TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 18


*KEJUTAN*


Di Hari sepesial Sutra, Akhirnya Raffa di perbolehkan pulang, karena kondisinya yang sudah di nyatakana Membaik.


Ya Raffa yang memang tak mengenal mengeluh, ia Meminta pada Mamah dan Papanya Untuk menemaninya di hari sepesial Sutra,


"Raffa apa kamu yakin akan ke sana?" ucap Mamahnya yang duduk berdampingan dengannya di dalam satu Mobil, Raffa pun mengatakan jika dirinya yakin, bahkan dirinya merasa telah sehat, Ya meski dalam Keadaan Tangan kanannya yang di Perban dan di gendong serta kepala bagian kening yang masih di lilit kain perban, dirinya tak perduli,


Melewati toko Bunga Dan Boneka, Raffa meminta berhenti,


"Pak, tolong berhenti depan ya," pintanya pada Sopir Papanya


"mau ngapain Raffa?" mamahnya Bertanya


"sudah mamah diam Ya, aku turun Sebentar," Raffa lalu keluar dari Mobil Papanya tanpa meminta tolong pada Papanya atau pun Mamahnya,


"Anak itu benar-benar," ucap Mamahnya sembari mengawasi Raffa yang tengah memasuki Toko bunga Dan Boneka,


"ya dia Sepertiku, tidak mau di ingatkan kalau sudah Maunya. Raffa-Raffa," celetuk Papa Raffa yang duduk bersebelahan dengan Sopir.


Anak baru sembuh, Orang Tua mana yang tak khawatir, begitulah perasaan Mamah Raffa, yang heran melihat kelakuan Raffa.


"Persis Papa, kalau sudah punya keinginan tidak ada yang boleh melarang," celetuk Mamah Raffa,


Tak lama, Raffa memberi kode dari halaman Toko Bunga, memanggil Papanya yang kebetulan kaca jendela Mobilnya terbuka, merasa Raffa memanggil, Papa Raffa pun segera keluar dari Mobil dan mendekati Raffa yang memanggilnya,


*****


"Ada apa Raffa?" tanya Papanya setelah di dekatnya,


"Pa tolong bawakan Boneka ini!"


"Besar sekali Raffa? Memangnya Kamu tidak bisa bawa sediri?" ledek Papa Raffa


"Pa kalau aku bisa terbang, boneka itu pun akan aku bawa Terbang tanpa minta tolong Papa. Papa ini, sudah tau tanganku Sakit pake Nanya,"


Papanya pun tertawa meringis dan geleng kepala, Lalu Raffa pun kembali ke dalam Mobil bersama Papanya sembari membawa buket Bunga di tangan Kirinya, sementara Boneka beruang berwarna Cokelat hampir sebesar anak SD kelas Dua, di bawa Papanya dan di Masukannya ke dalam Bagasi Mobil,


Sampai di dalam Mobil! Mamahnya geleng kepala merasa heran Pada Raffa.


Perjalanan pun di lanjut, Hati Raffa tidak sabar untuk memberi Kejutan pada Sutra yang tengah menjalani Wisuda di Kampusnya.


******


Setelah Sampai di Kampus Sutra, Raffa bersama Orang Tuanya pun turun dari Mobilnya, dengan di bantu Papanya yang membawakan Boneka yang besarnya tidak kira-kira, Raffa berjalan menuju Halaman kampus Sembari menoleh kanan dan Kiri memperhatikan sekitar, berharap segera bertemu Sutra.


Setiap wanita memakai Kebaya dirinya perhatikan, ada yang tengah berfoto-foto dengan keluarganya, ada yang tengah bercanda tertawa dengan teman-temannya, melihat sekeliling tak jarang juga Orang memperhatikan dirinya, dan ada juga yang berbisik sembari melihatinya.


Namun Raffa cuek dan tidak perduli, hingga tak lama dirinya pun bertemu dengan Arjuna dan karmila,


"Raffa!" sapa Arjuna dari arah berlawanan,


"Mas Arjuna?"


