TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 8


*Box misteri*


Pulang dari Caffe Sutra kesal pada ulah Arjuna Yang usil padanya.


Di Ruang keluarga Saat Sutra menyalami Ayah dan Mamahnya yang tengah duduk, Arjuna yang tengah turun dari lantai dua meledek Sutra,


"waaaa perawan jam segini baru pulang, pasti pacaran nih?" ucapnya


"apa,an si, lagiyan kaka tau sendiri aku sama Jihan tadi," terang Sutra


"ah bohong tu," ucap Arjuna


"Arjuna..." tegur Pak Hendro,


Ibu Mawar yang tengah duduk di samping Pak Hendro hanya tersenyum heran, melihat Arjuna dan Sutra,


Sementara Arjuna tersenyum meringis sembari melihat Sutra, ia pun melanjutkan langkah kakinya turun, Sutra yang tampak lelah berlari ke atas menuju kamarnya,


****


Setelah tak ada lagi yang menjadi bahan candaan Arjuna duduk di bangku ber iringan dengan Pak Hendro dan Ibu Mawar yang tengah menonton TV.


Sebagai anak pertama, Arjuna yang akan melangsungkan pernikahannya Satu minggu lagi! Lagi-lagi mendapat nasehat dari Ayah dan Mamahnya.


"Arjuna, bagai mana persiapan semuanya kamu sudah siap?" tanya Pak Hendro


"Sudah ko Yah, kan Aku juga udah minta bantu Mamah juga, buat siapin semua," ucap Arjuna, " iya kan Mah?" imbuhnya pada Ibu Mawar,


"iya Mas, Mamah sudah siapkan semuanya ko, undangan juga sudah di sebar, karena kemarin Mamah minta tolong sama Adik Mamah buat bantu, dan besok Kakanya Mamah juga akan datang ke sini, dua hari sebelum pernikahan Arjuna, soalnya dia mumpung libur kerja," terang Ibu Mawar


"Baguslah Mah," jawab Pak Hendro


Terlihat dari raut Wajah Arjuna begitu sumringah mendengar persiapan telah siap semua, terlebih pernikahannya hanya tinggal menghitung hari,


Lalu Pak Hendro pun memberi pesan Pada Arjuna agar dirinya mampu menjaga hati setelah dirinya Menikah nanti,


"Arjuna! Ayah pesan sama kamu dan tolong kamu ingat-ingat,"


"iya ayah," sahutnya


"besok ketika kamu sudah menikah, adilah pada hati wanita yang menyayangi kamu, yaitu Mamah kamu, Istri kamu, dan juga Adikmu. Mengapa mereka? Karena mereka adalah wanita! berbeda dengan kita sebagai laki-laki, kamu paham kan? Kamu pasti mengerti itu, oke," ucap Pak Hendro


Arjuna yang antusias mendengarkan mengangguk pelan,


"baiklah Yah, aku mengerti," ucapnya


"Kamu harus benar-benar dengarkan itu Arjuna, karena seseorang yang telah menikah adalah berat tanggung jawabnya jadi, jangan pernah kamu main-main." Ibu Mawar sembari memegang tangan Arjuna, menambahi nasehat padanya,


Arjuna melempar senyum pada kedua Orang Tuanya, dengan keyakinannya Arjuna berjanji akan sebisa mungkin menjaga hubungan kekeluargaannya.


Tak lama Adik kesayangan Arjuna Turun, dengan langkahnya yang manja, Sutra yang baru saja Turun duduk di samping Arjuna sembari menggodanya,


"Ka, asik nih yang mau menikah? Adeeeemmmm ati," ucapnya


Arjuna menoleh meringis menatapnya, penuh tanda tanya, sementara Sutra duduk meringkuk bersandar di bangku sembari menatap Arjuna,


"Kamu pengen?" lontarnya bertanya


"sama siapa? Ya kali liat kaka dulu... Hehe," jawabnya tertawa meledek


"kan ada Rafa?" jawab Arjuna lagi-lagi balik meledek, " yuk nikah bareng, biar adeeemm ati," imbuhnya.


Sementara Pak Hendro dan Ibu Mawar pun tertawa melihat tingkah Arjuna dan Sutra.


