TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 7


*Lupa pada Raffa*


Saat di perjalanan untuk menemui Jihan, Sutra yang di antar oleh Arjuna bersama dengan Karmila, merasa sangat tak nyaman ketika Karmila hanya diam saja tak mengajaknya bicara.


Arjuna yang heran pada keduanya pun mengawali pembicaraan,


"Sayang ko diam?" tanya Arjuna, "Sutra! Kamu juga kenapa?" imbuhnya


"enggak apa-apa ko sayang, lagi pengen diam saja," jawab Karmila


Sementara Sutra yang tengah melamun memikirkan Raffa, tak menjawab ucapan Arjuna, Sutra yang duduk di belakang Karmila menghadap jendela Mobil, dirinya bertanya-tanya dalam hati tentang Raffa,


"apa iya Raffa ada di pesawat yang jatuh itu? tapi enggak, itu enggak mungkin, tapi Raffa bilang dia pergi ke singapore saat bersamaan itu!"


Arjuna lagi-lagi mengejutkan Sutra yang tengah diam,


"Sutra!" tegur Arjuna


"a-iya ka? Ada apa?" jawab Sutra


Sementara Karmila tersenyum heran,


"kamu itu kenapa diam?" tanya Arjuna yang tengah menyetir


"oh enggak ka," ucap Sutra, " ya kali mau ngomong, orang calon kamu jutek gitu, heuhff mudah2an cuma salah lihat," imbuh dalam hati Sutra


"ya sudah, memang kamu sekarang mau temui Jihan di mana Sutra?" tanya Rangga, " atau hanya alasan ketemu Jihan, padahal mau ketemu Raffa?" imbuhnya mulai meledek lagi


"apa,an sih ka, mau ketemu Jihan juga. Lagiyan Raffa tu pergi ke singapore kemarin Siang," ucap Sutra


Mendengar Sutra mengatakan Raffa pergi ke singapore, Karmila pun menjawabnya karna mendengar ada pesawat jatuh saat itu,


"e-Sutra, jadi pacar kamu pergi ke Singapore kemarin, bukannya kemarin ada pesawat jatuh ya?" tanya Karmila


"loh memangnya iya?" tanya Arjuna


"iya ka, makanya aku pun bingung, gak ada kabar sejak itu dari Raffa sampai sekarang!" jawab Sutra


"wah parah, kamu gak coba hubungi mamah Raffa, atau keluarganya, atau teman-teman Raffa kalau tidak kamu datang ke Rumahnya? Apa perlu kaka temani?" ucap Arjuna


Arjuna yang mengira Sutra mengenal lama Raffa dan sudah mengenal keluarganya, menyuruh Sutra untuk bertanya tentang Raffa pada kelurganya, sementara Sutra mendengar ucapan Arjuna merasa pening, karena ocehan Arjuna yang tak bisa di hentikan olehnya,


"ini orang antusias banget! Padahal aku sama Raffa gada apa-apa, pacar bukan, kenal baru dua hari, boro-boro tanya sama mamahnya, Nomernya aja gak punya, apa lagi nanya sama keluarganya ples datang ke Rumahnya mana tau aku! Heuuhhff ka Arjuna ada-ada saja!" ucap dalam hati Sutra


Arjuna lalu mengejutkanya, " Sutra!"


"em-iya ka,"


"malah diam! Gimana mau tidak?"


"oh tidak usah ka, sudah biyar ku cari tau sendiri saja sama Jihan," alasan Sutra


"ya semoga saja, Pacar kamu gak papa sutra, dan kalau pun iya semoga cepat di temukan," sambung Karmila


"idih, gitu amat ngomongnya, ya amit-amit deh, moga aja itu orang gak ada di pesawat itu," gumam Sutra, " iya ka Mila, ssemoga saja," jawab Sutra pada Karmila.


Sudah mulai dekat tempat bertemu Jihan, Sutra pun meminta Arjuna menghentikan laju Mobilnya,


"ka kita berhenti di depan Caffe itu ya," pinta Sutra


"Oke." Arjuna lalu menepikan dan menghentikan laju Mobilnya, lalu Sutra pun keluar dari Mobil, sementara Arjuna pun meneruskan perjalanannya untuk mengantar Karmila.


****


Di Caffe.


Sutra yang telah sampai di caffe, lalu masuk dengan perasaanya yang campur aduk, sampai di dalam ia pun mencari cari Jihan, hingga seorang wanita dari meja ujung Caffe berdiri memanggilnya,


"Sutra!" serunya

__ADS_1


"ha,ah tu dia... Dasar cewe setengil, jelas aja aku gak lihat, udah kecil pake baju gelap pulak dasar Jihan," gumam Sutra yang mengatakan Jihan kecil,


Ya Jihan memang berbadan langsing dan tak begitu tinggi, berbeda dengan Sutra yang bertubuh tinggi dan dengan postur tubuh yang tak kalah langsing dari Jihan.


