TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 5


*Hilangnya semua harapan Sutra*


Kecewa mengetahui sahabatnya adalah kekasih laki-laki yang di sukainya, Sutra pun menangis.


Namun tak mau hilang semangat, Sutra pun mengusap kasar air mata di pipinya lalu ia pun pergi keluar kampus sekedar menghilangkan sakit hatinya.


tak hanya Yesi yang menjadi teman Sutra! Jihan yang juga teman Sutra pun menghampirinya ketika melihat dirinya tengah berjalan sendiri menuruni anak tangga,


"Sutra!" seru Jihan dari arah sebaliknya sembari berjalan turun mendekati Sutra,


Tak menjawab ucapan Jihan, Sutra tetap berjalan turun dan melamun tak perdulikan temannya yang memanggil manggilnya.


"Sutra! Ko diam si, eh kamu kenapa?" tanya Jihan kembali setelah menjajarinya


"enggak apa apa, lagi pengen diam ajah," jawab Sutra


"yakin nih, eh mana Yesi?" tanya Jihan


Tak mau membahas Yesi,sutra pun mengalihkan pembicaraan,


"eh kita ke taman kampus yok, pengen nyari angin sekalian aku nunggu Dosen," ucap Sutra


"yeee di tanya Yesi dimana, malah---" " udah deh bawel aku lagi males ngomongin dia," potong Sutra


"eh kenapa? Kan kita slalu sama sama?" tanya Jihan yang berjalan di belakang Sutra.


Mendengar pertanyaan Jihan Sutra yang telah sampai di lantai Bawah menghentikan langkahnya dan menoleh pada Jihan yang masih berdiri di bibir Tangga,


"kamu tau gak sih! Cowok yang aku sukai dan slalu di kasih tau sama Yesi ternyata itu calon suami dia!" ucap Sutra


"e-memangnya kamu baru tau ya?" tanya Jihan dengan perasaan tak enak


"ya belum lah Jihan! Dari mana coba aku tau!" ucap Sutra


Jihan terdiam dan merasa tak enak pada Sutra,


"ya ampun ternyata Yesi enggak kasih tau Sutra! Haduh kalau aku bicara pada Sutra, Sutra pasti kecewa," ucapnya dalam hati


"ko malah diam?" tanya Sutra


"oh enggak-enggak cuma heran ajah, ko bisa ya Yesi gak kasih tau kamu gitu! Tapi ya udahlah mending sekarang kita happy happy dan anggap saja cowok itu bukan jodoh kamu, oke," ucap Jeni mencoba mengalihkan pembicaraan dan merangkul Sutra lalu berjalan bersama menuju Taman Kampus,


Sutra yang merasa sakit hatipun seketika tertawa karena ulah Jeni.


****


Sementara di Bank tempat Arjuna bekerja.

__ADS_1


Di jam istirahatnya Arjuna bersama calon istrinya duduk bersama dan membicarakan Sutra, wanita yang bernama Karmila yang sering di sapa Mila oleh Arjuna sangat antusias mendengar Cerita Arjuna yang sering berselisih, bercanda, dan bertukar pikiran dengan Sutra,


"Sutra itu buat aku sangat menyenangkan anaknya, usil, cengeng juga tapi dia adalah Adik kesayanganku," ucap Arjuna


"kelihatanya Adik kamu baik ya?" ucap Karmila


"ya dia baik, oh iya nanti aku mau kenalkan kamu sama dia dan aku akan datang ke Rumah nanti malam bersama dia," ucap Arjuna


Mendengar Arjuna mengatakan ingin datang bersama Sutra, raut wajah Karmila pun seketika berubah,


"Mila kenapa? Kamu gak suka ya?" tanya Arjuna


"oh enggak ko, tapi memangnya gak bisa ya kalau aku kenalannya nanti saja, kan bisa pas kita menikah atau kalau enggak, pas kita Tunangan? Toh seminggu lagi kita kan tunangan?" ucap Karmila mencoba membuat Arjuna mengerti


"iya oke lah, nanti biyar aku katakan pada Sutra," ucap Arjuna, "aku paham ko gimana mau kamu!" imbuhnya lalu tersenyum.


***


Sementara waktu pun berjalan, di depan kampus, sutra yang tengah menunggu taxi di bahu jalan terkejut, karena tiba-tiba ada Mobil Sedan Hitam yang berhenti di hadapannya, tak lama sopir Mobil itu pun turun dari Mobilnya.


Seorang laki laki berkacamata hitam dan gagah berdiri di hadapanya, namun Sutra bengong dan merasa kesal,


"ya ampun dia lagi!" gumamnya


"Sutra! Kamu menungguku?" tanya Raffa dengan percaya dirinya.


"gila ini cowok, siapa juga yang nungguin dia!" gumamnya kembali, "Enggak! Aku enggak nungguin kamu." dengan so angkuh namun butuh Sutra berkata.


