Tak Tahu

Tak Tahu
10


__ADS_3

"bukankah vera dan Rivka bersaudara? tapi kenapa vera selalu ingin memojokkan dirinya?" tanya bantin Andre kebingungan


sementara Rivka sudah tertidur lelap begitupun Vera,berbaring di kursi belakang


...----------------...


"saudari.....saudari.....!"


panggil Andre dengan perlahan sambil menyentuh pundak Rivka


"kita sudah sampai di Hall nya!"


"ohh...Vera bangun sudah sampai!" membangunkan vera yang tertidur di belakang


"tadi aku tidur mendengkur gak yah?"


ujar batin nya khawatir


"hallo bagaimana perjalananya? menyenangkan?" tanya seorang wanita pelayan gereja tersebut dengan sangat ramah


"lumayan kak (melihat ke arah Andre) hehe"


ucapnya agak canggung,padahal di sepanjang perjalanan dirinya hanya tidur untuk menghindari mabuknya


"ini barang-barangnya saudari!"


Andre menyerahkan koper mereka berdua


"terimakasih banyak ko!" menundukkan kepalanya


"ok cuman berdua aja kan,kalau gitu langsung aja menuju kamar,untuk istirahat dulu!" sambil memencet tombol lift ke lantai dua


"di sini kamar mandinya saudari dekat dengan kamarnya,nanti jam enam sore kita ada sidang,dan esok pagi kita berangkat lagi ke puncak! apa ada pertanyaan?"


"tidak kak!"


jawabnya mereka serentak


"silakan pilih aja tempatnya di mana yang kosong,sekalian kenalan sama saudari saudari yang lainya!"


"iyaa kak!"


jawab Rivka


"saudari di sini kosong!"


teriak seorang wanita muda dengan senang menyambut mereka berdua


"tempat aku!"

__ADS_1


ujar vera langsung menempati tempat tidur yang di tunjuk wanita tadi


"gak papa kan? takutnya kamu gak sanggup tidur dekat dengan AC!"


ujarnya sambil tersenyum sinis


"iya gak papa!" jawabnya dengan tersenyum


"saudari di samping Cece saya ada tempat kosong kok! Ce...sebelah Cece kosong ta?"


tanyanya dengan suara khas medok Surabaya


"saudari di samping Cece saya ada tempat kosong kok! Ce...sebelah Cece kosong ta?"


tanyanya dengan suara khas medok Surabaya


"iyaa sini kosong!"


jawabnya sambil membereskan kasur di sebelahnya karena tempat ia menaruh barang-barangnya


"nama kamu siapa?"


bertanya bak teman dekat dan memang ramah-ramah orangnya


"nama aku Rivka,dari lokal Semarang!"


berjabatan tangan


"senang berkenalan dengan kalian! terimakasih!" sama seperti biasanya pasti Rivka menundukkan kepalanya


"iyaa sama-sama,dah kalau mau istirahat-istirahat aja entar di bangunin kalau mau mandi!"


jelasnya dengan tersenyum


"aduh aku di mobil udah tidur tadi! sekarang gak ngantuk!" ujar batin Rivka


"emmm gini Tasya aku gak ngantuk sama sekali! kamu mau gak ngajak aku jalan-jalan ke luar gitu?"


tanyanya memberanikan diri supaya lebih akrap


"boleh-boleh banget!"


jawabnya dengan antusias


"dek ikut gak?"


tanyanya kepada adiknya


"Ndak! aku mau bobo ae!"

__ADS_1


jawab adiknya yang sedang berbaring sambil memainkan ponselnya,sementara vera juga sedang rebahan dan Rivka tak menghiraukan dirinya sama sekali


"kamu dari lokal mana kalau boleh tau?"


tanya Rivka sebari berjalan


"aku lokal Surabaya,aku datang tadi pagi jam sepuluhan!"


"ohh lokal surabaya,kalau boleh tau kamu kelas berapa?" tanya Rivka


"aku kelas sebelas SMA!"


"ohalah SMA,aku juga kelas sebelas tapi SMK!"


"mosok seh?? enak Ndak sekolah SMK nya?"tanyanya dengan antusias


"enak kok hehe!"


"ohh iya sini duduk di ayunan biar aku fotoin!"menarik tangan Rivka untuk duduk di ayunan


"wahh bagus terimakasih yah!"


ujar Rivka sambil melihat hasil foto nya


"iyaa sama-sama! ayo tukaran nomor ponsel!" ajaknya


"iya boleh,nomornya 081****000000000"


ujar Rivka


"ok tak save namanya Rivka!"


Brizz (bunyi ponsel Rivka)


"ok ini tak save juga!"


ujar Rivka menyimpan nomor Tasya


"maaf pak...maafkan saya....saya tidak sengaja!"


suara teriakan laki-laki meminta maaf dengan keras di samping tidak begitu jauh dari lokasi Rivka dan Tasya


"Tasya... suara siapa itu? kita datangi kah?"


saling menatap satu dan lain terlihat agak panik


"iyaa kita datangi saja!"


ujar Tasya menyetujuinya dan mereka berjalan menghampiri ke arah suara barusan.

__ADS_1


Terlihat seorang laki-laki paruh baya bersujud di lantai dengan keadaan basah menghadap ke arah seorang laki-laki muda dengan mengenakan stelan jas warna hitam ia nampak gagah dengan postur tubuh yang tinggi terlihat sedikit basah bersama dengan beberapa orang laki-laki yang menggunakan baju serba hitam mengikutinya dari belakang seperi pengawal pribadinya


__ADS_2