
Part 17
*MENCOBA TERIMA*
Raffa seketika syok mengetahui Restorannya mengalami kebobolan, sementara Sutra yang tidak tau apa-apa mencoba bertanya, sesaat setelah melihat Raffa hanya diam,
"Raffa, kamu kenapa? Ko, tiba-tiba diam begitu?" tanya Sutra sembari memandangi Wajah Raffa yang lesu,
"Restoran mengalami Kebobolan Sutra, Aku ingin pulang hari ini... Aku harus datang kesana," terangnya
"Apa? Kebobolan? Tapi Raffa kamu belum sembuh, tidak mungkin jika kamu harus pulang hari ini!"
"tapi aku harus urus ini,"
"Raffa, kamu bisa kan menyuruh Manajer kamu untuk urus masalah ini? Tolong lah kamu itu belum sembuh betul. Masa iya kamu mau paksa diri kamu,"
"tapi Sutra?"
"Raffa! kamu jangan ngeyel deh. Sekarang begini, kamu mau ngurusin pekerjaan kamu tapi kondisi kamu belum sembuh betul! Nanti kalau kamu drop lagi apa kamu gak repot, apa kamu tidak kasihan sama Orang Tua kalau sampai kamu drop lagi? Mereka pasti khawatir sama kamu!"
"ya sudah Sutra, biyar aku suruh manajer aku buat selidiki siapa yang sudah mencuri uang di restoranku,"
"nah begitu donk, lagiyan kan ada CCTV! Insa alloh cepet kelar Raffa,"
"kamu benar. Sebentar biyar aku telfone manajerku dulu,"
Mendengar masukan dari Sutra, Raffa akhirnya pun menelfon sang Manajer untuk mengusut siapa yang telah berani mengambil uang di Restorannya.
******
Karena waktu Mulai siang, Sutra akhirnya meminta izin pada Raffa untuk segera pergi ke Kampusnya karena urusan yang tidak bisa dirinya tinggalkan.
Sementara selang setengah jam setelah Sutra pergi Karmila dan Arjuna datang berniat menjemput Sutra dan menjenguk Raffa, namun sayangnya sampai di Ruangan Raffa di Rawat, Sutra telah pergi dan hanya ada Raffa sendiri,
******
"Jadi Sutra sudah pergi Fa?" tanya Karmila yang sudah beberapa menit datang bersama Arjuna,
"iya Mba, Sudah ada setengah jam lalu... Katanya besok dia Wisuda, makanya dia buru-buru mau bertemu Jihan di Kampus," terang Raffa
"ya sudah nanti saja kita jemput, lagiyan salah kita tadi tidak menelfon dia," ujar Arjuna
"Tapi Sayang, kita kan harus ke Rumah Ibu," keluh Karmila,
"iya, nanti kita kesana, tapi kita jemput Sutra dulu, kasihan dia belum sembuh betul... Aku tidak bisa biyarkan dia pulang pakai taxy,"
"Mas! Kakaku butuh aku sekarang!"
"Karmila! Iya nanti kita kesana!" bisik Arjuna mulai tak enak pada Raffa,
Sementara Raffa hanya bingung melihat Arjuna dan Karmila berdebat, namun dirinya yang melihat Karmila Seperti keberatan jika Arjuna Menjemput Sutra, akhirnya pun mencoba menawarkan agar Radit yang menjemput Sutra,
"Mas Arjuna! nanti Sutra biyar Radit yang jemput, kalau Mas Arjuna mau pergi sama Mba Karmila, pergi saja tidak apa-apa." Raffa yang berbaring di atas tempat tidur Pasien mencoba mendamaikan suasana,
"em-Tapi Fa?" jawab Arjuna
"tidak apa-apa, lagiyan Sutra sudah menjadi tanggung jawabku. Radit nanti akan menjemputnya, dia sebentar lagi datang sama Mamahku,"
"tuhkan Mas, lagiyan Raffa juga bisa suruh keluarganya buat jemput Sutra," Ucap Karmila pada Arjuna
"sayang! Tapi Raffa itu baru Tunanganya! Terlalu merepotkannya nanti,"
"tidak Mas, santai saja, Radit sudah biasa aku suruh kemanapun, dia pasti mau aku suruh. Apa lagi Sutra yang sudah jelas Tunanganku," terang Raffa
"Maaf Raffa, jadi merepotkan, Aku jadi tidak enak." Raffa membalas senyum,
"Kalau begitu terimakasih sebelumnya, dan Maaf aku tidak bisa menemani kamu, buat kamu cepat sembuh. oh iya, tadi ada salam dari Mamah dan Ayah."
