TAK SEPERTI HARAPANKU

TAK SEPERTI HARAPANKU
TAK SEPERTI HARAPANKU


__ADS_3

Part 14


\*Menyesal mengajaknya Berdebat\*


Setelah mengalami Kec**a*aan Sutra yang terbilang tidak terlalu parah namun masih Trauma, Akhirnya kembali Ke Rumah bersama Arjuna dan Keluarganya.


Sampainya di Rumah, Sutra yang di papah Mamahnya menuju kamarnya bertanya kembali kondisi Raffa,


"Mah, mengapa aku tidak boleh menemui Raffa Mah?" Ibu Mawar kebingungan menjawab dan mengalihkan perhatiannya,


"Em-Sutra tidak apa-apa, oh iya Kamu tidur di Kamar bawah dulu ya, dari pada Kamu ke atas cape, nanti Kamu pusing,"


Sebelum ke atas Ibu Mawar mengalihkan Sutra untuk Istirahat di Kamar bawah,


"Mah," tegur Sutra


"sudah-sudah, Ayok masuk, kamu istirahat, Mamah mau nemenin Karmila dulu, tidak enak sama Kaka ipar Kamu, Bawa tidur dulu ya biyar cepat Sehat," dengan gugupnya Ibu Mawar menyuruh Sutra segera masuk ke dalam Kamar. Sampai di dalam Kamar Ibu Mawar hanya tersenyum menyimpan pedih, tak kuasa menahan kesedihan di hadapan Sutra, sesegera mungkin dirinya keluar dari Kamar tempat Sutra istirahat.


*****


Usai mengantar Sutra kekamarnya Ibu Mawar keluar dan Menutup pintu, air mata menetes tiba-tiba teringat kondisi Tunangan Sutra, Arjuna pun Melihatnya, dari bibir Tangga,


"kenapa Mah?"


Ibu Mawar geleng kepala pelan sembari menyeka air matanya, dirinya duduk di bangku Ruang keluarga yang hanya beberapa langkah dari Kamar tempat Istirahat Sutra, Arjuna pun dengan Perasaan sedihnya mendekati Ibu Mawar dan duduk di sampingnya,


"Aku tidak menyangka Mah jika mereka akan mengalami ini, mengingat Raffa Aku tidak tega, ada kemungkinan dia melindungi Sutra,"


" kamu benar sudah pasti dia melindungi Sutra, karena jika tidak, Pasti Sutra sudah berada di posisinya. Dan sekarang Sutra terus bertanya kondisi Raffa, Arjuna,"


"Nanti terpaksa kita katakan padanya Mah, jika Sutra terus bertanya,"


Ibu Mawar mengangguk pelan, dari pandangan Matanya kesedihan belum hilang, dalam hatinya tidak pernah menyangka setelah pernikahan Arjuna yang begitu meriah sekaligus pertunangan Sutra dan Raffa berahir dengan Sutra dan Raffa yang celaka.


Hening di Ruang keluarga setelah obrolan Arjuna dan Ibu Mawar, sekejap terdiam, Karmila sebagai menantu baru, Turun dari lantai dua, kesedihan pun nampak di wajahnya namun entah siapa yang dirinya kasihani tentu tidak ada yang Tau.


Sampai di bawah Karmila berjalan mendekati Arjuna Suaminya yang tengah duduk bersama Ibu Mawar,


"Mas..."


"Sini sayang duduk." Ibu Mawar menyuruhnya duduk, Karmila tersenyum tipis lalu duduk di samping Arjuna.


Suasana masih terasa hening, mengingat kesedihan yang di rasakan semua... Selang beberapa detik Sutra menangis memanggil Ibu Mawar dari dalam Kamar, semua terkejut mendengar tangisanya,


"Mamaah, Mahh,"


"Sutra?" ucap Arjuna dan Karmila


"Sutra." bergegas bangun dari duduknya Ibu Mawar segera berlari menuju kamar di mana Sutra beristirahat, saat membuka pintu Kamar Ibu Mawar mendapati Sutra tengah duduk memegang Handpone sembari menangis di atas Tempat Tidur, Arjuna dan Karmila pun menyusul di belakang Ibu Mawar,


"Ada apa Sutra?" dengan rasa Panik Ibu Mawar segera mendekati Sutra, dan bertanya dengan perasaanya yang hawatir, dirinya duduk di Samping Sutra,

__ADS_1


"Mamah, ini apa Mah, kenapa Mobil Raffa Rusak begini depan dia Mah?" Sutra menangis menjadi-jadi setelah melihat Video kejadian yang dirinya alami di Akun milik orang yang merekam,


Arjuna dan Karmila saling pandang sekilas merasakan kesedihan Sutra, Arjuna tidak ingat jika bisa saja kejadian itu di rekam Orang, sementara Ibu Mawar pun memeluk Sutra mencoba menenangkannya.


