TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

*Godaan 2*


Part 20


Penasaran pada Arjuna, Sutra pun menyusul naik ke lantai dua, dan meninggalkan Raffa sementara sendiri,


"Raffa aku ke kamar sebentar ya,"


"mau ngapain si?"


"udah tunggu saja sebentar di sini,"


"ya sudah sana,"


Sutra bergegas menuju lantai dua rumah, sampai diatas Sutra melihat Arjuna tengah berdiri di ambang pintu menuju teras atas,


Sutra mendekatinya dan bertanya pada Arjuna yang sedikit melamun,


"ka ngapain di situ?" kata Sutra dari belakangnya


"enggak ngapa-ngapain," jawabnya tak bersemangat, Sutra mencoba bertanya lagi,


"ka apa karena Mamah ka Karmila tadi? Atau karena apa?"


"enggak, sudahlah sana kamu, aku lagi malas ngomong,"


"isz kenapa si, gak biasanya,"


"enggak apa-apa, sudah di bilangin juga. Kepo saja kamu," jawab Arjuna lalu berbalik badan dan turun kembali, Sutra heran ada apa dengan ka Arjuna.


Sia sia bertanya Sutra kembali turun untuk menemani Raffa, ya, dari pada ikut duduk di Ruang Tamu sama Mamah melihat keluarga Karmila yang serba pakai barang mahal.


*****


"itu Kaka kamu sudah ke Ruang Tamu," ucap Raffa setelah Sutra turun dan duduk di sampingnya,


"halah biyarin, di tanyain Songong," jawab Sutra ketus


"kenapa sih? Tapi ya sudah lah itu urusan kaka kamu," ucap Raffa sebelum lanjut bicara, "Oh iya, tadi Mamah kamu manggil kita suruh kedepan," imbuhnya


"sebenarnya malas aku kedepan," Jawab Sutra


"Sudah, kamu tidak boleh begitu. Biyar bagai manapun mereka tamu Mamah dan Ayah kamu, mereka juga sodara,"


"ya abisan Mamah ka Karmila gitu, kayak bandingin aku sama Sasya adik Ka Karmila," jawab Sutra lesu


"ya tapikan aku tidak suka dengannya,"


Merasa di bandingkan Sutra malas rasanya untuk keluar, sementara Raffa membujuk agar Sutra mau, namun demi Mamah dan Ayah, Sutra pun akhirnya menemui Keluarga Karmila kembali.


******


"ya ampuuuunnn kemana saja mba Sutra... Duaan saja nih," goda Mamah Karmila sembari melempar senyum, Sutra pun membalas senyum namun sedikit malu, semua orang di Ruang Tamu memandang Sutra dan Raffa, bersamaan dengan itu, Sasya yang tak lain juga teman kampus Sutra namun berbeda Fakultas, terbilang Centil, Cerewet dan Pemberani terlebih untuk masalah bicara, Sutra memilih untuk tidak terlalu banyak bicara karena Sutra tahu jika Sutra Bicara Sasya akan nyerobot seperti Kereta 😁, persis saat Sutra bicara dengan Radit di kampus, selain itu Sasya bagi Sutra adalah anak yang somb*ng,


"ka Raffa Tangan ka Raffa masih sakit?" tanya Sasya, Baru saja Sutra malas bicara, apa yang sutra takutkan benar terjadi Sasya mulai nyerocos, dari pada ribet Sutra hanya memilih diam.


Namun Raffa yang duduk di samping Sutra, menanggapi dengan santainya, tentu dengan Santai apa lagi yang bertanya Wanita cantik kayak Sasya, mana mungkin jika Raffa akan cuek padanya,

__ADS_1


"lumayan Sya, ya namanya juga baru berapa hari keluar dari Rumah sakit," terang Raffa


"Iya ya, mas Raffa, enggak nyangka habis selesai acara malah Mas Raffa kecelakaan. Memangnya kalau boleh tahu, tadinya sebelum kejadian pada ngapain si ko bisa sampai enggak fokus." Di tengah sebalnya Sutra, Mamah Karmila menambah pertanyaan yang membuat Sutra semakin berfikir Negatif...