"iya tidak apa-apa Mas, Salam juga buat Mamah dan Ayah, tolong sampaikan terimakasih karena sudah repot-repot bawakan makanan untukku,"
"iya nanti Aku sampaikan, ini cuma makanan kecila tidak repot juga. Oke, Aku pergi dulu, jaga diri kamu baik-baik," jawab Raffa sembari melempar Senyum, Sementara Raffa pun membalas Senyum pada Arjuna,
"Aku pergi dulu ya Ffa, kamu sehat-sehat," ucap Karmila lalu pergi bersama Arjuna.
Raffa pun tersenyum heran melihat Karmila yang baginya sangat manja pada Arjuna.
*****
Sementara setelah hari berganti Siang tepatnya jam dua Radit akhirnya menjemput Sutra di kampusnya.
Di halaman Kampus, Sutra yang tengah berjalan bersama Jihan menuju jalan Raya, terkejut saat Radit memanggilnya dari arah sebaliknya,
"Sutra!"
__ADS_1
"Radit?" ucapnya setelah berbalik badan,
"eh Sutra, itu bukannya Radit?" ucap Jihan yang juga sama-sama menoleh,
"iya,"
Sutra pun terus menatap Radit yang tengah berjalan mendekatinya, setelah Radit berada di dekatnya, Radit pun mengatakan jika Raffa memintanya untuk menjemput Sutra dan menemui manajer di Restoran milik Raffa,
"Sutra, kamu pulang bareng aku saja, ka Raffa minta aku untuk jemput kamu... Tapi sebelumnya ka Raffa minta tolong kita untuk datang ke Restoran menemui manajer ka Raffa," jelasnya
"em-sama kamu?"
"iya, tadi Ka Raffa yang memintaku jemput kamu,"
"tapi temenku gimana dong?"
"sudah bareng saja kalau memang searah,"
"oh tidak usah Sutra, ka Radit, saya mau pergi soalnya belum mau pulang, ada urusan buat cek kebaya buat besok acara Wisudanya," sahut Jihan,
Karena Jihan ada kepentingan, Sutra pun akhirnya pulang bersama Radit.
Namun sebelum Kembali ke Rumah, Sutra pun mengikuti Radit menuju Restoran milik Raffa yang tengah kacau karena pencurian.
Sutra yang sebelumnya Suka pada Radit! Harus merasakan sakit hatinya kembali, ia tidak berani berbicara dan merasa kecewa,
"ya ampun kenapa Aku harus berdua di Mobil ini dengan dia, Rasanya sakit, meski dia tidak tau perasaanku sebelumnya tapi dia berlebihan memberiku perhatian saat itu, dan ternyata perhatian itu hanya sebagai sahabat," begitu kata hati Sutra,
Radit yang merasa di diamkan, mendahului bicara dengan Sutra, Radit pun tidak menyadari diamnya Sutra padanya, meski Sutra bersikap cuek dan hanya menjawab seperlunya pada Radit, Radit penuh antusias mengajaknya bicara, hingga tak terasa perjalanan mereka telah sampai di tujuan.
"Em-Sutra kamu di suruh ikut masuk oleh ka Raffa, agar nantinya kamu tau bagai mana mengelola Restoran ini." sesuai perintah kakanya Radit meminta Sutra untuk ikut masuk kedalam Restoran menemui Manajer Raffa, sementara Sutra merasa tak percaya sebegitu perhatianya Raffa padanya melebihi Radit, sampai dirinya pun heran pada kedua Kaka Beradik itu,
"ini dua Sodara memang memiliki hati malaikat atau bagai mana sih? Dulu Radit sama aku pun perhatian, Sekarang Kakanya pun sama! Aku baru jadi Tunangannya saja sudah di suruh tau tentang usaha miliknya! Luar biasa memang mereka," ucap dalam hati Sutra,
Lalu Raffa pun membuyarkan diamnya, dan menyuruhnya segera turun dari Mobil,
"Sutra! Ayok, ko bengong? Mau tidak?"
