
Part 6
*mengenal pertama kekasih Arjuna, membuat tak enak hati Sutra*
Sutra yang baru mengenal Raffa, merasa kehilangan ketika mendengar berita tersebut, Sutra yang tak punya rasa pada Raffa tiba-tiba merasa seperti kehilangan, sementara dirinya belum tau, apakah ada Raffa di kecelakaan tersebut.
Di samping Mamahnya, Sutra yang tengah duduk tiba-tiba berlari ke atas menuju kamarnya, sementara sang Mamah yaitu Ibu Mawar hanya menoleh melihat Sutra yang pergi ke kamarnya tanpa bicara padanya, dan Ibu Mawar pun hanya merasa heran.
****
Di kamar Sutra.
Sutra berbaring di atas tempat tidurnya, dirinya berfikir apa yang telah terjadi pada perasaannya, Sembari menatap handpone dan pesan yang dirinya kirim pada Raffa, Sutra terus berfikir dan berharap centang itu berubah dua dan mendapat jawaban dari Raffa.
Waktu terus berjalan, malam pun semakin dingin tak terasa Sutrapun tertidur seakan lupa segalanya.
****
Keesokan harinya, dering jam digital di kamar Sutra berbunyi menandakan jam tujuh pagi, namun Sutra tetap terlelap dalam tidurnya, Arjuna yang mendengarnya lalu membuka pintu kamar Sutra, dan ia pun geleng kepala dari ambang pintu setelah melihat Sutra yang masih tertidur,
"astaga... anak cewek jam segini masih molor!" ucap Arjuna lalu berjalan mendekati tempat tidur Sutra.
Sampai di samping tempat tidur, Arjuna berkata sembari menarik Selimut milik Sutra yang masih menutupi setengah badan Sutra
"Anak manja udah pagi... Ayok bangun!"
"apa,an sih ka... Masih ngantuk tau! Isz," ucap Sutra lalu menarik Slimutnya kembali untuk menutupi dirinya.
"eh eh eh, mentang-mentang hari minggu terus mau malas-malasan ya!" ucap Arjuna
"biarin ah, keluar kaka berisik tau!" ucap Sutra dan melanjutkan tidurnya.
"eh enggak ada kata tidur lagi ya, ayok bangun!" ucap Arjuna sembari menarik selimut milik Sutra.
"i,ih," gumam Sutra dan lanjut tidur
Arjuna berdiri tegap dan meletakan kedua tanganya di pinggang sembari geleng kepala melihat kelakuan Sutra,
"benar-benar anak ini! mau bangun, atau kaka gendong ceburin ke bak mandi?" ucap Arjuna
seketika mendengar ucapan Arjuna, Sutra duduk dan berkata pada Arjuna,
"Aih iya-iya ganggu ajah." dengan memasang wajah cemberut Sutra tak memandang Arjuna.
sementara Arjuna yang gemas duduk di hadapannya dan tertawa,
"ahaha muka kamu itu loh! bisa enggak sih, enggak kaya gitu, udah jelek ngeselin bangun telat mulu," ledek Arjuna
"biyarin! dari pada kaka, udah jelek rusuh pula!" ucap Sutra
"udah deh ayok bangun," ucap Arjuna
"gendong," ucap Sutra
"heehhh... udah punya cowok masih aja minta gendong, ogah!" ucap Arjuna
"ayok gendong... kan aku adek kesayangan kaka," ucap Sutra
Arjuna yang tak mau di kerjai Sutra seketika bangun dan berkata pada Sutra,
"ogah, mending gendong anak orang," ucap Arjuna
bersamaan dengan itu, Ibu Mawar tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu sembari mengawasi Arjuna dan Sutra yang tengah bercanda,
"Pagi Mah," ucap Sutra yang sudah melihatnya
"Arjuna!" ucap Ibu Mawar, "Anak siapa yang mau kamu gendong?" imbuhnya
Arjuna menoleh dan sedikit malu,
__ADS_1
"e-Mamah, tentu Pacar aku lah mah," ucap Arjuna
"Pacar apa Istri, yang mau kamu gendong?" tanya Ibu Mawar sembari mendekati keduanya.