"pertanyaan macam apa itu. Tanya? apa lagi mojokin!" begitu kata hati Sutra yang berfikir buruk, sembari menatap Mamah Ka Karmila, "ya kali, yang Sakit kan bukan Raffa saja, memangnya dia pikir Aku enggak sakit Apa! Mana tanyanya kaya mau nyalahin Orang Lagi!" ketusnya dalam hati kembali.


Raffa yang duduk di Samping Sutra pun, terus menanggapi dengan sopan dan santunnya,


"Ya enggak ngapa-ngapain Bu, namanya juga Musibah tidak ada yang tahu, ya kebetulan saja Mobilku saat itu memang dalam kecepatan sedikit Tinggi, padahal saya tahu itu di tikungan, ya namanya kilaf. Ya jadilah begitu! karena saya Kaget ada pengendara Motor tepat di depan Mobil saya, dari pada Saya Tabrak, Saya memilih banting setir." jawab Raffa.


Sementara semua orang Antusias mendengarkan, namun Sutra tak begitu hirau kan Obrolan Raffa dan Mamah Ka Karmila, Sutra lebih memilih memperhatikan raut Wajah Ka Arjuna yang terlihat sedikit tak nyaman, entah memang wajah Ka Arjuna sedang Capek, atau memang kurang suka? yang jelas di hadapan Sutra Wajah Ka Arjuna terlihat murung, mungkin karena ucapan Mertuanya yang cenderung menanggapi Raffa.


Di tengah diamnya Sutra, yang mendengarkan Obrolan sedikit nylekit dari Mamah Ka Karmila dan adiknya Sasya, tiba-tiba Sasya menyeletuk ucapan mengesalkan untuk Sutra,


"Ka Raffa, ko ka Raffa jarang di Restoran sekarang? Padahal aku sering mampir loh sama teman-teman kampusku, sengaja loh Ka, Aku ajak mereka karena Menunya enak-enak enggak mbosenin, Maknyuss pokoknya 😁." begitu kata Sasya pada Raffa dengan Gayanya yang Caper, namun dengan Gayanya yang so ngatur, tiba-tiba Sasya Fokus pada Sutra, " eh Sutra, besok kalau udah jadi Istri Ka Raffa musti pinter masak loh, Ka Raffa itu dulu jago Masak loh, Aku tuh sering mampir ke Restorannya dulu, pulang dari Kampus udah pasti itu," imbuhnya pada Sutra, Raffa tersenyum menganggap ucapan Sasya adalah Candaan, namun Sutra hanya tersenyum terpaksa pada Sasya yang duduk di samping Ka Arjuna,


Tetapi pikir Sutra sangat sayang jika ucapan nylekit , tidak di jawab, sepertinya akan tidak afdol 😉,


"Tentu dong Sya, aku Akan minta ajarin sama Ceff sekaligus CEO kesayanganku ini, masa aku kalah sama dia tidak bisa dong," jawab Sutra sedikit Sombong, jelas menyombongkan, Sutra merasa tak terima dengan Ucapan Sasya yang nylekit.


Namun semua orang hanya menganggap jika ucapan Sasya dan Sutra itu biasa, tapi tidak untuk Sutra, karena bagi Sutra ucapan Sasya sudah membuatnya jengkel dan cenderung Pamer.


Mungkin dalam Hati Raffa, ucapan Sutra benar-benar menganggap Raffa adalaha Orang sepesial dalam hidupnya.


******


Setelah berjam jam, Ngobrol dari yang bermanfaat sampai yang nylekit Akhirnya keluarga Ka Karmila pamit izin Pulang, tentu tidak tertinggal Rayuan gombal Sasya pada Raffa yang meminta Raffa Mampir ke Rumahnya,


"Mas Raffa ayuk Mampir, sama Sutra juga tidak apa-apa," ucap Mamah Ka Karmila,


"iya Ayuk Mampir Ka. Eh Ka Raffa kapan balik lagi Ke Restoran Kakak?" sambung Sasya, Sutra melihat prilaku Sasya yang cenderung tidak tahu malu pada keluarga Sutra, semakin enek dan ingin segera masuk ke dalam Rumah, sudah tidak tahan dengan omongan Sasya yang selalu Caper pada Raffa, Sutra pun masuk diam-diam.