"Em-iya ayok."
Sutra pun segera mengikuti Radit,saat di ambang pintu Restoran, Sutra melihat sekeliling Restoran tersebut, begitu luas dan megah, seperti mimpi namun dirinya di hadapkan pada kenyataan. Ya, tidak lama lagi dirinya akan menjadi Nyonya Raffa, bukan Mimpi, kecantikan Sutra berhasil memikat hati Raffa laki-laki yang hanya di kenalnya selama Dua hari.
*mustahil jika ada di Dunia Nyata* 😁
*****
Saat Radit menemui Manajer Raffa di Ruang kerjanya Sutra pun mengikutinya, sang Manajer pun menyambut Sutra dengan ramah, selain memang Manajernya sangat baik, Sutra pun sudah terkenal Tunangan Raffa.
Di Ruang kerja Manajer Sutra di perlihatkan Rekaman CCTV, di situ Sutra melihat seorang wanita keluar dari kasir dengan gelagat mencurigakan,
"Pak, lihat! perempuan itu seperti penjaga kasir yang di sini?" Sutra berkata pada Manajer Raffa yang tak lain adalah pak Hendro,
"Benar Mba, dia sindi. untuk apa anak itu mengambil uang?" ucap Pak Hendro
"Benar Pak, Sindi aku lihat anaknya lugu dan baik, bahkan dia sangat di percaya oleh Kaka saya, tapi mengapa dia lakukan ini?" sahut Radit yang berdiri di samping Sutra,
"Sangat di sayangkan, dia berbuat senekat ini... Sudah jelas dia tau semua sisi di Restoran ini terpasang CCTV----" "tapi apakah Bapak sudah melapor ke polisi?" potong Sutra
"Sudah mba, polisi tengah menuju kemari..."
Sutra diam, dalam hatinya ada yang mengganjal karena dirinya merasa aneh pada Sindi kariyawan Raffa,
"dia tau CCTV ada di mana-mana, mengapa dia nekat mengambil?" ucapnya dalam hati Sutra
*****
Setelah Polisi datang, Akhirnya masalah pun di selidiki, sementara Sutra berfikir ingin tau apa alasan Sindi berani me**u*i uang di Restoran Raffa.
*****
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Setelah di selidiki Sindi karyawan Raffa ternyata telah menyerahkan diri ke Polisi, mengetahui itu Sutra dan Radit pun Segera datang ke Kantor Polisi di mana Sindi berada.
******
"Sindi, kamu tau kan? Apa yang kamu lakukan itu salah, dan namamu pun tercoreng! Untuk apa kamu lakukan ini? Raffa sangat percaya sama kamu, bahkan dia baik sama kamu! Kenapa di saat Raffa sakit, kamu tega m*n*u*i uang miliknya?"
Sindi hanya tertunduk Malu dan Sedih saat Sutra bertanya padanya,
"ayo jawab," ucap salah Satu Polisi di samping Sindi,
"Kamu kemanakan uang itu? Hah!" tegas Sutra
"Maaf mba Sutra, saya butuh, saya terpaksa lakukan itu." Sindi lalu bertekuk lutut memohon ampun pada Sutra dan mengatakan Jika uangnya ia gunakan untuk Membayar biyaya Rumahsakit Ibunya, dan biaya sekolah Adiknya.
Mendengar Cerita Sindi Sutra tiba-tiba meneteskan air mata, hati Sutra tersentuh dan merasa kasihan namun Sutra menyayangkan perbuatan Sindi yang salah Caranya,
"Sindi, kamu punya Atasan yang baik hati bahkan sebaik Raffa kenapa kamu tidak cerita padanya? Dia pasti akan bantu kamu!"