"sudah ayok masuk, aku tau kamu butuh tumpangan!" ucap Raffa sembari menarik tangannya dan membuka kan pintu Mobil depan samping kiri, dengan tujuan agar Sutra duduk berdampingan denganya.


"isz apaan si!" ucap Sutra yang belum mesuk kedalam Mobil, sembari melipat kedua tanganya Sutra pun tak berani menatap wajah Raffa yang masih mengenakan kacamata hitamnya.


"gak usah begitu, ayok masuk, aku gak akan apa-apain kamu! Kebetulan aku lewat sini jadi sekalian, bukan niatku jemput kamu, tapi kalau kamu nolak ya udah aku pergi," ucap Raffa yang lagi-lagi mengerjai Sutra.


Sutra pun hanya diam,


"ya sudah kalau gak mau," ucap Raffa, "oh iya hari ini aku akan pergi ke Singapore, mungkin agak lama aku pergi, kamu gak kangen aku?" imbuhnya


"idih, pamer! Siapa juga yang perduli, lagiyan siapa kamu!" gumam sutra


"yakin nih? Gak mau ikut aku?" Tanya Raffa sekali lagi


"enggak!" ucap Sutra


Raffa pun menutup pintu mobilnya kembali dan berkata pada Sutra,


"jika kamu kangen aku, kamu boleh telefon aku, aku cuma mau minta maaf karena membuat kamu risih, tapi asli aku tertarik sama kamu, tapi aku tidak memaksa, toh kita baru bertemu kemarin, semoga kita ketemu lagi!" ucap Raffa, "bye Sutra," imbuhnya lalu masuk kembali kedalam Mobilnya dan berlalu pergi.


Sutra pun merasa tak perduli dan segera menghentikan Taxi yang ada.

__ADS_1


****


Siang pun berganti Malam.


Di kediaman Orang tua Sutra.


Sutra yang merasa bosan di kamar akhirnya turun ke lantai satu Rumahnya, dengan gayanya yang sok penyanyi dirinya menuruni anak tangga sembari bersenandung, sementara Arjuna yang agak gugup untuk pergi sedikit berlari menuruni anak tangga sembari berkata pada Sutra,


"Brisikk....!" teriak Arjuna yang meledek di samping Sutra


"hi,iiiihh Rese! Bising tau!" Ucap sutra dengan raut wajah cemberut


Sementara Arjuna yang sudah sampai di bawah tertawa meledek Sutra,


"ahaha...


"isz sebel!" gumam Sutra


Lalu Sutra yang sudah sampai di lantai bawah, mendekati Ibu Mawar yang tengah duduk di sofa Ruang keluarga, dengan raut wajah kesal karena Arjuna, Sutra pun duduk sembari menghempaskan tubuhnya di samping Ibu Mawar,


Brukkk....


"isz Sutra! Ngagetin ajah!" ucap Ibu Mawar


"sebel tau Mah!" ucap Sutra


"kenapa lagi?" tanya Ibu Mawar


"tuh loh ka Arjuna, ngagetin mulu kerjaannya," ucap Sutra


"sama kaya kamu," ucap Ibu Mawar meledeknya


"isz Mamah!" ucap Sutra, "mah ganti donk pengen nonton Film kesukaan aku lah," imbuh Sutra


"eh nanti dulu, Mamah lagi nonton berita, itu tadi ada kabar pesawat j*t*h Tujuan singapore," ucap Ibu Mawar


Deg!


Sutra terkejut, pikiran Sutra berkeliaran, handpone di tangannya tiba-tiba jatuh tak terasa, sementara Ibu Mawar yang melihat Sutra terdiam pun bertanya,


"Sutra ko diam? Handpone kamu jatuh Sutra!" ucap Ibu Mawar


"a-iya mah, aduh ko handpone aku jatuh mah?" ucap Sutra


"mana mamah tau, mikirin apa si?" tanya Mamah Sutra, lalu Ibu Mawar pun menoleh kearah Tv, "yah acara beritanya selesai ternyata Sutra!" imbuh Ibu Mawar


Sutra hanya diam dan sibuk membuka handpone, entah perasaan apa yang Sutra rasakan, tiba-tiba dirinya teringat dan menghawatirkan Raffa, merasa gengsi tapi dirinya hawatir, Sutra pun mencoba bertanya pada Raffa, dengan pura pura bertanya apakah dirinya sudah sampai tujuan.


Setelah dirinya mengirim pesan, centang yang ada hanyalah satu, pikiran Sutra pun semakin tak karuan, ia tak perdulikan Mamahnya yang telah menggantikan acara TV kesukaannya.

__ADS_1


"Raffa, kamu kemana mengapa cuma centang satu, kamu enggak mungkin tinggalin aku kan Fa?" ucap dalam hati Sutra sembari memandangi handponenya.


__ADS_2