TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 19


*godaan*


Usai dari acara Wisuda dan makan bersama dengan keluarga, Sutra serta keluarga pun Pulang, sepanjang perjalanan Candaan Arjuna membuat Sutra dan keluarga Sutra tertawa, Arjuna yang duduk di samping Ayah yang tengah menyetir, terus saja menggoda Sutra,


"Jadi bagai mana ibu Raffa? Masih nyariin Bapak Raffa? Bahagia kan hari ini? Iya dong masa enggak," ledeknya


"isz, ka Arjuna.... Apaan si?"


Jawab Sutra malu, Sementara yang lainnya hanya tersenyum, ada pula yang geleng kepala,


Candaan terus saja Arjuna lontarkan pada Sutra sampai tak terasa Sutra dan keluarga pun sampai di halaman Rumah, Sutra lalu segera turun dari Mobil bersama Mamah dan Karmila, seperti biasa Arjuna berjalan bersama Karmila yang menggandeng tangan dengan mesra, Sampai di dalam Ruang tamu Karmila tiba-tiba berkata Bahwa Keluarganya akan datang esok hari,


"Em-Mah, besok Keluargaku akan datang," ucap Karmila, Mamah, Sutra yang baru saja duduk di Sofa seketika tercengang, Arjuna yang berdiri di sampingnya lalu menyeretnya ke dalam,


Sutra dan Mamah saling tatap sekilas, merasa heran Sutra lalu berkata pada Mamah,


"Mah ko Ka karmila baru ngomong sekarang si?" kata Sutra


"huss jangan kenceng-kenceng ngomongnya!" ucap Mamah Sutra,


"ya lagiyan, kenapa bukan ngomong dari tadi Mah! Kalau dari tadi kita kan bisa sekalian beli persiapan buat menjamu mereka!"


"Sutra! Sudah, besok juga tidak apa-apa Ayah dan Mamah pagi sekali kan bisa belanja, kamu besok bantu bibi buat siapin," ucap Ayah yang duduk beriringan dengan Sutra, tak lama Arjuna keluar dan mengatakan minta maaf jika mengatakan mendadak pada Mamah, Arjuna pun sedikit kesal pada Karmila yang telat mengatakannya.


Namun Mamah yang bijak mencoba menenangkan suasana agar tidak ada rasa kesal di Hati Arjuna.


Sementara usai itu Sutra mencoba melupakan masalah kecil itu, dan bergegas menuju kamar sembari membawa buket dan Boneka Beruang dari Raffa yang tentu sang tunangan dadakan 😄, sementara Arjuna yang juga berjalan menuju Kamar yang sama-sama di lantai dua dengan Sutra, lagi-lagi meledek Sutra,


"Widihhhh gede banget, bantuin apa tidak? Kelihatannya berat bawa bonekanya? sini Aku bawakan, nanti aku bawa ke Kamarku," ledeknya yang berjalan naik di belakang Sutra,


"Mulaiii...." sahut Sutra yang hanya melirik sedikit kebelakang, Arjuna yang gugup lalu meledek Sutra kembali,


"ini kalau jalan bisa cepat sedikit tidak? jalan ke Keong," Sutra lalu berhenti di tengah tangga dan membuat Arjuna kesal, Sutra meletakan boneka beruang di tangga lalu merentangkan tangan, sengaja membuat Arjuna kesal, dan benar saja Seketika Arjuna pun kesal di buat Sutra,


"Malah berhenti! Tangan kamu ngapain si?" ucap dan Tanya Arjuna, Sutra hanya diam dan tetap meledeknya.


Arjuna memilih melewati sebelah Sutra yang masih dapat di lalui walau ngepres, namun Sutra tetap menutupi jalan yang akan di lewatinya, dengan Kesal Arjuna mencoba singkirkan tangan Sutra,


"Sutra! awas!" Sutra lalu berbalik badan dan menyembunyikan kedua tangan di balik badan, Sutra menatap Arjuna kesal,


"tadi yang bilang aku kaya Keong siapa? ha!"


Dari bawah sang Mamah heran pada Sutra dan Arjuna, melihat Sutra dan Arjuna masih berada di tangga,


"ya Alloh.... Dari tadi masih di situ? Pada ngapain si?" tegur Mamah


"tahu tuh ka Arjuna, kurang kerjaan," sahut Sutra lalu bergegas pergi menuju lantai dua dengan gontai,

__ADS_1


"ooo dasar Bocah," ucap Arjuna,


sementara Sutra tertawa puas meledek Arjuna, Berjalan sampai di dalam Kamar, Sutra rebahkan tubuh yang lelah, Ponsel andalan pun Sutra buka, Bibir tersenyum ketika membuka Pesan dari Raffa,


"selamat beristirahat Cantik," isi pesan Raffa,


"Romantis banget sih," kata Sutra, Sutra pun membalas Pesan Raffa dengan hati yang tentu berbunga-bunga.


*****


.


.


.


.


.


.


.


.


