
Part 21
* Tak kunjung usai*
"Akhirnya perempuan itu ngambek sudahlah urusan belakang." ucap dalam hati kecil ini, malas memperpanjang masalah, nafas menghembus kasar.
"Sutra-sutra," Raffa menggerutu heran,
"Raffa, ko sendiri?" Mamah Sutra dan Ayahnya masuk sudah berdiri di samping Raffa, Raffa seketika terkejut dan menoleh, Raffa lempar senyum agar terlihat baik-baik saja, yaaa.. Walaupun tidak tahu harus bicara apa pada Ayah dan Mamah Sutra, yang pasti saat ini Sutra marah,
"Kamu kenapa cuma diam Raffa? Mana Sutra?" Ayah Sutra bertanya, Raffa malah kebingungan sendiri harus menjawab apa,
"Em-Sutra ke Kamarnya Pa, sepertinya dia Capek," jawab Raffa beralasan
"Capek? Tapi kenapa kamu di tinggal sendiri? Sutra ini benar-benar keterlaluan." melihat Ayah Sutra terlihat kesal, Raffa segera mencari alasan agar Sutra tak kena Marah,
"em-Pa sudah tidak apa-apa, saya juga mau pulang, tadi saya sudah bicara pada Sutra,"
"Raffa, ngapain buru-buru pulang? Lagiyan masih siang." Mamah sutra memberatkan Raffa Pulang.
selain tangan dan kepala yang masih terasa nyutnyutan akibat kecelakaan waktu lalu, Raffa juga sudah lelah ingin istirahat, lelah segalanya... Mikirin badan, mikirin Kerjaan masih mikirin calon bini yang ternyata cemburuan, kalau ngambek udah bikin jantung gemeter,
"terpaksalah aku meminta izin pulang, sepertinya akan lama sembuhnya tuh perempuan ngambek, apa dayaku terlalu ganteng kali ya 😁,"
Bingung mau apa, dan Sutra yang tengah marah, di tengah diam Raffa bicara dalam hati, dan sekali lagi Raffa mengatakan pada Mamah dan ayah Sutra yang sudah Raffa anggap orang tua sendiri,
"Mah, ini sudah siang, saya ingin istirahat, ya Mamah tahu sendiri saya masih seperti ini, lagiyan kasihan sopir sudah menunggu lama... Juga masih banyak urusan," ucap Raffa meyakinkan, sebetulnya dalam hati masih betah meski kepala masih tidak jelas rasanya,
Setelah meminta izin akhirnya Mamah dan Ayah Sutra membolehkan Raffa Pulang, tidak menyangka dapet calon Mertua baik hati seperti ini, calon Menantu sakit di suruh istirahat di kasih perhatian.... Ya kali menantunya Ganteng dan baik hati pulak 😄.
Setelah Raffa meminta izin, Mamah dan Ayah Sutra mengantar sampai halaman Rumah,
"Raffa Hati-hati ya," ucap Mamah Sutra sementara Ayah Sutra hanya memberi senyum dan mengatakan yang tak berbeda dari Mamah Sutra.
Belum Raffa panggil Sopir yang baik hati, dengan perhatiannya sudah menunggu di depan teras Rumah Sutra bersama Mobil Raffa, tentu Mobil yang lain 😎, bukan Mobil yang mengalami kecelakaan waktu lalu.
Raffa pun segera masuk ke dalam Mobil, berat rasanya pulang tak di antar kekasih Hati, sayangnya dia ngambek tidak jelas... "Perempuan kalau sudah ngambek susah Obatnya mungkin di bawa hiling-hiling baru sembuh tuh ngambek," gerutu Raffa setelah duduk di belakang Sopir sebut saja Pak Tatang, lalu Pak Tatang tiba-tiba bertanya pada Raffa, mungkin mendengar Raffa menggerutu,
"Mas Raffa kenapa Mas?"