"Ini kumpul keluarga, tapi isinya mbandingin sama nyindir! Udah gitu bangga lagi, hemh somb*ng!" ucap sutra lirih sembari Duduk di Ruang Keluarga.


"Sutra, ngapain kamu?" Raffa tiba-tiba muncul di samping Sutra, membuat Sutra terkejut, Sutra pun menoleh dan menatap Raffa Sekilas lalu membuang muka,


"enggak ngapa-ngapain. Sasya kelihatannya deket ya sama kamu?" ucap Sutra datar


"kenapa si.... Kelihatannya Kesal kamu? Dia dulu memang sering datang ke Resto, tapi ya memang seperti itu lah anaknya," jawab Raffa dengan santai, Raffa pun Duduk di samping Sutra sembari menatap Sutra dengan wajahnya yang ramah, Sutra pun menoleh menatap Raffa seperti tertarik dengan ceritanya,


"oh sudah sering datang to, pantesan deket. Hem tapi sudahlah lupakan soal dia, aku mau tanya bagai mana kariyawan kamu yang waktu itu mengambil uangmu?"


"ya mamah dia memang sakit, Ayahnya cuma kerjanya gak jelas masih lagi adiknya Sekolah, dia jadi tulang punggung, karena semua harus di tanggung sendiri, tanpa berfikir dia malah lakuin itu,"


"enggak ada kebijakan dari kamu?"


"ya sudah aku iklaskan saja, dan aku bebaskan dia, dengan syarat dia bekerja tapi jadi penghantar pesanan saja. Ayahnya juga aku pekerjakan sebagai tukang kebun di Rumah,"


"kamu baik banget ya,"


"bukan baik Sutra, tapi kemanusiaan saja... Karena buktinya mamahnya sakit yang butuh biaya banyak, mengingat aku dulu juga pernah hidup susah, sekarang apa salahnya jika aku membantu semampuku."


Mendengar cerita Raffa, Sutra tersenyum seolah hilang rasa kesal di hati pada Sasya,


Sejenak obrolan Sutra dan Raffa pun terjeda, Sutra memainkan Ponsel sementara Raffa duduk bersandar seperti merasa lelah, tak lama Ka Karmila masuk dan mendekati Raffa, perasaan Sutra mulai tak enak kembali, dan benar, saat Ka Karmila duduk di Samping Raffa Ka Karmila mengatakan Jika Sasya meminta No Ponsel Raffa dengan alasan untuk bisnis,


"Boleh tidak Raffa?" tanya Ka Karmila yang sudah sejak tadi bicara pada Raffa, Awalnya Raffa menolak, karena Urusan untuk berbisnis dia minta untuk bicara pada Manajer Restoran, sayangnya Ka Karmila tetap memaksa Raffa untuk memberikan No ponselnya,

__ADS_1


"Maaf Mba Karmila, saya minta Sasya temui saja Manajer saya, jadi Sasya nanti gampang,"


"em tapi Sasya tidak mau, katanya malu, dia ingin minta No ponsel Kamu saja katanya, bilangnya sih biyar lebih gampang kalau sama kamu kan sudah dekat,"


"ya sudah catat saja Mba," Sutra mendengarnya sudah merasa jengkel, Sutra tahu semua hanya akal-akalan Sasya, di samping itu saat perasaan Sutra tengah kesal, Sutra malah melihat Ka Karmila yang tengah mencatat No Ponsel Raffa duduk nempel di Samping Raffa bak Suaminya sendiri, Sutra tidak mau melihat hal seperti itu terlalu lama lalu Sutra mencoba deham dan menjatuhkan pelan gelas minuman di meja,


"ehammmm...."


Prang!!!!!


"opss kenapa malah pecah?" kata Sutra dalam hati, padahal tidak berniat memecahkan gelas, melihat hal yang Sutra lakukan Raffa dan Ka Karmila seketika fokus Pada Sutra,


"Sutra, kenapa jatuh gelasnya?" tanya Raffa


"oh, ini aku mau minum tapi malah gelasnya kayak lari gitu," jawab Sutra meringis, namun siapa sangka Ka karmila melontarkan kata-kata yang membuat Sutra naik darah.


