
Part 10
*orang suruhan*
Berjalannya waktu, seseorang yang selalu memantau Sutra selalu mengatakan pada orang yang menyuruhnya, bahwa Sutra baik-baik saja, dan tidak ada masalah dengan paket yang dikirimkannya pada Sutra,
"aku senang Sutra menerima semua paket itu, semoga dia tidak memiliki kekasih, sehingga aku dengan mudah untuk menikahinya," ucap seseorang laki-laki yang berdiri di Saung taman Rumahnya yang begitu luas.
"ka!" seseorang laki-laki dari ujung pintu keluar menuju Taman memanggilnya,
Laki-laki yang berdiri di Saung Taman Rumah itu pun berbalik badan, mendekati suara laki-laki yang memanggilnya dari ujung Pintu menuju Taman.
"ada apa? Bagai mana teman kamu, kamu pantau dia masih sendiri kan?" tanyanya setelah mendekati laki-laki yang berdiri di depan Pintu keluar menuju Taman Rumahnya.
"tidak ada cuma aku mau kasih tau kalao dia lima hari lagi akan Wisuda, dan tenang saja ka, aman semuanya ko... " ucap Laki-laki di hadapanya yang masih berdiri di depan Pintu.
"Bagus lah, terimakasih ya," ucapnya sembari melempar senyum.
****
"Ka Arjuna, bagai mana perasaanya? Dua hari lagi akan menikah pastinya bahagia dong?" tanya Sutra yang duduk berdampingan dengan Arjuna di Ruang Keluarga, Arjuna lalu menoleh dan mengusap Rambut Sutra,
"jelas dong, kamu juga ya," jawab Arjuna
"Aku? Aku masih lama ka! Calon saja enggak punya," jawab Sutra, namun Arjuna tersenyum menyimpan rahasia keluarga.
"Kenapa ka Arjuna malah senyum si? Bukannya kasihan sama adeknya belum punya calon, malah di senyumin." Sutra yang tak tau, menyangka Arjuna tersenyum meledeknya, lalu tak Lama om dan Tante mereka pun datang untuk menginap beberapa hari menuju pernikahan Arjuna sampai dengan selesai.
"Sutraaa, Arjuna..." Seorang wanita Yang baru saja masuk ke dalam Rumah bersama seorang laki-laki dan juga Ibu Mawar menyapa Sutra dan Arjuna penuh rasa Kangen, Sutra dan Arjuna yang tengah duduk seketika menoleh dan berdiri serta menyambut wanita dan laki-laki tersebut yang menjadi Om dan Tantenya,
"Tante? Om?" ucap Sutra dan Arjuna serentak sembari melempar senyum, Sutra pun menyambut dan memeluk Tanten dan Omnya, begitu juga Arjuna yang melakukan hal sama, Lama tak pernah berjumpa membuat Sutra kangen pada Tante dan Omnya.
****
Sementara singkat waktu setelah saling melepas kangen, Sutra masuk kamarnya untuk mengambil handponenya, namun sang tante pun masuk menemui Sutra Kembali,
"hai Sutra!" sapa sang tante dari ambang pintu lalu berjalan mendekati Sutra yang tengah duduk di tempat tidurnya, Sutra pun melempar senyum,
"Hai juga tante, sini-sini Tante." penuh antusias Sutra menyuruh Sang Tante duduk bersamanya, Sang Tante pun dengan senang hati mendekati Sutra.
setiap sudut ke sudut kamar pun tak lepas dari pandangan Sang Tante,
"kamar kamu rapih sekali Sutra?" ucapnya
__ADS_1
"he iya tante, ya beginilah lumayan enggak rapih-rapih amat," ucap sutra
"eh Sutra,itu bingkisan apa ko di situ?" tanya Sang Tante yang melihat Bingkisan Baju di atas bangku kecil kamarnya, yang di berikan seseorang untuknya beberapa hari lalu dan lupa dirinya simpan.
"e-itu, itu bukan apa-apa ko tante," ucap sutra tersenyum menatap Sang Tante
Sang tante pun berdiri, rasa penasaran karena melihat bingkisanya terlihat cantik, Sang Tante mendekatinya karena penasarannya,
"ini seperti lipatan gaun? Sutra?" tanya sang tante
Sutra pun berdiri dan mendekati sang Tante, ia hanya diam karena dalam hati tak tau harus bicara apa,
"Sutra? Ko diam?" tanya sang tante Kembali
"i-iya Tante itu gaun, cuma gaun biasa ko, kemarin temen aku iseng ngasih ke aku," ungkapnya berbohong
"Em kliatannya bagus." sembari mengambil bingkisan berisi lipatan gaun, Sang tante memuji gaun pemberian orang yang tak di kenalnya, ia pun hanya tersenyum dan duduk di tempat tidurnya kembali.