Setelah melihat Jihan, Sutra pun segera berjalan menghampirinya,


"heuuhfff..." gumam Sutra yang datang-datang memasang wajah cemberut pada Jihan,


"idih, napa ini orang? Dateng-dateng muka gak enak amat," cela Jihan


"I,iiiihhh aku tu BT Jihan, udah BT, bingung, gak jelas tau, perasaanku." sembari duduk di bangku yang berhadapan dengan Jihan, Sutra mengeluh


Sembari berpindah bangku menjadi seiringan dengan Sutra, Jihan bertanya penuh antusias


"kenapa sih? ngomong dong," ucap Jihan


"kenapa si Jihan? Aku tu udah kecewa gara-gara yesi, abis itu aku kenal Cowok aneh, tapi aku di buat kangen sama dia! Dan sekarang Cowok aneh itu gak ada kabar, terahir dia bilang mau pergi ke Singapore kemarin , dan no handponenya gak aktif Jihan," rengek Sutra


"kayanya yang aneh kamu deh, bilang Cowok itu aneh, tapi kamu malah kangen, kan aneh!" ucap Jihan


"i,iiih, orang lagi sedih malah di bilang aneh! Aku tu serius Jihan," ucap Sutra


"yang bilang becanda siapa Sutraaa..." ledek Jihan, "oke, oke sekarang aku serius coba cerita yang bener dong, jangan ngrengek gitu," imbuhnya


"aku tu dua hari lalu ketemu Cowok, namanya Raffa, Cowok itu yang nolongin aku sama yesi, tapi sekarang Cowok itu enggak ada kabar Jihan," ungkap Sutra, "terahir dia bilang mau ke Singapore kemarin pas waktu ada kabar pesawat jatuh, nah habis kabar itu Raffa malah enggak ada kabar sekarang Jihan, aku tu jadi khawatir sama dia Jihan! mana aku enggak tau di mana dia kerja, siapa dia, rumahnya di mana," imbuhnya


"ya ampun, tapi kenapa kamu bilang dia aneh?"


"a,aah itu nanti aja ceritanya, yang penting aku tu khawatir Jihan, kemana dia," rengek Sutra kembali


"ya mana aku tau Sutra, emang aku emaknya!" ledek Jihan


"I,ihh kamu gak nyambung." dengan kesal Sutra memasang wajah cemberut di hadapan Jihan, Jihan yang meledeknya lalu tertawa dengan tujuan agar Sutra melupakan masalahnya.


"ahahaha,"


"Sutra! Udah deh mending kamu tidak usah terlalu berlarut memikirkan itu, aku tu enggak mau kalau kamu sedih oke," ucap Jihan, "terus sekarang kamu tenangin fikiran kamu, kamu bilang kan itu cowok baru kenal kamu, ya udah gak usah capek-capek kamu mikirinnya moga ajah cowok itu gak ada di pesawat itu, kalau pun iya semoga aja cepat ketemu ya," imbuhnya


Jihan yang duduk beriringan dengan Sutra, tiba-tiba memegang dahi Sutra yang tengah kesal.


"Kamu waras kan Sutra?" tanya Jihan,


Seketika Sutra menoleh, dan semakin kesal,


"kamu apa-apaan si, aku ya waras lah, orang lagi bingung juga! Malah di ledekin mulu!" grundelnya


"Ahahaha." jihan tertawa, bukan dirinya marah pada Sutra namun Jihan tertawa, karena Sutra yang tak tau di perhatikan oleh Jihan,


"Apa sih, malah ketawa kamu!" ucap Sutra


"gimana gak tertawa. Hallooo Sutraa... Aku itu lagi kasih kamu ketenangan, pengertian, kamu malah sama,in aku sama calon Kaka iparmu... Emangnya calon Kaka ipar kamu itu kaya apaaa? Heran deh kadang-kadang sama kamu," terang Jihan


"iya iya lah terserah kamu. Tapi terus terang Jihan, aku ngerasa kehilangan dia," ucap Sutra


"sudah, soal Dia gak usah kamu fikirin oke," ucap Jihan, "toh kalau memang kamu jodoh dia pasti di pertemukan," imbuhnya


"tapi Jihan dia__" " dia apa?" potong Jihan, ucapan Sutra membuat Jihan penasaran, Jihan memamdang Sutra penuh pertanyaan di fikirannya.