"makanya hati-hati, masa ambil gelas saja sampai bisa jatuh gitu,"


"iya kan aku enggak tahu ka, aku juga udah hati-hati ko,"


"iya aku paham, tapi kamu tu ngapa-ngapain jangan meleng,"


"Sudah lah Sutra, kamu bersihin saja.... Nanti pecahannya malah kena kamu lagi..." Raffa bukan membela Sutra, namun dia menyuruh untuk segera bersihkan pecahan gelas, Sutra dengan perasaan Emosi berlipat terpaksa nurut dan membersihkan pecahan gelas itu.


Di saat Sutra membersihkan pecahan gelas Ka Arjuna datang dan melihat Ka Karmila duduk berdampingan dengan Raffa, dan Melihat Sutra tengah bersihkan Pecahan Gelas, Sudah mulai selesai bersihkan Sutra sedikit melirik ke raut muka Ka Arjuna, terlihat jelas Ka Arjuna kesal tapi tak dirinya luapkan dan hanya mengajak Ka Karmila pergi,


"Karmila, sudah apa belum minta nomer Raffa?"


"oh sudah ko Mas," jawab Ka Karmila tersenyum, namun Sutra melihat Ka Arjuna tak membalas senyum Ka Karmila,


"ya Sudah ayok ngapain kamu duduk di situ?" ajak Ka Arjuna dan terang-terangan memarahi Ka Karmila yang duduk dempel pada Raffa, Sutra membuang pecahan Kaca ke Dapur, aku pun puas Ka Arjuna memarahi Ka Karmila,


"sukur, makannya jangan ganjen," kata Sutra sebelum lanjut bicara sendiri, "Ayah sama Mamah ngapain sih di depan terus, Bt kan Aku, hemmm lebih baik aku tinggal Raffa ke depan," imbuh Sutra ngomong sendiri, Sampai di Ruang Keluarga Kembali, Sutra sudah tidak melihat Ka Karmila namun hanya melihat Raffa sendiri tengah memainkan Ponselnya, tetapi Sutra Cuek dan terus berjalan menuju keluar, bersamaan dengan itu saat Sutra akan melangkah menuju Ruang Tamu Raffa Memannggil, Sutra pun hanya diam, tentu karena ulah kaka adik itu Sutra menjadi malas dekat Raffa,


"Sutra!" tegur Raffa, namun Sutra tak menjawab dan hanya berhenti sejenak, Raffa berdiri dan berjalan mendekati Sutra, namun Sutra tak perduli dan tetap acuh,


"Kamu kenapa Sutra?" tanya Raffa, Sutra tetap diam, perasaan jengkel masih tidak bisa hilang,


"ada apa dengan kamu, perasaan dari tadi kamu aneh," tanya Raffa kembali, kali ini Sutra menjawab dan menyuruh Raffa pulang,


"aku enggak apa-apa, kamu pulang gih... Kamu kan masih butuh istirahat, lagiyan kita belum jadi Suami Istri enggak baik terlalu lama berdua," terang Sutra datar,


"Sutra, kamu marah kan? Katakan saja sama aku,"


"enggak biasa saja, lagiyan kamu sama aku kan baru tunangan belum jadi Suami Istri, jadi Calon suamiku itu masih bebas di deketin cewek-cewek,"


"ko ngomongnya begitu?


"ya memang kenyataannya begitu,"


"Sutra..."


Sutra diam dan buang Muka,


"lihat aku dong," ucap Raffa sembari menolehkan wajah Sutra dengan tangan Kirinya, ya kali pakai tangan kanan auto pingsan dia, tangan kanannya sakit 😜.


"sudah kamu pulang sana, Aku sebel lihat kamu," ucap Sutra lalu pergi ke kamar, saat bersamaan sepintas Sutra melihat Ayah dan mamah masuk ke dalam, namun Sutra tidak peduli dan lanjut menuju Kamar, mungkin Raffa bicara dengan Ayah dan Mamah.

__ADS_1


********BERSAMBUNG*******


__ADS_2