"Ogah, yang ada amplop buat kaka semua entar." Sutra menjawab sepontan menambah malam keluarga menjadi ceria penuh tawa.


****


Waktu berjalan.


Tidak lagi berkumpul di Ruang keluarga, Sutra yang telah berada di Atas! Menyendiri sembari menatap bintang dari teras lantai dua Rumahnya, ia yang tak percaya Raffa menghilang berfikir kemana perginya Raffa,


"Raffa? Kemana orang itu? Tapi kenapa aku harus memikirkannya sih! Isz lagiyan dia siapa coba?" gumamnya, "tapi kalau dia sampai ada di pesawat itu, kasihan juga Mamahnya. Ah sudah lah mending aku selesaikan sekripsiku, haa tinggal sepuluh hari lagi aku menunggu masa wisuda, pas Setelah Ka Arjuna menikah, hemmm selamat datang di Rumah ini Ka Karmila yang cantik... Semoga secantik hatinya." imbuhnya lalu Sutra pun Masuk.


****


Keesokan harinya, seperti biasa dengan penuh semangat Sutra di kamarnya bersiap untuk berangkat ke kampus, dengan penampilannya yang slalu membuat laki-laki melirik namun tak ada yang tertarik, hehe...


Sutra dengan penuh rasa percaya diri pun turun, untuk sarapan pagi.


Namun di Ruang makan, karena gugup dia pun hanya mengambil sepotong Roti dan meminum Susu,


"Mah, Ayah Aku mau buru-buru, Aku berangkat ya," ucapnya sembari menyalami Ibu Mawar dan Pak Hendro dengan tergesa,

__ADS_1


Bergegas ia pula mengambil sepotong roti dan meminum sedikit susunya,


"eh, pelan-pelan," tegur Arjuna yang duduk di berhadapan dengan Pak Hendro,


"Biarin." sembari berlari keluar ia menjawab teguran Arjuna


Arjuna yang telah selesai makan pun berniat menyusul Sutra yang telah keluar,


"Ayah, Mamah aku mau Keluar dulu... Kayanya Sutra menunggu Taxi di depan, aku mau bonceng dia. kasihan," terang Arjuna


"a-Arjuna, kamu tidak boleh pergi, biyar Ayah saja," ucap Pak Hendro lalu berdiri, "Sudah kamu di rumah saja, calon Pengantin tidak boleh pergi-pergi," imbuhnya sembari meraih tas kerja di bangku sampingnya,


"baik lah yah---" "benar apa kata Ayahmu, oke," potong Ibu Mawar pada Arjuna,


Arjuna terdiam, pasrah tak bisa pergi kemanapun, karena sebagai calon Pengantin Arjuna harus menuruti aturan yang ada.


Sementara Ibu Mawar yang duduk di samping Pak Hendro menyusul Berdiri dan bertanya pada Pak Hendro


"Ayah berangkat sekarang?" tanya Ibu Mawar sembari menyalami Pak Hendro


"iya, kasihan Sutra," ucapnya, "Ayah berangkat dulu," imbuhnya pada Ibu Mawar dan Arjuna dan berlalu pergi.


Tinggal berduan, Bu Mawar Bersama Arjuna di Rumah, Belum satu hari di Rumah Arjuna sudah menarik nafas panjang, dirinya berfikir akan bosan jika harus mengurung di Rumah yang bukan kesukaannya,


"heuhff... Sampai kapan?" gumamnya


Ibu Mawar yang tengah merapihkan meja makan, mendengar ucapan lirih Arjuna yang masih berdiri menghadap Ruang Tamu sembari meletakan kedua tanganya di pinggang,


Ibu Mawar mendekat berbisik di belakang Arjuna,


"kamu bicara apa Arjuna?"