Terbayang di ingatan Sutra, saat perdebatan dan betapa cueknya ia.... Tidak di sangka ucapannya mejadi petaka.


Air mata mengalir tak henti mengingat Paniknya Raffa, demi si pengendara Motor Raffa Rella membanting setir,


"Sudah Sutra, Raffa tidak Apa-apa... Oke," Karmila tiba-tiba mendekat dan menenangkannya, Namun Sutra tetap tidak bisa melupakan hal itu, terlebih dirinya tau kondisi Mobil milik Raffa.


Melepas pelukan Ibu Mawar dan Menyeka kasar Air matanya, Sutra bertanya keberadaan Ayah, Om juga Tantenya,


"Mah, Ayah dimana. Om sama Tante juga mana Mah?" Seperti orang kebingungan Sutra tiba-tiba bertanya,


"Ayah masih di Rumah sakit Sutra, bareng Om dan Tante.... Mereka menunggu perkembangan Raffa," jawab Arjuna


"Memangnya Raffa kenapa Ka?" wajahnya mulai panik kembali


"Sutra, tenang dulu, Raffa tidak apa-apa," jawab Arjuna


"Ka Arjuna Bohong! kenapa harus di tutupi! Aku sudah tau kondisi mobil dia ka!" Sutra kesal tidak mau di Bohongi, Arjuna pun dengan terpaksa memberi tahukan pada Sutra,


"oke-oke, dia saat ini kritis, kaka bukan mau berbohong, tapi kaka takut kamu belum bisa menerimanya, kamu sudah tau kondisi mobil Raffa, dia mungkin memilih membanting setir ketimbang menabrak bapak itu,"


Sutra pun terdiam lagi-lagi air matanya menetes begitu saja, Ia merasa bersalah pada Raffa, Karena baginya perdebatan itulah yang menyebabkan kecelakaan.


Melihat sutra menangis Ibu Mawar pun mengusap pelan bahunya, sementara Arjuna dan Karmila pun terdiam membisu,


"Sutra ini sudah mau petang, kita baru Sampai belum lama di rumah! Yang benar saja?" tegur Arjuna,


"Mah." Sutra menoleh pada Ibu Mawar dengan wajahnya yang masih pucat, Arjuna dan Karmila pun memilih untuk keluar dari Kamar tempat Sutra beristirahat.


"Kita tunggu kabar dari Ayah. Kamu sabar dulu, do,akan saja Dia cepat sadar, sudah tidak usah menangis hal seperti ini tidak ada yang tau Sutra." Ibu Mawar menenangkan,


Tak lama Arjuna masuk kembali ke Kamar,


"Sutra di depan ada Yesi." dari ambang pintu Arjuna memberi tahukan, dalam hati Sutra masih malas menemuinya namun mau tidak mau kenyataan Yesi adik ipar Raffa, dengan terpaksanya Sutra pun segera menyeka air matanya untuk menemui Yesi,


"Mah, aku mau temui Yesi." Ibu Mawar pun mengiyakan kemauan Sutra, takut Sutra merasa pusing Ibu Mawar lalu mengekor di belakang Sutra dengan di ikuti pula oleh Arjuna.


****


"Yesi, Radit? Kalian?" Yesi dan Radit berdiri dari duduknya setelah Sutra keluar menemuainya di Ruang tamu,


"Sutra, Tante," Ucap Yesi dan Radit lalu satu persatu menyalami dan kembali duduk, begitu juga Sutra, sementara Ibu Mawar pun masuk untuk mengambilkan sekedar teh hangat,


"Sutra, Bagai mana kondisi kamu? Apa kamu masih pusing?" Yesi mengawali bicara, Sutra dengan juteknya pun terpaksa menjawab, walau rasa cemburu masih saja tak hilang dari Hati Sutra,


"ya beginilah, seperti yang kamu lihat," ucap Sutra,


"E-Sutra, tapi tidak ada luka lain kan? Gak ada yang serius banget kan?" pertanyaan Yesi pun membuatnya salah paham,

