TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 9.


*Tamu suruhan*


Sampai di Rumah, Arjuna yang diam-diam keluar Rumah terkena Marah oleh Pak Hendro, Arjuna hanya diam, lalu meminta Maaf,


"Maaf Yah, sebenarnya aku merasa bosan jika di Rumah terus." sembari menunduk Arjuna menyesali perbuatanya,


"Ayah heran sama kamu, sudah mau Menikah tapi kamu masih saja begini! Apa kamu gak ingat kejadian yang telah membuat calon istri kamu meninggal dulu! Itu karena keteledoran kamu! Sudah di ingatkan untuk di Rumah, tapi kamu tetap memaksa pergi!" teriak Pak Hendro, membuat Arjuna menangis mengingat masa lalunya,


"Maaf ayah, aku memang salah," ucapnya, Sutra dan Ibu Mawar yang duduk di samping kanan dan kiri Arjuna pun terdiam, namun Ibu Mawar sebagi seorang Ibu mencoba menasehati Arjuna secara halus, dan mengusap bahunya,


"sudah Arjuna, jangan menangis, kamu laki-laki kamu harus memberi contoh baik pada adik kamu, kami melarang kamu pergi itu ada maksudnya, dan demi kebaikan kamu. Bukan menghukumu," Arjuna tertunduk diam, dan Pak Hendro pun pergi ke kamarnya tak mau terlalu lama marah pada Arjuna,


"Ayah..."tegur arjuan, namun ibu Mawar menyuruhnya untuk membiyarkannya dahulu,


"sudah Arjuna, jangan di ganggu, biyar ayahmu tenang dulu," ucap Ibu Mawar, Arjuna pun mengangguk.


Sutra lalu menghiburnya tersenyum menatap Arjuna,


"Ka sudah ya, biyar ka intan tenang di sana.... Kaka juga harus tersenyum lagi, jangan menangis dong kan cowok." Sutra membuat Arjuna hilang rasa sedihnya.


*****


Di kamar Sutra,


Setelah lelah dari kuliah, dan mendengar omelan Ayahnya, Arjuna yang memberi tahu kan bahwa ada paket untukunya di kamar membuat Sutra Penasaran lalu membukanya yang ternyata berisi Cincin.


Penasaran dengan Cicin di dalam kotak kecil itu, Sutra yang tengah berdiri di depan meja riasnya, mengambilnya dan memutar Cicin tersebut sembari memperhatikan tiap detilnya, ia pun berjalan ppelan beberapa langkah mendekati tempat tidurnya,


"Cincin ini ada Namanya." diriny duduk di tempat tidur, "kenapa Cicin ini ada Namaku? Siapa sih yang kirim ini?" imbuhnya merasa kebingungan,


Dirinya pun mencoba memakainya, begitu pas di jari Manisnya... Sutra semakin bingung dan tak mengerti, karena takut Sutra melepas kembali dan meletakannya kembali di dalam kotak kecil, lalu ia menyimpannya di laci meja kecil samping tempat tidurnya, ia merasa merinding lalu ia pun berbaring,


"ih siapa si?" Sutra menggidikan bahunya, "dih tau lah,"imbuhnya lalu berbaring di tempat tidurnya dan menarik selimut.


****


Keesokan harinya,

__ADS_1


Di meja makan, seperti biasa sarapan bersama keluarga Sutra adalah hal biasa, Sutra yang duduk di Samping Arjuna berhadapan dengan Pak Hendro, melamun sembari dirinya menyantap makanan, Arjuna yang heran pada Sutra yang menyantap dengan sangat Pelan, mengejutkannya dengan menepuk bahu Sutra,


"oy!" tegur Arjuna


Uhuk! uhuk! Sutra tersedak, sementara Pak Hendro pun menegur Arjuna,


"Arjuna! Adik kamu sedang makan, kenapa kamu kagetin!"


"iya maaf Ayah, lagiyan ngelamun dia" jawab Arjuna pada Pak Hendro " mikirin apaan si? nih Minum buruan," imbuhnya pada Sutra,


"Arjuna, kamu itu jangan kebiasaan deh." ibu Mawar yang tengah membawa Kopi untuk Pak Hendro dari dapur pun, juga menegur Arjuna,


"Tau tuh ka Arjuna, iseng banget. Aku tuh gak ngelamun tau, tapi lagi males makan," ucap Sutra beralasan


"halah males makan, lebay kamu," ucap Arjuna meledek


"Arjuna! sudah-sudah," tegur Ibu Mawar, "orang sedang makan masih aja pada ngomong. Udah sutra cepat habiskan makannya, kamu juga itu, makan ko lama banget sih," imbuh Ibu Mawar menegur Sutra


"iya iya Mah," jawab Sutra.