"oh enggak apa-apa ko Pak, saya sedang bicara sendiri saja,"
__ADS_1
"owh, jangan bicara sendiri Mas, nanti saya Takut," ledek pak Tatang
"ah elah Pak Tatang,"
"bercanda Mas hehe," jawab Pak Tatang dengan tertawa,
"iya-iya sudah ayok Jalan," jawab Raffa sebelum lanjut Bicara,
"Pak Tatang kita nanti mampir ke Resto sebentar ya, sekalian Pak Tatang makan siang dulu," pinta Raffa, Pak Tatang yang memang sangat pengertian pun menuruti apa yang Raffa mau, iya jelas mau namanya sama majikan 😁.
Di perjalanan Raffa nikmati setiap pemandangan yang ada di sekeliling Jalan Raya, ya itung-itung sambil cuci mata lihat-lihat Cewek 😎, buat hilangin Setres di fikiran.
******
Di Kediaman Pak Hendro
"Mila, aku minta maaf. Tolong sekali, cobalah kamu pakai perasaan kamu! Apa pantas kamu duduk berdampingan seperti itu dengan Raffa?" ucap Arjuna sebelum lanjut bicara, "Raffa itu calon suami adikku," imbuhnya
"ya aku tahu, dia juga calon adikku kan? Lagiyan cuma duduk, apa masalahnya si," jawab Karmila dengan ketus dan meninggalkan Arjuna dari Kamar, Arjuna geleng kepala keheranan melihatnya, tak menyangka Karmila akan berani menjawab demikian,
menyusul keluar Arjuna dengan perasaan kesal tak sengaja melihat sekilas Sutra di kamarnya seperti tengah menangis, namun tak mau ambil pusing Arjuna yang juga tengah kesal sendiri berlalu pergi tak perdulikan Sutra.
Sampai di lantai bawah Arjuna melihat Karmila tengah duduk di Ruang Keluarga bersama Mamah, begitu pula Mamah yang melihat Arjuna baru turun dari Tangga namun tak bertanya apapun mungkin sudah tahu sifatku jika tengah kesal, tak bertanya Arjuna terus berjalan keluar melewati Karmila dan Mamah yang tengah duduk, Karmila tak memandang bahkan bertanya, Perasaan kesal ini memaksa untuk pergi hilangkan Setres, Karmila pun Arjuna tinggal sendiri bersama Mamah dan Ayah serta Sutra di Rumah.
"Yah, aku pinjam Mobilnya sebentar, aku mau pergi ke Rumah Teman,"
"mau ngapain kamu?"
"ada urusan sebentar Yah," jawab Arjuna beralasan, Ayah yang baik hati pun memberikan Kunci Kontak yang beliao sakui, tak ketinggalan juga pesan nasehat yang selalu Ayah lontarkan pada Arjuna,
"Hati-hati tidak usah ngebut-ngebut bawanya,"
"Santai Yah, kaya enggak ngerti aku saja," jawab Arjuna sebelum bicara kembali, " Aku berangkat Yah," imbuh Arjuna, Arjuna lalu berjalan mendekati Mobil yang terparkir di halaman, bergegas masuk kedalam Mobil Arjuna pun menyalakan mesin Mobil dan berlalu pergi,
*****
Di perjalan sembari Arjuna menyetir Rasa kesal tak kunjung hilang, Arjuna mencoba menghubungi Sahabat lama yang juga sama-sama bekerja di BANK, Arjuna meminta Sahabat untuk bertemu di Caffe, ya agak bergaya lah ya buat hilangin Setres.
Setelah lama Arjuna menyetir tak terasa telah sampai di Caffe yang Arjuna Maksud, tak menyangka belum Arjuna turun dari Mobil, Sahabat Arjuna telah datang duluan, Arjuna pun bergegas menemuinya segera turun dari Mobil,
"hai Ga!" sapa Arjuna,
__ADS_1
"wehhh, kenapa lo kusut amat muka?" tanya Yoga setelah Arjuna di hadapannya, tak enak bicara di luar Caffe, Arjuna langsung mengajak Yoga masuk kedalam Caffe untuk berbicang lebih enak.
