
Sesampainya di puncak rasa takut dan khawatir yang tengah mereka rasakan perlahan menghilang karena pemandangan puncak yang begitu indah mampu menghipnotis mata siapa saja yang memandang nya di tambah hembusan angin yang sejuk menari bersama dedaunan pohon, pegunungan yang nampak hijau segar dari kejauhan menambah cita rasa sejuknya suasana puncak siang ini, matahari bersinar terik tapi tidak begitu panas.
Rivka yang dari tadi berjalan dengan koper di genggamannya terdiam membisu menyaksikan pemandangan yang benar-benar memanjakan matanya di tambah lagi ada banyak pohon buah-buahan yang terlihat mulai matang sekan memanggil dirinya untuk minta di petik secepatnya,buah mangga bergoyang -goyang menyambut kedatangan dirinya,begitu juga buah alpukat tak mau kalah untuk bergoyang memanggil dirinya
"Ahhhhh luar biasa! Tasya aku senang lingkungan ini!"
Ujarnya sambil masih memperhatikan sekitar dengan tersenyum puas
"bagus kan?"
Tanya Tasya kembali menyakinkan sahabat nya
"baguss! baguss bangett"ujarnya sambil tersenyum sumringah
"buah-buahan nya boleh gak sih kita petik?"
tanya Rivka dengan berbisik lirih di kuping Tasya sambil memperhatikan lingkungan sekitar
"waduhh soal itu sih aku gak tau! tapi pohon buah sebanyak ini masa gak boleh di mintai kan gak mungkin juga,nanti kita cari caranya deh"
jelas Tasya padanya
"emmm" anggukkan kepala Rivka paham.
sementara itu mereka berkumpul di lapangan terbuka sambil menunggu arahan para pembina puncak kegiatan apa yang akan mereka lakukan hari ini sampai tiga hari kedepannya.
"Tasya kakak-kakak pembinaannya yang cowok banyak yang ganteng-ganteng yahh di sini!" Ucap Rivka dengan berbisik-bisik dengan mata yang tak henti menatap para lelaki yang berada di depan mereka yang tengah sibuk entah apa yang mereka sibukan.
"Ihhhh ngawurr kamu! (Sambil mendorong tubuh Rivka) tapi memang iyaa sih ganteng-ganteng" sambungnya kembali sambil turut serta memperhatikan dengan seksama pembina tampan mereka,tak hanya Tasya dan Rivka saja yang hanyut akan ketampanan mereka tapi hampir semua yang ikut serta hari ini juga terpanah ada yang teriak-teriak histeris, diam-diam mencuri gambar dan macam-macam kelakuan random para wanita yang tidak habis di pikir, sementara para lelaki terdiam memandangi kelakuan para perempuan yang membuat gelang-gelang kepala saja,yah tapi memang harus mereka akui pembina lelaki itu tampan bak aktor Korea
"Ehemmm!!!"
Suara lelaki yang terdengar sedang mengisyaratkan Rivka dan Tasya untuk berhenti memfokuskan pandangan mereka ke pembina tersebut,tapi sayang suara yang barusan tidak mereka hiraukan sama sekali, mereka malah kembali melanjutkan menikmati pemandangan yang indah di hadapan mereka.kalau ada hal yang indah ya nikmati jangan lewati sayang jika harus di biarkan berlalu begitu saja
"Ohhh liat aja teruss,gak papa kok aku!"
Ujar pria tersebut kembali bersuara setelah sebelumnya di acuhkan,Tasya yang kenal suara pria tersebut tertekun dan perlahan menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tersebut.
"Ahhhh Daniel!!"
Ujar Tasya yang kaget langsung berdiri sambil memeluk lelaki yang barusan datang tersebut dengan girang
"Kamu kok gak ngomong mau ikut ke puncak?!" Tanya Tasya dengan masih memeluk lelaki tersebut dengan erat seakan enggan melepaskan pelukannya
"Malas ngomong,orang mau surprise kok"
Ungkap lelaki tersebut dengan tersenyum bahagia juga atas pertemuan mereka
__ADS_1
"Lanjut aja Tasya gak papa anggap aja puncak milik sendiri!" Tukas Rivka yang dari tadi memperhatikan mereka berdua dan mengacuhkan dirinya.
"Ahhhh iyaa maaf, kenalin ini Rivka sahabat aku,dan ini Daniel"
"Pacar aku" ujar Tasya berbisik pada Rivka sambil tersenyum lebar memperkenalkan kekasihnya.
"Haii" sapa Rivka sambil bersalaman dengan sedikit canggung,karena ini pertemuan pertama dirinya dengan kekasih sahabatnya
"Pacar aku dah datang jadi Daniel gak kalah gantengnya sama pembina yang di depan!"ungkapnya sambil berbisik-bisik cekikikan
"Halah........" Ujar Rivka menyenggol lengan Tasya sambil tertawa terpingkal-pingkal
"Perhatian semuanya!"