Arjuna terkejut dan menoleh


"Mamah, enggak ko Mah.... Enggak ada yang ngomong," ucapnya berbohong


"jangan kira mamah tidak mendengarnya Arjuna, kamu itu belum sehari di Rumah, bahkan sempai hari pernikahanmu, kamu harus berada di Rumah! Sudah nggerundel saja kamu..." terang Ibu Mawar


Ibu Mawar kembali menata Piring kotor di Meja makan, sembari menasehati Arjuna, Sementara Arjuna yang berdiri lalu kembali duduk dengan menghempaskan tubuhnya di sofa Ruang keluarga yang berdekatan dengan Ruang Makan, ia menjawab ucapan Sang Mamah dengan suaranya yang merasa bosan di Rumah,


"haaa,ahh... Sampai hari Pernikahan itu gak bentar Mah! Satu minggu itu lama... Sehari di Rumah saja sudah kayak di kurung," keluhnya


"Arjuna... Demi kebaikan kamu, sama dengan Karmila, dia juga tidak boleh pergi!" ucap Ibu Mawar di Ruang Makan


"ah elah, bisa jamuran aku ni..." ucapnya


"ya elah Mamah," keluhnya kembali


"udah jangan kebanyakan mengeluh," jawab Ibu Mawar lalu pergi ke dapur.


Arjuna pun menepuk jidatnya, lalu berbaring di Sofa, tak lama Bi minah pembantu Rumahnya masuk dan membawakan Paket yang tertuju untuk Sutra, paket itu berupa amplop dan sebuah kotak kecil.


Saat Bi Minah akan membawa ke atas menuju Kamar Sutra, Arjuna yang melihatnya pun menghentikannya,


"Bi apa itu?" tegurnya bertanya


"eh, Mas. Ini lo Paket buat Mba Sutra, tapi enggak tau dari siapa?" terang Bi Minah


"paket? Coba sini Bi," pintanya lalu bangun dari pembaringannya,


Bi Minah lalu turun dari tangga lalu memberikan Paket kecil itu pada Arjuna beserta Amplopnya, saat memberikan Arjuna bertanya siapa orang yang telah mengantar paket tersebut,


"Bi, ini tukang pos apa tukang paket yang Ngirim?"


"a-bukan Mas, yang ngirim Mas-mas tapi dia pake Sepeda Montor trus pake helm ke tutup. Bilangnya cuma titip buat Sutra! gitu mas," terang Bi Minah


"ya sudah biyar aku yang taro di Kamar Sutra, makasih ya Bi," ucap Arjuna lalu berlari ke lantai dua, membawa paket itu menuju kamar Sutra, karena penasaran pada Amplopnya setelah sampai di Kamar Sutra, Arjuna mencoba membuka Amplop yang tak di lem itu,


"dari siapa si ini? Aneh." Arjuna merasa penasaran dan memandangi Amplop tersebut, "Maaf ya sutra, kaka buka Amplopnya." imbuhnya sembari membuka Amplop


Arjuna yang penasaran akhirnya pun membuka dan membacanya,


"I LoVe you" isi surat dalam Amplop tersebut.


Arjuna pun hanya mengerutkan dahinya dan mengangkat satu Alisnya, sembari tersenyum heran,


"haduuuhhh kirain Surat apaan, ya elah gak seru. Aneh tapi dari siapa kotak ini? Sudahlah aku taruh saja di sini," ucapnya lalu menaruh amplop dan kotak tersebut di atas tempat tidur Sutra.


Arjuna pun kembali keluar dari Kamar Sutra.


****


Siang Di kampus,


Seorang wanita teman kampus Sutra membawakan buket bunga yang hanya berjumlah tiga tangkai Mawar putih untuk Sutra, yang di berikan dari seseorang yang Sutra tidak tau,

__ADS_1


"Sutra!" tegur teman Sutra memanggil Sutra yang tengah berjalan bersama Jihan,


Sembari berlari kecil mengejar Sutra, teman kampus Sutra memanggilnya kembali karena Sutra tak mendengar,


"Tunggu Sutra!" tegurnya


Sutra dan jihan menghentikan langkahnya dan berbalik badan,


"ada apa?" tanyanya


"ini ada titipan Buket bunga buat kamu dari seseorang tapi aku gak tau siapa, nih ada amplopnya,"


Sutra bingung namun menerimanya,


"ya sudah aku pergi dulu ya...." ucap teman kampusnya lalu pergi,


"iya makasih," jawabnya


"dari siapa Sutra?" tanya Jihan


"mana aku tau,"


"coba buka Amplopnya,"


Sutra pun duduk di bangku yang ada di teras kelas lantai dua kampusnya, rasa penasaran membayangi hatinya,


"Sutra kamu baik baik ya, ILove you," hanya sebaris kata yang ada di dalam selembar kertas,


Sutra bingung dan bertanya tanya, dirinya merasa tidak punya kekasih namun, ada seseorang yang membuatnya bertanya dalam hati,


"Weeee siapa tuh? Romantis banget," Jihan tiba tiba mengagetkan lamunannya.


