TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 4


*kekecewaan hati Sutra*


Sutra tak menyangka, jika dirinya di pertemukan dengan laki laki tampan yang sifatnya aneh, ia mau mengelak namun ketampanan Raffa tak dapat membuatnya menolak, namun dengan kelakuanya membuat Sutra ilfil padanya.


Di sisi lain Sutra pun memiliki laki laki yang dekat dengannya yang sutra harapkan mau mencintai dirinya.


"Sutra ko diam? Enggak usah malu, biasa saja sama tante," ucap Mamah Raffa, "Oh iya Sutra kenalkan nama Tante Ibu Indah." sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, Ibu Indah pun tersenyum pada Sutra.


Akhirnya Sutra dengan senang hati menerima jabattangan Mamah Raffa, namun dirinya masih bingung dengan sikap Raffa yang baginya aneh.


"tante Sutra enggak malu ko," ucap Sutra


"kamu punya pacar gak bilang bilang Sutra?" tanya Arjuna


Sementara Raffa tersenyum merasa berhasil mengerjai Sutra, namun Raffa yang terlalu mudah suka! mengaharap Sutra mau menanggapi serius candaan dirinya.


"em iya maaf ka, ya gimana masa harus aku pamer-pamerin si, kan gak lucu," ucap Sutra ragu


Ibu Indah yang terjebak juga dalam candaan Raffa, menganggap Sutra benar memang kekasih Raffa.


Dengan senangnya Ibu Indah menyuruh Sutra untuk main ke Rumahnya


"Sutra besok kapan-kapan main ke Rumah ya. Raffa ajak Sutra main ya," ucap Ibu Indah


"i-iya Tante," jawab Sutra


"tenang aja Mah, aku akan Ajak dia main ko, Cantik kan Mah?" ucap dan tanya Raffa pada Ibu Indah


"iya Cantik sayang, o iya! ini sudah malam Tante dan Raffa pulang duluan ya Arjuna, Sutra! Jangan lupa main ya," ucap Ibu Indah


"iya Tante," jawab Arjuna dan Sutra sembari melempar senyum


"dah Sutra," ucap Raffa dan tersenyum meledek lalu pergi


Setelah Raffa dan Ibu Indah pergi Arjuna pun meledek Sutra yang tengah kembali mencari Buku yang dirinya tuju


"bisa ya sembunyiin dari kaka kalao udah punya cowok, tapi giliran kaka slalu aja di kepoin," ucap Raffa sembari mengawasi Sutra


"Isz Brisik." sembari memilih Sutra menjawab ucapan Arjuna dengan rasa Risih, " nah akhirnya nemu juga nih buku, ayok ka kita bayar dulu aku udah nemu nih," ucapnya mengalihkan pembicaraan


"hemmm iya-iya ayok," jawab Arjuna


Setelah mendapatkan bukunya Sutra pun segera membayar dan kembali pulang bersama Arjuna, di perjalanan pulang Sutra yang duduk di samping kakanya yang tengah menyetir, mendapat pesan dari Raffa,


"Sutra Maafkan aku, bercandaku berlebihan, selain itu aku punya alasan, aku ingin Mamahku senang kalau aku punya kekasih, syukur-syukur jika kamu memang mau denganku, maaf setengah hari ini hingga malam ini, aku sudah membuatmu kesal, dan terimakasih karena kamu membuat Mamahku tersenyum, setelah aku kehilangan Istriku," ucap Raffa dalam pesan


"haaa... Jadi Raffa sudah pernah menikah! Ya ampun haduh sial sekali hidupku mimpi apa aku ini, haduh semua ini gara-gara mobil yesi!" ucap dalam hati Jenita setelah membaca pesan Raffa

__ADS_1


"Sutra! Ngapain diam? Ketularan aku nih mulai senang melamun." sembari menyetir Arjuna mengejutkan dirinya


"ih apaan sih ka, enak ajah! Enggak ya, ngapain juga ngelamun gak jelas, orang aku lagi liatin jalan juga," jawab Sutra


"hemh alasan," ucap Arjuna


Sutra pun cuek, dan Arjuna pun tersenyum meringis setelah meledek Sutra, tak mau terlambat sampai Rumah, Arjunapun sedikit mempercepat laju Mobilnya.


****


Keesokan harinya


Sutra berharap tak ada lagi gangguan dari Raffa, Pagi yang cerah itu sedikit suram untuk Sutra, karena Takut Raffa datang padanya lagi,


"semoga hari ini Raffa enggak ganggu aku, karena aku akan kejar pangeranku di kampus," ucap Sutra sembari bercermin


"Sutra mau berangkat bareng enggak? Katanya ada jam kuliah Pagi? " seru Arjuna dari luar kamar Sutra


"astaga manusia itu," Gumam Sutra, "iya bareng ka! Tunggu!" Seru Sutra


"ya udah buruan! Kaka tunggu!" jawab Arjuna dari luar kamar Sutra


Lalu dengan cekatan Sutra mengambil tas berisikan leptop, serta buku penting miliknya, ia pun segera keluar, namun dirinya terlupa akan handpone nya yang tergeletak di atas tempat tidurnya.


