TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 12


*Raffa yang Rusuh*


Sutra terkejut mendengar Mamahnya mengatakan Raffa telah melamarnya tanpa sepengetahuan dirinya, Merasa kecewa Sutra keluar dari gedung Hotel yang di sewa keluarganya dan meninggalkan acara pernikahan Arjuna.


Melihat Sutra pergi dan Mamah sutra yang Cemas Raffa pun meminta izin untuk menyusul pada Mamah Sutra yang tak lain adalah Ibu Mawar, setelah Om Sutra datang mendekat.


"Sutra!" tegur Ibu Mawar yang melihat Sutra pergi meninggalkannya, hatinya cemas ingin mengikuti namun Pernikahan Arjuna belum selesai, tak lama dari gerombolan Tamu yang tengah asik menikmati hidangan Reno datang mendekat setelah berbincang dengan para tamu tersebut,


"ada apa mba?" ucapnya bertanya melihat Ibu Mawar dan Raffa yang tengah sedikit cemas, belum sempat Ibu Mawar menjawab pertanyaan Reno yang tak lain Om Sutra, Raffa menyela meminta izin,


"Ibu, izinkan saya untuk bicara pada Sutra, saya takut Sutra pergi," ucapnya, Reno terkejut mendengar ucapan Raffa dan bertanya kembali,


"ada apa ini?"


"e-om Sutra pergi, setelah tau saya sudah melamarnya tanpa sepengetahuan dirinya," terang Raffa yang berdiri di sampingnya, Reno menoleh mengerucutkan kedua alisnya, dengan wajahnya yang datar Reno bertanya pada Raffa sementara Ibu Mawar menyela,


"memangnya saat kamu Melamar, Sutra tidak tau?----" " tidak Reno, Sutra tidak mengetahuinya, karena niat Raffa tulus tidak mau berpacaran, kami sebenarnya ingin katakan pada Sutra saat nanti dia selesai wisuda, namun Mba pikir lebih baik Sutra tau sekarang, toh Sutra Wisuda empat hari lagi, tapi Sutra sepertinya kecewa," ucap Ibu Mawar memotong ucapan Reno, Reno lalu mengusap kasar wajahnya dan meletakan kedua tangannya di pinggang,


"Raffa kejar Sutra." tanpa melihat Raffa, Reno menyuruhnya menyusul Sutra yang pergi,


"Iya Om," jawabnya, "Ibu, Saya izin Susul sutra," imbuhnya dengan sopan, Ibu Mawar mengangguk pelan dengan perasaan gelisah.


****


Di Caffe Hotel,


"bisa-bisanya ada cowok ngelamar gak bilang sama perempuan yang di lamarnya! Apa maksudnya coba! Dasar sinting!" Sutra kesal lalu meminum Minuman yang di pesannya,


"pelan Minumnya, nanti tersedak malu loh," Raffa berdiri di belakangnya, Sutra pun tak peduli dan hanya diam, Raffa lalu berjalan beberapa langkah berdiri di sampingnya dan meminta Izin untuk duduk,


"boleh aku duduk?" tanya nya, Sutra membuang muka, tanpa mendapat Izin dari Sutra, Raffa duduk di bangku ber iringan dengan Sutra,


Tanpa menoleh pada Sutra, Raffa mengatakan bahwa dirinya tertarik dan tulus untuk menikahinya,


"Sutra, saya memang lancang Melamar tanpa sepengetahuan kamu saya minta maaf, tapi niat saya tulus.... Saya tidak mau berpacaran tetapi mau saya menikah dengan orang yang saya Cintai, Saya memang belum mengenalmu jauh, bahkan bertemu saja hanya dua hari itu, mungkin bagimu mustahil---" "cukup, siapa yang izinkan kamu kesini, dan mengapa selalu saja kamu tau dimana aku! Lagiyan kamu bebas amat si berkeliaran di sini! Padahal aku suda berpesan pada Satpam yang ada di depan untuk tidak memberi taukan, jika ada yang mencariku! Lagiyan aku jika sudah tidak suka, di sana ada satpam dan aku bisa panggilkan untuk membawa anda tuan Raffa!" potong Sutra, Raffa terdiam merasa bersalah, dirinya lalu mencoba kembali untuk meminta maaf,