__ADS_1


"apa maksudmu! Kamu pikir jidat aku sampe di jahit begini tidak serius!" dengan Ketusnya Sutra menjawab, "dari dulu gada berubahnya, kalau ngomong seenaknya ajah si!" imbuhnya menggumam,


"Sutra," tegur Arjuna yang mendengarnya dari Ruang keluarga, Arjuna berjalan mendekati Sutra, merasa Sutra kurang sopan Arjuna pun ikut bicara,


"Ada apa? Kamu kenapa?" tanya Arjuna pada Sutra, namun Sutra diam, "Maaf Yesi, Radit, mungkin Sutra masih terbawa suasana, kondisi dia belum stabil, dia masih trauma tadi pagi jadi emosi dia belum terkontrol," imbuh Arjuna pada Yesi, Yesi pun tersenyum begitu juga Radit, namun siapa sangka kemarahan Sutra adalah bentuk cemburu yang tidak bisa dirinya ungkapkan, Yesi bertanyapun membuat dirinya marah.


Arjuna lalu mencoba bertanya ada apa dengan dirinya...


"Sutra, kamu kenapa si?"


"tidak! tidak apa-apa,"


"terus? Kenapa marah saat Yesi tanya sama kamu?"


"ya kali dia nanya gitu banget,"


Arjuna geleng kepala melihat Sutra, menurutnya Sutra berubah setelah mengalami kec**ak*an, namun Arjuna tidak mengetahui jika Sutra menyukai Radit sebelumnya,


"Sudah ka, tidak apa-apa, Aku memaklumi ko." Yesi tiba-tiba berbicara, "iya kan Sayang?" imbuhnya pada Radit, Raditpun mengangguk pelan,


"Yesi maaf, aku tadi gak sopan.... Terus terang kepalaku sangat sakit dan pusing, jadi aku rasanya kesal sama kamu." Sutra pun berbicara, dirinya meminta maaf walau dengan terpaksa, walau masih kesal pada Yesi dan Radit, Sutra akhirnya terpaksa berdamai,


Yesi melempar senyum lalu berpindah tempat duduk menjajari Sutra, sementara Arjuna melanjutkan obrolan dengan Radit,


"iya Sutra tidak apa-apa ko, Aku yang minta maaf karena salah bertanya. Oh iya, Aku ikut prihatin ya atas kejadian yang menimpa kamu dan Ka Raffa, Aku benar-benar tidak menyangka kalau pagi tadi kalian akan alami ini, padahal Mobil kami tadinya ada di belakang Mobil Ka Raffa hanya Saja kami menyalip,"


"Iya Yesi. Ya gak ada yang tau, Aku pun benar-benar takut, Yang aku ingat Raffa saat itu tengah ngobrol sama aku, memang Raffa sedikit cepat, yahhh... Ternyata kami tidak tau jika setelah tikungan itu ada Gang kecil. Dan tiba-tiba saja pengendara motor itu di hadapan Mobil kami, Raffa panik dan ya ahkirnya begini,"


"Sudah, yang penting kamu selamat, dan doakan saja Ka Raffa cepat sadar, pulih dan usil lagi sama kamu," ucap Yesi, mendengar ucapan terakhir Yesi, Sutra menole menatap Yesi yang duduk di sampingnya, Sutra tersenyum penuh tanya,


"kamu bilang apa tadi? Usilnya Raffa? Ko kamu tahu?"


"Ya gimana tidak tahu, Ka Raffa selalu tanya tentang kamu ke aku. Emmm semua paket sampai ke kamu kan?" ucapan Yesi membuat Sutra merasa mendapat kejutan,


"paket?"


"iya,"


"astaga jadi? Semua dia yang kasih? Termasuk buket bunga itu dan ucapan-ucapan itu?"


"ya,"


"gi*a, Romantis banget, Al*y tau.."


"Tapi suka kan? Itulah Ka Raffa,"


Mendengar Obrolan Sutra dan Yesi, Arjuna dan Radit tersenyum dan saling tatap sekilas.


Tak lama Ibu Mawar keluar dengan membawa minuman, dan sekedar makanan kecil, Obrolan berlanjut dengan canda tawa bersama Ibu Mawar, membongkar siapa orang yang slalu memberi paket pada Sutra.


*****Bersambung****

__ADS_1


__ADS_2