"Itu bukannya kaka Sutra, Raffa?" tanya Mamah Raffa


"iya Mah," jawab Raffa


"Iya itu, sudah tunggu saja di sini," sambung Papa Raffa

__ADS_1


Setelah Arjuna dan Karmila mendekatinya, Arjuna dan Karmila pun bersyukur melihat Raffa yang sudah bisa keluar dari Rumah sakit,


Arjuna pun juga mengatakan, jika Sutra tau Raffa datang, Sutra pasti bahagia,


Tak mau berlama-lama Ngobrol mereka pun segera mencari Sutra yang masih di dalam Kampus bersama Mamah dan Ayahnya.


******


Berjalan Santai sembari melihat teman-teman Sutra yang sama-sama di Wisuda, tak Terasa Raffa bersama Orang tua dan Kaka Sutra, Akhirnya bertemu Sutra yang tengah berfoto-foto dengan Teman-teman serta Orang tuanya,


Raffa pun belum berani Mengganggu dan Menegurnya, ia hanya memandangi sembari tersenyum memandangi Sutra yang tengah berpose, Buket bunga pun Raffa sembunyikan di balik badannya.


Hingga tak lama Sutra pun melihat Raffa dan menyapa.


Sadar ada Raffa datang bersama Orang tuanya, Sutra segera berjalan Mendekat yang juga bersama Orang tuanya, Sutra terharu tak menyangka Raffa datang tanpa sepengetahuan dirinya, sempat meneteskan air mata karena Bahagia yang tidak bisa terbayangkan, Sutra juga merasa mendapat kejutan.


Tak hanya sampai situ Raffa juga memberikan Boneka beruang pada Sutra tak tertinggal juga Buket yang sudah dirinya pegang,


Mendapatkan kejutan yang tak hanya kedatangan Raffa bersama Orang tuanya, Sutra menangis bahagia di hadapan Raffa dan Orang tua Raffa,


"Kamu bilang kemarin kamu tidak bisa datang, karena kamu masih Sakit,"


"tapi kenyataan aku di hadapanmu sekarang,"


"kamu tega deh, kemarin aku sempat kecewa karena kamu bilang tidak bisa datang,"


"tapi sekarang kecewa tidak?"


Sutra tersenyum dan menggelengkan kepala, Raffa pun menyeka air mata Sutra,


"ciee ehem," Arjuna menggoda,


Sutra menatap Raffa tajam, dirinya pun merasa gemas, bercampur bahagia, Sutra salah tingkah dan mencubit pinggang Raffa hingga Raffa tertawa merasa geli,


Sementara yang lainnya hanya tertawa melihatnya.


*****


Setelah acara Wisuda usai, Sutra dan keluarganya di ajak Raffa makan bersama di Restoran ternama di kota itu, ya memang bukan Restoran miliknya melainkan Milik teman Bisnisnya.


Di Restoran, Raffa memilih in autdoor berdua dengan Sutra, sementara keluarganya berada di lantai atas,


"kamu perhatian banget sih? Memangnya gak ada nyeselnya kalau kenal aku? Dan bahkan kamu akan jadi Suamiku loh,"


"dih Memangnya iya?" ledek Raffa,


"Raffaaa jangan mulai,"


Raffa tertawa


"Raffa! Sinting ini Orang, di ajak bicara malah ngakak dia, jidat kamu sakit lagi aku sukurin,"


"ya elah Marah, lagiyan kamu lucu. Eh aku mau tanya, kamu siapa si?"


"ya ampuuuun, Mulai lagi dia! Aku juga mau tanya, Kamu juga siapa coba? Dateng-dateng kenal dua hari, ngerjain Orang, tiba-tiba ngaku pacar... Bikin orang khawatir, ketemu lagi terus ngelamar,"


"tapi di terima kan?"


"Raffa!"