"Sutra, memang tidak ada yang menyuruhku, tapi aku mohon izinkan saya untuk mengenalmu lebih dekat, tapi kali ini jika kamu memang tidak mau memaafkan, saya akan pergi, dan saya ikhlas untuk semuanya." Sutra diam dan membuang muka, hatinya hancur merasa tak ada harga diri sampai-sampai ingin memiliki kekasih saja harus melalui proses yang rumit dan membuatnya kesal, terlebih Raffa adalah laki-laki yang pernah menikah.


"dan perlu saya katakan sama kamu Sutra, dulu saya pernah mengirim pesan pada mu, dan kamu sudah tau setatus saya dan apa alasan saya, tapi tenang saja saya belum memiliki anak. Tapi jika kamu menolak lamaran ini, saya akan mundur," ucapnya kembali, Sutra pun tetap tidak peduli,


Raffa lalu berdiri, sekali lagi dirinya mengatakan,

__ADS_1


"Sutra kamu tetap tidak mau?----" "Em-Maaf permisi, Tuan Raffa di Kantor Ibu anda Menunggu, ada hal yang harus di bicarakan katanya." Sopir ayahnya tiba-tiba datang dan menyela ucapannya pada Sutra, Sutra terkejut dan menoleh mendengar Seorang laki-laki memanggil Raffa sebagai Tuan,


Sementara Raffa yang sebelumnya ingin menyembunyikan setatusnya sebelum mendapatkan Sutra, Akhirnya terbongkar oleh sang Sopir, dan Raffa pun membuang Muka dengan rasa kesal atas keteledoran sang Sopir,


"haduh dia kenapa panggil aku Tuan, kenapa juga mamah kesini..." ucapnya dalam hati Raffa.


"Tuan? Kantor? Pantas saja dia bebas banget di sini!" ucap Sutra dengan wajah kesalnya, namun Raffa tidak peduli akan Sutra yang emosi, dirinya malah menyeretnya untuk menemui Mamahnya,


"Sutra aku mohon ikut aku sebentar," ucapnya, Sutra tertawa kesal mendengar permintaan Raffa,


Ahahah...


"Tuan Raffa! Apa aku tidak salah dengar. Sudah seenaknya, sekarang meminta ikut anda?" Celanya, Raffa sekali lagi meminta tolong pada Sutra,


"tolong Sutra,"


"tidak,"


"kumohon,"


"tidak ada!"


"Sutra,"


"kamu punya telinga tidak?"


"iya kalau punya, kamu dengar aku, apa tadi!"


"aku tidak peduli," ucap raffa sekali lagi, lalu berdiri dan mencoba menarik tangan Sutra yang masih duduk,


Sayang saat menoleh Raffa terkejut,


"Raffa!"


"Mamah?" ucap Raffa.


Mendengar Raffa memanggil Mamah, Sutra terkejut ia pun menoleh dan menengadahkan wajahnya,


"Ibu?" lalu ia berdiri dengan perasaan Malu, Mamah Raffa pun tersenyum pada Sutra, dengan Sopannya Sutra menyalami dan mencium punggung tangan Mamah Raffa.


"kalian? Dari tadi saya dengarkan di sini, ada apa? Kalian ribut?" Sutra dan Raffa saling tatap sekilas lalu Sutra sedikit tertunduk malu,


"em- Tidak Mah, biasa salah paham sedikit, iya kan Sutra?" Sutra melempar senyum terpaksa, dan Menoleh pada Raffa sekilas.

__ADS_1


Betapa kesal hatinya lagi-lagi Raffa memulai drama.... Tidak bisa mengelak Sutra terpaksa bermuka baik untuk menghormati Mamah Raffa.


*****


Waktu berlalu Sutra terpaksa kembali pada keluarganya bersama Raffa dan Ibu Indah yang tak lain mamah Raffa, Malam yang telah usai acara, Keluarga masih berkumpul di Hotel dan masih Bermalam di Hotel sebagai kado bonus dari Raffa untuk keluarga Sutra dan Arjuna, untuk pernikahan Arjuna.