Sutra diam-diam pun membuka pesan yang ia kirim pada Raffa dua minggu sebelumnya, namun yang ia lihat tetap tak ada kabar dari Raffa, ia yang tak memiliki hubungan dengan Raffa sedikit berfikir kemana perginya Raffa,
"kemana dia ya, kenapa ponsel dia selama ini tetap saja tidak bisa di hubungi?" ucapnya dalam hati,
"Sutra, kita keluar yuk." Sang tante tiba-tiba mengejutkannya, dan membuat handponenya terjatuh
"loh ko ponsel kamu, kenapa di jatuhin Sutra?" sang tante bertanya karena heran padanya yang tiba-tiba menjatuhkan ponsel, sang tante juga mengambilkan ponselnya dan memberikannya, "nih handpone kamu," imbuhnya
"terimakasih tante, e-enggak tante cuma ngantuk aja, maaf ya tante soalnya semalem Sutra ngurusin persiapan seserahan buat pernikahan ka Arjuna," ungkap Sutra beralasan
"owh iya, pastinya kamu capek Sutra... Ya sudah ayok, kamu mau keluar sekarang atau nanti?" tanya sang tante
"nanti saja Tante, nanti aku nyusul," ucapnya sembari melempar senyum, Sang tante pun membalas senyum dan pergi meninggalkannya sendiri di kamar,
*****
Waktu berjalan,
Sutra turun dari lantai dua Rumahnya, ia melihat Ibu Mawar tengah bicara dengan seorang laki-laki di halaman depan Rumahnya, dengan berbatas jendela dari jarak yang agak jauh dari tangga Sutra mengamati, dalam hati Sutra mengatakan jika dirinya tak pernah melihat sosok lelaki yang tengah bicara dengan Mamahnya itu,
"Siapa laki-laki itu? Ko ada tamu, Mamah gak suruh masuk?" dalam hati dirinya mengatakan, dan tak lama Arjuna yang berniat ke atas untuk mengambil sesutu di kamarnya tiba-tiba di hentikannya,
"ka ka itu siapa yang bicara sama Mamah? Kliatannya masih muda? Temen kaka ya?" sembari menunjuk
"mana?" tanya Arjuna sembari berbalik badan dan melihat kearah yang di tunjuk olehnya
__ADS_1
"astaga itu... Mamah ceroboh kenapa mamah ajak bicara dia di sana sih!" ucap Arjuna dalam hati, membuat Sutra kembali menegur,
"ka! Ko diam?"
"oh enggak, kaka enggak kenal Sutra. Mungkin tukang ketering kali!" Arjuna berdalih
"Hemmm ya sudah, aku mau turun ni udah sore aku mau pergi sama Tante , bye ka Arjuna." dirinya tersenyum meledek sembari melambaikan tangan, menuruni anak tangga yang hanya tinggal beberapa langkah, Arjuna buang muka,
"dasar enggak jelas," gumamnya lalu berlari menaiki anak tangga.
****
Sementara di luar Sutra yang berniat pergi bersama sang tante memperhatikan laki-laki yang masih bicara dengan Ibu Mawar yaitu mamahnya, begitu sebaliknya laki-laki itu memberi senyum pada Sutra, Ibu Mawar yang baru menyadari bahwa Sutra keluar dari dalam Rumah lalu menoleh, dan dalam hatinya pun terkejut khawatir Sutra curiga,
"a-sutra, aduh semoga dia tidak tanya macam-macam," ucap Ibu Mawar dalam hati
"Mah!" tegur Sutra, membuat Ibu Mawar salah tingkah
"iya Sutra? Kamu mau kemana?" tanya Ibu Mawar
"aku mau pergi sama tante ke Mall sebentar mau cari sesuatu buat Ka Karmila," ucap Sutra tanpa curiga pada Laki-laki yang berdiri di belakang Mamahnya, Ibu Mawar pun lega dan menanggapi Sutra dengan biasa,
"owh ya sudah. Terus mana Tante Ola?" (ya tante Ola adalah tante Sutra dan juga Omnya yang bernama Reno),
"Tuh tante," ucap Sutra sembari menunjuk tante Ola yang tengah keluar dari dalam Rumah bersama Omnya, " ya sudah ya Mah aku pergi dulu," Imbuh Sutra, pamit
"iya Sayang," jawab Sang Mamah,
Sutra pun masuk kedalam Mobil milik Om dan tantenya tersebut, Sutra tak sadar jika laki-laki yang tengah bicara dengan Mamahnya adalah orang suruhan dari pihak keluarga yang menginginkan Sutra.
Di kesempatan itu pun, laki-laki yang tengah bertamu, mengetahui Sutra pergi segera memberi tau pada orang yang menyuruhnya...
"Tuan! non sutra pergi ke Mall bersama Om dan Tantenya," pesan laki-laki tersebut pada orang yang menyuruhnya.
****
Di Mall.
Saat Sutra tengah memilih-milih barang di Mall, laki-laki yang mengidamkannya mengikutinya tanpa dirinya sadari, dari kejauhan lelaki itu terus mengawasinya,
"Sutra, hampir satu bulan aku tidak menemuimu... Semoga hatimu belum ada yang memiliki.." ucap dalam hati laki-laki yang mengidamkan Sutra.
****BERSAMBUNG****
__ADS_1