TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 13


*Hati Karmila, dan Celaka tidak di sangka*


"Beruntung banget Sutra, coba dulu aku kenal dia, hemmm tapi sudahlah." dari bangku, Karmila yang duduk di samping Arjuna mulai panas hati.


Sembari melihat dan mendengarkan Raffa yang berada di panggung bersama Sutra, Karmila seperti wanita yang tak tau diri sebab pernikahan dengan Arjuna saja belum genap Sehari.


*adakah wanita seperti ini di dunia nyata? Semoga tidak ada 😊*


Lanjut,


****


Malam berlalu acara pun Selesai.


Pagi hari di saat semua bersiap kembali ke Rumah, Karmila yang sudah resmi menjadi kaka ipar Sutra pun ikut pulang kekediaman Orang Tua Sutra.


Di samping Arjuna yang sudah duduk di dalam Mobil bersamanya, Karmila mengatakan tentang Sutra,


"sayang Adik kamu beruntung ya, udah dapet Duren, kaya, pengusaha, pokoknya paket lengkap deh... Tapi adek kamu so jutek gitu di dekatnya," terang Karmila tanpa berfikir panjang dengan manjanya,


Tanpa Arjuna sadari dari perkataan Karmila, Arjuna pun menanggapi dengan biasa,


"ya, Sutra memang agak cuek anaknya, tapi aku yakin Raffa sabar ngadepin anak itu," jawab Arjuna, "emmm kamu tidak lagi iri dengan Sutra kan?" imbuhnya, Karmila menoleh dan tersenyum,


"Aku? iri?, tidak lah, kan aku sudah punya kamu sayang.... yang tidak kalah hebat dari Raffa." dengan manjanya Karmila meyakinkan hati Arjuna.


****


.


.


.


.


.


Sementara waktu berlalu, Rombongan pengantin pun berangkat menuju Kediaman Orang tua Sutra dan Arjuna.

__ADS_1


Di Mobil Raffa, Sutra yang hanya duduk berdua dengan Raffa, ia hanya diam dan memandangi sekitar jalan yang di lalui.


"Sutra! Kenapa kamu diam? Aku tau kamu terpaksa menerimaku, tapi kenapa tidak kamu tolak saja saat aku melamarmu semalam?" Raffa tiba-tiba berbicara, Sutra hanya diam membisu,


"Apa iya, pertemuan hanya dua kali tanpa mengenal dekat lebih dulu aku tidak pantas memilikimu? Dan perlu saya katakan Sutra saya tidak g**a seperti yang kamu katakan," ucapnya kembali, Sutra menoleh sekilas pada Raffa lalu membuang muka kembali,


"iya kamu memang tidak G**a tapi aneh bin ajaib, sekarang gini! Aku kalau tadi malam menolak lamaran kamu, di hadapan keluarga kamu keluarga aku, terlebih masih ada tamu yang datang dan sekaligus hari bahagia kakaku dan keluargaku! Masa iya aku harus membuat malu setelahnya! Ya kali bisa di hapus aku dari daftar keluarga." Sutra dengan ketusnya menjawab ucapan Raffa, namun Raffa dengan Sabarnya tersenyum menatap Sutra sembari menyupir,


"sekarang kamu jangan G**a lagi! Apa seorang yang tengah menyupir bisa seenaknya gak ngeliat depan?" ucap Sutra kembali, Raffa lagi-lagi tersenyum tipis sembari Fokus menyetir,


"Sutra-sutra, kamu Manis, baik sebenarnya, Aku dari awal lihat kamu sudah suka dengan cara kamu dan tingkah kamu yang pecicilan, Kamu ingat! saat kamu menghentikan aku karena Mobil Sahabatmu Yesi .... Mogok, kamu melompat-lompat berteriak. Iya, seg**a itu kamu berteriak di jalan Raya, untung saja aku dengar, Coba kalau orang G**a yang dengar dan deketin kamu, mau bagaimana coba?" Bukan Fokus pada ucapan Sutra, Raffa malah membuatnya semakin pening dengan mengingatkannya saat Sutra meminta tolong di jalan, Sutra pun menghela nafas kasar dan membuang Muka, Mulutnya pun komat-kamit bak dukun membaca Mantra 😜.