"apaan si. lagiyan siapa si? Aneh banget tau," ucap Sutra


"gak tau apa gak tau? Diam diam sahabat aku ini punya pacar ya? Tapi gak mau cerita nih, hadeuuhh dah mulai kaya yesi nih?" ledek Jihan


"apaan sih! enggak, tau!" jawab Sutra lalu berdiri dan melanjutkan berjalan


"iya iya, " ucap jihan yang berjalan menjajarinya.


Setiap langkah kakinya Sutra berfikir dan bertanya dalam hati, sampai dirinya penasaran ia pun membuka handpone berharap ada lampu hijau dari Raffa, namun sayang saat ia membuka handpone, pesan yang sutra kirim pada Raffa tetap satu dan dirinya pun mendengar korban pesawat itu tiada yg selamat.


"ya ampun ini bukan Raffa, kenapa perasaanku sedih begini, Raffa bukan siapa siapaku bahkan aku belum mengenal jauh dia, tapi gak ada dia kenapa aku sedih, terlebih ini benar-benar enggak ada kabar lagi dari dia. Lantas siapa yang kirim buket ini?" ucapnya dalam hati penuh tanda tanya,


Bukk!!


"aduh!" Sutra merintih karena di tepuk Jihan


"Ngelamun ajah! Ayok jalan. ke keong, mikir apaan si?" Jihan mengusilinya yang tengah terdiam


"Apaan si! Orang lagi mikirin sekripsi juga. Udah ayok lah, jalan!" Sutra melirik Jihan, lalu menarik tangannya berjalan sedikit cepat,


"ya kali jangan di tarik juga Sutraaa.." ucap Jihan


"cerewet udah ayok jalan,"


Melepas tangan Jihan Sutra pun Berjalan melenggangkan tangannya menemui dosen.


****


Waktu jam kuliah pun berlalu, Sutra yang telah selesai Kuliah berniat untuk langsung pulang ke Rumah, tanpa di temani Jihan, Sutra berdiri di tepi Jalan depan Kampusnya, ia yang tengah Menunggu Taxi di kejutkan oleh seorang laki-laki pengendara motor.


Laki-laki memakai Helm tersebut mengejutkannya dari arah kanan dengan memencet klakson Motornya,


Tiiiinnnn...!


Sutra yang tengah menoleh ke arah kiri terkejut, seketika melempar dua buku di tanganya yang tengah di tentengnya,


Brukkk... Lalu Sutra menoleh,


"i,iiiiiihhhh rese! Ngapain si ngagetin!" triak Sutra setelah menoleh pada laki-laki tersebut


"ahahahaha... Kaget ya? makanya jangan ngelamun mulu, ketularan aku kan? Ahahaha..." Arjuna tertawa puas meledeknya,


"kaka ngapain si jemput aku? Kan kaka gak boleh pergi?" ucap Sutra


"udah gak usah bawel, ambil tuh buku kamu! Ayok pulang udah sore. Entar ngilang lagi! Pulang malem alesan lagi!" ucap Arjuna yang tak ada habisnya meledek Sutra,


Dengan wajah cemberut, Sutra mengambil bukunya yang tak sengaja terlempar, lalu dirinya berjalan mendekati Arjuna,


"Siapa juga yang mau pulang malem." Sembari membonceng Sutra menjawab ucapan Arjuna.


****


Malam di Rumah Sutra dan Arjuna.

__ADS_1


"ini siapa sih yang kirim buket, terus ini lagi malah Cincin dong? Mana Pesan Suratnya semua ilove you lagi." Sutra kebingungan sembari memandangi Cincin emas yang ada di kotak kecil di tangannya,


****BERSAMBUNG****


__ADS_2