Di dalam Caffe, setelah Arjuna dan Yoga mendapat tempat duduk, Arjuna langsung memesan minuman dan cemilan, ya, sembari menunggu pesanan datang Arjuna menceritakan masalah yang baru saja Arjuna alami, tentu masaalah yang membuat wajah Arjuna terlihat kusut di pandangan Yoga.
*****
"aku padahal baru beberapa hari menikah Ga, tapi masalah ada saja. Ternyata begini ya kalau sudah menikah," keluh Arjuna
"Sabar, ini belum seberapa, intinya jangan sampai terucap kata-kata yang menyakiti begitu saja, kalau masih bisa di maklumi kamu lebih baik mengalah saja dulu, dan nasehati Istrimu pelan-pelan," ujar Yoga, Arjuna terdiam rasa tidak Iklhas jika Istri berani berdekatan dengan laki-laki lain,
"masalahnya Ga, Istri ku duduk berduaan dengan calon adik iparku, di depan Adiku. Bagai mana aku tidak marah! Di hadapan Adiku saja berani apa lagi di luar!" terang Arjuna berfikir buruk,
"Maksud kamu Raffa? Bukannya aku lihat orangnya baik? bahkan pernikahan kamu saja dia hadiahkan tempat megah seperti itu." Ajuna terdiam saat Yoga mengatakan Raffa, Arjuna berfikir apakah memang Karmila yang terlalu dekat dengan Raffa,
"Raffa memang baik, apa iya Karmila memang orangnya terlalu bebas, Aku harus lebih haati-hati," ucap Arjuna dalam hati, Yoga yang melihat Arjuna terdiam, tiba-tiba mengejutkan Arjuna dengan bertanya kembali,
"Jun! Ko malah diam? Raffa apa bukan?" tanya Yoga
"e-enggak aku enggak diam. Iya Raffa! Memangnya siapa lagi? Calon adik iparku kan cuma dia," terang Arjuna, serasa dalam hati kesal tak berkesudahan.
Mengingat pesanan datang Arjuna dan Yoga menghentikan obrolan sejenak, menikmati minuman dan Makanan yang telah Arjuna pesan, Dari pada membahas terus membuat hati kesal Arjuna memilih menjeda dulu Obrolan tadi, untuk mengisi perut yang laapar sejak dari Rumah.
Ya, mau makan di Rumah Rasanya kenyang dengan prilaku Kaka Adik yang membuat Arjuna Muak.
*****
Di kediaman Raffa.
Di kamar, Raffa yang tengah duduk di atas tempat tidur sembari bersandar masih saja kepikiran dengan sikap Sutra yang tiba-tiba menyuruh pulang, bukan tanpa alasan, Sutra menyuruh pulang sudah pasti ada hal yang Sutra tidak suka dari Raffa, namun lagi-lagi di tengah diamnya Raffa yang tengah sibuk memikirkan Sutra, ada saja yang mengganggu fikiran.
Pesan Raffa buka yang ternyata Nomer baru, yang tak lain adalah Sasya,
"Mas Raffa ini Nomer aku Sasya, tolong di save ya, nanti biyar enggak lupa, oke." membaca pesan Sasya membuat Raffa tersenyum heran dan membuat Raffa geleng kepala,
"astaga Cewek ini," gerutu Raffa sembari mengetik menjawab pesan Sasya,
"Oke sya, nanti aku Save," jawab Raffa dalam pesan, selang beberapa detik Sasya pun membalas kembali,
"terimakasih ya Mas, Mas Raffa baik hati deh," jawab Sasya kembali tanpa tahu malu dengan ucapannya dalam pesan.
Takut menjadi masalah lagi untuk Raffa dan Sutra, Raffa pun memilih untuk tidak terlalu merespon Sasya, dari pada masalah tak kunjung usai.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\* BERSAMBUNG\*\*\*\*\*\*