****


Di sebuah saung yang di kelilingi rumput taman yang hijau nan asri, dengan tanaman bunga yang menghiasinya, Raffa duduk termenung mengingat kelakuannya pada Sutra, namun ia pun berharap Sutra membalas pesan semalam darinya,


Raffa yang telah di tinggalkan oleh sang istri karena sakit yang di deritanya, menjadikan Raffa sering diam dan menyendiri.


Di tengah tengah diamnya Raffa tiba-tiba seorang wanita datang menemuinya, dari arah sebaliknya dan menepuk bahu Raffa,


"Raffa!"


Raffa terkejut dan menoleh sekilas namun Raffa hanya diam,


"Kenapa Raffa? Gak bagus loh melamun." sembari berjalan dan duduk di samping Raffa Ibu Indah mengingatkan Raffa


"Aku enggak melamun Mah, cuma pengen diam saja," jawab Raffa dengan pandangan kedepan


"pengen diam, apa pengen diam? Raffa kamu sekarang sering melamun loh semenjak---" "udah mah jangan ngingetin lagi dong," potong Raffa


"iya iya, maaf ya, bukan niat Mamah ngingetin kamu tapi kenapa kamu sekarang lebih banyak diam Raffa?" tanya Ibu Indah


"enggak apa-apa ko Mah, em-oh iya Mah aku mau ke bengkel sekarang, ada teman Sutra yang mau ambil Mobilnya, takutnya Papa dan Pak hendra nanti bingung, karena kemaren aku yang masukan mobilnya kebengkel dan enggak aku catat, Pak hendra kemaren izin tidak berangkat jadi kariyawan aku di bengkel tidak ada yang tau, aku cuma pesan pada dua kariyawanku untuk service Mobil teman Sutra dan Papa juga tidak tau," ucap Raffa


"iya sudah, nanti Pak Hendra salah sangka lagi sama Papa, lagiyan kamu itu gak pesan dulu sama kariyawan kamu," ucap Ibu Indah, "em tapi Mamah ikut deh dari pada mamah bingung di Rumah," imbuhnya


"em-Mamah mau ikut? Tapi nanti Mamah aku tinggal sebentar, enggak apa-apa kan Mah kan ada Papa! biasa ada perlu," ucap Raffa

__ADS_1


"hemmm Mulai nih, ya sudah ayok," ucap Ibu Indah


"Hehe tau kan Mah? Ya sudah ayok." Raffa pun berdiri dari duduknya dan bergegas untuk pergi ke bengkelnya bersama Ibu Indah.


"Raffa kamu tunggu mamah sebentar di depan Mamah mau ambil tas," ucap Ibu Indah


Lalu Raffa pun menunggu Ibu Indah di Mobilnya.


****


Di sisi lain, Di kampus Sutra.


Sutra yang sangat mengidamkan sosok lelaki tampan pilihan hatinya, berharap lelaki yang dirinya sukai itu membalas perasaanya yang tak bisa ia ungkapkan, karena sebagai wanita Sutra tak mampu mengungkapkannya.


Di sudut lorong kampus Sutra duduk bersama temanya yaitu Yesi, yang tak lain teman wanita yang dirinya tumpangi mobilnya dan mogok di jalan, sehingga membuat dirinya harus bertemu dengan Raffa.


Sembari duduk dan bercanda dengan Yesi, Sutra juga menunggu lelaki idamanya tersebut, berharap dirinya akan bertemu dan mendapat sapaan manisnya serta membalas perasaannya,


"Sutra-Sutra lihat itu!" ucap Yesi sembari menepuk nepuk pelan bahu Sutra


"Apa sih," ucap Sutra sembari menoleh kanan kiri mencari cari yang di tunjukan Yesi.


"Itu lurus kamu." sembari menunjuk pada lelaki idaman Sutra, Yesi antusias berharap Sutra melihatnya.


Setelah melihatnya Sutra pun tersenyum lebar penuh harap,


"Radit," gumamnya


"Dia kesini Sutra! Dia kesini." penuh antusias Yesi tersenyum girang pada Sutra.


Lelaki yang Sutra sukai pun akhirnya mendekati Sutra, namun kedatanganya tak seperti harapan Sutra,


"hai Sutra!" sapa Radit


Dengan lembut Sutra pun menyapanya kembali dengan jantung berdebar serta senyum penuh harap,


"hai juga ka Radit," jawab Sutra


"kalian sedang apa di sini? Memangnya belum ada jam kuliah?" tanya Radit pada Sutra dan Yesi.


"oh iya Yesi, Mamah sudah memesan undangan pernikahan kita, jadi nanti siang kita sudah tidak usah mencari lagi dan ya Sutra, ini undangan buat kamu," ucap Radit sembari menyodorkan amplop Undangan


Mendengar perkataan Radit, seketika Sutra melongo tak percaya, jika teman dekatnya ternyata calon istri laki-laki yang ia idamkan, bahkan dirinya pun tak tau jika keduanya menjalin hubungan.


"jadi kalian?---" "iya Sutra, kami memang sudah menjalin hubungan lama, tapi kami memang tidak pernah pamerkan sama semua orang, dan kami slama ini juga serius pada kuliah kami masing-masing jadi tidak ada orang yang tau kami sudah


keduanya pun pergi, sementara perasaan Sutra sangat kecewa dan hancur, ia tak menyangka laki-laki yang ia sukai adalah calon suami sahabatnya.


\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2