itu.


"Saaayyyaaanggg.... aku kangen kamu lah...


kalau kangen yang lain dari kamu itu mah bonus buat kamu,,


kamu yang keenakan malahan ....!!!" seru Shania sedikit kesal.


"Kalau begitu sebentar aku bakal ijin sama papah buat pulang cepat nemenin dan ngobatin rindu istriku tercinta hehehe....!!" ujar Noel dengan suara yang benar-benar merdu.


rasa-rasanya Shania sudah gak tahan ingin memeluk suaminya itu sehingga dia dengan spontan mengiyakan keputusan suaminya itu.


Mereka berdua akhirnya mengakhiri telpon yang sudah mulai pembahasannya kemana-mana.


Shania pun melanjutkan makannya yang sedari tadi sempat tertunda karena telpon dari si suami.


Disisi lain Noel pun sesegera mungkin memohon ijin kepada papanya untuk bisa cepat pulang menemani istrinya Shania yang sedang sakit dan gak enak badan.


Papa Heri pun dengan cepat mengiyakan karena ini menyangkut kesehatan menantunya sendiri.


Tak menunggu lama Noel pun langsung bergegas pulang ke rumah...


bersambung.....


guysss....☺️

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak anda supaya author lebih semangat lagi dalam mencari ide dan menulis karya-karya selanjutnya...😁


__ADS_2