TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 15


*karmila*


Setelah malam Yesi dan Radit pulang, Sutra bersama Mamahnya pun mengantarnya sampai halaman Rumah, sementara Karmila yang entah hatinya konslet atau tak tau lah, tiba-tiba di Ruang tamu ia yang tak ikut mengantarnya memiliki iri pada Sutra,


"hemmm... sutra benar-benar beruntung, ternyata Raffa selain kaya, gagah, pengusaha, romantis juga... Pengen punya Sutra aja, pake acara kejutan segala,"


"Sayang,"


Arjuna tiba tiba memanggil dari arah sebaliknya, Karmila sedikit terkejut lalu menoleh pada Arjuna,


"eh, Sayang,"


"ngapain kamu? Ko di situ?"


"oh tidak, tidak apa apa ko sayang. Oh iya, Ayah juga Tante Olla dan Om Reno ko belum sampai sayang?" tanyanya sembari berjalan mendekati Arjuna yang berdiri di Ruang Keluarga,


"tidak tahu, mungkin mereka makan malam sekalian di luar, Mamah mana sama Sutra?"


"itu di luar, biasa nganterin adiknya Raffa, mau pulang," Jawab Karmila , Arjuna mengangguk pelan sembari melipat kedua tangannya, Merasa lelah Arjuna pun meminta Karmila untuk Beristirahat bersamanya namun Karmila mengatakan akan menyusul, Arjuna lalu memilih untuk manuju lantai dua.


Selang beberapa detika Arjuna berjalan ke atas, Sutra bersama Ibu Mawar pun masuk kembali,


"sudah pulang mah? Yesi dan Radit?"tanya Karmila pada Ibu Mawar,


"iya sudah, baru saja, ini malah Ayah kalian belum pulang juga," jawabnya pada Karmila, lalu menyuruh Sutra untuk beristirahat, " Oh iya Sutra kamu Istirahat ya," ucapnya pada Sutra,"


"iya benar Sutra, kamu harus Istirahat biyar kamu cepat pulih, dan katanya kan kamu mau wisudah 3hari lagi?" sambung Karmila, Sutra tersenyum dan mengangguk, Karmila pun Menemani Sutra menuju Kamar tempatnya Istirahat.


karena takut Sutra merasa pusing Ibu Mawar dengan penuh perhatiannya meminta Sutra untuk beristirahat di Kamar utama.


Sementara, Karmila dengan modusnya pun mendekati Sutra dengan sok perhatiannya yang padahal dirinya ingin tau tentang Raffa,


"em-Sutra kamu istirahat, biyar cepet sembuh, dan bisa bertemu Raffa lagi," ocehnya, saat setelah berada di dalam kamar bersama Sutra,


"Biasa saja ko mba." jawab Sutra dengan santai


"loh, masa biasa saja, kan sudah jadi Tunangannya? Tentu khawatir donk apa lagi Raffa kritis lo demi lindungin kamu,"


Sutra sedikit heran dengan ucapan Karmila,


"e-iya Mba, Aku tahu ko, em-Mba ko enggak ke atas, ka Arjuna di anggurin Mba?" ledeknya


"Ye tidak dong, eh Mba pengen tahu dong, ko Raffa bisa jatuh hati banget sama kamu, padahal kan Raffa pengusaha kaya, segala punya, Ganteng juga loh." ocehannya membuat Sutra semakin tidak mengerti


"Biasa saja Mba, ya Aku ketemu dia tuh di jalan awalnya, ya karena Mobil temen Aku mogok, Aku tuh teriak setopin Mobil orang kali ada yang mau nolong. Dan ya benar ada satu Mobil berhenti waktu itu, ternyata Dia, ya berawal dari itulah usilnya dia,"


"Masa sih? Masa dia gampangan gitu? Dan masa enggak lihat-lihat cewek maksudku dia enggak pilih pilih?"


"iya memang begitulah Raffa Mba,"


Karmila mengangguk, terbesit fikiran jelek di hatinya,


"em-ya sudah kamu istirahat, oke,"


Sutra memberi senyum padanya, lalu Karmila pun keluar dari kamar Sutra,


Sembari berjalan menaiki anak Tangga, Karmila berkata dalam hatinya,


"Masa cowok kaya seperti Raffa, pengusaha lagi! Bisa suka sama Sutra, heran aku,"


"Sayang?" tegur Arjuna yang turun kembali, dan berpapasan denganya,


"Mau kemana Sayang?"

__ADS_1


"Aku mau turun sebentar, Ayah sudah pulang sama Om dan Tante, kamu ke Kamar saja dulu, tunggu Aku ya," ucap Arjuna yang tiba tiba menggoda,


"hemm iya iya,"


Dengan gontay Karmila melanjutkan berjalan menuju lantai dua.


.


.


.


.


.


Setelah sampai atas Karmila pun akhirnya pertama kali tidur di kamar Arjuna, dirinya yang merasa lelah segera mengganti pakaiannya mengenakan Piama barunya, tentu Pengantin baru Piama pun baru dan sexy 😄.


Menunggu Arjuna dirinya bermain handpone gibah-gibah dulu sama teman melalui Telfone 😎.