Raffa masih menjamunya makan malam bersama di Restoran Hotel Miliknya.


"Mas Raffa kami sekeluarga mengucapkan terimakasih banyak karena mendapatkan Kado Bonus buat pernikahan Arjuna dan Karmila, Kami tidak tau harus berkata apa lagi. dan Saya pribadi sebagai Ayah Sutra juga Mengucapkan banyak terimakasih karena sudah bersedia melamar Putri kami Sutra." Raffa tersenyum menatap Ayah Sutra.


*Sebelumnya mungkin ini mustahil dan tidak akan ada di sejarah dunia nyata, ini hanya ada di dunia Novel saja yaa * 😅.


Oke next.


*****


Setelah Ayah Sutra bicara, Raffa pun berdiri dan membuat mata semua tertuju padanya,


"di kesempatan Malam ini, Saya ingin mengatakan sekali lagi dan memohon Restu terutama pada Mamah saya dan keluarga Saya," ucapnya, lalu tak lama datanglah Papa Raffa beserta Radit dan Istrinya yang tak lain adalah Yesi sahabat Sutra,


Semua orang di Ruangan itu pun berdiri menyambut kedatangan mereka, Sementara Sutra semakin tidak percaya ada Radit dan Yesi yang ternyata adalah keluarga Raffa,


"mungkin semua di sini sudah tau, siapa dua laki-laki ini dan siapa wanita ini, tetapi untuk Sutra mungkin dia belum tau, maka saya akan kenalkan padanya sebelum saya lanjut berbicara yang lain," ucap Raffa kembali, "Sutra ini Papa aku dan ini Radit adik aku serta Yesi istri Radit, mungkin kamu sudah mengenal mereka karena mereka teman satu kampus kamu. dan ya Yesi adalah sahabat kamu," Sutra tersenyum, Lalu mendekati Papa Raffa dan menyalaminya sembari memperkenalkan diri.


Di tengah Perasaannya yang begitu hancur, Sutra terpaksa tersenyum menyapa Radit dan Yesi.


Sutra pun berniat kembali duduk di samping Mamahnya setelah semua juga kembali duduk, namun Raffa memintannya untuk menemaninya berdiri sejenak di panggung,


"Sutra tunggu!" tegurnya, "Aku minta ikutlah sebentar," imbuhnya, Sutra bingung dan sedikit Malu,


"Tidak usah Malu, Ayok," ucap Raffa kembali, Sutra mengangguk, dan mengikuti Raffa yang berjalan menuju Panggung di dalam Restoran tersebut, Semua keluarga pun Tersenyum melihat keduanya, namun Sutra yang berjalan mengekor di belakang Raffa, terbesit dalam hatinya...


"Apa lagi ini? Apa iya aku di jodohkan dengan laki-laki aneh ini?" grundelnya dalam hati


"Sutra Ayok naik," Raffa menyodorkan tangannya, berniat menggandeng tangan, Namun Sutra hanya tersenyum dan berjalan terlebih dahulu ke atas Panggung,


Raffa pun geleng kepala dan tersenyum tipis sembari mengikuti Sutra yang sudah lebih dulu menaiki Panggung.


*****


Di Atas Panggung, Raffa menyatakan Perasaannya pada Sutra, Semua mata tertuju memandang keduanya, sampai Pengunjung Restoranpun ikut menyaksikan....


Sutra lagi-lagi di buat Heran oleh aksi Raffa yang konyol dan membuatnya Malu, jelas membuat Malu! Di hadapan keluarga dan para pengunjung Restoran Raffa menyatakan perasaan sekaligus melamarnya... Mau menolak Sutra tidak mau membuat keluarganya Malu, terpaksa dirinya pun menerima lamaran Raffa.

__ADS_1


******Bersambung*****


*Buat cerita di atas mungkin tidak nyambung dan Mustahil, namun semoga menghibur* 😁


__ADS_2