Hari berganti, Sutra serta pembantu Rumah menyiapkan Makanan untuk Keluarga Karmila yang akan datang, betapa tidak Sutra merasa mendapat surprise ketika Raffa tiba-tiba berada di ambang pintu Dapur,


* eyyy padahal kenal dua hari doang lo... Gak ada ya! di dunia nyata kayanya apa lagi terus jadi tunangannya, hanya ada di dunia halu nih 😄. *


Bukan Sutra yang mendekat malah Raffa yang mendekat, Sutra masih sedikit canggung berada di sampingnya, Terlebih senyum Raffa yang mempesona Membuat rasa capek hilang seketika, walau sedikit malu Sutra tetap mencoba bertanya,


"ko datang enggak kasih kabar dulu?"


"untuk apa, toh datang ke Rumah Calon Istri sendiri, kayak mau datang ke Rumah Pejabat saja,"


"yaaa untung aku di Rumah, kalau tidak? Bagai mana hayo?"


"kan ada abang kamu,"


"hemmm gitu yaaa,"


"iya lah. Mau aku bantuin tidak?" tawar Raffa


"Tidak usah.... Lagiyan mau bantu bagai mana Tuan Raffa! Tidak usah ya,"


"oh iya aku lupa," Sutra tersenyum geleng kepala, paham bahwa Raffa hanya meledek.


Tak enak berada di dapur Sutra pun meninggalkan pekerjaan dapur yang tinggal hanya sedikit, Sutra pun menyuruh bibi untuk meneruskannya dan mengajak Raffa untuk duduk di depan,

__ADS_1


"kita kedepan yuk tidak enak di sini," ucap Sutra pada Raffa,


"oke,"


Ketika berjalan menuju Ruang tamu Raffa pun menanyakan Mamah Sutra yang Sedang pergi bersama Ayah, Sutra di rumah hanya bersama Arjuna dan Karmila, untuk menunggu Mamah pulang, Sutra pun membuatkan Raffa minuman dan mengajaknya Ngobrol, sampai tak terasa Keluarga Karmila pun datang berbarengan dengan Mamah dan Ayah Sutra,


"Loh ada Raffa? Sejak kapan ini?" tanya Mamah Sutra yang baru datang, " Ayok di dalam Raffa," imbuhnya,


"iya Ibu," jawab Raffa,


Usai berbicara dengan Mamah Sutra, lalu semua pun menyambut keluarga Karmila, sampai terakhir masih tersisa Mamah Karmila, bersalaman dengan semuanya namun melihat Raffa yang terakhir ia salami tiba-tiba berkata, yang membut keluarga entah harus menganggap bercanda atau betul-betul mengharap,


"eee ada calon mantu juga ini bu? Sayang ya tidak kepincut sama anak saya sasya," ucapnya pada Mamah sembari memandang wajah Raffa dengan Senyum,


Sutra yang berdiri di samping Raffa sedikit menyenggolnya,


Ehemm!


Deham Sutra terpaksa, Raffa tak mengerti hanya tersenyum meringis menatap Ibu Karmila, namun Mamah Sutra pun mencoba mengalihkan pembicaraan yang tak penting itu, dan jelas akan menimbulkan fitnah, tak mau Raffa di puji-puji terus menerus, Sutra mengajak Raffa ke ruang keluarga dengan alasan Raffa harus istirahat agar tidak terlalu capek, karena baru keluar dari Rumah sakit.


*****


"hemmm... Ada yang mengharap kamu tuh," celetuk Sutra yang hanya duduk berdua di Ruang keluarga bersama Raffa, Raffa lalu menatap Sutra tersenyum, "mungkin hati Raffa bangga atau menganggapku cemburu," kata Sutra dalam hati,


"ngapain senyum-senyum liatin aku? di minum tuh tehnya,"


"galak banget, cemburu yaaa... Hayo ngaku?"


Sutra membuang muka dan nggerundel sesuka hati tak jelas di dengar, Raffa malah tertawa, seolah melihat Badut di depannya,


Sutra yang duduk berhadapan dengannya tiba-tiba dirinya pindah duduk di samping Sutra,


"kamu mau ngaku atau tidak? Cemburu kan kamu?"


"apaan enggak juga,"


"oooo Oke, jadi enggak cemburu nih? Ya sudah aku deketin deh si Sasya kelihatannya---" " kelihatannya apa? Ayok kalau berani, aku tabok nih tangan kamu," ucap Sutra memotong ucapan Raffa, Raffa meringis mengejek Sutra dan meminta ampun.


Tak lama Ka Arjuna masuk entah mau apa, namun wajahnya terlihat sedikit tak semangat, Sutra hanya diam melihatnya berjalan menuju kamar, sementara Raffa bertanya pada Sutra,


"Sutra kaka kamu kenapa?"


"mana aku tahu, ya kali lihat saja kelakuan keluarga ka Karmila, mungkin dia kesal,"


"stttt jangan kenceng-kenceng ngomongnya nanti pada denger,"


"hemmm udah tuh di minum sayangku nanti dingin enggak enak,"


"iya tuan Putriii...."

__ADS_1


Melihat keluarga Karmila, Sutra sedikit heran selain kelakuannya, tutur katanya yang bagus sekali sampai tidak bisa di rem, juga penampilan mereka yang wah.


********BERSAMBUNG******


__ADS_2