"eh Pengantin Baruu..." goda teman Karmila sesaat setelah di telfonnya,


"iya dong, kamu cepet nyusul oke, ngomong-ngomong lagi ngapain?"


"biasa rebahan. Iya deh, tunggu saja undangannya. Oh iya Mila? Itu berita di sosmed bener gak sih? Katanya adik ipar kamu Kec*l*k**n setelah pulang dari Acara kalian? Katanya habis tunangan juga? Dan kabarnya lagi katanya itu calon suaminya pemilik Hotel berbintang?"


"iya bener, tapi adik ipar aku tuh cuek anaknya, so jual mahal gitu, padahal calon suaminya Ganteng, Kaya, Supel, pokoknya segalanya deh,"


"cieee, iri nih?"


"apaan si, tidak dong, tapi iya sih dikit," jawabnya tertawa


"hemm dasar, ngomong-ngomong kabarnya parah tuh?"


"iya, sekarang masih kritis,"


"telfon sama siapa sayang?" tanya Arjuna


"siapa? Temen ko,"


"eh ngomong-ngomong sayangku sexy," rayu Arjuna setelah mendekatinya di atas tempat tidur,


Yeee singkat waktu karena malam urusan pengantin tinggalkan dulu ya😄.


.


.


.


.


.


.


Hari berganti, Karmila sebagai pengantin baru, pagi adalah tugasnya mencoba membantu Ibu Mawar sebagai Ibu Mertuanya, ia membantu memasak di dapur, namun berbeda dengan Sutra yang memang sangat di manja Mamahnya mengandalkan Pembantu yang hanya pulang pergi,


"Mah memang Sutra tidak pernah bantu Mamah?" tanya Karmila sedikit heran Pada Sutra,


"Bantu, tapi ya semampu dia, Mamah gak pernah memaksakan, Sutra kadang sudah sibuk Kuliah. Tapi dia juga bantu si kalau tidak ada Pembantu datang,"


"owh gitu,"


"iya apalagi sekarang dia sekarang sibuk fokus pada Kuliahnya karena sebentar lagi Dia di Wisuda, dan Ya pagi ini apa lagi dia habis mengalami kec*l*k**n tidak mungkin kalau dia bantu bantu,"

__ADS_1


"iya si Mah," jawabnya sembari mengupas bumbu,


"Mah, maaf Aku sudahi ya bantu Mamah, Aku mau antar kopi Mas Arjuna,"


"iya Karmila,"


Karmila bergegas pergi sembari membawa kopi milik Arjuna, entah hatinya konslet atau bagai mana sifat jeleknya sedikit sedikit mulai keluar,


Di hadapan Arjuna, Karmila duduk dengan wajahnya yang lesu,


"he,aahhh capek," ucapnya di hadapan Arjuna,


"kenapa sayang?"


"tidak apa apa,"


"itu lesu,"


"adik kamu enak ya. Aku kalau jam segini pasti udah di suruh ini dan itu sama Mamah aku, tapi kalau Sutra dia di kamar gak ada yang ngomongin tuh,"


"Sayang, Sutra masih sakit, lagiyan udah ada pembantu, dan juga dia biasanya juga bantu Mamah walaupun ada Pembantu,"


"hemmm iya iya," jawabnya seperti tidak suka,


Tak lama di tengah obrolan Karmila dan Arjuna, Sutra memanggil Arjuna untuk meminta bantuannya,


"Ka Arjuna," Seru Sutra dari Ruang Tamu,


"iya!" jawab Arjuna, " sayang aku masuk dulu, Sutra memanggilku," imbuhnya pada Karmila,


"iya,"


"jutek amat, senyum dong,"


"hemmm,"


Arjuna tersenyum geleng kepala pelan, lalu ia pun bergegas masuk kedalam Rumah.


Sementara Karmila pun mengekor di belakangnya,


"ada apa Sutra," ucap Arjuna setelah sampai di dalam Ruang tamu,


"Ka aku temenin ke kampus, abis itu Aku mau jenguk Raffa," pinta Sutra


"iya ntar Kaka temenin," jawab Arjuna.


Dalam hati Karmila tiba tiba terbesit rasa tak suka,


"em-memangnya Om Reno atau Tante Olla tidak bisa nemenin kamu?"


"Om sama Tante mau pulang pagi ini Mba,"


"Owh ya sudah kalau gitu." setelah berbicara dengan Sutra Karmila pun pergi menuju Kamarnya, Arjuna yang merasa heran lalu menyusulnya,


*****


"Karmila, kamu kenapa si?" tanya Arjuna sesaat setelah sampai di Kamarnya,


"tidak apa apa, ya sudah Mas siap siap saja, Kan Sutra minta temenin!"


"iya aku tau, cuma cara kamu bicara aku tidak suka!"


"kenapa? Aku biasa saja, sudah buruan ganti baju,"


Arjuna merasa heran Pada sikap Karmila, dirinya pun menggelengkan kepalanya pelan dan mengabaikan Karmila.

__ADS_1


******BERSAMBUNG******


__ADS_2