"Istri Mah," jawab Arjuna tersenyum
"hemmm bisa saja ngeles!" ucap Ibu Mawar, "udah tu ayah kamu nunggu di bawah," imbuhnya pada Arjuna
"iya-iya Mah," jawab Arjuna lalu pergi
sementara Sutra tertawa meledek Arjuna,
"Ahaha,"
"hus! cewek ketawanya gitu," ucap Ibu Mawar pada Sutra
"he, iya-iya Mah, maaf," ucap Sutra
"sudah mandi sana, jam segini baru bangun!" ucap Ibu Mawar, "oh iya, nanti Mamah ada arisan sama temen Mamah, kamu mau ikut?" Imbuhnya
"a-enggak ah Mah, aku mau ketemu Jihan," ucap Sutra lalu tersenyum
"ya sudah, mamah keluar dulu! kamu cepetan mandi," ucap Ibu Mawar lalu pergi.
sementara setelah Ibu Mawar pergi, Sutra pun mengambil handpone yang ada di samping bantalnya dan ia pun segera membuka pesan yang dirinya kirim pada Raffa, namun sayang centang itu tetap Satu, dalam hatinya pun bertanya tanya
"apa yang terjadi padanya? apa Raffa ada di kecelakaan pesawat itu? mengapa nomer handponenya tidak aktif juga! sih,"
Sutra pun meletakan handponenya kembali dan segera untuk bersiap menemui Jihan.
****
sementara di Ruang Makan, Arjuna yang tengah sarapan bersama Orang Tuanya berkata, bahwa dirinya akan mengenalkan Kekasihnya dan membawanya ke Rumah.
"Arjuna jadi kapan kamu akan membawa Karmila kesini?" tanya Pak Hendro
"Nanti siang Ayah," Ucap Arjuna
"itu, katanya entar kaka kamu mau bawa calon Istrinya ke sini, kaka kamu katanya tiga hari lagi mau melamarnya," ucap Ibu Mawar
Seketika penuh antusias Sutra berkata pada Arjuna,
"waahh... yang bener ka? Syukur deh, jadi kaka kan gak suka melamun lagi!" ledek sutra
"iya-iya cerewet, lagiyan siapa juga yang suka melamun," ucap Arjuna yang duduk berhadapan dengan Sutra sembari menyantap makanannya
"sudah-sudah bicaranya nanti lagi, makan sambil ngobrol nanti tersedak malahan," ucap Pak Hendro
"tau tuh Sutra," ledek Arjuna
"yeee ko Aku? yang ngobrol dari tadi kan kaka, isz dasar," ucap Sutra dengan wajah sebal.
Mendengar Arjuna dan Sutra berbicara, Pak Hendro dan Ibu Mawar hanya tersenyum.
****
selang waktu berlalu Sutra yang berniat Pergi akhirnya mengurungkannya, mengingat Arjuna yang tengah menjemput calon Istrinya yang akan datang ke Rumahnya,
"ha,aah mungkin penantianku pun sia-sia, mengapa? tidak ada gangguan dari Raffa hidupku sepi, padahal aku kan baru mengenalnya beberapa hari, itupun karena Yesi, ya ampun mimpi apa aku! sehingga harus kenal Raffa yang terbilang bukan bujang, tapi aku mengapa jadi memikirkan dia," ucapnya dalam hati Sutra sembari dirinya duduk di Ruang keluarga
Sutra yang penasaran dengan berita Pesawat jatuh pun akhirnya mencoba menonton Tv dan memindah mindah tayangannya, berharap Sutra mendapat info, selain itu dirinya juga mencari info di medsos, namun Sutra tetap saja tak mendapatkan Info.
seketika Sutra terdiam sembari memandangi Pesan yang dirinya kirim pada Raffa, mencoba menelfonnya pun Nomer Raffa tidak bisa di hubunginya.
"Sutra, itu kaka kamu sudah datang sama calon Istrinya, kamu gak menemuinya?" ucap Ibu Mawar, "ayok keluar Sutra," Imbuhnya
"e-sudah datang Mah?" ucap Sutra, " ya sudah ayok," Imbuhnya
Sutra yang tengah berada di Ruang Keluarga lalu keluar menuju Ruang Tamu untuk menemui Arjuna yang sudah datang membawa calon Istrinya.
__ADS_1
****
Di Ruang Tamu.
"Nah mila, kenalin ini Sutra adek aku," ucap Arjuna
"Sutra ka..." ucap Sutra sembari menyalami Karmila dengan melempar senyum.