Ia kesal Raffa selalu Ngalor-ngidul ketika di ajak bicara dan selalu meledeknya secara halus, Namun Raffa malah tiba-tiba tertawa Karena Sutra yang baginya malah semakin membuatnya Suka,


Ahahaha...


"Sutra! Kamu tu ngapain si mulutnya gitu,"


"bukan urusan kamu,"


"hei kita calon suami Istri lo,"


"Amat gak bodo,"


"Raffa!"


"Sutra!"


"Gak lucu!"


"lucu Sutra,"


"enggak!"


"Raffa!"


"Apa?"


"iiiiiii,iiihh Raffa! Aku tidak bercanda,"


"siapa yang bercanda?"

__ADS_1


"kamu!"


"sudah deh, kamu sekarang tidak usah so tidak suka denganku, coba kamu baca pesan yang kamu kirim terahir ke aku, yang kamu begitu hawatir denganku, dan sekarang kamu mau so tidak peduli denganku? Hei Sutra aku tau kamu suka padaku,"


"dih PD sekali kamu,"


"ya aku Percaya, karena selama ini kaka kamu Arjuna selalu berkomunikasi denganku. Sudah sekarang kamu jangan mengelak oke,"


Tak lama kendaraan roda dua tiba-tiba nongol tepat di hadapan Mobil Raffa setelah tikungan di lalui, karena kecepatannya yang tak seimbang Raffa mencoba ngerem mendadak namun karena sudah terlalu dekat Raffa pun membanting setir demi menghindari motor tersebut, Mobil Raffa pun men****k Pohon.


****


Waktu berlalu keluarga syok, tak menyangka, di Ruang UGD sutra yang sudah sadar dan hanya luka di kening, bertanya pada Mamah dan Ayahnya tentang kondisi Raffa, namun Ayahnya hanya mengatakan Raffa tidak apa-apa,


"Mah, dimana Raffa? Apa dia baik-baik saja Mah?" Ibu Mawar terpaksa tersenyum,


"iya Sutra dia tidak apa-apa hanya masih tidur kata dokter," jewabnya menenangkan, " dan kamu sudah boleh pulang ko kata dokter, tapi tunggu dokter datang dulu kesini," imbuhnya


"Yah, Apa benar yah? Dia tidak apa-apa yah?" tanya Sutra kembali pada Ayahnya yang berdiri di samping Mamahnya, tak yakin dengan ucapan Mamahnya, Sutra bertanya lagi, Ayah dan Mamah Sutra pun saling pandang sekilas seolah tak yakin untuk memberi taukannya,


"iya Sutra dia tidak apa-apa hanya masih tidur, dia memang beda Ruangan dengan kamu," jawab Ayah Sutra,


Tak lama dokter yang memeriksa Sutra pun datang.


****


Sementara di luar Arjuna dan Karmila menemui Keluarga Raffa yang berada di depan Ruang ICU,


"Om, tante, kami sekeluarga turut Prihatin atas kejadian yang telah menimpa Mereka, untuk Raffa semoga cepat sadar dan lekas pulih kembali," ucap Arjuna, Ibu Indah yang tak lain Mamah Raffa pun berterimakasih Pada Arjuna, dengan perasaannya yang sedih, Ibu Indah pun juga meminta Maaf,


"Arjuna, Tante juga minta maaf, mungkin Raffa terlalu ugal-ug*lan menyetirnya sehingga malah jadi seperti ini," ucapnya


"sudah Tante, sekarang lebih baik kita berdoa saja, untuk kesembuhan dia, dan Maaf ini sudah Jam dua saya harus membawa Sutra pulang. Sutra pun juga belum tau kondisi Raffa, namun kami sengaja belum memberi tahukannya takut dia syok, jadi kami nanti saja memberi tahunya," ujar Arjuna,


"Tante, saya juga ikut Prihatin ya, semoga Raffa cepat siuman, Saya yakin Raffa orang baik dia pasti tidak ugal-ug*lan ko tante," imbuh Karmila, Mamah Raffa pun memeluk Karmila sedih,


*****


Setelah bicara banyak dengan Orang tua Raffa, Arjuna dan Karmila pun beranjak, dan segera menemui Ayah dan Mamahnya juga Sutra yang sudah menunggu di Lobi Rumah sakit.


****BERSAMBUNG****

__ADS_1


__ADS_2