"Sutra Putri Wijayaaa,"

__ADS_1


"Raffa atmajaa,"


"Iya sayang...." Raffa menatap Senyum Sutra yang duduk berhadapan denganya,


"Aku serius Raffa, jangan bercanda dong,"


"Yang bercanda siapa Sutra? Aku barusan bertanya kan?" tatapan Raffa lagi lagi membuat Sutra Malu, tidak bisa bicara Serius Raffa terus menggoda Sutra,


Sutra yang kebingungan harus menjawab apa lagi, alih alih dirinya malah membuang muka sembari meminum Minuman yang ada di hadapannya,


"kenapa diam?"


"capek," singkat Sutra


"kenapa? Habis lari?" masih saja Raffa meledek


"Iya, barusan di kejar Monyet,"


"mana Monyetnya?"


"tuh depan aku,"


"Mana?"


"yang ngomong tuh,"


"hemmmm teganyaaa,"


"Ya lagiyan, ngomong bikin orang bingung saja,"


"iya-iya tuan Putri, Maaf ya. Tapi sebelumnya aku tidak pernah tertawa selepas ini loh,"


"iya udah aku Maafin. Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu tidak pernah tertawa seperti sekarang ini?"


Sutra bertanya Raffa pun menceritakannya, selama ini dirinya adalah orang yang pendiam, di tambah lagi dengan kepergian Alm Istrinya yang tidak pernah dirinya duga.


Dirinya yang dulu berpacaran lama dengan Alm istrinya bercita-cita membangun Rumah tangga bahagia dan membangun Bisnis bersama untuk membahagiakan Orang-orang tercintanya.


Raffa sadar dulu dirinya terlahir dari orang yang tidak mampu, bahkan Papanya hanyalah penambal Ban Motor kecil-kecilan dan Mamahnya yang hanya pedagang Sayur matang, dari itu Raffa bertekat Kuliah dan mengambil jurusan Teknik Otomotif demi membantu Papanya, selain itu Raffa yang memiliki Hobi memasak pun juga membantu Mamahnya mengembangkan usaha Mamahnya , hingga kini dirinya mampu membangun Bengkel Mobil yang terbilang maju, ia pun juga membangun Restoran dari hasil jerih Payahnya.


Di hadapan Sutra, Raffa sempat bersedih karena segala usahanya dulu di bantu Alm Istrinya, selama berpacaran, namun Sayangnya di hari bahagia Raffa tepatnya saat Ijab kabul, Istrinya Meninggal karena sakit yang di deritanya.


"Jadi dulu, Istri Kamu meninggal saat kamu Ijab?"


"iya, setelah Ijab, Aku dan semua keluarga tidak ada yang tau penyakitnya, dia hanya mengatakan sesak, setelah itu dia tidak ada," Raffa tertunduk sedih,


Mengetahui Raffa terdiam Sutra pun mencoba menenangkan dan menyemangatinya kembali,


"Maaf ya, bukan aku niat mengingatkan kamu sama Alm, tapi---" " tidak apa-apa, toh aku yang menceritakannya, tapi sudahlah toh sekarang ada wanita yang mampu buat aku tertawa lagi, bukan aku melupakannya tapi kamu yang menyemangatiku sekarang,"


Sutra tersenyum, Raffa pun akhirnya juga menceritakan mengapa Raffa tidak mengenal jauh dulu tentang Sutra, ternyata Raffa takut kecewa lagi.


"untung aku terima kamu ya, kalau aku tolak kamu pasti kamu sakit hati lagi," ledek Sutra


Raffa tersenyum lalu mencubit hidung Sutra, Sementara dari lantai dua, Arjuna berteriak sembari melihat Sutra dan Raffa yang di bawah,


"Awas jangan main peluk ya!" ledek Arjuna tak perduli pengunjung lain,


Raffa dan Sutra menoleh menengadahkan wajahnya melihat ke arah Arjuna, Raffa dan Sutra tersenyum saling tatap sekilas lalu kembali menatap Arjuna sembari mengacungkan Jempol.


*******BERSAMBUNG******

__ADS_1


__ADS_2