"dia sebenarnya sudah pernah menikah, dan istrinya meninggal," ucap Sutra


"hah... Maksud kamu? dia duda gitu?" tanya Jihan.


Sutra mengangguk, sementara Jihan menepuk dahinya, tiba-tiba tak haus pun menjadi berasa haus di diri Jihan, minuman yang telah di pesannya pun habis setengah gelas tak terasa.


"Jihan!" sapa Sutra mengejutkannya


"hah, iya," sahut Jihan


"kok malah diam sih, gimana?" ucap Sutra


Jihan bertingkah mengalihkan pembicaraan Sutra, tak mau membahas Jihan menyuruh Sutra untuk meminum Minuman yang sudah di pesankan olehnya,

__ADS_1


"Em-Sutra coba deh Milktea ini enak loh, seger banget, apalagi buat hawa panas begini." Jihan menyuruhnya,


Sutra berhasil di alihkan oleh Jihan, namun Sutra setengah heran pada Jihan yang mengatakan hawa panas, "Sore hari begini dia bilang Panas!" ucap dalam hati Sutra.


pembicaraan Sutra dan Jihan yang semula serius pun berubah santai, beberapa detik kemudian, Sutra izin pada Jihan untuk ke Toilet,


"Jihan, aku ke Toilet bentar ya,"


"oke," jawab Jihan yang tengah memainkan Ponselnya,


Sutra lalu berdiri dan bergegas berjalan menuju Toilet.


****


Setelah beberapa Menit di Toilet Sutra pun segera kembali pada Jihan, namun di tengah dirinya berjalan menuju Meja yang dirinya pesan bersama Jihan, seorang pelayan Laki-laki tak sengaja menabraknya,


"bruk.... Prank...." Minuman panas yang ada di nampan yang di bawa Laki-laki itu pun menyiram Tangan kiri Sutra, sehingga membuat Sutra kepanasan,


"aaa.... panas! Panas!" teriak Sutra sembari mengibas-ngibaskan tangannya


"Ada apa ini?" seorang Laki-laki yang tengah duduk berdua di Meja belakang Sutra pun berdiri mendekati Sutra mencoba bertanya dan !n!!!, pada Pelayan


"e-maaf mba maaf. Ini mas saya enggak sengaja menabrak emba ini," ucap Pelayan tersebut pada Sutra dan Laki-laki yang mendekat tersebut, "aduh mba, ayok saya tolong," imbuhnya pada Sutra


Sutra hanya merintih kepanasan,


"sudah-sudah biyar saya tolong dia. lihat dia kesakitan," ucap Laki-laki tersebut pada Pelayan itu dan segera membawa Sutra ke Toilet untuk mencuci tangan Sutra di air yang mengalir,


Lalu Jihan yang melihat dari jauh, bertanya-tanya dan segera mendekati Sutra,


"Sutra ada apa? Kenapa tangan kamu?"


Jihan panik


"Sudah, mba tenang saja, dia tadi tersiram air Panas mba, cuma enggak apa-apa tar juga sembuh," ucap Laki-laki tersebut


"makasih ya mas, udah nolongin teman saya," jawab Jihan


"iya enggak apa-apa, ya sudah saya mau balik lagi ke teman saya kebetulan saya harus segera pergi, semoga teman kamu cepat sembuh ya," ucap Laki-laki itu


"iya mas,"


Saat Laki-laki itu akan pergi Sutraa pun keluar,


"makasih ya," ucap Sutra


"makasih untuk apa, saya cuma mencoba bantu, tapi iya sama - sama , apa tangan kamu masih panas?" tanya Laki-laki tersebut


"lamayan," jawab Sutra singkat pada laki-laki tersebut


"Jihan, pulang sekarang ya... Bajuku kotor tanganku masih sedikit panas,"


"ya Sudah ayok pulang sekarang, nih tas kamu," jawab Jihan sembari menyodorkan Tas Sutra


"kalian pulang pakai apa?" tanya Laki-laki tersebut


"pakai Taxi," jawab Jihan


"Gimana kalau bareng aku," ucap Laki-laki tersebut membuat Jihan dan Sutra terdiam, "tenang saya bukan orang jahat, tapi kalau kalian tidak mau, saya tidak memaksa," imbuhnya


"iya sebelumnya terimakasih karena sudah menawari kami, tapi maaf kami pakai Taxi saja," ucap Sutra


"ya sudah tidak apa-apa," jawab laki-laki tersebut


Setelah lama mengobrol, akhirnya Sutra pulang hanya bersama Jihan,


Sementara saat Sutra keluar dari Caffe, laki-laki itu tersenyum dan merasa tertarik pada Sutra.


"kapan lagi aku bertemu cewek itu," ucap dalam hati Laki laki tersebut.


\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2