"Aku bingung Mba, Pak Raffa sedang sakit, saya pikir jika saya berbicara padanya dengan kondisi Pak Raffa yang masih sakit saya tidak Sopan,"
"tapi ini malah yang tidak Sopan! Sindi! Sudah tau Bos kamu Sakit, uang segitu banyak kamu ambil! Pakai o*ak Kamu!"
Sutra merasa kecewa, namun sejujurnya dalam hati Sutramerasa kasihan, demi ibu dan adiknya sindi lakukan hal tidak terpuji, Sutra pun menanyakan keberadaan Ayah Sindi dan Sindi mengatakan Ayahnya tidak bertanggung jawab.
Setelah bertanya panjang lebar Sutra dan Radit pun Akhirnya Pulang dan menemui Raffa kembali di Rumah Sakit.
******
"Ka Sindi mengatakan demi Ibu dan adiknya dia terpaksa lakukan itu, dan dia juga menyerahkan diri ke Kantor Polisi," ucap Radit setelah sampai di Rumah sakit menemui Raffa dan Mamahnya bersama Sutra.
"Aku tidak menyangka Sindi akan senekat ini. lantas dimana Mamahnya dan Ayahnya sekarang?"
"Orang tuanya ada di Rumah sakit ini ka, Sindi bilang Mamahnya Sakit dan Ayahnya tidak bertanggung jawab, dia juga mengatakan uangnya ia gunakan untuk membayar sekolah Adiknya,"
"kenapa dia tidak bicara denganku, kenapa dia harus lakukan ini?"
Mamah Raffa dan Sutra hanya diam merasa sedih dan prihatin,
Sementara Raffa merasa kecewa, namun akhirnya Raffa meminta untuk menemui Mamah Sindi yang tengah di Rawat di Rumah sakit yang sama dengan dirinya,
"Aku mau menemui Mamah Sindi, aku mau pastikan apa memang benar Mamahnya ada di Rumah sakit ini," ucap Raffa
"Tapi apa kamu sudah kuat untuk berdiri Fa?" tanya Mamahnya
"Mungkin pakai Kursi Roda Mah, Raffa kan bisa duduk," ujar Sutra
"oh iya benar. " jawab Mamah Raffa.
Untuk memastikan kebenaran Mamah Sindi akhirnya Raffa pun mencari Ruangan di mana Mamah Sindi di Rawat.
Namun untuk kali ini Sutra memilih untuk Pulang karena masih banyak urusan yang harus Sutra lakukan, selain hari yang sudah hampir Sore, ia pun harus menyiapkan persiapannya untuk Wisuda.
Akhirnya Sutra pun pulang bersama Radit,
"Sutra, kamu hati-hati dan maaf besok di acara Wisuda kamu aku tidak bisa datang, kamu tau sendiri aku masih seperti ini, Salam buat Ayah dan Mamah ya," ucap Raffa, Sebelum Sutra pergi, Sutra pun mengangguk dan melempar senyum pada Raffa.
Tanpa basa basi lagi, Sutra pamit pada Mamah dan Ayah Raffa yang baru datang lalu ia pun segera Pulang.
******
.
.
.
.
.
.
.
"haaahhhhhh hari ini melelahkan, Hai Nyonya Raffa apa kabar kamu malam ini? belum jadi Istri aku sudah terlibat mengurusi Resto dia! kira-kira aku harus bicara apa pada diriku... Apakah aku beruntung atau bagai mana?"
Sutra merebahkan badannya sembari berkaca pada kamera Ponselnya,
Sutra tak mengerti pada dirinya, merasa tidak yakin sampai melihat wajahnya sedetile mungkin,
"Apa sih? Yang buat Raffa bisa kepincut sama aku.... Aku juga heran, aku bisa terima dia begitu saja... Tambah lagi lihat dia dengan kondisi sekarang Aku malah semakin Suka sama dia! Kasihan apa suka sih? Tapi ya sudahlah memang aku harus terima dia," begitu kata Hatinya sembari menatap wajahnya sendiri di kamera ponsel.
********* BERSAMBUNG********
__ADS_1