Pak hendro hanya geleng kepala, lagi lagi melihat ulah anak-anaknya yang sudah besar tapi masih seperti bocah.


****


Di kamar Sutra,


Dan tak lama Bi minah, pembantu yang biasa membantu Mamahnya yang hanya datang pergi, membawakan Sutra bingkisan yang entah tidak tau lagi dari siapa,


"Mba Sutra!" tegur Bi Minah dari ambang pintu kamarnya, lalu Sutra menoleh,


"Eh Bi Minah, ada apa Bi?" jawab Sutra tersenyum


Bi Minah mendekati Sutra dan memberikan Sutra bingkisan,


"Ini Mba ada bingkisan buat Mba." Bi Minah menyodorkannya,


Sutra menerima namun diam penuh tanda tanya kembali,


"e-dari siapa lagi Bi?" Sutra menatap Bi Minah sembari mengerutkan dahinya,Bi Minah geleng kepala,

__ADS_1


"tidak tau Mba, tadi Mas-mas pake Motor Ninja warna merah, tapi pakai helm ke tutup, tapi bukan orang yang kemarin kasih kotak kecil buat Mba," ucap Bi Minah,


Sutra pun heran kembali, namun menerimanya


"ya sudah makasih ya Bi," ucap Sutra


"iya mba saya keluar dulu,"


Sutra tersenyum dan mengangguk pada Bi minah, Bi Minah pun keluar kembali sementara Sutra yang tak mengrti pun, lalu membuka bingkisan tersebut, lagi lagi lipatan Surat kecil terselip di dalamnya, Sutra segera membaca Surat tersebut,


"Kamu wanita yang di takdirkan bersamaku, semoga hatimu slalu terjaga untuku, walau aku kini tak bisa di sampingmu, semoga nanti kita bertemu, aku akan datang setelah kamu Selesaikan Kuliahmu." dirinya membaca di hadapan Cerminnya


"siapa sih ini?" ucap Sutra setelah membaca isi dalam selembar surat tersebut.


Lalu Sutra pun membuka isi bingkisan dengan penuh rasa penasaran,


"Baju? Gaun? Ini pasti mahal? Siapa sih? Ya ampun apa aku harus bicara sama Mamah?" ucapnya semakin tak mengerti,


Sutra lagi-lagi membuka pesan di handponenya berharap Raffa ada kabar, namun ia tak mengerti hanya dari sebuah pertemuan yang tak di sengaja dengan Raffa, malah membuat hidupnya di hantui rasa penasaran pada Raffa yang telah lama menghilang,


"kenapa aku harus kepikiran Raffa si? Dia siapaaa coba! Ya ampun ini semua gara-gara mobil Yesi. Aku gak boleh ingat dia lagi, enggak! Raffa itu Cowok aneh! Soal wajah emang oke, tapi aku gak tau kepribadian dia, ya ampun ih enggak-enggak," ucapnya ketakutan karena Pessan yang dirinya kirim pada Raffa tetap centang satu.


****


Di Kampus,


"Han aku tu takut, udah tiga kali ada orang yang kirim paket buat aku." Sutra yang duduk di samping Jihan menunduk sembari menyangga dagu, Jihan lalu menoleh dan bertanya kembali pada Sutra,


"selama ini kamu penah deket sama Cowok gak sih? Masa iya ada orang kirim-kirim barang ke kamu! tau ukuran jari kamu, tau nama kamu, tau ukuran pakaian kamu! Kan aneh?"


Sutra lalu duduk bersandar, sembari melipat kedua Tangannya, ia terdiam dan tak mengerti karena dirinya merasa tak ada laki-laki yang dekat dengannya selain Raffa, itu pun ia merasa Raffa laki-laki yang Aneh.


****


Di kediaman Sutra dan Arjuna.


Seorang laki-laki, bertamu untuk bertemu Mamah Sutra dan Ayahnya, tanpa sepengetahuan Sutra diam-diam laki-laki itu pun menanyakan kabar keluarga Sutra, ia datang dengan maksud dan tujuan baik... Namun seorang laki-laki itu hanyalah seorang suruhan.


Di situ pun Arjuna tau dan tidak akan mengatakan pada Sutra sebelum waktunya.

__ADS_1


__ADS_2