Ujar pembina di depan yang meminta perhatian kumpulan orang-orang yang terlihat tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing
"Oke yahh dengarkan apa yang saya sampaikan, selama kalian masih di sini saya minta tolong patuhi aturan yang sudah di buat nanti kami akan beri buku buat kalian silahkan di baca peraturan nya,jadwal kalian juga ada di situ dan berhubungan dengan tempat istirahat kalian,silahkan di angkat ID card nya! (Sambil mengangkat ID card)
"Nahh di situ ada nama kalian,nomor kelompok juga,dan nama kamar kalian juga, laki-laki dan perempuan kami pisah dan tiap kamar di isi oleh 3 orang,saya harap juga sekamar harus saling akur dan rukun! Paham yah!"
Ujar pembina lelaki tersebut selesai memberikan instruksi
"Paham koo!!!" Seru semuanya dengan serentak
"Woyy!!"teriak Tasya pada Rivka
"Way woy way woy!"balas Rivka berceloteh
"Cup-cup (sambil mengusap halus kepala Tasya) kamar aku melati,pisah kamar gak bikin kita tidak jadi teman kok"
Ujarnya menenangkan Tasya yang merengek seperti anak kecil
"Love language kamu apaa?!"
Tanya Tasya dengan tiba-tiba sambil menggoyangkan tubuh Rivka,seakan melupakan kesedihannya barusan,lekas sekali mood nya berubah-ubah membuat Rivka sedikit kewalahan tapi tidak apa semuanya bisa di atasi,untuk mempertahankan persahabatan harus ada yang di korbankan entah itu waktu,tenaga,bahkan ego di diri sendiri sama halnya seperti mempertahankan relationship tidka mudha tapi bisa.
"Ayoo cepat jawab !" Desaknya terus menerus sambil tetap menggoyang tubuh Rivka
"Act of service Tasya"
Jawab Rivka dengan penuh cinta padanya
"Ahhhh act of service! Aku physical touch,tadi pas kamu sentuh kepala aku,aku langsung senang gitu loh Riv! Kamu tau gak?" Ujarnya dengan sangat excited dengan senyum di wajahnya yang tak akan pernah padam
"Iyaa paham,paham kok Tasya"
Balas Rivka dengan sambil memeluk sahabatnya barunya yang sangat luar biasa di hidupnya,ia berharap persahabatan kali ini bukan menjadi hal yang lalu saja tapi menjadi persahabatan selamanya kalau perlu sampai maut memisahkan.
__ADS_1
"Jadi kamar kamu apa Tasya?
Tanya Rivka perlahan melepaskan pelukan persahabatannya
"Kamar aku itu Kamboja,jadi kita pisah yah? Tapi gak papa,yok aku temani kamu cari kamar mu!"
Ujarnya sambil menyeret Rivka untuk mencari kamar mereka
"Hello ci!" Sapa adiknya kepada Tasya yang tengah asik mencari nama kamar Rivka
"Lohhh kok kamu ndek kene jess?"
Tanya Tasya pada perempuan itu
"Loh kamar aku di sini kok, sebelahan sama..... itu kak Vera" ujarnya sambil menunjuk kamar yang bersebelahan dengan kamar Vera adik sepupu Rivka
"Iki kamar melati?,iki kamar Kamboja!"
Ujarnya sambil melihat Rivka
"Yesss sebelahan!"
Ucap kompak Rivka dan Tasya sambil tertawa kegirangan, jessi yang hanya terdiam memperhatikan tingkah kakak nya dan sahabat baru kakaknya,jessi pun turut senang jika melihat Tasya kakaknya mendapatkan sahabat setelah sekian lama,ia pun juga sama berharap seperti Rivka supaya persahabatan mereka bertahan selamanya.
...----------------...
Kini Rivka melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan yang bernama melati yang terlihat tidak begitu luas namun tidak juga sempit sama seperti ukuran kamar pada umumnya,dan penerangan yang redup seperti suasana tidur malam karena lampu utamanya tidak di nyalakan dan nampak ada tiga kasur yang berwarna putih bersih menandakan ruangan tersebut selalu di perhatikan kebersihan, AC yang dingin menyejukkan kulitnya yang putih
"Hallo siapa namamu?" Sapa seorang wanita yang tengah duduk di kasur bersama vera adik sepupu Rivka yang dari tadi tengah memperhatikan dirinya
"Ahhh dia kakak sepupuku, Rivka namanya!"
Ujar vera langsung menjawab pertanyaa Wanita itu
"Ohhhh kamu yang bernama Rivka, perkenalkan namaku Oliv"
Berdiri mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan,terlihat pula sekilas banyak sekali garis-garis halus di lengan kirinya entah benda apa yang ia goreskan berulang-ulang di situ yang jelas itu terlihat sesuatu yang menyakitkan.
"Aku Rivka"
Ujarnya menyambut uluran tangan wanita itu dengan singkat dan langsung bergegas menuju sebuah kasur yang nampak tak bertuan berada di sudut ruangan tersebut
"Kasur ini kosong bukan?"
Tanya Rivka kepada wanita tersebut dan sesekali memandangi wajah vera sekejap lalu kembali melepaskan pandangannya
"Yah kosong, itu kasur memang untuk kau tempati!"
__ADS_1
Ujar wanita tersebut kembali duduk dan bercengkrama dengan Vera
Baguslah bila vera mendapatkan kawan baru ujar batin Rivka