"Karmila," ucap Karmila pada Sutra yang juga melempar senyum, " Cantik ya adek kamu," imbuhnya
"makasih ka," jawab Sutra
setelah Arjuna mengenalkan Kekasihnya pada Orang Tua juga pada Sutra, Arjuna pun mulai membicara Lamaran serta Pernikahanya, Sutra pun penuh antusias pada Arjuna untuk secepatnya Menikah,
"ka menikah lebih cepat itu lebih baik, dari pada di tunda tunda terus, ya gak Yah?" ucap sutra pada Arjuna dan Pak Hendro
"iya benar Arjuna, Mamah setuju pada Sutra," ucap Ibu Mawar pada Arjuna, " oh iya Karmila bagai mana dengan orang tua kamu?" imbuhnya pada Karmila
"Mamah sama Papa sudah setuju ko Tante," jawab Karmila
"syukurlah kalau begitu karmila, dan tante hanya bisa berpesan semoga setelah kalian Menikah, Arjuna bisa luppakan masalalunya, dan hidup bahagia sama kamu, tanpa Arjuna harus melamun terus." ucap Ibu Mawar
"iya-iya Mah, lagiyan Aku melamun bukan masalah gimana gimana ko, memang aku senang diam, Mamah enggak usah khawatir ya," ucap Arjuna
berjalanya waktu banyak sekali yang keluarga Sutra Obrolkan, hingga waktu pun menunjukan pukul Tiga, di sela sela itu Sutra mendapat telefon dari temannya yaitu Jihan,
"e-Jihan?" gumam Sutra, "maaf aku keluar sebentar," ucap Sutra pada semuanya, untuk mengangkat telefone dari Jihan,
namun tak tertinggal isengnya Arjuna yang senang meledek Sutra, tiba tiba pun berkata menyindir Sutra,
"Kaya kayaknya dari Raffa nih? kode lagi tu Mah!" ucapnya
"isz apaan si, so tau," jawab Sutra sembari berjalan keluar
sementara Ayah Mereka serta Karmila hanya tersenyum, berbeda dengan Ibu Mawar yang menanggapi ucapan Arjuna, "Ya syukurlah kalau Anak-anak Mamah sudah punya pasangan, yang terpenting jelas enggak pada melenceng, itu pesan Mamah, kalau mau serius ya di obrolin jangan diem-diem iya kan Karmila," ucap Ibu Mawar sambung pada Kekasih Arjuna
Karmila pun menjawabnya dengan lembut pada Ibu Mawar, sebagai calon Menantu Karmila masih sedikit malu-malu.
****
setelah Mendapat telefone, Sutra pun meminta izin pada Pak Hendro dan Ibu Mawar jika dirinya akan menemui Jihan, di samping itu Arjuna juga akan mengantar Karmila pulang, karena bersamaan Arjuna pun meminta Sutra untuk bersamanya karena jalan yang di lalui satu arah,
"Ya sudah Sutra kamu bareng kaka Saja, lagiyan kita satu arah, gak apa-apa kan sayang?" ucap Arjuna pada Sutra dan Karmila
namun di situ Sutra mulai sedikit tak enak, Karena Arjuna harus izin pada Karmila,
"ko ka Arjuna harus izin sama ka Karmila sih?" ucap dalam Hati Sutra
"iya enggak apa-apa si, memangnya Sutra enggak di jemput sama Pacarnya Sayang?" jawab dan Tanya Karmila
karena Sutra tak enak Hati, Sutra pun menolak halus ajakan Arjuna,
"udah lah ka, Aku kan bisa pakai Taxi, lagiyan aku mau ketemu Jihan," ucap Sutra
"ketemu Jihan apa ketemu Jihan?" ledek Arjuna
"Jihan ka, Raffa gak tau kemana! ya udah ka Aku harus pergi," jawab Sutra, "Ayah, Mamah Sutra pergi dulu," Imbuhnya pada Ibu Mawar dan Pak Hendro
Saat sutra keluar, Arjuna dan Karmila pun menyusul pamit.
Saat Arjuna sudah Masuk kedalam Mobil bersama Karmila Arjuna kasihan pada Sutra yang tengah berdiri di depan Pagar rumah mereka, Arjuna pun segera menjalan Mobilnya hingga pintu pagar Rumah! Arjuna yang tak tega pada Sutra, meminta Sutra untuk ikut di Mobil milik Ayahnya yang Arjuna gunakan,
"Sutra! ayok masuk," ucap Arjuna yang menghentikan laju Mobilnya ketika di Ambang pintu pagar.
"udah ka, enggak apa-apa ko aku nunggu Taxi, barang kali nanti ada Raffa lewat malahan," ucap Sutra yang ngaco
di situ Karmila yang duduk di samping Arjuna hanya diam dan tak memberi tawaran pada Sutra,
"Sudah ayok, lagiyan satu arah," ucap Arjuna
__ADS_1
dengan hati yang kurang nyaman, Sutra pun akhirnya menuruti kemauan Arjuna walau Karmila hanya diam saja.